
Sepulang dari acara tersebut, Natasya dengan Edward langsung kembali ke kantor karna masih banyak pekerjaan yang harus mereka kerjakan disana. Entah seberapa lelahnya tubuh mereka, tetapi itu malah membuat mereka bersemangat karna masih tetap bersama walau tubuh dalam keadaan lelah.
Namun itu tidak dengan Arya, yang harus selalu melihat kedua orang itu tampak seperti pasangan kekasih membuatnya sedikit merasa cemburu. Ingin menegur agar mereka bisa sedikit berjauhan, tetapi itu malah membuat mereka semakin dekat. Arya yang tidak menyangka atasannya ini akan sedekat itu dengan seorang gadis yang menurutnya asing.
Karena identitasnya saja Natasya selalu menyembunyikannya, dan bahkan hampir semua di kantor ini tidak ada yang tahu jika Tasya yang mereka kenal adalah orang yang berbeda.
“Kenapa file disini berantakan sekali? Bukankah tadi aku sudah membereskannya” Keluh Natasya saat menatap layar laptopnya dengan wajah kesalnya. Edward yang berada di meja kerjanya juga mendengar keluhan tersebut tanpa sadar melirik kearah gadis itu. “Jika memang berantakan, kenapa kau tidak menyusunnya kembali?”
“Huh?” Natasya terkejut dengan reaksi santai Edward “Kau pikir mudah menyusun ini semua? Ini saja aku perlu waktu beberapa hari untuk menyusunnya agar rapih, tapi kenapa sekarang jadi seperti ini?”
Edward mengangkat bahunya “Aku tidak tahu, lagipula kita baru sampai.”
Mendengar perkataan itu, hati Natasya pun semakin suntuk. Bahkan sekarang ia tengah menatap Edward dengan tatapan tajamnya. Tajam seperti ingin membunuh lelaki itu ditempat. Tapi disisi lain Edward malah membalas tatapan tajam Natasya dengan tatapan yang merendahkan, serta senyuman licik yang terukir diwajahnya.
-Kau adalah gadis yang bukan masalah besar bagiku!-
Tok..tok..tok..
Suara ketukan pintu terdengar dari luar, membuat Edward dan Natasya yang berada didalam ruangan tersebut dengan sontak merubah raut wajahnya menjadi dingin. Posisi duduk mereka juga dengan cepat di ubah menjadi posisi yang tengah serius mengerjakan pekerjaan yang ada didepannya.
__ADS_1
“Masuk!” suara dingin Edward terdengar diruangan, mengizinkan seseorang itu masuk kedalam. Seseorang yang berada di balik pintu tersebut membuat pintunya dengan perlahan. Menampakkan seorang lelaki dengan pakaian jas hitam yang rapih serta penampilan yang menarik. Lelaki itu juga saat berjalan masuk kedalam, kepalanya terus menunduk ke bawah.
Membuat Natasya menatap dingin lelaki itu. “Malam tuan, maaf mengganggu waktumu. Saya datang kesini untuk menjemput anda ke tempat pertemuan karena ada beberapa hal yang ingin bicarakan disana.” Lelaki itu berkata saat berdiri tepat disebrang meja kerja Edward.
Edward tertegun melihat kedatangan lelaki itu, dengan cepat manik mata lelaki itu pergi kearah Natasya yang tengah fokus menatap layar laptopnya. Ia benar-benar tidak menyangka akan dijemput olehnya, padahal jelas-jelas pertemuan itu tidaklah cukup penting. “hn..tunggu aku beberapa menit untuk menyelesaikan ini”
“Baik tuan, saya akan memberikan waktu untuk anda” lelaki itu meletakkan tangan kanannya di dada kirinya serta tubuh yang menunduk sedikit kedepan.
“Jika belum selesai, maka berikan saja padaku! Biarkan aku yang menyelesaikannya.” Suara Natasya terdengar saat Edward hendak memulai kembali memeriksa beberapa berkas ditangannya. Kedua lelaki itu dengan sontak menolehkan kepalanya kearah Natasya, pandangan dari keduanya sama sekali berbeda dan Natasya bisa mengetahui itu.
“Kau yakin bisa menyelesaikannya malam ini?” tanya Edward dengan meragukan sedikit kemampuan Natasya. “Tentu saja, kenapa tidak? Apa kau meragukan ku?” jawab Natasya yang menatap Edward dengan tatapan dingin. Edward menggeleng “Bukan itu maksudku, apa kau yakin bisa menyelesaikannya? Kau saja masalah file yang ada di laptopmu sudah kesal apalagi yang ini” Edward mengangkat salah satu tangannya untuk menunjukkan beberapa berkas yang ada ditangannya.
Edward yang mendengar perkataan Natasya hanya terdiam lalu mengangguk dengan ragu, bukannya saat ini dia tidak ingin mengandalkan Natasya. Tetapi ia merasa Natasya sudah cukup lelah menemaninya tadi, dan ia rasa Natasya tidak perlu lagi mengerjakan apapun saat di kantor.
Tetapi siapa yang sangka, jika organisasi rahasianya akan menjemput langsung secara pribadi di kantornya. “Baiklah kalau itu mau mu, tetapi jika ada beberapa hal yang tidak kau mengerti, maka sebaiknya kau tanyakan padaku” kata Edward sambil menatap Natasya yang tengah duduk di sofa tak jauh darinya.
Natasya mengangguk, “Hn...aku akan bertanya jika tidak mengerti”
Setelah tidak ada keraguan lagi di hatinya, Edward pun langsung beranjak dari tempat kerjanya. Berjalan melewati lelaki itu dengan wajah tanpa ekspresi, serta aura yang dingin. Disisi lain Natasya hanya terdiam saat melihat kedua lelaki itu telah keluar dari ruangan, membuat suasana diruangan tersebut menjadi lebih tenang.
__ADS_1
Tidak ada lagi perasaan canggung yang dirasakan Natasya sebelumnya. Dan hal itu membuat Natasya kembali merilekskan pikiran dan tubuhnya.
Selang beberapa menit, Natasya pun bangkit dari duduknya lalu berjalan menuju meja kerjanya Edward. Kemudian mengambil beberapa map yang berisi berkas penting yang sebelumnya di periksa oleh Edward. “Berkas-berkas sebanyak ini? Apa dia tidak memiliki kelelahan sedikitpun didalam tubuhnya?” tanya Natasya sembari membuka beberapa berkas dan mengeceknya seperti yang Edward lakukan.
Namun saat Natasya membuka salah satu berkas yang isinya membuat manik mata Natasya seketika mengecil karna terkejut.
Apa yang ia lihat?
Ia melihat penghasilan dari setiap perusahaan Edward yang menghasilkan 3,5 triliun dalam seminggu. Benar-benar diluar dugaan Natasya, jika Edward ternyata lelaki yang luar biasa. Bisa menghasilkan begitu banyak penghasilan di umur semuda ini.
Disaat Natasya tengah mengakui Edward dalam hatinya, seketika benaknya kembali mengingatkannya pada sahabat terbaik dulu, Rio. Lelaki itu juga pernah berjanji padanya akan menjadi orang yang hebat saat dewasa nanti, bahkan ia juga berjanji akan menunjukkan semuanya padanya.
Natasya menghela nafasnya, “Mengingat janjimu, aku jadi penasaran, seperti apa kau sekarang. Apa kau sudah menempati janjimu menjadi orang sukses? Apa kau sudah menemukan wanita pilihanmu? Ataukah kau sudah melakukan itu semua, dan tidak mengingat diriku lagi?”
Seketika raut wajah Natasya berubah menjadi suram, ada rasa kecewa yang terlukis diwajahnya. Serta perasaan rindu yang amat dalam hingga membuat hatinya merasa sakit.
Bruukk!!
Suara buku terjatuh dari rak buku milik Edward yang letaknya disamping ruangan. Natasya yang tadinya tengah tenggelam dalam kerinduan, seketika tertegun saat mendengar suara itu. Wajahnya juga dengan sontak mengangkat keatas untuk melihat sesuatu apa yang terjadi dari sana.
__ADS_1
Namun saat dilihat, itu hanya sebuah buku yang lusuh dan terlihat kotor. Banyak bagian pinggir dari sampul buku itu yang sudah rusak, dan bahkan warna dari sampulnya udah tidak bisa dilihat lagi. Dan hanya warna hitam kecoklatan yang membuat Natasya mengerutkan keningnya saat melihat buku itu.