
Tante Kinan merasa lega saat melihat Natasya yang terlihat begitu tenang, Tante Kinan mengambil hp nya di dalam tas mini nya lalu memencet salah satu nomer. Tante Kinan menelpon seseorang untuk membatalkan sewa truknya.
“ Halo, ya saya Kinan. Saya ingin membatalkan pesanan sewa truk nya ya pak. “
“ Iya, maaf pak sebelumnya. Baik, nanti saya akan transfer kerugiannya. “
Tante Kinan langsung menutup telponnya dan menaruhnya kembali ke dalam tasnya, Natasya yang mendengar pembatalannya hanya terdiam. Tante Kinan menggenggam tangan Natasya dan berjalan, Tante Kinan membuka suara untuk meminta pendapat Natasya.
“ Sayang, Tante ingin bawa kamu ke luar kota. Apa kamu keberatan? “ tanya Tante Kinan
“ Tidak “
“ beneran sayang? Jika kamu ingin masukan atau pendapat, bisa bilang ke Tante “ kata Tante lagi yang tidak yakin pada jawaban natasya
“ benar Tante, semua tergantung Tante saja. Natasya hanya orang yang menumpang saja “ kata Natasya dengan suara dingin
Tante Kinan yang merasa sikap Natasya berubah pun hanya terdiam lalu beranjak masuk ke mobil. Di mobil karna tidak ingin canggung Tante Kinan mengajak bicara Natasya walau dijawabnya singkat
“ Eum sayang? “ panggil Tante Kinan di dalam suasana hening
Natasya hanya menoleh kearah Tante Kinan sebagai jawaban merespon panggilannya. Tante Kinan yang memahami itu pun hanya tersenyum.
“ 2 hari lagi adalah kelulusan kamu, kamu ingin apa Natasya sebagai hadiah kelulusan? “ kata Tante Kinan yang tersenyum tulus
“ Bebas Tante, apa saja “ jawab natasya yang tak acuh pada kelulusan
“ lho kok gitu? Ini kan buat kelulusan kamu nanti, masa terserah Tante. Kamu harus pilih donk! Gini aja kamu biasa pas kelulusan itu dikasih apa atau diajak jalan-jalan kemana? “ kata Tante Kinan yang masih berusaha
“ Tidak ada, saat kelulusanku hanya pelukan hangat dari ibuku “ jawab natasya
“ hm..kalau misalnya kita pergi berlibur nanti bagaimana? “ kata Tante Kinan yang mengalihkan pembicaraan
__ADS_1
“ terserah Tante saja “
“ jangan terserah Tante Mulu donk, ini kan yang mau senang-senang kamu. “ kata Tante Kinan dengan nada sedih
“ kasih saran aja deh, kamu ingin berlibur kemana. Tante soalnya bingung kalau itu terserah Tante, takutnya gak sesuai ekspektasi kamu “ kata Tante Kinan lagi
“ aku tidak terlalu tau dunia luar Tante “ ujar natasya yang jujur
Ya memang benar, natasya tidak mengetahui dunia luar. Sejak kecil ia tidak pernah diajak kemanapun oleh ayahnya, jika ibunya ingin mengajak pun langsung di Marahi oleh ayah. Sedangkan Rio masih tidak berani membawanya jauh-jauh dari tempat mereka.
“ Eum...kayaknya kamu butuh sesuatu yang bisa bikin kamu tenang deh. Bagiamana kalau kita pergi ke dekat sungai? Disana pasti bisa membuat pikiran menjadi jernih. Apa kau ingin kesana, sayang? “ kata Tante kinan yang senang
Natasya hanya mengangguk sebagai jawaban.
“ oke sudah ditentukan ya. Sekarang tinggal cari sekolah buat kamu “ kata Tante Kinan sambil membuka hpnya.
Natasya yang melihat Tante Kinan menyetir sambil memainkan hpnya langsung mengambil hpnya dari tangan Tante Kinan hingga Tante Kinan terkejut dengan reaksi cepat natasya.
“ Jangan main hp saat menyetir, urusan sekolah bisa nanti. “ kata natasya sambil menaruh hp Tante Kinan di pangkuannya
Tante kinan yang mendengar itu pun langsung tersenyum. Menurut Tante Kinan, walau Natasya bersikap seperti tak peduli atau dingin tapi dia masih memiliki hati yang baik dan rasa peduli. Tante kinan hanya melanjutkan perjalanannya ke rumah barunya sedangkan natasya tertidur.
Malam pukul 20.00, mereka tiba di rumah Tante Kinan yang di luar kota. Perjalanan nya cukup jauh dari kota mereka kesini. Rumahnya tidak terlalu besar tidak terlalu kecil jika dilihat, hanya memiliki 2 lantai saja, ukuran luasnya juga tidak bisa dikatakan luas sekali. Natasya dan Tante Kinan membawa masuk barang-barangnya kedalam.
“ sayang, nanti kamu tidur di kamar yang disebelah kanan ya. Kalau Tante di sebelah kiri, kamu beres-beres baju dulu sama mandi. Setelah itu turun lagi ya, Tante sudah pesan makanan tadi jadi kita makan bareng oke? “ kata Tante Kinan sambil mengelus kepala natasya
“ Iya Tante, natasya keatas dulu. “
Natasya berjalan keatas menuju kamarnya, didalam kamar natasya menaruh koper besarnya di samping ranjang. Ia berkeliling melihat kamarnya yang tidak terlalu besar dari kamar miliknya dulu tapi ini cukup besar. Natasya kembali membereskan pakaiannya didalam lemari.
Saat selesai, Natasya masuk kedalam kamar mandi yang ada disudut kamar. Ia membersihkan tubuhnya, pikiran natasya yang awalnya berantakan saat mandi pikirannya menjadi jernih dan tenang. Selesai mandi Natasya memakai baju diruang ganti dengan baju yang sederhana.
__ADS_1
Kaos lengan panjang dan celana panjang berwarna hitam, rambut yang dikuncir kuda. Natasya keluar dari kamar dan turun kebawah. Tante Kinan sudah ada disana, ia juga sudah mengganti pakaiannya. Tante Kinan yang melihat Natasya turun langsung berkata.
“ Sayang ayo makan dulu, setelah makan baru kamu boleh tidur. “ kata Tante Kinan sambil duduk di kursi meja makan.
Lagi-lagi Natasya hanya mengangguk dan berjalan menuju meja makan. Mereka makan malam bersama, Tante Kinan yang memikirkan sekolah Natasya pun langsung bertanya.
“ sayang, Tante boleh tanya sesuatu gak? “
Natasya mengangguk sambil menatap Tante Kinan yang sedang berbicara.
“ Kamu saat besar nanti ingin jadi apa? “ Tanya Tante Kinan sambil mengangkat tangannya untuk menahan dagunya.
“ belum tau Tante, natasya tidak berpikiran sampai situ “ kata natasya yang tak acuh
“ masa iya belum tau si? “ tanya Tante Kinan yang merasa heran
“ hm.. natasya Cuma pengen jadi seseorang yang bisa jagain ibu, tapi sekarang natasya malah gak bisa jagain ibu, sampai ibu menghilang pun natasya belum juga nemuin ibu “ kata natasya
Tante Kinan yang mendengar itu hanya bisa terdiam sejenak, memang benar yang dikatakan Natasya. Elisa dulu pernah bercerita padanya kalau natasya selalu menjaganya disaat ia dikasari oleh Yudha, natasya rela menggantikan posisi Elisa menjadi pelampiasan amarah Yudha.
Tante Kinan mengembalikan kesadarannya dan mencoba mengalihkan pembicaraan agar Natasya tidak memikirkan Yudha lagi.
“ sudah kamu jangan ngerasa bersalah begitu, kamu sudah menjadi yang terbaik kok. Sekarang, bukan waktunya kamu menyesal karena tidak bisa menjaga ibumu tapi kamu harus membuktikan pada ibumu suatu hari nanti kalau kamu bisa membahagiakan ibumu dengan hasil kerja keras kamu sendiri.
Fokus pada masa depan kamu, biar Tante yang mengurus pencarian ibu kamu. Awalnya memang sulit tapi lama kelamaan kamu akan terbiasa. Tante yakin kamu bisa menemukan kebahagiaan kamu nanti dimasa depan. “ kata Tante Kinan panjang lebar
Natasya yang mendengar perkataan Tante Kinan pun langsung menatap Tante Kinan dengan tatapan dinginnya, Natasya melihat Tante Kinan seperti melihat bayangan ibunya sendiri. Natasya tau kalau semua yang dikatakan Tante Kinan itu benar, jadi dia tidak boleh menyerah hanya karna keluarga hancur.
Natasya harus membangun sebuah keluarga yang sederhana tapi sangat menyenangkan, itulah yang ada dipikiran Natasya. Tante Kinan tersenyum saat melihat Natasya yang mengangguk.
...“ Saat ibu kembali, aku akan membuat sebuah keluarga yang aku harapkan dari dulu bersama Tante Kinan dan aku juga akan selalu menunggu Rio kembali, aku akan minta penjelasan padanya. “
__ADS_1
...