Aku Masih Menunggumu

Aku Masih Menunggumu
Menganggap yang ada menjadi tidak ada..


__ADS_3

Nafas terjatuh dalam pangkuan Edward, sungguh baginya ini adalah hal yang paling sial. Sudah selama 8 tahun ia menjaga diri untuk tidak terlalu berhubungan dengan lelaki tetapi pada akhirnya ia menghancurkannya. Sadar karna ini perbuatan tidak pantas, Natasya pun mencoba bangun dari sana untuk menjaga jarak antara mereka


Namun sebelum natasya bertindak, lelaki itu terlebih dahulu membuka suaranya hingga membuat Natasya memandangnya dengan jarak yang dekat.


“ Diamlah disini dulu “ kata Edward dengan suara seraknya


Natasya yang tidak mempedulikan itu, hanya bangun dari pangkuan lelaki itu dan akhirnya ia berhasil menjaga jarak antara mereka namun tidak sampai situ saja. Edward menarik tangannya lagi hingga ia terjatuh untuk kedua kalinya, kini gadis itu bukan terjatuh di pangkuan lagi tetapi jatuh di kursi yang kosong.


Sungguh ia merasa heran dengan lelaki yang ada disebelahnya ini, kenapa ia hobi sekali menarik tangannya? Apa dia menganggapnya sebagai boneka? Natasya yang merasa kesal pun menatap Edward dengan tatapan tajam dan hanya di balas dengan dingin oleh lelaki itu.


“ Kau ini kenapa si? Apa kau tidak tau, perbuatan tadi itu bisa menghancurkan nama baikmu dan aku sekaligus pertunanganmu! “ kata natasya yang menoleh ke Edward yang kini sedang memejamkan matanya


“ huh...aku tau itu “ jawab singkat Edward dengan menghela nafas


“ kau ini “ gumam Natasya yang pasrah sembari menyadarkan tubuhnya


Edward dan Natasya terdiam sejenak, karna mereka sama-sama tidak memiliki topik pembicaraan. Sungguh merasa sangat membosankan jika mereka dipertemukan hanya berdua apalagi tidak ada yang ingin bicara terlebih dahulu.


Tak lama kemudian, Natasya membuka suaranya untuk menghilangkan keheningan diantara mereka sekaligus menghilangkan kecanggungan.


“ Bertunangan lagi? “ tanya Natasya yang acuh tak acuh


“ Seperti yang kau lihat tadi pagi “ jawab Edward yang menanggapi


“ Sepertinya menjadi seorang CEO kaya itu tidak bisa hidup seperti orang pada umumnya ya “ kata natasya tanpa menoleh ataupun melirik kearah lelaki yang ada disampingnya ini


“ Kenapa kau bisa bicara begitu? Memangnya kau tau hidup seperti orang pada umumnya itu seperti apa? “ tanya Edward yang menatap gadis disebelahnya ini


“ Entahlah, aku tidak tahu. Tetapi yang aku tahu, orang pada umumnya Itu diusia muda mereka akan bersenang-senang dengan teman ataupun cinta mereka dan Mereka akan fokus dengan pekerjaan jika sudah menikah nanti “ jawab Natasya


“ Iyakah? Apa kau sudah pernah mengalami itu? “ tanya Edward lagi


“ Pernah....kenapa kau menanyakan hal itu? Apa kau sendiri tidak pernah merasakannya? “ kata natasya yang terheran

__ADS_1


“ hm..pernah walaupun itu sudah lama tetapi rasanya seperti tidak pernah terjadi “ jawab Edward sembari menatap langit biru


“ Menganggap yang ada menjadi tidak ada? Kau ini memang aneh ya “ ujar Natasya sembari melipat tangan didadanya


“ Ya memang aneh, tapi aku sudah terbiasa dengan hal yang seperti itu “ kata Edward yang membuat Natasya menoleh kearah nya dengan tatapan kebingungan


“ apa maksudmu? “ tanya Natasya


“ Singkatnya seperti ini saja, aku sudah lama bertunangan dengan banyak orang tetapi aku selalu menganggap jika aku tidak pernah melakukan itu sedikitpun “ jawab Edward dengan tangan yang sibuk mengelus kepala burung


“ Kau ini seperti belum siap akan cinta atau memang hatimu belum ada pendamping? “ Kata Natasya yang mengerti


“ Aku belum siap sekaligus aku memang tidak memiliki pendamping karna aku terlalu sibuk dengan perusahaan jadi tidak sempat memikirkan itu semua “ jawab Edward


“ lalu kenapa kau selalu menerima tunangan orang lain jika kau sendiri tidak siap dengan hal itu? “ tanya Natasya


“ Ck..kau ini banyak tanya ya “ cibir Edward sembari mengacak-acak rambut natasya


Natasya yang merasakan itu langsung menjauhkan tangan lelaki itu dan merapihkan kembali rambut yang kini berantakan karena lelaki yang kini ada di sebelahnya.


“ Baik-baik, maafkan aku “ kata Edward sembari menatap gadis yang ada disebelahnya ini berdecih kesal


“ Soal pertanyaanmu tadi karna aku tidak ingin keluargaku dalam masalah karna permasalahan perTunangan saja “ kata Edward lagi yang kembali ke topik sebelumnya.


“ mengutamakan keluarga memang boleh tetapi kau juga tidak bisa memperlakukan dirimu seperti itu kepada orang lain. “ respon Natasya


“ Maksud mu? “ tanya Edward yang tidak mengerti


“ Kau menerima semua pertunangan sepihak demi keluargamu tetapi kau sendiri tidak memikirkan apa pengaruhnya jika pihak lain berharap jika kau akan serius dengannya. Pernikahan itu bukanlah hal yang bisa di sempelekan jadi jika kau tidak siap maka terus terang saja dengan siapapun itu “ jelas Natasya


“ Huh...terus terang juga tidak akan bisa “ jawab Edward yang menghela nafasnya lagi


“ Tidak bisa? Kenapa? Bukankah seharusnya orang akan mengerti jika kau berterus terang dengan perasaanmu? “ tanya Natasya yang terheran dengan dunia percintaan dalam bisnis

__ADS_1


“ Huh...kau ini terlihat seperti tidak pernah mengalami itu semua ya “ cibir Edward


“ Jika kau tidak ingin menjelaskan maka tidak masalah, aku juga tidak mempermasalahkan itu “ balas Natasya


Edward yang melihat Natasya bergerutu tidak jelas merasa bahwa itu seperti anak kecil, mencubit pipi mulus Natasya dengan tangan kanannya sedangkan gadis yang merasakan itu langsung tertegun dan menepis tangan Edward untuk kedua kalinya.


“ Bisakah kau tidak gampang untuk menyentuhku? “ geram natasya


“ Bisa, nona Tasya “ cibir Edward


Natasya yang mulai merasa jengkel dengan sikap Edward pun langsung beranjak bangun dari duduknya tetapi dihentikan kembali oleh lelaki yang ada disebelahnya ini...


“ Baiklah aku minta maaf, kau ini kenapa begitu sensitif jika ada seseorang yang menyentuhmu? “ kata Edward


“ Karna aku tidak suka disentuh oleh siapapun “ tekan Natasya


“ Tidak suka ? atau karna kau sedang menjaga hati seseorang? “ cibir Edward


“ menjaga hati seseorang? Untuk apa? Buang-buang waktu saja “ kata natasya yang tak acuh


“ buang-buang waktu? Kenapa kau bisa berpikiran begitu? “ tanya Edward


“ Karna aku tidak suka dengan hal yang seperti itu “ jawab Natasya yang mengakhiri pembicaraan


Natasya terdiam sejenak sembari melihat kearah jam tangannya, terlihat sudah pukul 10.49 gadis itu sampai terkejut jika ia bisa selama itu bersama dengan Edward. Mencoba mengajaknya kembali ke ruangannya untuk memeriksa beberapa data nantinya


“ Kau masih ingin disini atau kembali ke ruanganmu? “ tanya Natasya sambil menoleh kearah Edward


“ Kembali saja, sudah terlalu lama kita disini “ jawab Edward sembari beranjak dari duduknya secara perlahan


Natasya melihat Edward yang sudah bisa berdiri dengan tegak pun berpikir bahwa ia tidak perlu membantunya lagi, namun ia terpaku saat melihat wajah Edward yang seperti menahan rasa sakit..


“ Kenapa? Apa masih sakit? “ tanya Natasya menatap kaki Edward

__ADS_1


“ Tidak sakit kok, sudah ayo kembali ke ruangan “ jawab Edward yang mengalihkan


Natasya hanya mengangguk paham dan mempersilahkan lelaki itu berjalan duluan sedangkan dirinya berjalan dibelakang. Mereka berdua pergi berlalu dari taman tanpa menyadari bahwa ada sepasang mata yang sedari tadi memperhatikan mereka.


__ADS_2