Aku Masih Menunggumu

Aku Masih Menunggumu
Tasya adalah gadis yang beruntung..


__ADS_3

Setelah selesai melakukan pekerjaannya, Natasya pun pulang ke apartemennya sedangkan Edward pergi ke ruangan yang sudah di janjikan oleh lion sebelumnya. Natasya pulang sekitar Pukul 18.45 langit juga sudah terlihat berwarna kejinggaan seperti pemandangan matahari terbenam. Sangat indah, hingga gadis itu terdiam sejenak didepan mobilnya sambil menatap langit-langit


Tak lama, gadis itu menarik kembali pandangannya dan beralih ke mobil, bersiap untuk memasukinya namun sebelum gadis itu beranjak, ia sudah dihentikan terlebih dahulu oleh suara yang datang dari kejauhan.


“ Nona Tasya “


Gadis yang merasa terpanggil pun menoleh kearah datangnya suara itu, dan terlihat dari kejauhan ada seorang lelaki yang berlari kecil menghampirinya. Wajahnya terlihat tidak asing bagi Natasya dan gadis itu juga membiarkan lelaki itu menghampirinya. Setelah lelaki itu berdiri didepannya, Natasya hanya menatapnya dengan dingin


“ Nona, apa kau ingin pulang? “ tanya lelaki itu dengan nafas yang terputus-putus “ Ya “ jawab singkat natasya yang tak acuh “ Maaf nona, apa anda memiliki waktu sebentar untuk berbicara? “ tanya lelaki itu sambil menatap gadis yang ada dihadapannya


“ Aku sibuk “ tolak natasya yang membuat lelaki itu kecewa “ lho kenapa nona, apakah kamu memiliki urusan lain? “ tanya lelaki itu “ tidak “ jawab Natasya lagi yang memalingkan wajahnya karna ia terlalu malas untuk menatap lelaki yang ada didepannya ini “ Kalau tidak ada, Bisakah kau ikut dengan saya sebentar? Ada seseorang yang ingin bicara denganmu? “ kata lelaki itu yang terus membujuk


“ Tidak, aku sibuk “ tolak natasya yang mengulangi perkataannya lagi, namun lelaki itu terus memohon dan membujuknya untuk ikut dengannya. Tak lama kemudian, akhirnya Natasya menerima ajakan tersebut karna ia terlalu malas mendengarkan setiap perkataan lelaki ini yang terus memohon agar dirinya ikut dengannya


Terpaksa Natasya mengikuti lelaki itu kesesuatu tempat yang agak sedikit aneh, mereka pergi kesana menggunakan mobil masing-masing karna natasya berencana setelah berbicara maka ia akan langsung pulang. Sesampainya disana, Natasya terkejut saat melihat dirinya di bawa ketempat reruntuhan bangunan yang sudah lama tidak terbaiki

__ADS_1


Entah rasanya aneh namun Natasya mengabaikan semua itu dan terus mengikutinya dari belakang sambil melihat sekeliling. Lelaki itu membawanya ketempat yang sedikit luas namun yang namanya bangunan reruntuhan maka sekelilingnya adalah reruntuhan.


Bukan sampai itu saja, Natasya juga melihat beberapa orang yang tampak seperti bodyguard sedang berdiri disetiap sudut dengan memakai pakaian serba hitam. Tak lama lelaki itu pun berhenti tepat di ruangan yang sedikit luas dan terdapat bagian yang gelap karna tertutup, letaknya tepat di hadapan Natasya dan lelaki itu. Disana juga ia melihat ada seseorang yang berdiri di kegelapan itu dengan baju yang rapih seperti layaknya orang kantoran.


Memincingkan matanya untuk memperjelas apa yang ia lihat, dan benar saja seseorang itu keluar dari sana hingga membuat Natasya membelalakkan matanya karna terkejut dengan apa yang ia lihat.


Tidak mungkin...


Natasya melihat seseorang yang berdiri disana dengan senyuman yang terukir diwajahnya, lelaki itu tampak tidaklah asing bagi Natasya karna lelaki itu adalah Yudha...ayahnya sendiri. Ingin pergi dari sana namun ia sadar jika dibeberapa tempat yang tadi ia lewati begitu banyak bodyguard yang memiki badan besar dan yang akan menghadang jalannya. Mencoba menenangkan dirinya dan melihat apa yang akan dilakukan lelaki ini terhadapnya.


Baginya itu hal yang sangat tidak penting dan sangat membuang-buang waktunya saja, Yudha yang tidak mendapatkan jawaban ataupun respon dari Natasya pun Kembali berkata “ kenapa kau diam saja, sayang? Apa kau tidak kangen pada ayah? Atau kau marah padaku karna pertemuan mendadak ini? “


Lagi-lagi terdiam tanpa menjawab apapun hingga membuat Yudha menyuruh semua anak buahnya pergi dari tempat itu untuk menyisihkan dirinya dan natasya berdua. Mendengar perintah itu, semua anak buahnya pun keluar satu persatu meninggalkan tempat itu dan tak lama setelah semuanya keluar, ruangan menjadi terasa sepi hingga Yudha berkata “ Sudah tidak ada orang, kau tidak perlu malu lagi. “


Malu? Bukannya malu tapi malas menghadapi seseorang yang entah sikap aslinya seperti apa. Natasya yang terlalu malas berlama-lama disana pun akhirnya membuka suaranya untuk berkata “ ada perlu apa? Cepat katakan, aku sibuk jadi tidak bisa berlama-lama disini “ Yudha yang mendengar itu hanya tersenyum dan berjalan mendekati gadis itu

__ADS_1


Berdiri tempat dihadapannya dan mengusap kepalanya layaknya seperti ayah namun Natasya yang tidak suka pun menepis tangan itu dengan kasar lalu mundur beberapa langsung untuk menjaga jarak. Menatap Yudha dengan tatapan tajam dan rasa benci dalam hatinya “ Tidak perlu basa-basi, apa yang kau inginkan? “ kata natasya


Yudha yang melihat itu hanya tersenyum lalu berkata “ basa-basi apa? Aku membuat pertemuan ini hanya ingin mengurangi rasa rinduku padamu? “ “ rindu? Untuk apa? Bukankah ayah selalu tidak suka denganku? “ jawab Natasya dengan menatap lelaki itu dengan jijik “ Ya ayah akui, ayah dulu memang tidak suka denganmu tapi sekarang ayah sadar nak, ayah salah. Maafkan ayah “ ujar Yudha dengan wajah sedih


“ Bullshit, aku gak percaya. Setelah apa yang ayah lakuin dulu ke aku, tasya dan ibu, aku gak akan pernah percaya lagi dengan lelaki seperti kamu “ bantah natasya, Yudha yang mendengar nama Tasya pun langsung tertegun sejenak lalu berkata “ T-Tasya? K-Kau masih mengingatnya? “


“ Iya aku masih ingat dan sekarang aku juga yang sedang memakai namanya “ jawab Natasya, Yudha yang mendengar itu merasa sangat marah namun dirinya mencoba menenangkan pikirannya agar tidak emosi pada gadis yang ada didepannya ini “ kenapa kamu memakai namanya? Apa kamu mau seperti dia? “ tanya Yudha


“ Ya, aku ingin seperti dia, karna dia adalah gadis yang beruntung “ jawab Natasya yang hatinya terasa sakit “ Tapi dia sudah tiada, DIA SUDAH TIADA “ tekan Yudha dengan air mata menetes dipipinya dan gadis yang ada didepannya ini hanya menatap dengan tatapan dingin lalu berkata “ Dia telah tiada dan aku yang akan menggantikannya di masa depan seperti dia yang menggantikan aku di masa lalu “ jawab Natasya


“ tidak! Kau tidak boleh menggantikannya, karna kamu tidak bisa menjadi dia “ bantah Yudha “ aku memang tidak bisa seperti dia tetapi aku ingin jadi orang yang seperti dia karna aku lelah diperlakukan seperti mahluk yang tidak berguna Dimata ayah “ kata natasya


Yudha disana hanya terdiam sambil mengepalkan tangannya dengan erat, sedangkan Natasya pergi dari tempat itu tanpa menunggu jawaban dari Yudha. Hatinya hancur dan rasanya sakit sekali jika membahas Tasya dalam kehidupannya, ia tidak kuat untuk mengingat hal itu karna itu termaksud dari salah satu traumanya Natasya.


Natasya berjalan keluar dari bangunan reruntuhan itu menuju mobil dengan pandangan anak buah Yudha yang terus melihat ke arahnya, memasuki mobil lalu menjalankannya dengan kecepatan tinggi, meninggalkan tempat itu dengan hati yang terluka..

__ADS_1


__ADS_2