Aku Masih Menunggumu

Aku Masih Menunggumu
Berhenti bersikap layaknya kau menyayangiku..


__ADS_3

Lelaki yang tadi mengantar Natasya pun pergi saat mendapatkan isyarat dari Yudha untuk meninggalkan mereka berdua disana, karna memang tidak memiliki hal lain, lelaki itu mengangguk dan berjalan pergi meninggalkan mereka. Sedangkan Natasya hanya terdiam memandang Yudha dengan tatapan dinginnya.


“Jadi apa yang ingin kau bicarakan?” Tanya Natasya saat menyadari kepergian lelaki itu “Natasya, kenapa kau begitu terburu-buru? Kita baru saja bertemu, apa kau tidak ingin berbicara santai dulu denganku?” Kata Yudha sembari berjalan mendekati Natasya. “Aku sedang tidak ingin membuang-buang waktu, sekarang lebih baik kau cepat katakan! Apa yang ingin kau bicarakan?!” kata Natasya dengan nada dinginnya


Yudha yang mendengar itu hanya menghela nafas dan tersenyum, ia mengerti kondisi Natasya yang memang sekarang tidak bisa diajak enak karna moodnya sedang buruk. Yudha pun berhenti tepat didepan gadis itu lalu mengangkat tangannya untuk mengelus kepala natasya dengan lembut. Dan itu terlihat seperti layaknya seorang ayah yang sayang terhadap anaknya.


“Kau sudah besar ya. Terakhir ayah melihat, kau masih sangat kecil” kata ayah dengan senyuman diwajahnya. Natasya yang merasa sentuhan itu pun tertegun dan langsung menepis tangan Yudha. “Berhenti bersikap seperti itu, ini bukan dirimu yang asli” ujar Natasya sembari mundur 2 langkah kebelakang


“Apa maksudmu? Ini benar-benar sikap ayah, sayang” kata ayah dengan suara lembutnya. Natasya yang mendengar itu langsung menatap Yudha dengan tatapan tidak percaya, hatinya terasa sangat sakit seperti ada yang menusuknya hingga dalam. “Ini bukan sikap ayah kepadaku!! Tapi ini sikap ayah kepada Tasya” bantah Natasya dengan nada kerasnya


Gadis itu tengah diambang emosi, nafasnya yang memburu, air mata yang menetes dipipinya serta tangannya yang memegang dadanya karna rasa sakit itu terus ia rasakan. “Kau tidak pernah memperlakukanku seperti ini sebelumnya, kau selalu menganggap seperti layaknya anak pungut. Jadi berhentilah bersikap layaknya kau menyayangiku” kata Natasya


“Natasya..”


Yudha yang melihat gadis didepannya menangis pun langsung berjalan mendekatinya lagi lalu menariknya dalam pelukan hangatnya, lelaki itu mengelus kepala Natasya dengan lembut. Mencoba untuk menenangkan Natasya sedangkan Natasya hanya terdiam pasrah saat mendapatkan pelukan itu.

__ADS_1


“Natasya, Tenangkan dirimu! Ayah disini tidak ingin bertengkar denganmu, tapi disini ayah ingin bicara sesuatu padamu.” Ucap ayah disela-sela pelukan itu. “Apa yang ingin kau bicarakan?” Tanya Natasya sembari melepaskan pelukannya dan Yudha juga ikut melepaskannya saat melihat Natasya sudah mulai agak sedikit terasa tenang


“Ayah ingin kita tinggal bersama lagi seperti dulu. Apa kau akan menyetujuinya itu, sayang?” kata Yudha yang membuat Natasya terkejut saat mendengar hal itu. “M-maksudmu?” tanya Natasya yang tidak mengerti “Ayah ingin kita tinggal bersama lagi dan jika kau mau, ayah janji akan beritahu informasi tentang ibumu” kata Yudha yang membuat suasana semakin terasa aneh


“I-ibu?” Gumam kecil natasya


Yudha melihat ekspresi bingung Natasya pun langsung membalikan tubuhnya, ia terlihat seperti membelakangi Natasya dan Yudha juga melanjutkan perkataannya “Ya, ibumu. Ayah janji, kalau kamu mau tinggal bersama ayah, ayah akan beritahu semua informasi tentang ibumu” “Kenapa harus seperti itu, apa kau sedang memanfaatkan informasi untuk cara ini?” tanya natasya yang meragukan pendapat Yudha


“Ya semua itu adalah keputusan kamu, sayang. Ayah tidak akan memaksa kamu” jawab ayah yang tidak mempermasalahkan keraguan putrinya itu. Natasya disana hanya terdiam tanpa menjawab apapun, dia kebingungan dengan apa yang dikatakan Yudha. Sejujurnya ia ingin memutuskan hubungannya dengan Yudha tetapi disisi lain ia juga ingin mengetahui informasi tentang ibunya.


Sudah 8 tahun berlalu, selama pencarian ia belum juga mendapatkan kabar telah ditemukannya ibunya jadi itu yang membuatnya rindu, gelisah akan kondisinya serta bingung harus berbuat apa. “Kau bisa memikirkan itu nanti, ayah akan tunggu jawabanmu setelah kau siap menjawabnya” kata ayah saat mendapati Natasya tengah terdiam


Yudha yang melihat kepergian Natasya pun hanya terdiam menatap punggung gadis itu menjauh hingga menghilang, ia tau jika sekarang Natasya dalam perasaan yang bingung dan dia butuh waktu untuk menjawabnya.


“Aku akan menunggu jawabanmu, sayang. Semoga kau memilih pilihan yang tepat!”

__ADS_1


...🥀🕊️


...


Disisi lain Edward yang tengah sibuk Memeriksa beberapa berkas pun langsung menyadari bahwa gadis itu telah tiada. ‘kemana dia? Kenapa lama sekali mengangkat telponnya? Jam istirahat pun ia juga tidak ada’ batin Edward sembari melihat kearah pintu dengan matanya yang tajam. Terdiam beberapa menit, akhirnya Edward pun mengambil telpon genggam disampingnya


Lalu menekan beberapa nomer dan meletakkan di telinganya. “Bisa datang ke ruanganku sebentar tidak?” tanya Edward dengan nada dinginnya “oke, segera kesana” jawab suara dari dalam telpon tersebut. Edward hanya mengangguk saat mendengar jawaban suara itu lalu memutuskan telponnya serta meletakkan kembali telponnya ketempatnya..


Tak lama, suara ketukan di pintu pun terdengar hingga membuat lelaki yang tengah duduk dikursi besarnya menatap kearah pintu lalu berkata “Masuklah!”. Mendengar izin itu pun pintu perlahan terbuka dan terlihat ada seorang lelaki tengah berjalan memasuki ruangan tersebut dan tak lain lelaki itu adalah Arya


“Tumben sekali kau menyuruhku untuk kesini, ada apa? Apa ada masalah lagi?” kata arya saat berhenti tepat di hadapan Edward. “Tidak ada, kau tidak perlu melakukan apapun hari ini” jawab Edward dengan nada dinginnya “Lalu kenapa kau memanggilku?” tanya Arya yang merasa heran dengan lelaki yang ada didepannya ini


“Saat istirahat, apa kau melihat Tasya dikantor?” Tanya Edward yang membuat Arya terdiam sejenak lalu menjawab “Tidak, bukankah seharusnya dia ada disini bersamamu?” kata Arya yang tidak tau apa-apa “Awalnya dia memang bersamaku, tapi saat dia ingin mengangkat telpon, dia keluar dari ruanganku dan tidak kembali sampai sekarang” jelas Edward


“Mengangkat telpon? Dari siapa?” tanya Arya yang mulai merasa kepo “Entahlah, aku tidak tau” jawab Edward sembari memalingkan wajahnya kearah lain dan Arya yang melihat itu hanya tersenyum “Mungkin dia sekarang lagi ada dirumah dan telpon tadi itu dari orang rumah” kata Arya yang mulai menenangkan suasana

__ADS_1


“Tau darimana kau, kalau sekarang dia ada dirumah?” tanya Edward sembari menatap lelaki yang tengah berdiri didepannya ini “Aku hanya menebaknya, lagipula kenapa kau menanyakan hal itu? Tidak biasanya lho, kau menanyakan seorang wanita kepadaku” jawab Arya yang sembari melipat tangan didadanya


“Apa kau merasa keberatan saat aku menanyakan hal itu?” tanya Edward dengan nada seriusnya “Tidak juga, hanya saja aku merasa aneh denganmu. Kau tidak seperti ini sebelumnya tapi kenapa setelah kau mengenal nona Tasya, kau seakan-akan berubah dan malah berbeda dari sebelumnya. Sebenarnya apa hubungan kau dengan nona Tasya?” tanya Arya yang membuat Edward terdiam


__ADS_2