Aku Masih Menunggumu

Aku Masih Menunggumu
pembicaraan Santai antara Natasya dengan Edward..


__ADS_3

“ kau!!! “ Geram angel


Natasya yang sedang malas berdebat pun hanya bisa menatap dingin angel, tiba-tiba hpnya berbunyi. Membuat semua orang itu menoleh kearah meja yang ada hp Natasya, gadis pemilik hp itu pun langsung mengambilnya dan melihat siapa yang menelponnya.


Setelah tau siapa yang menelponnya, Natasya berjalan ke balkon dan mulai mengangkat telponnya dengan nada dan ekspresi dingin.


“ Halo? “ Panggil suara itu


“ Hm “


“ Natasya apa itu kau? Ini ayah “ kata Yudha dengan suara lembut


“ ada apa kau meneleponku? “ tanya Natasya yang tidak ingin basa-basi


“ tidak ada apa-apa, ayah hanya ingin mendengar suaramu saja. Ayah kangen sama kamu! Hehehe...maaf jika menurutmu ayah tidak pantas berbicara seperti itu “ kata ayah dengan tertawa kecil


“ hm “


“ Kenapa nak? Kau terdengar kaku sekali? Apa kau memiliki masalah? “ tanya ayah yang terdengar cemas


“ nggak, bukan urusan ayah “ jawab Natasya yang dingin


“ Nak? Apa kau masih marah dengan ayah? Apa kau masih belum bisa memaafkan kesalahan ayah? “ tanya ayah lagi


“ memaafkan atau tidak, apa itu penting bagi kau? “ tanya Natasya yang tak acuh


“ itu sangat penting bagi ayah sayang..” jawab ayah dengan cepat


“ Kau pikir aku akan mempercayai ucapanmu itu? “ tanya Natasya sambil mengepalkan tangannya dengan kencang hingga ia tak sadar jika darah mulai keluar dari tangannya.


Sekarang, Natasya kini entah kenapa merasa dirinya begitu emosi. Ia tidak tau apa yang sedang ia kesalkan dan tidak tau juga apa yang ia pikirkan sekarang. Rasanya begitu gelap dan hanya suara Yudha yang bisa ia dengar.


“ sudah ayah duga kamu akan bicara begitu, nak! Ayah tau kamu masih kecewa sama ayah, ayah paham kalau kamu masih belum bisa memaafkan ayah dan melupakan kejadian dulu. “ kata ayah


Sudah lelah mendengar suara Yudha, Natasya pun langsung mematikan telponnya dan terdiam sejenak. Berpikir bahwa dia baru saja ganti hp dan nomer kenapa ayahnya bisa mengetahui nomernya? Natasya yang tidak ingin berurusan dengan Yudha pun langsung memblokir nomernya dan masuk kedalam.


Didalam terlihat angel sudah pergi dan ada Liana disana, Liana yang baru saja ingin menyapa natasya pun langsung terpaku dengan tangan kiri Natasya yang begitu banyak mengeluarkan darah.


“ Bu Tasya!! “ teriak Liana sambil berlari kearah Natasya

__ADS_1


“ hm “


“ Ada apa dengan tanganmu? Kenapa bisa terluka? Apa kau tidak merasakan sakit? Ayo duduklah aku akan mengambil kotak P3K dulu. “ Kata Liana sambil menarik tangan Natasya untuk duduk ke sofa


Natasya hanya terdiam seperti orang yang tidak memiliki perasaan sakit, gadis itu terdiam saat Liana fokus mencari kotak P3K diruangan Edward


“ Tuan muda, apakah diruang anda ada kotak P3K? “ tanya liana yang terdengar cemas


“ kalau ingin kotak P3K , dilantai bawah. Arya antar Liana ambil kotak itu “ kata Edward yang meminta kedua


“ baik tuan “


Kedua orang itu pun langsung pergi berlalu dari ruangan meninggalkan Natasya dan Edward berdua, Edward yang masih stay berdiri disebrang Natasya pun berjalan lalu duduk di sofa yang kosong. Natasya yang melihat itu pun tidak protes dan hanya melirik lalu menarik kembali pandangannya


Edward yang melihat telapak tangannya terus mengeluarkan darah pun langsung mengambil kain yang ada di lemari kecil dekat dengan sofa lalu mengambil tangan Natasya dan membalut dengan kain tersebut.


Natasya yang terbingung kenapa atasannya ini memakai kain yang biasa ia gunakan untuk membalut tangan yang terluka ini? Apa ia tidak sayang? Dengan kebingungan pun Natasya hanya menoleh kesamping dan terlihat wajah tampan dan dingin Edward


“ Tidak usah, itu milikmu nanti kotor “ kata natasya dengan suara yang pelan


“ jika kotor, aku bisa membelinya lagi. Membeli kain ini tidak akan membuatku miskin “ jawab Edward


“ pemboros “ gumam Natasya


“ tidak juga, tergantung dari kitanya si “ jawab Natasya yang menanggapi


“ Maksudmu? “ tanya Edward


“ sesuatu yang kotor memang akan selalu diganti dengan yang bersih dan suci, namun bagaimana jika sesuatu itu adalah hal yang paling berharga bagimu? Apa kau akan tetap menggantikannya dengan yang baru? Atau tetap menjaganya walau itu sudah rusak? “ kata natasya yang membuat Edward tertegun


“ memang semua dapat diganti dengan yang baru namun rasanya akan berbeda walaupun itu sesuatu yang sama. Tidak akan sama seperti yang dirasakan oleh yang kita rasakan dulu, jadi jangan pernah menyepelekan sesuatu yang menurutmu itu mudah di ganti namun rasanya berbeda “ kata natasya lagi


Edward lagi-lagi hanya terdiam mendengar semua perkataan Natasya. Memang ada benarnya juga sesuatu yang di sayang jika di ganti maka tidak akan sama dengan yang dulu namun bagaimana gadis ini bisa menyimpulkan hal yang ia rasakan dengan kain ini?


“ benar juga apa yang kau katakan “ akui Edward


Natasya yang merasa ada yang aneh dengan Edward pun hanya bisa menoleh kesamping dengan Kepala yang dimiringkan.


“ Apa aku mengatakan sesuatu yang sama dengan masalah yang kau rasakan? “ tebak Natasya

__ADS_1


“ tidak “ jawab singkat Edward


“ baiklah kalau begitu, besok kain ini akan aku cuci dan kembalikan padamu. Terimakasih “ kata natasya sambil menarik pandangannya kembali.


“ Sesuatu yang berubah, apa bisa kembali seperti semula? “ gumam Edward dengan suara pelan


Natasya yang mendengar samar suara itu pun langsung menoleh kearah Edward dan mengira bahwa lelaki itu sedang mengajaknya bicara.


“ Tuan? Ada apa? Kau mengajakku bicara? “ tanya Natasya


“ hm? Tidak “ jawab Edward sambil menatap natasya


Natasya dan Edward terdiam sejenak karna merasa topik pembicaraan mereka sedikit membosankan, namun Edward di kejutkan saat Natasya menjawab perkataannya tadi...


“ Ada suatu hal yang tidak dapat kau tarik keluar Meskipun kau dapat menarik nya keluar, Namun tak bisa kau ubah rasanya “ kata natasya tanpa menoleh kearah Edward


“ kau? “


“ sesuatu yang berubah memang bisa kembali seperti semula namun rasanya akan berbeda, lebih baik kau menerima perubahan sesuatu itu walau bukan itu yang kau mau. Memang sulit menerima sesuatu yang baru tapi jika berusaha untuk terbiasa maka kau akan terbiasa dengan suatu hal yang berubah “ kata natasya lagi


Edward lagi-lagi hanya terdiam dan tersenyum kecil mendengar semua itu, dia meminta jawaban dari seseorang yang seharusnya menjawab semua pertanyaan yang ada di benaknya ini. Memang tidak seperti yang dulu namun rasanya tetap sama.


Natasya yang tidak mendengar jawaban dari Edward pun menoleh ke samping dan melihat lelaki yang sedikit berbadan lebih besar darinya dengan aura dingin sedang tersenyum kecil menatap langit-langit dengan mata yang tertutup.


Tidak berkomentar apapun, Natasya hanya menarik pandangannya lagi saat Liana dan Arya membuka pintu dengan membawa kotak P3K.


*


*


*


Siang hari, Natasya seperti biasa sedang menemani Edward meeting di perusahaan lain. Entah kenapa banyak sekali pertemuan untuk hari ini hingga natasya kelelahan. Selesai meeting Natasya keluar sebentar untuk mencari udara di luar kantor seorang diri, namun saat sedang menikmati udara sambil duduk di kursi taman tepat di depan kantor..


Natasya di hampiri oleh 2 lelaki berbadan besar dan pakaian hitam yang dipimpin oleh seorang lelaki yang memakai jas rapih dan wajah yang bergitu familiar. Natasya yang melihat itu langsung tertegun melihat kedatangan ayahnya di perusahaan Edward.


“ Natasya? “ panggil Yudha sembari berjalan menghampiri Natasya yang kini tengah berdiri dari duduknya.


‘ Sial, kenapa dia bisa ada disini? ‘ batin natasya

__ADS_1


Tidak mendapatkan jawaban, Yudha melihat penampilan Natasya dari bawah keatas dan langsung menyimpulkan bahwa putrinya ini bekerja di Perusahaan yang sedang ia ajak kerja sama. Yudha yang bertemu dengan natasya untuk pertama kalinya setelah mereka berpisah, Yudha mempertahankan senyuman lembut di wajahnya.


“ Apa yang kau lakukan disini, nak? Apa kau kerja disini juga? “ kata Yudha


__ADS_2