
Natasya kembali kerumah lebih cepat dari biasanya, ia mencari Tantenya di seluruh bagian rumah dan ternyata tantenya sedang duduk di balkon atap rumah. Natasya pun menghampiri Tante kinan yang sedang berdiri membelakanginya.
“ Tante? “ Panggil Natasya sembari duduk di samping Tante Kinan
“ Eh..sayang? Kok sudah pulang? “ Tanya Tante Kinan yang terkejut
“ Sudah “ jawab singkat natasya tanpa menoleh kearah Tante Kinan yang berada disampingnya
“ Sudah? Tapi bukankah kau bilang kalau ada banyak kerjaan yang harus diselesaikan hari ini? “ tanya Tante kinan
Natasya yang mendengar pertanyaan Tante Kinan pun merasa aneh, bukankah dia sendiri yang tadi pagi meminta untuk menemaninya pergi berjalan-jalan sore hari? Tapi kenapa sekarang kenapa malah ia yang melupakan itu? Apakah yang tadi itu hanya kebohongan? Natasya yang merasa ada sesuatu yang disembunyikan Tante Kinan, hanya terdiam tanpa membicarakan hal yang tadi.
“ Iya, jadi aku akan pergi ke kantor lagi nanti malam. Mungkin juga aku akan terlambat pulang “ kata natasya yang mengikuti kebohongan itu
“ malam ini? “ tanya Tante Kinan yang tidak yakin
“ hm “
“ Kenapa harus malam ini? Apakah tidak bisa hari besok? Malam hari kan waktu untuk beristirahat “ kata Tante Kinan
“ Ya tapi dokumen yang aku harus periksa adalah dokumen untuk para klien baru besok. Jadi aku harus memeriksanya dulu “ jawab Natasya
“ Hm..oke lah kalau begitu, tapi kamu jangan pulang lewat jalan belakang ya “ ujar Tante Kinan yang melarang
Natasya setiap pulang kerja, suka sekali lewat jalan belakang rumah karna menurutnya itu cukup menghemat waktu, tapi sekarang Tante Kinan melarangnya untuk lewat jalan belakang karna saat malam hari, jalan itu cukup sepi dan gelap. Tante Kinan takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan kepada Natasya.
Natasya yang mendengar larangan itu hanya mengangguk tanpa menanyakan alasannya.
“ ya tante “ kata natasya yang menyetujui
“ ahh terimakasih sayang...yaudah kalau begitu, kamu sudah makan belum? “ tanya Tante Kinan yang membuka pembicaraan lain
“ belum “ jawab natasya yang berbohong
__ADS_1
“ wah kebetulan Sekali, Tante juga belum makan. Bagaimana kalau kita makan bersama? Tante juga ingin membicarakan sesuatu pada mu didalam “ kata Tante Kinan sambil menoleh kearah Natasya
Natasya hanya mengangguk dan keduanya masuk kedalam untuk makan bersama. Saat didalam, suasana rumah begitu sepi, dimana para pembantu? Natasya merasa aneh pada hari ini. Namun ia tak mau memikirkannya terlalu jauh jadi dia lebih memilih mengikuti alur nya saja untuk melihat apa yang akan terjadi.
“ Yuk sayang makan dulu “ kata Tante Kinan yang beranjak duduk dikursi makan.
Natasya hanya mengangguk sebagai jawaban.
“ Sayang, Tante mau nanya sesuatu sama kamu tapi maaf jika membuat hati kamu mengingat masa lalu lagi “ kata Tante Kinan
“ Mengenai masalah ayah atau ibu? “ tanya Natasya dengan suara dingin
“ mengenai masalah ibumu, sayang “ jawab Tante Kinan yang hati-hati takut membuat Natasya bersedih
“ ibu? Apa sudah ada kabar mengenai pencariannya? “ tanya natasya sambil menatap Tante Kinan dengan tatapan dingin
“ Mengenai masalah Elisa, pencariannya dihentikan sementara karna sudah banyak orang yang bilang kalau itu adalah ulah dari ayahmu. Ia yang menyebarkan hal yang tidak baik untuk membuat semua orang percaya bahwa Elisa udah tiada “ jelas Tante Kinan
“ tiada? Ayah menganggap ibu sudah tiada? “ tanya Natasya
Natasya yang mendengar cerita Tante Kinan pun merasa aneh dengan setiap perkataannya, seperti ada sesuatu yang tersembunyi dibaliknya. Natasya lagi-lagi dibuat pusing dengan masalah dan sikap orang yang ada disekitarnya. Benar-benar merepotkan pikir natasya, gadis itu juga sebenarnya tidak terlalu menyukai memikirkan banyak hal yang tidak penting, tapi kali ini benar-benar sangat mengganjal dipikirannya.
“ Biarkan saja, pencarian ibu biar Natasya yang mengurus “ kata natasya
“ iya sayang “
Mereka pun terdiam. Malam hari natasya pergi ke kantor untuk memeriksa beberapa dokumen, suasana dikantor saat malam cukup ramai karna banyak pekerja yang lembur. Baru saja memasuki kantor, Natasya sudah di datangi Liana yang sedang memegang beberapa dokumen.
“ Bu tasya, akhirnya anda datang juga. Ini dokumen yang harus diperiksa oleh anda “ kata Liana sambil menyerahkan map itu
“ hanya segini? “ tanya natasya dengan suara dingin
“ yang sudah jadi baru yang itu Bu, ada sebagian yang belum selesai. Itu juga akan segara diselesaikan dengan pekerja kita yang lain “ jawab Liana
__ADS_1
Natasya hanya mengangguk dan berjalan menuju lift. Saat diruangannya natasya sedang membaca beberapa dokumen yang tadi diberikan oleh Liana, saat memeriksa Natasya tanpa sadar mengerutkan keningnya, terdiam sejenak kemudian beranjak berdiri lalu keluar dari ruangannya. Liana yang melihat Natasya keluar dari ruangannya pun langsung menghampirinya.
“ Maaf Bu Tasya, anda ingin kemana? Bagaimana dengan dokumennya? Apakah ada yang salah? “ tanya Liana yang mengikuti Natasya berjalan
Natasya hanya terdiam dan terus berjalan menuju ruangan pekerja yang mengurus dokumen tersebut, Liana yang sedari tadi mengikuti Natasya hanya terdiam karna takut atasannya akan marah jika dokumen itu ada kesalahan. Natasya masuk kedalam ruangan itu diikuti Liana dibelakangnya membuat para pekerja disana terkejut saat melihat Natasya datang.
“ Bu Tasya? “
“ Bu Tasya, ada apa? “
“ Siapa yang membuat dokumen ini? “ tanya Natasya sambil mengangkat tangannya yang memegang map
“ S-saya Bu “ kata wanita yang diujung
Natasya yang melihat wanita itu pun langsung berjalan menghampirinya, wanita yang merasa didekati pun bergidik merinding, ia mendengar julukan Natasya sebagai iblis yang tersembunyi dibalik sikap dinginnya. Wanita itu hanya menunduk saat Natasya berdiri didepannya.
“ Kamu anak baru? “ tanya natasya dengan suara khasnya
“ I-iya Bu. saya anak baru,Nama saya Hira. Maaf Bu ada apa ya? Apakah ada masalah tentang dokumen yang saya kerjakan ini? Jika ada saya minta maaf atas kesalahan saya “ kata Hira yang masih menundukkan kepalanya.
“ di dokumen ini ada banyak sekali kesalahan dan aku minta kamu untuk memperbaikinya lagi “ kata natasya sambil menaruh dokumen di mejanya.
Karyawan yang melihat itu pun hanya terdiam, jarang sekali Bu Tasya akan turun bicara jika ada kesalahan dalam dokumen jika kesalahan itu tidak berat. Natasya yang merasa bahwa dirinya menjadi pusat perhatiannya pun langsung melirik tajam kearah karyawan yang sedang menatapnya. Semua yang ada disana spontan kembali ke tempatnya semula karna merasa bulu kunduk berdiri saat melihat tatapan tajam Natasya.
Setelah selesai dengan urusannya, natasya langsung pergi keluar ruangan tersebut dan kembali keruangannya. Menunggu sampai pukul 22.49 tapi karyawan itu masih belum mendatanginya, padahal ini sudah jam para pekerja untuk pulang. Natasya kembali mendatangi ruangan itu dan terlihat wanita di pojok ruangan dengan lampu yang masih menyala sedangkan lampu yang lain sudah mati karna sudah pada pulang.
Natasya menghampiri wanita itu yang sedang sibuk mengetik diatas laptop nya dengan mata yang terlihat mengantuk.
“ sudah? “ tanya Natasya yang membuat Hira terkejut
“ b-bu Tasya, maaf Bu sebentar lagi saya akan selesaikan. “ kata Hira samb mempercepat ketikannya
Natasya hanya terdiam dan mengambil kursi kemudian duduk disamping Hira, wanita yang disampingnya itu merasa tidak enak terhadap natasya, sementara natasya sendiri hanya terdiam melihat layar laptop itu.
__ADS_1
“ jangan gunakan kata seperti itu, gunakan saja kata yang agak Sedikit menarik. Tidak usah terlalu begini “ kata Natasya yang mengajarkan Hira
“ O-oh baik Bu “ jawab Hira sambil mengikuti saran Natasya.