
Tidak mendapatkan jawaban dari natasya, membuat Edward merasa kesal dan mencoba mencari wanita itu yang pergi entah kemana sedangkan bunda yang melihat Edward ingin pergi lagi pun langsung menghentikannya.
“ Nak, kamu ingin kemana lagi? “ Tanya bunda sambil menarik tangan Edward
“ Cari orang “ jawab singkat Edward yang masih mencoba memanggil Natasya.
“ Tapi ini kan sudah malam, apa tidak bisa besok? “ Tanya bunda yang menatap wajah dingin Edward
“ Enggak Bun, maaf hari ini Edward membantah bunda “ jawab Edward sembari melepaskan tangan bunda dengan pelan lalu berjalan menuju mobil
Bunda yang terheran dengan sifat anaknya pun langsung berteriak, menurutnya baru kali ini Edward terlihat seperti banyak masalah dan pikiran.
“ kenapa nak? Kamu ada masalah, cerita sama bunda “ kata bunda dengan suara keras namun lembut
“ Gakpapa Bun, Edward bisa sendiri “ jawab Edward sembari masuk kedalam mobil
Bunda yang tidak memiliki kesempatan untuk menghentikan Edward pun hanya terdiam melihat mobil sport itu berjalan keluar gerbang besar di tengah malam. Ayah yang berada didalam mendengar suara keras bunda pun langsung keluar dan melihat hanya bunda seorang diri yang berdiri disana tanpa keberadaan Edward
“ Sayang, Kenapa? Kamu kok sendiri? Dimana Edward? “ tanya ayah yang bertubi-tubi
“ Hmph...pergi lagi “ sahut bunda dengan menghela nafas
“ Pergi lagi? Apa ada masalah di kantornya? “ tanya ayah yang mengerut keningnya
“ Bunda gak tau, baru saja ia sampai terus langsung pergi lagi. “ jawab bunda sambil menatap ayah
“ Pergi lagi? “ gumam ayah yang terheran
“ iya, dia juga tadi terlihat sedang menelpon seseorang, mungkin karna tidak mendapatkan jawaban dia jadi pergi lagi. Dia juga tadi bilang kalau ingin mencari seseorang “ jelas bunda
“ Mencari seseorang? Bukankah hanya ada satu seseorang yang dihatinya? “ tanya ayah yang terkejut
“ bunda gak tau soal itu, tapi kalau di lihat-lihat dari belakang hari ini Edward sifatnya agak berbeda “ kata bunda
“ Iya, aku juga merasa begitu “ sahut Ayah yang membenarkan pendapat bunda
__ADS_1
“ Terus bagaimana ini? “ tanya bunda yang cemas dengan Edward
“ Biarkan saja, dia itu anak lelaki jadi tidak mungkin akan terluka. Jadi berhentilah berpikir yang negatif! Aku yakin putra ku tidak mudah dijatuhkan oleh orang lain “ hibur ayah sambil mengusap kepala bunda
“ hm “ angguk bunda
Mereka pun masuk kedalam dirumah karna suasana dimalam ini cukup dingin. Ditempat yang cukup jauh, Natasya sedang dikejar oleh lelaki yang membawa kapak. Mengejarnya seperti ingin memangsa dan membunuhnya, natasya tidak menggunakan mobilnya karna mobilnya kini sudah rusak saat dipukul oleh kapak saat itu.
Tengah malam ini cukup suram dan sepi, Natasya kebingungan saat mencari jalan dan mencari tempat yang ramai. Berdoa agar dirinya bisa terbebas dengan lelaki itu, sudah lama berlari Natasya pun kelelahan dan memutuskan untuk bersembunyi namun saat ia baru saja berniat selalu saja lelaki itu melihatnya.
Berlari lagi hingga menuju jalan yang cukup lebar dan cahaya yang sedikit terang, hatinya cukup takut jika melihat seseorang membawa kapak karna itu adalah traumanya saat kecil. Tidak ingin mengingatnya lagi, tapi sekarang ia berada di posisi dulu.
Berlari dan masuk kedalam gang untuk membingungkan lelaki itu, namun saat natasya melihat kebelakang lelaki itu semakin menggila mengejarnya. Tertawa kencang sambil mengayunkan kapak yang berada ditangannya penuh dengan darah, ia baru tahu kalau disini adalah tempat ia berkuasa.
Natasya yang melihat ada kesempatan untuk bersembunyi pun ia langsung menjatuhkan beberapa tong untuk menghalangi jalannya lalu pergi bersembunyi di tempat yang cukup gelap. Tubuhnya gemetaran hebat, air matanya kini menetes di pipinya. Hati dan pikirannya sekarang cukup kacau, bayang-bayang masa lalu nya terus menghantui nya hingga membuat ia meringkuk sambil memeluk lututnya.
“ Ibu Natasya takut, orang itu terus mengejarku. Dia menggila karna ingin membunuhku “ gumam Natasya yang berkeringat dingin
Natasya yang mencoba mengintip sedikit untuk melihat apakah lelaki itu masih ada atau tidak, terlihat lelaki itu masih mencarinya disana. Kesempatan Natasya untuk keluar dari tempat ini saat kecil, berpikir tidak memiliki peluang Natasya pun langsung kembali ke posisi sebelumnya dan terus menunggu lelaki itu pergi.
Natasya memang sudah terlihat pintar bela diri kelas atas dan memiliki perasaan yang tidak pernah takut, namun disana ada terkecuali. Ia masih di hantui bayang-bayang masa lalunya hingga setiap ia melihat lelaki itu seketika langsung terputar video dimasa ia hampir menjadi korban.
Kakinya sangat sakit karna saat ia berlari sebelumnya terus memaksa kakinya terus berlari walaupun kakinya sudah kelelahan. Perlahan berdiri dan berjalan dengan bantuan dinding, berjalan keluar hingga cahaya meneranginya, bersyukur jika ia masih bisa terbebas dengan hal itu. Dari kejauhan terlihat mobil sedang melaju kearahnya dengan kecepatan tinggi.
Awalnya Natasya tidak sadar kalau ada mobil yang mengarah kepadanya, karna ia sibuk berjalan perlahan menuju apartemennya. Saat mobil itu berhenti, Natasya pun langsung melihat kearah mobil itu dan mengerutkan keningnya.
Siapa yang berhenti didepannya ini? Mobilnya tidak asing namun kenapa dia kesini?
Natasya yang menatap mobil itu, keluarlah seseorang dari mobil itu dengan jas hitam, celana hitam, kemeja putih dan rambut yang tertata rapi. Natasya yang melihat itu pun langsung tertegun dan bertanya-tanya kenapa lelaki ini kemari?
“ Kenapa melihatku dengan tatapan seperti itu? “ tanya lelaki itu dengan suara dingin
“ kau? Tuan? “ kata natasya sambil memincingkan matanya
“ ya “
__ADS_1
“ Kau? Sedang apa disini? “ tanya Natasya sambil memposisikan tubuhnya untuk berdiri tegak
“ tidak perlu tahu “ jawab Edward sambil melihat Natasya dari atas hingga bawah.
Bajunya kotor dan kakinya juga sedikit lecet, nafasnya juga terdengar seperti habis berlari. Natasya yang di lihat dengan tatapan seperti itu pun langsung menggigil
“ Kenapa melihatku begitu? “ tanya natasya yang menatap tajam lelaki itu
“ Kau kenapa? “ bukannya menjawab, Edward malah menanyakan balik ke wanita itu
“ kenapa gimananya? Gakpapa kok “ sahut Natasya sambil memperlihatkan bahwa dirinya sedang baik-baik
“ kalau tidak apa-apa, lalu kenapa kau berjalan kaki? Dimana mobilmu? “ Tanya Edward yang terus membuat Natasya jujur
“ ada disana, sedang aku servis Karna ada kerusakan di mesinnya “ elak Natasya
“ lalu bagaimana dengan kondisi kaki dan pakaianmu? “ tanya Edward yang mempojokkan Natasya
“ tadi terjatuh disana “ jawab Natasya yang gugup
“ lalu? “
“ Lalu? Lalu apanya? “ tanya Natasya yang heran dengan atasannya ini
“ kau pikir aku akan percaya? “ cibir Edward sambil melipat tangannya
“ yang memintamu untuk percaya siapa? Lagipula aku juga tidak memaksamu “ seru natasya sembari berjalan meninggalkan Edward
“ kau ingin kemana? “ tanya Edward yang menghentikan langkah Natasya
“ Pulang “ jawab Natasya tanpa menoleh kebelakang
“ di tengah malam begini? Apa kau ingin menjadi seperti kupu-kupu malam? “ tanya Edward yang mengejek
“ kau pikir aku semurah itu? “ balas Natasya
__ADS_1
“ masa? “
“ terserah kau ingin bicara apa! Aku tidak peduli “ kata Natasya sambil berjalan kembali.