Aku Masih Menunggumu

Aku Masih Menunggumu
Tidak akan pernah memaafkanmu!!


__ADS_3

“Diamlah!! Aku sudah bersama Tasya disini, tapi kita tidak bisa keluar karna banyak penjaga yang mencari keberadaannya. Bisa pikir cara lain untuk keluar?” Edward dengan kepala dinginnya pun meminta Arya yang berada dibawah sana mencarikan solusi agar ia bisa membawa Natasya keluar dari sana dengan selamat.


Arya terdiam sambil berpikir sejenak, tak lama ia pun berkata “Tunggu disana untuk beberapa menit, nanti setelah selesai semua, aku akan menghubungimu lagi!” Edward mengerutkan keningnya, “Seberapa lama aku harus menunggu?”


Arya bergumam, “Tidak lama, hanya butuh 10 menit saja untuk persiapannya. Bisakah kau bertahan sejenak sembari menunggu ini selesai?” Suara Arya terdengar pelan dan ada rasa cemas serta ketakutan yang bisa Edward rasakan. Edward paham dalam situasi ini, ia memang salah. Tetapi jika tadi ia menunggu Arya datang, mungkin Natasya sudah terlebih dulu dibawa oleh para penjaga itu.


“Aku bisa, tapi cepatlah.” Edward merasakan tubuh Natasya semakin melemah. Nafasnya juga mulai tidak beraturan, terlihat sebagian tubuh bagian atas Natasya sepenuhnya tersadar oleh tubuh depannya. Gadis itu tidak bereaksi apapun, hanya tubuh yang gemetar karna kedinginan.


“Hn...aku akan berusaha secepatnya!!”


Setelah mendengar perkataan itu, Edward pun langsung mematikan telponnya. Menyimpannya kembali kedalam saku celananya. “Maafkan aku” suara pelan yang lemah terdengar di telinga Edward, suara itu berasal dari Natasya yang tengah menyadarkan kepalanya pada tubuhnya.


“ini bukan salahmu! Tenanglah, semuanya akan berakhir. Kita akan keluar dari sini sebentar lagi” Edward menenangkan Natasya dengan mengelus lembut kepala gadis itu. Tidak membiarkan Natasya memikirkan masalah ini terlalu jauh, karna disini bukan hanya ia saja yang salah. Tetapi dirinya juga bersalah.


“Tapi aku...” “Ssttt...tidak perlu bicara lagi!! Masalah ini, mari kita bicarakan nanti” Edward menghentikan perkataan Natasya. Lelaki itu tidak ingin mereka membicarakan hal seperti itu disini. Jadi Edward hanya terdiam sembari mengelus kepala dan punggung Natasya untuk memberikan sedikit kehangatan pada gadis itu.


Selang beberapa menit, sebuah pantulan cahaya masuk kedalam ruangan tersebut dari jendela. Membuat ke2 orang itu dengan sontak menolehkan kepalanya kearah jendela. “Tunggulah sebentar disini!” Edward berlari menuju jendela. Melihat kebawah, sudah terdapat ban besar yang menggelembung dibawah sana.


Author : Lupa namanya apa, jadi mohon maaf ya🙏🏻

__ADS_1


Serta kode yang diberikan oleh Arya membuat Edward mengangguk yakin. Berbalik badan lalu berjalan kearah Natasya. “Ada apa disana?” tanya Natasya saat mendapati Edward mulai menggendongnya kembali. “Kita akan keluar dari sini, jadi tetap tenang dan jangan buat pergerakan apapun” pinta Edward dengan tegas sembari berjalan menuju jendela besar itu.


Saat hendak mengeluarkan tubuhnya, pintu ruangan tersebut terbuka kencang. Menunjukkan beberapa orang berdiri di depan pintu dengan senjata tajam ditangannya. Edward tahu, ini memang tepat waktu untuk menyelamatkan Natasya, namun tidak dengan dirinya.


Edward terkena tusukan pisau pada lengan atasnya saat ingin melompat dari sana. Membuat darah segar mengalir keluar disela-sela terjunan mereka. Natasya yang melihat darah itu pun langsung menutupnya dengan tangan dinginnya. Hatinya sakit, namun disana ia hanya bisa memeluk Edward tanpa melakukan apapun.


‘Maafkan aku, Rio’


Natasya mengeluarkan air matanya yang membuat Edward hanya terus terdiam sambil memeluknya dengan erat. Hingga mereka sampai mendarat di ban yang sudah disiapkan oleh Arya dan pasukan tim penyelamat.


Saat Edward dan Natasya sudah mendarat disana, semua orang datang menghampiri mereka. Mencoba membantu dan memeriksa kondisi. Namun saat Arya mendekat, ia hanya melihat wajah dingin Edward serta wajah lemas Natasya sudah tidak sadarkan diri. Hal itu tentu saja membuat Arya menjadi panik.


...--🥀🕊️--


...


Dirumah sakit, Edward dan Natasya langsung dilarikan keruang UDG karna luka yang mereka terima cukup serius. Dari luka Natasya yang udah lama namun dibiarkan membuat pemilik tubuhnya merasa kesakitan saat pengobatan itu. Sementara Edward mendapatkan luka di lengannya yang cukup dalam, karna penjaga itu memang udah sejak awal berniat untuk membunuh Edward.


Disisi lain, Tante Kinan terus menunggu pemeriksaan Edward dan Natasya selesai. Karna ia sudah sangat khawatir saat mengetahui bahwa keduanya selamat namun membawa luka yang cukup serius. Ditambah lagi melihat sekujur tubuh Natasya yang terdapat luka lebam yang membuat hatinya terasa sakit.

__ADS_1


“Aku tidak akan pernah memaafkanmu!! Aku tidak akan pernah melepaskanmu nanti, Yudha!!”


Tante Kinan bergumam dalam hatinya bahwa ia bersumpah tidak akan pernah membuat Yudha terlepas lagi kali ini. Ia sudah benar-benar kelewatan. Semua tindakan dan perilaku Yudha seketika terputar dalam kepalanya. Ia sebenarnya sudah tahu, kalau semua yang dilakukan Yudha itu sudah melewati batas.


Tapi ia selalu menutup kesadarannya karna ia tahu bahwa masalah ini sudah sepantasnya selesai. Tapi tak disangka, Yudha akan berbuat melakukan hal yang lebih jauh lagi.


Kreek!!


Pintu ruang UDG terbuka, memperlihatkan seorang dokter wanita keluar dari ruangan tersebut dengan sikap ramahnya. “Dengan ibu Kinan?” Tante Kinan yang melihat dokter itu keluar pun dengan sontak berdiri dari duduknya. “Dok, bagaimana kondisi mereka? Apa mereka tidak apa-apa?” Tante Kinan mengajukan pertanyaan yang mengganggu hatinya, hingga membuat pertanyaan dokter itu terlupakan.


Dokter itu tersenyum, “Ibu tenang saja! Pasien yang baru saja datang, sudah selesai kami tangani. Dan sekarang pasien harus dirawat nginap Untuk beberapa hari karna luka yang didapat harus dibawah pengawasan kami”


“Lalu dimana mereka dok? Saya ingin bertemu dengan mereka” kata Tante Kinan yang tergesa-gesa. “Ibu mohon tenanglah, saat ini pasien belum bisa untuk dijenguk jadi saya mohon maaf.” Jawab dokter itu sembari mengambil beberapa kertas dari suster yang baru saja datang. “Jika ibu memang mengkhawatirkan mereka, mungkin ibu bisa datang kembali pukul 10.00”


Tante Kinan yang mendengar hal itu pun hanya terdiam sembari mengangguk pasrah. Dirinya memang mencemaskan Natasya, namun jika ini bukan waktu yang tepat untuk bertemu dengannya maka akan ada lain waktu dia bisa jelaskan semuanya. Itu juga selagi ia masih hidup!


“Baik dok, terimakasih. Saya permisi terlebih dulu”


Tante Kinan berbalik badan, lalu berjalan pergi meninggalkan ruang UDG.

__ADS_1


__ADS_2