
Kedua wanita yang mendengar itu langsung menoleh kearah gadis yang tengah duduk di sofa dengan tampang dinginnya. Salah satu dari mereka yang berambut pendek berjalan menghampiri Natasya lalu dengan kasar ia menggebrak meja dengan kencang.
Bruukkk!!
“ Maksud kamu ngomong gitu apa hah? Kamu ini hanya asisten Edward disini, jadi jangan banyak tingkah dan seolah-olah kamu diatas kami “ kata wanita itu dengan menatap Natasya dengan tajam, sedangkan gadis yang ditatap hanya memandang wanita itu dengan tatapan dingin seperti layaknya melihat mahluk kecil yang tidak ada apa-apa nya.
Wanita yang merasa dipandang dengan tatapan ejekan itu pun langsung menarik kerah baju putih milik Natasya hingga gadis itu berdiri menyamakan tingginya dengan wanita itu, “ Ngapain kamu ngelihatin aku kayak gitu? Kamu gak takut apa sama aku? Gak takut hidup mu bernasib buruk? “ kata wanita yang mengancam
Natasya yang hanya terdiam menatap wanita yang dihadapannya ini dengan dingin, sungguh rasanya ingin menghajar sesuatu yang ada didepannya namun ia sadar jika ia berada di kantor dan ia tidak boleh melakukan sesuatu dengan sesuka hati.
Wanita yang tidak mendapatkan respon apapun dari natasya pun merasa semakin marah lalu ia mengangkat tangannya kirinya yang masih terbebas untuk menampar gadis ini di depan Edward maupun tunangan barunya. Baru saja ingin mengangkat tangannya, Natasya sudah terlebih dahulu menodongkan pulpen kearah leher wanita itu.
__ADS_1
Jaraknya sangat dekat hingga wanita itu terkejut dan bertanya-tanya darimana gadis ini mengambil pulpen dan kenapa ia tidak mengetahuinya? Natasya yang melihat ekspresi terkejut + ketakutan pada wajah wanita itu pun merasa sedikit senang namun ia tidak menunjukkannya sedikit dan hanya ada ekspresi dingin yang terukir diwajahnya.
Karna ketakutan Wanita itu melepas cengkramannya lalu mundur beberapa langkah agar menjaga jarak dari pulpen yang terus ditodong kearahnya, “ A-Apa yang kau lakukan?! “ tanya wanita itu sembari berjalan mundur kebelakang, Natasya terdiam sejenak ditempat dengan memandang wanita itu dengan tatapan yang aneh
“ Pergi!! “
Satu kata keluar dari mulut Natasya yang membuat wanita itu memilih untuk pergi dari ruangan Edward sedangkan wanita yang berambut panjang juga ikut keluar dari ruangan Edward karna ia tidak ingin berurusan dengan gadis aneh ini.
Tak lama setelah menenangkan dirinya, Natasya kembali ke Sofanya lagi untuk melanjutkan kegiatan sebelumnya. Ruangan itu jadi terasa sangat sepi dan sunyi karna kedua orang yang ada disana tidak membuka suaranya untuk membuka pembicaraan dan menghilangkan keheningan diantara mereka, beberapa menit kemudian pintu ruangan terbuka dan terlihat seseorang masuk kedalam dengan pakaian yang rapih.
Ia adalah manajer Lion yang bekerja di bidang keuangan, Entah apa alasan ia datang keruangan CEO tanpa info terlebih dahulu. “ Permisi Tuan, maaf saya mengganggu. Apakah tuan ada waktu untuk berbicara sebentar? “ Tanya lion dengan sopan, lelaki yang diajak bicara hanya melirik sekilas lalu menarik kembali pandangannya beralih ke laptop nya.
__ADS_1
“ Ada perlu apa? “ kata Edward yang merespon Lion dengan nada dinginnya “ Begini tuan, saya ingin membicarakan sesuatu penting kepada anda. Bisakah ayah meminta waktunya sedikit? “ jawab Lion “ Nanti malam saja, sekarang saya sibuk “ kata Edward dengan nada yang tak acuh, namun lion hanya mengangguk paham dan berkata “ Baik tuan, terimakasih. Kalau begitu saya permisi dulu “
Edward pun mengangguk sebagai responnya dan membiarkan lelaki itu keluar dari ruangannya, setelah merasa lion sudah keluar, barulah Edward menatap gadis yang tampak sangat berbeda dari biasanya. Dia tidak mempedulikan sekitar dan menganggap dirinya hanya seorang diri didalam ruangan yang begitu gelap.
“ Apa yang terjadi? “ kata Edward yang membuka suaranya “ Terjadi apa maksudmu? “ tanya natasya yang tidak menoleh ataupun melirik sedikit ke arah Edward, lelaki yang merasa gadis didepannya ini sedang dalam suasana hati yang tidak baik pun mengurungkan niatnya untuk membicarakan sesuatu padanya dan mengakhiri pembicaraan mereka “ Tidak jadi “ kata Edward yang memalingkan wajahnya
Natasya yang terbingung pun melirik sedikit kearah Edward lalu menarik kembali pandangannya tanpa merespon apapun. Natasya merasa jika setelah bertemu dengan Yudha, entah kenapa dirinya seketika tidak bisa mengontrol emosinya dan moodnya. Berpikir bahwa mungkin ini efek bahwa ia belum sepenuhnya melupakan masa lalu mereka
Bagi gadis ini, memaafkan kesalahan bukan berarti dirinya akan lupa dengan kesalahan orang tersebut dan jika kita melupakan kesalahan orang maka belum tentu juga dirinya akan memaafkan mereka. Karna pada dasarnya Menyakiti seseorang itu memang mudah namun untuk mengobatinya kembali tidak bisa dengan hanya sepatah kata “ maaf “
Memang manusia diajarkan untuk saling memaafkan namun jika hati masih terasa sakit dengan apa yang sudah mereka perbuat kepadanya maka akan susah jika disuruh memilih antara melupakan ataupun memaafkan. Karena mereka tidak bisa melakukan untuk keduanya
__ADS_1