
“ Nona, kau baik-baik saja? “ Kata Arya sembari memberikan gelas air putih ke Natasya
Natasya hanya mengangguk dan meminum air putih itu, setelah merasa lega Natasya langsung menyandarkan tubuhnya disofa, Arya masih memeriksa kondisi Natasya disembrang meja sedangkan Edward hanya berdiri terdiam disamping Natasya.
“ Nona, kau kenapa? “ Tanya Arya lagi
“ Tidak, hanya tersedak biasa “ jawab Natasya yang berbohong
“ Benarkah? Apakah tadi kau sedang melamun hingga tidak memperhatikan makan mu? “ Tanya Arya
“ sudah, tidak apa-apa “ kata natasya sambil memegang dadanya yang berdegup kencang
Ya berdegup kencang, ini pertama kalinya ia tersedak benda didalam makanan. Rasanya seperti ingin mati saja pikir natasya yang nafasnya masih terputus-putus.
“ Nona ingin minum obat? “ tanya Arya yang bodoh
Buukk!! Edward memukul kepala Arya dengan buku yang ia pegang hingga membuat Arya terkejut dan memegang kepalanya karna rasa sakit. Natasya yang melihat keduanya pun hanya tertawa dalam batinnya. Arya menatap wajah dingin Edward dengan tatapan Melas
“ Tuan, kenapa kau memukulku? Apa salah ku? “ eluh Arya yang mendangak keatas
“ Heran, kenapa dulu aku bisa mempekerjakan orang bodoh seperti mu menjadi asistenku “ gumam Edward sambil memijat keningnya
“ Tuan, kau ini bicara apa? Aku bukan orang bodoh, hanya saja pikiranku sedikit lemot “ kata Arya sambil menggaruk kepalanya
“ bukankah itu sama saja? “ tanya Edward
“ Tidak tuan “ merajuk Arya
“ Huh...Jika makan sebaiknya perlahan saja agar kejadian ini tidak terulang lagi “ kata Edward pada Natasya dengan nada dingin
“ Aku tau “
“ Nona tau apa? Apa nona tau kalau kejadian ini akan terjadi lalu nona membiarkannya terjadi? “ tanya Arya yang menyambung
Buukk!! Lagi-lagi Edward memukul kepala Arya lagi, lelaki yang dibawah pun merasa terbully dan mengangkat kepalanya ke atas melihat pria dingin sedang berdiri disampingnya. Menatapnya dengan tatapan begitu menyedihkan hingga membuat Edward bergidik geli
“ kenapa kau menatapku dengan tatapan bodohmu itu? “ tanya Edward sambil mengangkat alisnya
“ Kau sendiri kenapa terus memukulku tuan? “ tanya Arya balik
“ Aku memukulmu seharusnya kau tau apa salah mu “ ucap Edward sembari pergi ketempat duduknya lagi
Arya hanya terdiam menampilkan ekspresi menyedihkannya, sedangkan Natasya masih terdiam duduk di sofa sambil menggenggam erat gulungan kertas.
__ADS_1
“ Nona, kau ingin minum apa untuk menyegarkan tenggorokanmu? “ tawar Arya Yang tersenyum
“ tidak perlu “ tolak natasya yang halus
“ Tidak apa-apa nona, sekali-kali aku mentraktir Minum “ kata Arya
“ Hm.. “
“ Hmph..daripada kau menganggu orang lebih baik kau bereskan sampah-sampah itu lalu ambilkan aku map di lantai 5 “ kata Edward sambil menghela nafas
“ T-Tuan, kau yang benar saja. Aku ini baru selesai makan, masa sudah disuruh kerja saja. Belum turun nih makanannya “ jawab Arya
“ aku tidak peduli, cepat bereskan lalu ambilkan map di lantai 5 “ kata Edward yang tegas
Arya pun langsung berdiri dan membereskan sampah-sampah dimeja depan Natasya. Memang terlihat menurut tapi dalam hati Arya terus memaki Edward. Setelah Arya keluar, Edward pun melirik kembali kearah barat yang masih terdiam
“ Sudah tidak ada orang, kau bisa membacanya “ kata Edward dengan nada dingin
Natasya spontan menoleh ke arah Edward, berpikir bagaimana atasannya ini kalau dia tersedak gulungan kertas? Dan membuat Arya keluar agar ia bisa membaca apa isi dari kertas itu.. Edward yang merasa di tatapan dengan wajah dingin pun langsung kembali melanjutkan aktivitas sebelumnya...
“ bagaimana kau tau? “ tanya natasya
“ Taulah, kau pikir aku mudah dibohongi? “ kata Edward tanpa menatap Natasya
“ lalu kenapa kau membuat Arya keluar hanya karna menyuruhku membaca kertas itu “ tanya natasya lagi
Natasya pun hanya terdiam lalu menatap kembali gulungan kertas itu, membukanya perlahan dan membacanya dalam hati.
Ditempat seharusnya kau tidak pergi maka pergilah kesana, jika kau disuruh memilih maka pilihlah sesuai dengan hatimu karena itu menentukan antara kau hidup dan mati...
Tulisan itu membuat Natasya tercengang beberapa saat, tidak mengerti maksud dari ini! Natasya mencoba mengulang lagi membacanya agar ia bisa memahami namun hasilnya sama saja. Selesai baca Natasya menyimpan kertas itu dalam tasnya lalu menyandarkan tubuhnya disofa.
Huh... tebak-tebakan Mulu Dari kemarin...
Sedang asik merilekskan tubuh seketika pintu terbuka lebar membuat Natasya dan Edward spontan menoleh ke pintu tersebut. Disana ada Arya dan juga....angel
“ Selamat siang Edward “ sapa angel dengan anggun
“ hm “ Angguk Edward
“ Maaf tuan, jadi menganggu waktu anda “ kata Arya sambil menunduk sedikit
“ ahh...tidak akan ganggu kan? Aku disini kan Cuma ingin ketemu kamu “ ucap Angel sembari berjalan menghampiri Edward
__ADS_1
“ diam disana! “
“ Lho kenapa sayang? Aku kan Cuma ingin Deket sama kamu “ tanya angel
“ ini Kantorku jika kau datang maka bersikaplah seperti tamu “ kata Edward yang tak acuh
“ Ward, aku ini tunangan kamu lho masa harus bersikap kayak tamu “ eluh angel
“ Hmph...kita sudah gak ada hubungan angel “ kata Edward sambil menghela nafas
“ K-kok kamu ngomongnya begitu “ protes angel yang sedih
“ emang Kenyataannya begitu “ kata Edward yang tak acuh
Natasya yang sedari tadi mengutus laptop nya pun seketika langsung tersedak dan membuat ke3 orang itu menoleh ke arahnya. Sebenarnya tidak ada maksud apa-apa namun Dimata angel itu adalah penghinaan
“ Maaf-maaf “ kata natasya sambil menutup mulutnya dengan tangan
“ Maksud kamu apa ya kayak gitu? Kamu menghina saya?!! “ tanya angel sambil menghampiri natasya
“ Tidak, tadi aku Hanya tersedak saat membaca laporan “ jawab Natasya dengan suara dingin
“ Alasan! Bilang saja tadi kamu sedang menertawakanku “ kata Angel yang kesal
“ mau percaya atau tidak, itu urusanmu. Setidaknya aku sudah jujur “ jawab Natasya sambil berdiri lalu mengambil laptopnya dan berjalan mendekati Edward
“ Ngapain kamu!! Berhenti! Jangan deketin Edward “ bentak angel
Natasya terus berjalan menghampiri meja Edward tanpa menghiraukan perkataan angel, Edward yang melihat itu pun hanya terdiam
“ Tuan ini ada keganjalan dari proyek yang sebelumnya direncanakan “ kata natasya sambil menaruh laptop dimeja Edward
“ Keganjalan apa? “ tanya Edward sambil menatap layar laptop
“ yang ini, seharusnya tidak seperti ini tapi pihak sana malah membuatnya berbeda dari yang direncanakan “ jawab Natasya sambil menunjuk kearah Layar laptop
Angel yang merasa diabaikan pun langsung kesal dan menarik tangan Natasya untuk menjauh dari Edward. Arya yang melihat itu pun langsung terkejut dan mencoba memisahkan keduanya
“ Bisakah kau jangan dekati Edward! “ kata Angel dengan geram
“ Nona angel, tolong jangan bersikap kasar “ tegur Arya Yang mencoba mendekati mereka
“ Diem disitu atau kamu akan tau akibatnya “ ancam angel
__ADS_1
“ Yang seharusnya diam itu kamu nona, kamu disini hanya tamu dan sekarang kamu juga yang membantu keributan. Jika kau ingin bicara dengan tuan, maka tunggulah di ruang khusus tamu saat jam istirahat jangan di jam kerja “ kata natasya dengan nada khasnya
“ kamu!!! “