
Lelaki itu terpaku, dirinya memang merasa melakukan hal itu, namun ia juga merasa enggan untuk mengakuinya. “A-apa yang kau bicarakan? Aku tidak seperti itu, lagipula soal kemarin itu hanya sebuah kecelakaan” elak lelaki itu dengan tampang bodohnya.
Sedangkan Arya yang mendengar hal itu hanya bisa menggelengkan kepalanya karna merasa pusing dengan kelakukan orang sok dewasa ini. Lelaki yang tadinya tengah memegangi kepalanya, seketika manik matanya dibuat tertuju oleh berdiri Natasya yang sebelumnya ia tidak sadari. Bahkan terlihat mabuk matanya mengecil saat terkejut akan siapa gadis itu.
‘Dia kan!!..’ batin lelaki itu sambil menatap Natasya dengan tatapan yang terkejut.
Arya yang menyadari tatapan tersebut pun langsung menutup seluruh wajah lelaki itu dengan satu tangan nya, “Apa kau yang lihat lagi hah? Apa kau sedang menakutinya?” tanya Arya sembari menatap lelaki itu dengan tatapan tajam. Sementara lelaki itu hanya menyingkirkan tangan Arya dari wajahnya, lalu berkata “Tidak ada, aku hanya merasa pernah bertemu dengannya saja”
Arya terpaku, “Apa yang kau bicarakan itu? Berhentilah mengawur!”
“Aku tidak mengawur, aku memang pernah dengannya di acara penting keluarga WU” bantah lelaki itu yang membuat Natasya sedikit terkejut akan perkataan. “Jika kau memang merasa, mungkin itu orang lain yang kebetulan hanya mirip dengannya” Arya masih terus tidak percaya dengan perkataan lelaki ini
Hingga akhirnya membuat lelaki itu berdecih kesal, “Jika kau tidak percaya, kenapa kau tidak tanyakan saja padanya?” mendengar hal itu, Arya perlahan melirik kearah Natasya yang tengah menatap lelaki itu dengan tatapan dinginnya. Tidak ada ekspresi Apun yang ditunjukan oleh gadis ini selain tatapan dingin.
“Nona apa benar, lelaki ini pernah kau temui di acara pertemuan keluarga WU?” tanya Arya dengan suara pelan dan pertanyaan tersebut langsung diangguki oleh Natasya. “Hn...benar, aku dengannya pernah bertemu di acara keluarga WU. Dan hal itu terjadi 2 hari yang lalu” jawab Natasya sembari berbalik badan.
__ADS_1
Arya yang melihat itu pun yang terheran, “Nona, anda ingin kemana? Apakah kita sudah sampai sini saja?”
“hn” Natasya menjawab sekilas, lalu berjalan pergi meninggalkan keduanya. Gadis tidak begitu nyaman saat didekat lelaki itu, jadi cara inilah yang ia gunakan untuk menjaga jarak antara mereka.
...--🥀🕊️--
...
Disisi lain, Edward yang masih terdiam menatap angel dengan tampang anehnya pun sedikit membuat kecurigaan pada wanita itu. “Menggunakan cara apa lagi kau masuk ke sini?” tanya Edward dengan nada dinginnya. “A-aku tidak menggunakan cara apapun...aku bisa disini juga karna bantuan dari Tasya. Dia yang mengizinkanku untuk bicara denganmu” jawab angel dengan suara pelan.
“Apa yang ingin kau bicarakan?” tanya Edward sambil menatap angel yang perlahan sudah mulai memberanikan diri Untuk berbicara. “I-ini tentang masalah pertunangan kita” jawab angel dengan setengah kata, agar tau reaksi seperti apa yang akan ditujukan oleh Edward saat mendengarnya.
“Iya, kau memang menjelaskan semuanya padaku. Tapi aku rasa itu tidak mungkin! Karna jika aku lihat dari kenyataanmu, kau bisa dengan mudah mendekatkan dirimu pada Tasya. Padahal jelas-jelas kalian baru bertemu beberapa bulan yang lalu. Sedangkan aku, aku yang dekat denganmu selama 8 tahun dan menjalani masa pertunangan itu, tapi kenapa aku tidak bisa membuatmu bisa mendekatkan diri padaku?
Apa ada yang salah denganku, hingga kau merasa jijik untuk menjalin sebuah hubungan denganku?” Angel berkata dengan nada sedihnya.
__ADS_1
Edward menggeleng, “Jangan pernah bawa dia dalam urusan ini, dia tidak ada hubungannya. Jika kau memang ingin aku jelaskan semuanya, maka semua perkataanku dulu hanya akan terulang 3 kali. Bahkan kau selalu tidak menerima itu” “Aku tidak terima, karna penjelasanmu memang tidak masuk akal! Bagaimana bisa kau tidak tertarik dengan wanita saat itu?” bantah angel
“Aku tidak tertarik dengan wanita, karena memang pada saat itu aku masih belum bisa membuka hati untuk seseorang baru. Bahkan jika kau tau itu, kau hanya terus mendekati dan memaksaku untuk mencintaimu. Kau melakukan berbagai macam hal untuk mendapatkanku. Padahal itu yang malah membuatku semakin membenci wanita sepertimu. Seharusnya jika kau ingin aku mencintaimu, kau tidak perlu menghabiskan waktumu dengan hal yang tidak berguna.
Cukup menjadi dirimu sendiri dan buatlah cinta itu tumbuh sendirinya. Bukan malah membuat cinta itu tumbuh tanpa adanya rasa. Memang cinta itu bisa datang sendirinya, tapi jika kau melakukan hal yang seperti ini, apalagi yang kejadian tak lama dari ini. Aku benar-benar tidak menyangka, kalau kau akan melakukan hal sekeji itu.” kata Edward dengan panjang lebar.
Angel yang mendengar Edward mengungkit masalah yang terjadi dengan mereka sebelumnya, membuatnya sedikit merasa bersalah. “Eum...soal kejadian itu aku benar-benar tid-“ “Tidak bermaksud? Lalu apa maksud dari tindakanmu sebelumnya?” tekan Edward yang memotong pembicaraan angel.
“Kau datang kepadaku, berkata ingin bicara dan menyelesaikan masalah kita. Tapi...kau melakukan hal buruk itu di tempatku. Bahkan kau memanfaatkan kondisi mabukmu, agar aku mengerti dengan kondisimu. Apa rencanamu saat itu, memanfaatkan kondisi mabuk, untuk melakukan hal yang tidak senonoh? Apa kau pikir dengan penampilanmu itu, aku akan tertarik?!” Tanya Edward yang menatap angel dengan tatapan tajam..
Angel disana benar-benar di guyurin oleh keringat dingin, ia ingin minta maaf pada lelaki itu karna sudah melakukan hal yang seharusnya ia tidak lakukan. Dirinya memang mencintainya lelaki itu lebih dari apapun, tapi tindakannya itu hanyalah kendali dari seseorang. “Aku minta maaf, aku memang salah saat itu. Tapi biarkan aku menjelaskan semuanya sedikit padamu” kata angel dengan memohon.
Karna memang saat ini, hanya waktu yang tepat untuk menjelaskan semuanya yang terjadi pada hubungan mereka. Bahkan dirinya ingin menyelesaikan masalah pertunangan paksa ini, Agar dirinya juga bisa terbebas dari seseorang itu.
“Apa yang kau ingin jelaskan sudah tidak berguna lagi. Sekarang, pergilah! Aku tidak ingin melihat wajahmu lagi disini.” Usir Edward sembari membalikkan tubuhnya untuk membelakangi wanita itu. Sedangkan angel yang sudah pasrah dengan semuanya pun hanya bisa mengangguk, lalu berkata “Aku izin pamit, terimakasih sudah mau berbicara denganku dan menjelaskan semuanya.”
__ADS_1
Setelah menyelesaikan perkataannya, angel pun berbalik badan dan berjalan pergi meninggalkan ruangan Edward. Hati angel kini memang terasa sakit, tapi menangis pun tidak akan membuat Dosan terburuknya hilang dari ingatannya.
“Penyelasan memang selalu datang diakhir waktu”