Aku Masih Menunggumu

Aku Masih Menunggumu
Wanita gila mabuk


__ADS_3

“Tapi dia bukan..” “Kau tinggal memilih, apa susahnya sih? Lagipula apa salahnya jika aku makan makanan siang dengan menu pilihan mu” kata Edward yang memotong pembicaraan Natasya, mendengar hal itu, membuat Natasya menghela nafas beratnya lalu mulai melihat buku menu tersebut


 


“karna kau tidak suka Pedas maka yang ini dan ini saja ya” ucap natasya sambil menunjukan kearah pilihan menu tersebut “Baik, itu saja nona? Apa nona juga ingin pesan?” kata pelayan itu sembari mencatat pesanan Natasya di buku kecilnya “Aku tidak lapar jadi untuknya saja” jawab Natasya sembari menutup buku menu lalu menyerahkan kembali kepada pelayan tersebut


 


“Baik kalau begitu, mohon untuk menunggu sebentar pesanannya” ucap pelayan itu sambil menunduk lalu berjalan keluar dari ruangan VIP Edward. Edward yang melihat pintu sudah tertutup pun langsung menatap Natasya dengan sekilas lalu memalingkannya kearah lain hingga membuat gadis yang ditatapnya itu terheran


 


“Kenapa kau menatapku seperti itu?” tanya Natasya sembari menatap lelaki yang tengah duduk didepannya ini “Tidak ada, hanya saja....kau tidak pernah lupa walaupun sikapmu berubah” jawab Edward dengan suara yang pelan hingga membuat Natasya tidak mendengar bagian perkataan yang dibagian akhir


 


“Hanya apa?” Natasya benar-benar tidak mendengar perkataan Edward tadi hingga membuatnya bertanya kembali tetapi lelaki itu hanya terdiam, tidak menjawab pertanyaan hingga membuat Natasya ikut terdiam. Sedangkan Edward hanya melihat Natasya terdiam pun langsung memalingkan wajahnya


 


Dan mengeluarkan hp dari dalam jas hitamnya, mengetik beberapa kata di sana lalu kembali memasukkannya kedalam jasnya. Menunggu beberapa saat dan akhirnya suara pintu terketuk, terlihat seorang wanita masuk kedalam dengan mendorong troli yang berisi makanan dan minuman. “Maaf membuat Tuan dan nona menunggu lama”


 


Wanita itu adalah pelayan yang sebelumnya melayani mereka, ia datang membawa makanan dan mulai menyusun makanan tersebut diatas meja. Natasya melihat makanan-makanan tersebut dan baru menyadari bahwa makanan itu sedikit berbeda dari yang ia pesan. Disana terdapat 5 menu makanan dan 2 minuman sedangkan sebelumnya ia hanya memesan 2 menu saja


 


“Bukankah aku hanya memesan 2 menu saja, kenapa kau membawakan begitu banyak?” Natasya mulai membuka suaranya sambil menatap pelayan itu “Nona memang hanya memesan 2 menu saja sebelumnya tetapi kami dapat pesan dari ruangan VIP 45 menambah beberapa menu” pelayan itu mulai menjelas yang sebenarnya


 


Natasya yang tidak merasa memesan pun langsung menatap Edward yang tengah terdiam dengan ekspresi dinginnya, ia terlihat tidak mempedulikan pembicaraan mereka. “Apa kau yang menambah menu tadi?” tanya natasya “Ya, memang kenapa? Apa kau keberatan? Lagipula itu salah kau sendiri, kenapa tidak memesan untuk bagianmu juga” jawab Edward yang membuat natasya tertegun sejenak saat mendengar perkataan itu


 


“Bukankah aku sudah bilang kalau aku tidak lapar, jadi wajar saja jika aku tidak memesan makanan” kata Natasya “Baiklah, jika kau tidak mau memakannya maka biarkan saja.” Ucap Edward yang tidak ingin berdebat dengan gadis didepannya ini “kau bisa pergi, terimakasih” lanjut Edward yang berkata kepada pelayan itu untuk meninggalkan mereka

__ADS_1


 


Mengerti akan hal itu, wanita tadi hanya mengangguk lalu berjalan keluar dari ruangan tersebut, meninggalkan keduanya disana. Disisi yang sama natasya masih terdiam dan tidak menyentuh sama sekali makanan yang ada didepannya, sedangkan Edward yang menyadari itu hanya terdiam dan fokus kepada makanannya sendiri


 


Membuat suasana disana menjadi sunyi, keduanya terdiam tanpa ada niat membuka suaranya untuk menghilangkan keheningan tersebut. Ya memang benar, jika mereka hanya berdua maka hanya akan ada keheningan diantara mereka jika salah satunya tidak memulai pembicaraan.


 


“Aku ingin ke toilet sebentar” Natasya membuka suaranya untuk pergi sejenak, ia merasa canggung disana jadi memutuskan untuk pergi ke toilet. Sedangkan Edward hanya mengangguk dan membiarkan gadis itu berjalan keluar pergi meninggalkan ruangan.


 


Saat diluar ruangan, Natasya melihat keributan dilantai bawah. Terlihat banyak orang berkerumunan disana, dan banyak dilantai atas memandang orang-orang dilantai bawah dengan bisikan-bisikan yang tidak bisa didengar olehnya. Karna penasaran, Natasya mulai berjalan menghampiri salah seorang wanita lalu menepuk bahunya dari belakang


 


“Maaf, apa yang terjadi dibawah ya?” Natasya bertanya dengan nada sopan


 


 


“Bagaimana bisa terjadi? Apa dia sedang mabuk?” Natasya mulai mengamati wanita itu dari atas “Sepertinya begitu, dia juga kelihatannya sedang memplampiaskan amarahnya disini” wanita itu melirik sekilas kearah Natasya lalu menarik kembali pandangannya


 


Natasya menjawab sekilas lalu berjalan menuju tangga, hal itu membuat wanita tadi menghentikan langkahnya “Apa yang kau lakukan? Bukankah sudah kubilang dia sedang membuat masalah, kenapa kau malah turun kebawah?” wanita itu menahan tangan Natasya dari belakang


 


“Lalu kau ingin diam saja? Membiarkan dia membuat masalah dan membuat orang-orang dibawah terluka?” Natasya menatap wanita itu dengan tatapan dinginnya hingga membuat wanita itu tanpa sadar bergidik merinding “T-tapi kita harus menunggu security datang” wanita itu terus berusaha menahan Natasya untuk tidak turun kebawah


 


“Itu terlalu membuang-buang waktu, aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi. Kasihan orang-orang dibawah sana, jika kau takut, maka tetaplah disini” Natasya melepaskan genggaman tangan wanita itu lalu melanjutkan kembali langkahnya yang sempat tertunda tadi.

__ADS_1


 


Semua orang dibawah terkejut dengan kedatangan Natasya yang dengan santainya turun dari lantai atas, wajah yang berekspresi dingin mulai diterangi oleh cahaya disana dan menampakkan juga aura dingin yang dikeluarkan oleh gadis itu.


 


Wanita yang tadinya menggila dengan orang-orang disana, ia langsung dengan sontak menoleh kebelakang tepat berdirinya natasya disana. Wanita itu terlihat sangat menyedihkan. Rambutnya berantakan, pakaiannya kini terlihat kotor, make up diwajahnya juga terlihat luncur dan air mata yang mengalir dipipinya membuat Natasya memincingkan matanya


 


“Bisakah kau berhenti membuat keributan disini?” Natasya dengan nada tenangnya membuat semua mata orang disana memandangnya dengan tatapan terheran. Kenapa gadis ini terlihat seperti mencari mati? Jelas-jelas dirinya tau bahwa wanita gila ini tidak bisa diajak kerja sama tetapi kenapa dia malah menanyakan sesuatu yang membuatnya semakin marah?


 


Benar saja, wanita itu tidak suka dengan berdirinya natasya disana dan membuat wanita itu dengan cepat berlari kearah natasya sambil menodongkan pisau tajam ditangan kanannya. Semua orang disana panik saat melihat itu tetapi berbeda dengan gadis yang tengah dalam ancaman besar, dia terlihat begitu tenang dan tidak berniat untuk menghindari bahaya itu


 


Bukan sok berani atau tidak takut hal itu, tetapi dirinya hanya ingin tau, apa wanita ini masih berani membunuh seseorang didalam kondisinya yang mabuk. Namun sayangnya perkiraan Natasya salah, wanita itu menerjangnya tetapi wanita itu tidak menusuk Natasya melainkan dia hanya memberi goresan dilengan natasya sebagai peringatan


 


“Jangan macam-macam padaku! Jangan pikir aku tidak berani membunuh siapa saja yang berani menghadangku!” wanita itu berteriak hingga membuat gendang telinga Natasya sedikit bergetar karna itu sangat kencang sekali.


 


“Kau mabuk” Natasya mencoba mempertahan postur tubuhnya walaupun darah kini mulai menetes ditangannya “Apa kau tidak puas dengan peringatanku tadi?! Aku sudah bilang kepada semuanya untuk tidak bergerak dari tempatnya tetapi kenapa kau malah dengan berani turun dan menghadangku seperti ini?!”


 


“Aku tidak menghadangku tetapi hanya tidak ingin kau membuat masalah disini dan melukai beberapa orang disini.” Natasya mulai mengajak wanita itu berbicara, niatnya untuk meredakan amarahnya dengan cara ini tetapi sayangnya amarah wanita itu masih belum kunjung mereda “Aku melukai atau tidak, kenapa kau begitu ikut campur dengan urusanku?! Apa kau tidak takut nyawamu akan melayang disini?!”


 


Wanita itu dengan bangga menyombongkan dirinya sambil memainkan pisaunya.


 

__ADS_1


__ADS_2