
Natasya pergi untuk membeli beberapa minuman serta makanan kecil dekat jembatan yang sebelumnya mereka lewati, jaraknya tidak jauh hingga membuatnya tidak lama saat meninggalkan lelaki itu di sungai seorang diri. Memang rasanya bersalah jika harus meninggalkan Edward sendirian disungai disaat pikiran dan perasaannya sedang kacau namun niat dari gadis itu hanya untuk memberikan lelaki itu ruang untuk menenangkan pikirannya sendiri
Karna pada dasarnya, lelaki jika dengan dalam kondisi yang buruk maka ia akan mudah emosi jadi Natasya membiarkannya sendiri itu karena demi kebaikannya. Natasya yang sudah selesai membeli semuanya, ia pun berniat kembali kesungai itu. Takut lelaki itu mencarinya jika ia terlalu lama meninggalkannya namun saat ia ingin beranjak pergi menuju tempat sungai itu, seketika niatnya terhambat saat ia bertemu seseorang ditengah perjalanannya
Lelaki itu memandangnya dengan senyuman diwajahnya serta style pakaian yang seperti orang kantoran, tak lain lelaki itu adalah bos dari perusahaan yang sedang bekerja sama dengan perusahaan milik Edward dan lelaki itu juga adalah mantan ketua OSIS dulunya yang bernama Hiro.
“Hai nona Tasya, senang bertemu denganmu disini”
Sapa lelaki itu sambil tersenyum, sementara Natasya hanya mengangguk sebagai tanpa responnya kepada lelaki itu. Hiro yang melihat itu hanya tersenyum diam, ia tidak akan pernah heran dengan sikap Natasya kepadanya karna itu sudah hal biasa hingga ia tidak lagi tersinggung dengan reaksinya. “Aku tidak menyangka ya kalau kita akan ketemu lagi disini, dari sekalian lamanya setelah lulus kita gak ketemu” kata Hiro yang mengungkit masa lalu.
“Ya, aku juga tidak pernah menyangka” jawab natasya sambil memutarkan bola matanya dengan malas “hahaha... Bagaimana kabarmu? Aku harap sih kau selalu baik-baik saja” ujar Hiro dengan tawa kecilnya. Natasya yang mendengar itu hanya terdiam sambil menatap lelaki itu, ia tidak heran lagi dengan sikap peduli lelaki yang ada didepannya ini
Hiro yang melihat Natasya yang terdiam pun langsung mengubah topik pembicaraan agar mereka tidak terdiam hingga keheningan datang menghampiri mereka. “Ouh ya, kamu kesini datang sendiri atau bersama dengan teman-temanmu?” tanya Hiro yang melihat sekeliling “Tidak, aku bersama seseorang” jawab singkat natasya dengan nada dinginnya
__ADS_1
Mendengar jawab gadis itu sedang bersama seseorang pun membuat lelaki yang ada didepannya ini mengerut keningnya, “Bersama seseorang? Siapa dia? Apakah dia temanmu?” tanya Hiro yang penasaran. Natasya yang tidak suka dikepoin oleh orang lain pun hanya memalingkan wajahnya lalu menjawab “Aku datang dengan siapa, memangnya itu urusanmu?” tanya Natasya sambil menatap lelaki itu dengan tak acuh
Hiro yang mendengar jawaban Natasya pun langsung merasa bahwa gadis didepannya ini, tidak pernah berubah sejak dulu hingga sekarang. “Memang tidak ada urusannya denganku, hanya saja aku khawatir jika kau datang bersama orang yang tidak baik” jawab Hiro yang mengelak
Natasya yang merasa ia sudah terlalu lama disini pun membuatnya ingin pergi dari tempat itu, ia takut jika Edward menunggunya terlalu lama dan juga mencarinya. “Maaf, aku izin permisi dulu” kata Natasya sembari beranjak dari tempatnya. Hiro yang melihat gadis didepannya ini ingin pergi pun berniat untuk menahan tangannya
Namun saat tangan besar Hiro hampir menyentuh lengan Natasya, ada sebuah tangan besar muncul dan menahan tangan Hiro dengan Cengkraman yang erat. Hiro yang terkejut dengan reaksi itu pun langsung mengangkat kepalanya dan melihat siapa yang datang mencari masalah dengannya.
Suara itu terdengar hingga membuat Natasya ikut menoleh kebelakang dan melihat ada seorang lelaki berdiri dibelakang dengan tangan yang tengah menahan tangan Hiro dengan erat serta tatapan yang dingin. “Tuan?” panggil Natasya yang menyadari bahwa lelaki itu adalah atasannya sendiri.
Edward yang mendengar pertanyaan Natasya pun langsung menghempaskan tangan Hiro dengan kasar lalu menarik Natasya kedalam deketannya. “Darimana saja kau? Kenapa lama sekali?” tanya Edward sambil menatap Natasya dengan tatapan yang tak lagi dingin “Maaf tadi aku habis membeli ini, apa kau sudah menunggu terlalu lama?” kata natasya sambil menunjukan makanan dan minuman yang ada ditangannya
“Iya kau lama sekali, lagipula kenapa kau membeli sebanyak ini?” tanya Edward sambil mengambil semua makanan yang ada ditangannya Natasya “aku lihat kau belum makan jadi aku membeli ini untuk cemilan malam” jawab Natasya sambil menyerahkan makanan ke lelaki yang ada disebelahnya ini.
__ADS_1
Hiro yang tengah berdiri didepan mereka pun merasa sedikit cemburu, ia sudah merasa kesal dengan Rio di masa lalu dan kini ia dikesalkan kembali oleh Edward yang sekarang dekat dengan natasya. Padahal jelas-jelas mereka baru saja kenal dibandingkan dengannya, tentu saja lebih Lamaan Hiro
Tetapi kenapa mereka yang menjadi dekat terlebih dulu daripadanya? Apa karna memang Natasya tidak menyukainya? Hiro terdiam sambil mengepalkan tangannya, ia benar-benar merasa bahwa sangatlah sulit jika ingin mendekatkan diri kepada gadis ini. Padahal dirinya tampan dan kaya tetapi kenapa gadis ini tidak menyukainya
“Darimana kau tau, jika kau belum makan?” tanya Edward yang membuat kesadaran Hiro kembali “Aku tau darimana itu bukan urusanmu” jawab Natasya sambil memalingkan wajahnya dan beralih kearah Hiro. Lelaki yang ditatap oleh Natasya pun langsung menunjukkan senyuman kaku dan berkata “jadi ini orang yang bersamamu?”
“Ya, seperti yang kau lihat” jawab Natasya dengan nada dingin, Edward yang merasa tidak enak pun langsung menarik tangan Natasya untuk pergi dari sana. Natasya yang terkejut dengan pergerakan itu pun langsung menatap lelaki yang ada disebelahnya “Apa yang kau lakukan?” tanya Natasya sambil mengerutkan keningnya
“Pergilah, lagipula untuk apa kau berlama-lama disana?” jawab Edward yang membuat natasya terheran “tapi kau tidak perlu menarik seperti ini” ucap Natasya sambil melepaskan genggaman tangan Edward sedangkan Edward kembali memasang ekspresi dingin. Dalam hatinya ia terus meruntuki dirinya sendiri karna sudah terlalu banyak bertingkah.
Hiro yang dari kejauhan melihat Natasya dan Edward berjalan menjauh di kegelapan malam pun langsung merasakan benci kepada Edward tanpa alasan yang jelas.
“Selalu saja ada pengganggu!”
__ADS_1