
Terlihat dari kejauhan ada seorang lelaki tengah berjalan menghampiri mereka dengan aura yang cukup mengerikan dan Natasya yang menyadari kedatangan lelaki itu pun langsung menatapnya dengan tatapan kosong. “Sedang apa kau disini? Jam kerja tidak ada dikantor dan ternyata kau malah berdua-duaan dengan entah siapa dia” kata Edward dengan menatap Hiro dengan tatapan merendah
“Maaf tuan tadi saya...” “Sudahlah tidak perlu kau jelaskan, sekarang ayo ikut aku! Kita harus meeting penting nanti” ucap Edward dengan memotong pembicaraan Natasya serta tangan yang ikut menarik tangan gadis itu. Sedangkan Hiro yang melihat itu pun langsung menahan Natasya dan menghentikan lelaki itu untuk membawanya pergi
“Kau ini tidak sopan sekali!! Aku sedang berbicara dengannya, kenapa kau malah membawanya pergi?” kata Hiro sembari menahan tangan Natasya “Singkirkan tangan kotormu itu!!” respon Edward dengan menepis tangan Hiro lalu menarik Natasya kebelakang tubuh kekarnya “Jika kau ingin bicara, maka bicaralah lain waktu karna sekarang harus aku bawa dia ke acara meeting” kata Edward lagi sembari berjalan pergi meninggalkan lelaki itu
Tak lupa tangannya yang masih menggandeng tangan kecil Natasya. Edward memiliki kaki yang cukup panjang hingga membuatnya berjalan santai sedangkan Natasya yang berjalan dibelakang, bersusah payah menyamakan langkahnya dengan lelaki itu. “Tuan, bukankah Anda tidak ada jadwal hari ini? Kenapa tiba-tiba ada meeting penting?” tanya Natasya disela-sela perjalanan mereka
“Memangnya kenapa kalau saya tidak ada jadwal hari ini, apa kau ingin berdua-duaan lagi dengan lelaki itu?” sahut Edward sembari menghentikan langkahnya, hal itu membuat Natasya menabrak dada bidang Edward “Aduh...untuk apa aku melakukan itu? Kau salah paham tuan” jawab Natasya Sembari menatap Edward dan menjauh sedikit darinya
Namun sayang, kini lelaki itu kembali melanjutkan langkahnya seperti tidak mendengarkan perkataan Natasya. Berjalan agak cukup jauh dari tempat ia sebelumnya, akhirnya Edward masuk kedalam mobil dan diikuti Natasya yang duduk dikursi penumpang sebelah supir. “Tuan, aku membawa mobil. Aku tidak ikut denganmu” kata Natasya yang mengingat bahwa ia tadi membawa mobil kesini
“Aku akan memberitahu Arya untuk membawa mobilmu ke kantor jadi tidak perlu khawatir tentang itu” jawab Edward dengan nada dinginnya “Bagaimana bisa begitu? Kuncinya saja ada di aku” bantah Natasya yang menatap lelaki disebelahnya mulai menjalankan mobilnya
__ADS_1
“Bisa dan kau tidak perlu memikirkan hal itu” jawab Edward dengan nada santainya. Natasya yang melihat tingkah Edward pun langsung membuatnya kesal, ia sudah jengkel dengan Hiro dan ditambah lagi tingkah Edward yang aneh. Itu benar-benar membuatnya merasa pusing.
“kau ini kenapa? Datang-datang seperti ini? Jika kau memang memanggilku kenapa tidak menghubungiku saja?” kata Natasya yang menahan dirinya untuk tidak emosi “Aku sudah menghubungimu Beberapa kali, kaunya saja yang tidak menjawab teleponku” jawab Edward yang membuat Natasya langsung mengecek hpnya
“Benarkah? Tapi kenapa tidak berbunyi? Bukankah seharusnya berbunyi jika ada orang yang telpon?” gumam kecil natasya sembari melihat layar hpnya. Dan benar saja, ada 6 panggilan tidak terjawab atas nama Edward. Natasya yang melihat itu pun langsung merasa bersalah dan meminta maaf atas perkataannya tadi
“Maaf, aku tidak tau kalau kau menelponku tadi. Hpku tidak berdering jadi aku tak menyadarinya” kata Natasya sembari menatap Edward dengan tatapan bersalah “tidak berdering atau memang kau sengaja tidak mengangkatnya karna sedang berbicara dengan lelaki itu” jawab Edward yang masih membicarakan soal Hiro
“Astaga kenapa aku harus melakukan itu? Lagipula kenapa kau terus membicarakan lelaki itu? Apa kau memiliki masalah dengannya?” tanya Natasya dengan perasaan yang heran “Tidak, untuk apa aku memiliki masalah dengan semut kecil itu” jawab Edward dengan sikap arogannya
“Lalu kenapa kau terus mempermasalahkan aku dengannya?” tanya natasya dengan menatap Edward dengan tatapan horor “Untuk apa aku mempermasalahkan kau dengannya, aku hanya tidak suka kau meninggalkan pekerjaan demi lelaki itu” jawab Edward yang membuat suasana menjadi rumit
“Ya ampun, kau ini kenapa seperti ini sih? Aku tidak meninggalkan pekerjaan demi dia tapi aku meninggalkan pekerjaan karna ada urusan yang aku harus selesai tadi dan aku juga lupa untuk memberitahumu soal itu” jelas Natasya yang membuat Edward melirik sekolah kearahnya
__ADS_1
“Benarkah? Lalu bagaimana? Apa urusanmu sudah selesai?” tanya Edward Yang masih fokus kearah jalanan “Ya sudah, masalah itu tidak perlu dibicarakan lagi” jawab Natasya yang menghentikan topik pembicaraan tentang masalah dirinya “Baiklah kalau begitu, sekarang kau temani aku makan siang” ujar Edward sembari mempercepat mobilnya
Mendengar perkataan makan siang, natasya sempat tertegun sejenak karna ia mengira kalau Edward sudah makan siang saat jam istirahat tetapi kenyataannya dia belum makan. “Kau belum makan?” tanya Natasya setelah tertegun tadi “Belum, tidak ada yang menyiapkanku makan tadi” jawab Edward tanpa menoleh kearah gadis yang duduk disebelahnya
“Bukankah ada Arya yang biasa menyiapkan itu?” kata Natasya yang mengingat posisi Arya sebagai asisten atau tangan kanan Edward “Dia sedang mengerjakan tugas yang aku baru saja kasih dan itu membuat, tidak ada yang menyiapkan aku makan siang” jawab Edward yang terdengar alasan di telinga Natasya
“Hanya sebentar saja, aku masih ada banyak urusan” ucap Natasya yang membuat lelaki itu mengangguk paham. Tak lama diperjalanan, akhirnya mereka pun sampai di restoran yang sedikit terkenal dikota mereka karna fasilitasnya yang bersih dan rapi serta makanan yang enak. Natasya yang baru pertama kalinya datang kesana pun sedikit kagum
Dengan fasilitas yang ada disana, terlihat sangat megah dan pelayannya juga terlihat sangat profesional. “Ayo ke atas, aku sudah memesan ruang VIP untuk kita” kata Edward yang membuat Natasya dengan sontak menoleh kearahnya dan mengangguk. Mereka berjalan menuju tangga untuk pergi kelantai atas.
Sesampainya disana, keduanya langsung duduk di kursi yang sudah tersedia disana dan pelayan disana mulai menghampiri mereka. “Permisi tuan, apa yang ingin anda pesan?” Tanya pelayan itu dengan nada sopannya sembari menunjuk buku menu kepada Edward “Tanyakan kepadanya saja, biarkan dia yang memilih” jawab Edward dengan nada dinginnya serta menggeser buku tersebut kepada Natasya
“Kenapa aku? Bukankah kau yang ingin makan?” protes Natasya dengan menatap lelaki didepannya itu sedangkan pelayan yang tengah berdiri disamping meja Mereka pun tersenyum lalu berkata “Mungkin kekasih nona ingin nona yang memilihkan makanannya” kata pelayan itu yang membuat kedua orang yang tengah beradu tatapan dingin dengan sontak menoleh kearahnya setalah mendengar perkataan itu
__ADS_1
“Apa? Kekasih?”
Natasya menatap pelayan itu dengan tatapan kebingungan. Ia tidak tau kenapa pelayan ini bisa menyimpulkan bahwa lelaki yang kini duduk di depannya ini adalah kekasihnya padahal jelas-jelas mereka terlihat seperti bos dan sekretaris.