Aku Masih Menunggumu

Aku Masih Menunggumu
Kau ini benar-benar merepotkan ya!


__ADS_3

Natasya pun langsung mematikan telponnya dan kembali fokus kepada masakannya. Setelah beberapa saat, akhirnya selesai sudah apa yang ia kerjakan didapur.  Natasya pun langsung pergi ke kamar mandi untuk bersiap-siap, sekilas matanya terus berjaga kepada lelaki yang masih damai tertidur diatas ranjangnya.


 


Merasa semua akan baik-baik saja, Natasya langsung melangkah masuk kedalam kamar mandi. Gadis itu menghabiskan waktu 30 menit untuk membersihkan diri dan setelah selesai ia langsung pergi ke kamarnya dan duduk ditempat biasa ia kerja.


 


Mengirim sebuah link kepada Arya sesuai dengan perkataannya tadi. Setelah mengirim link tersebut, Telpon dari Arya pun muncul di layar hpnya. Membuat natasya langsung mengangkat telpon tersebut. “Nona, apa kau yakin akan melakukan meeting penting ini secara online?” Arya bertanya diatas keraguannya


 


Natasya mengangguk, “Ya, memangnya kenapa?”


 


“Maaf atas ketidaksopanan ku nona, tapi ini adalah meeting penting. Mereka juga sudah rela menghabiskan waktu dan uang untuk datang kesini. Tapi kenapa sekarang kita melakukan meeting penting ini secara online? Apa itu tidak akan membuat mereka sedikit kecewa?”


 


Natasya menggelengkan kepalanya, “Mereka pasti akan sedikit merasa kecewa karna tidak bisa bertemu secara langsung dengan tuan, tapi yang lebih membuat mereka kecewa adalah membatalkan rencana meeting ini.”


 


Arya terdiam dan membuat natasya melanjutkan kembali perkataannya. “Jika kau merasa tidak yakin dengan ini, maka tidak apa-apa. Biarkan aku saja yang mengurusnya” Arya dengan sontak menolak, “Tidak!! Aku aku akan menemani mu, nona. Maaf atas ketidakpercayaan ku terhadapmu”


 


“Tidak apa-apa” Natasya melihat jam yang melingkar ditangannya, sudah menunjukkan pukul 08.00 dan sudah masuk waktu meeting. “Sudah pukul 08.00 , kau bisa membawa mereka keruang meeting dan sambungkan link ini ke sana.”


 


“Baik nona. Tunggu sebentar, aku akan menyuruh orang untuk memanggil mereka dan aku akan menyiapkan semuanya diruang meeting.” Arya berkata sembari mematikan telponnya setelah menyelesaikan perkataannya


 


Natasya yang mendengar itu hanya menghela nafas dengan pelan, serta manik mata birunya yang secara sontak melirik kearah Edward yang tengah tidur diranjangnya. Lelaki itu masih belum sadar setelah mereka bertemu. Membuatnya merasa bingung akan membawanya ke RS terlebih dulu atau menangini masalah perusahaan.


 


Untuk saat ini Natasya hanya bisa menangani masalah diperusahaan Edward terlebih dahulu, karna untuk keadaan Edward, masih bisa dibawah penjagaannya. Walaupun sedikit khawatir dengan panasnya tetapi ia masih merasa yakin bahwa Edward hanya sakit biasa saja.

__ADS_1


 


1 jam berlangsung begitu cepat, Natasya menyelesaikan meeting penting itu dengan lancar. Ia berharap membuat klien tersebut mengerti, tak lupa Natasya juga meminta maaf atas ketidakhadiran atau ketidaksesuaian meeting ini dengan perjanjian sebelumnya.


 


Arya yang mendengar Natasya berhasil membuat meeting penting hari ini berjalan dengan lancar pun membuatnya merasa kagum terhadap gadis itu. Walaupun status sebagai sekretaris utama ataupun tangan kanan Edward, keahlian Arya masih jauh dibawah gadis itu.


 


Kemampuan seseorang ternyata memang tidak bisa dipandang dari umur.


 


“Nona, kau benar-benar sangat luar biasa!!” Arya berkata dalam telponnya dengan nada senang. “Tidak, aku disini hanya menyelesaikan masalah. Ini tidak seberapa, jika ada tuan pasti masalah seperti ini pasti akan selesai dengan cepat.” Natasya yang merendah


 


Arya menggelengkan kepalanya dengan cepat, “Tidak seberapa bagaimana? Jelas-jelas ini masalah cukup rumit untuk perusahan kita dimasa depan.”


 


Natasya yang baru saja ingin menjawab, seketika matanya langsung dibuat tertuju kepada Edward yang mulai tersadar secara perlahan. Seperti pergerakan jari serta kepala yang menggeleng pelan. “Eum...Arya maaf aku tutup dulu, aku ada urusan.” Natasya berkata sambil menutup telponnya. Tidak menunggu lelaki itu menjawab, dia sudah terlebih dahulu memutuskan telponnya.


 


 


“Dimana ini?” Edward bertanya dengan suara seraknya


 


Terlihat lelaki itu sedang melihat sekeliling untuk melihat dimana dia sekarang. Tubuhnya tidak memiliki tenaga sedikitpun hingga membuatnya hanya bisa melirik kearah Natasya yang sedang duduk ditepi ranjang.


 


“Kau ada di apartemenku. Apa kepalamu masih pusing?” Natasya menatap Edward yang sama sekali tidak menolehkan kepala padanya. Edward sedikit menggelengkan. ““Lalu bagaimana dengan tubuhmu? Apa ada yang sakit?” tanya Natasya lagi


 


Lagi-lagi Edward hanya menggelengkan kepalanya saja. Membuat Natasya dengan sontak menggaruk kepalanya karna terbingung dengan jawaban lelaki ini. “Aku akan bawa kamu Kerumah sa..”

__ADS_1


 


Perkataan natasya terpotong saat mendapati Edward yang sedang bersusah payah untuk bangun dari tidurnya. “Kau ingin duduk?” Natasya dengan tulus membantu menaruh bantal dibelakang punggung Edward, agar lelaki itu saat bersantai tidak terlalu sakit.


 


“Kau ingin makan?” Natasya menatap wajah suram Edward dan manik mata Edward hanya melirik sekilas kearah gadis itu lalu memalingkan kembali. Dia terus terdiam tanpa menjawab pertanyaan apapun yang terlontar dari mulut Natasya.


 


Natasya menghela nafas dengan pelan, kemudian Natasya hendak beranjak dari duduknya, “Aku akan kedapur sebentar, tunggulah disin..”


 


Perkataan Natasya terhenti kembali saat mendapati Edward yang sedang menahan tangan Natasya untuk tidak pergi. Tangan besar dan hangat ini sedang memegang tangan kecil Natasya yang terasa sedikit dingin karna cuaca. “Aku hanya ingin ke dapur sebentar” Natasya menatap Edward yang terlihat merenung sambil menahan tangannya


 


“Jangan pergi! Diamlah disini”


 


Natasya terpaku. Apa yang dimaksud olehnya? Kenapa dia tidak boleh pergi? Bukankah masih satu tempat? Natasya yang tidak bisa apa-apapun hanya bisa kembali duduk ditepi ranjang. “Aku ingin mengambil bubur hangat dulu untukmu, kau belum makan sejak malam. Kondisimu juga sudah tidak baik, nanti setelah makan aku akan membawa..”


 


Natasya terkejut saat melihat Edward meletakan kepalanya dipangkuannya. “Hey apa yang kau lakukan?!” Natasya yang merasa tidak nyaman pun hendak menyingkirkan kepala Edward dari pangkuannya namun saat tangan Natasya ingin menyentuh kepala Edward, ia sudah terlebih dulu menahan tangannya.


 


“Biarkan aku seperti ini untuk beberapa menit.” Edward berkata sambil memandang datar Natasya dari bawah


 


Natasya menghela nafas, “Kau ini benar-benar merepotkan ya!”


 


Edward yang mendengar itu pun langsung membalikan tubuhnya, menjadi miring. Tertawa kecil namun masih didengar oleh Natasya walaupun itu samar. “Apa yang kau tertawakan, hah? Kau pikir ada yang lucu?” Natasya bertanya dengan nada kesal


 

__ADS_1


“Jika menurutmu aku merepotkan, lalu kenapa kau masih merawatku? Bahkan kau juga memasakanku bubur” ledek Edward sambil menatap natasya.


__ADS_2