Aku Masih Menunggumu

Aku Masih Menunggumu
Menggendong wanita itu dengan tangan tuan sendiri..


__ADS_3

Edward terbangun dari tidurnya dan melihat sekeliling sudah begitu gelap, hujan sudah sedikit mereda. Saat Edward ingin bangun, ia merasa bahwa tubuhnya begitu berat sebelah, menoleh kesamping dan tertegun melihat kepala Natasya yang menyandar pada bahunya. Gadis itu masih tertidur pulas dengan damai, Edward yang ingin bangun pun kembali duduk dan mengurung niatnya untuk pergi.


Tak lama menunggu, natasya masih belum kunjung terbangun hingga Edward terpaksa menggendongnya kemobil untuk dibawa kekantor. Tubuhnya begitu ringan hingga Edward tidak merasa keberatan sedikit pun.


Sesampainya di mobil, Edward pun langsung meletakkan tubuh Natasya di kursi penumpang sedangkan ia berada di kursi sopir. Menjalankan mobilnya begitu cepat dan menyalakan music agar tidur natasya tidak terganggu saat dia mempercepat mobilnya.


Arya yang menunggu atasannya di depan pintu kantor pun merasa bosan, hingga ia merasa seperti anak ilang pada umumnya. Beberapa saat kemudian, Arya pun melihat mobil sport mewah Edward berjalan kencang menuju kearahnya hingga membuat ia membenarkan posisi malasnya.


Turun dari mobil dan berjalan menuju kursi penumpang lalu menggendong seseorang yang terselimuti kain, Arya yang melihat itu pun langsung terkejut karna ini adalah pertama kalinya ia melihat atasannya menggendong seorang wanita.


“ T-Tuan? “ kata Arya yang gagap


“ bawakan teh hangat keruanganku “ kata Edward sembari berjalan melewati Arya


Arya yang masih terdiam disana pun tidak sadar kalau Edward Sudah berlalu. Edward menggendong natasya menuju ruangannya dengan kaki panjangnya hingga membuat ia cepat sampai kesana, memasuki ruangan dan meletakkan tubuh Natasya disofa dan kembali ke kursi besarnya. Terdiam sejenak lalu sadar kembali saat Arya memasuki ruangan dengan membawa nampan yang berisi cangkir teh


“ Tuan ini teh hangat yang anda minta “ kata Arya sembari mendekati meja Edward


“ hm “ Angguk Edward


Arya pun meletakkan cangkir teh tersebut di meja Edward dan sekilas melirik kearah natasya, dan diketahui oleh Edward saat melihat pergerakan mata Arya.


“ kenapa? “ tanya Edward dengan suara dingin


“ A-Aah... tidak tuan muda, maaf “ elak Arya yang tertangkap basah


“ hm “


“ Maaf tuan, bukannya saya berniat ikut campur dalam urusan anda. Namun bolehkah saya bertanya sesuatu? “ tanya Arya yang meminta izin


“ menanyakannya? “ tebak Edward dengan mengangkat satu alisnya


Arya yang mendengar tebakan itu pun tidak terheran lagi Karna sedari awal mereka bertemu dan bersama Edward selalu menebak dengan tebakan yang benar. Walaupun saat awal Arya tidak mempercayai itu

__ADS_1


“ Eum...ya benar tuan “ kata Arya


“ jadi? “


“ begini tuan, kenapa tadi anda saat pulang langsung menggendong wanita itu dengan tangan tuan sendiri? Bukankah tuan pernah bilang kalau anda tidak akan pernah menyentuh wanita sedikitpun? “ tanya Arya yang penasaran


“ Entahlah, aku bingung untuk menjelaskannya “ jawab Edward sebelum mengangkat cangkir dan meminumnya


“ Apakah anda sudah bisa merasakan cinta seperti lelaki lain? “ tanya Arya lagi


“ Cinta? Kau ini bicara apa? Bukankah aku sudah bilang aku masih terjebak dimasa lalu “ jawab Edward dengan santai menaruh kembali cangkir ke meja


“ T-Tapi tuan, bukankah ini sudah terlalu lama bagimu jika terjebak di masa lalu? Bukankah seharusnya anda keluar dari masa itu untuk membuat kehidupan baru dimasa depan? Kenapa anda malah membiarkan diri anda terus tenggelam dalam masa lalu? “ kata Arya yang benar-benar terheran dengan jalan pikir atasannya


“ Bukannya membiarkan tapi aku sedang menyelesaikan masalah itu “ jawab singkat Edward


Baru saja menyelesaikan perkataannya, Edward pun sekilas melirik dan melihat tanda-tanda kebangun nya natasya dan dengan isyarat menyuruh Arya untuk berhenti berbicara. Arya yang mengerti pun langsung menghentikan pembicaraan dan berpura-pura seperti dengan melakukan pekerjaan bukan sebagai saudara.


“ Enak, tidurnya? “ cibir Edward


“ .... “


“ Nona kau sudah bangun, apakah anda lapar? Apa perlu saya siapkan makanan untuk anda “ tanya bertubi-tubi dari Arya


“ Tidak perlu “ jawab singkat natasya dengan suara dingin


Natasya memang saat ini sedang tidak lapar dan ia juga sedang berada di pikiran yang kosong. Edward dan Arya pun kembali membicarakan bisnis dan membiarkan Natasya untuk memulihkan kesadarannya dulu.


Tak lama, Natasya pun sudah tersadar dan menatap kearah Edward dengan tatapan dingin.


“ Kau! Kau yang membawa ku kesini? “ tanya Natasya dengan nada dingin


“ Tidak, Yang membawa dan menggendongmu itu adalah Arya. Kau tenang saja, karna aku juga tidak Sudi menyentuh wanita yang tidak aku kenal “ jawab Edward yang berbohong

__ADS_1


Arya yang mendengar jawaban Edward pun langsung bergidik ngeri. Pikir bahwa atasannya akan menjawab dengan jujur tapi realitanya atasannya ini malah melempar kenyataan kepadanya. Natasya yang tidak yakin dengan jawaban Edward pun langsung melirik kearah Arya


“ Y-Yah benar nona, tadi tuan muda menelpon saya untuk menjemput kalian disana dan juga menyuruh saya untuk menggendong anda. “ kata Arya yang ikut berbohong


“ Hm terimakasih “ jawab Natasya yang menyelesaikan pembicaraan


Ya, tentu saja ia menyelesaikan pembicaraan tersebut karna baginya itu terlalu tidak penting. Natasya kembali menarik pandangannya kearah jendela yang terlihat langit malam begitu indah dan di terangi oleh banyak bintang, terdiam sambil menatap langit-langit Natasya pun tersadar saat hpnya berbunyi.


Mengambil dari atas meja dan melihat siapa yang sedang menelponnya ternyata itu adalah ayahnya, dengan malas natasya pun mengangkat nya


“ Hallo Natasya “ kata ayah dengan suara lembut


“ Ada apa? “ tanya Natasya yang tidak ingin membuang-buang waktu


“ Eum...nak, kamu lagi sibuk gak? Ayah ingin bicara dengan kamu berdua, bisakah kita bertemu disalah satu restoran? “ kata ayah yang memulai pembicaraan


“ Aku sibuk, gak ada waktu jadi lain kali saja “ jawab natasya dengan suara dingin


“ T-Tapi nak, ayah benar-benar ingin ketemu sama kamu. Ayah ingin minta maaf atas sikap ayah yang dulu “ kata ayah dengan suara yang sedih


“ lupakan kejadian dulu, aku juga tidak sudah malas untuk membicarakannya lagi “ ucap Natasya sambil memutar bola matanya


“ Kamu masih marah dengan ayah nak? Kalau memang benar, maka ayah akan meminta maaf lagi kepadamu walau memang harus berlutut didepanmu nak “ kata ayah


“ Huh...aku sedang malas membicarakan itu lagi, sekarang aku tanya pada mu. Ada perlu apa kau menelponku? “ tanya Natasya yang sudah lelah menghadapi ayahnya


“ Kamu sepertinya sudah tidak ingin bicara lagi dengan ayah, nak. Apa kau membenciku? “ tanya ayah lagi


“ Ya, aku membencimu sampai saat ini “ jawab Natasya sambil menutup telponnya


Menghela nafas berat lalu menutup matanya untuk tidak terbawa emosi dengan ayahnya, kenapa begitu? Ya karna ia merasa aneh dengan sikap ayahnya yang tiba-tiba berubah total. Dulunya dia begitu membencinya tapi sekarang seperti begitu menyayangi. Natasya bukannya tidak ingin memaafkan ayahnya namun ia ingin meminta semua penjelasan kepada ayahnya Soal ibu dan dirinya.


Kenapa saat saat mereka sudah tidak memiliki hubungan, baru ayahnya bersikap baik padanya dan berbicaranya juga begitu lembut. Aneh sungguh aneh, dunia Natasya yang sekarang dipenuhi dengan dramatis.

__ADS_1


__ADS_2