
Natasya terkejut saat melihat seekor anak burung berada di tangan lelaki itu, sedangkan Edward yang menyadari kedatangan natasya hanya melirik sekilas lalu menarik kembali pandangannya ke arah burung itu. Mengelus kepala kecilnya dengan jari telunjuknya, Natasya yang memperhatikan luka di siku Edward pun menyuruh lelaki itu untuk mengobatinya.
“ Apa luka di siku tanganmu tidak sakit? “ Tanya Natasya yang menatap luka itu
Edward yang mendengar pertanyaan itu langsung mengecek bagian sikut tangan kanannya dan benar saja, baju lengannya sobek dan siku nya terluka, mlengeluarkan darah segar namun wajah yang di tunjukkan Edward hanyalah wajah dingin seperti seseorang yang tak peduli dengan luka.
“ Luka sekecil ini tidak ada rasanya jadi untuk apa terlalu mempedulikannya? “ kata Edward yang tak acuh
Natasya terdiam lalu beranjak pergi meninggalkan Edward yang masih tengah duduk di bawah pohon dengan kaki yang diluruskan, gadis itu pergi kedalam selama beberapa menit lalu kembali lagi ke taman dengan membawa kotak P3K di tangannya. Edward yang melihat itu hanya terdiam saat natasya berjalan menghampirinya dengan tatapan dingin
“ untuk apa kau membawa itu? Bukankah aku sudah bilang kalau ini tidak sakit “ kata Edward dengan nada dingin
Natasya lagi-lagi hanya terdiam, lalu duduk di samping lelaki itu dan perlahan mencoba mengangkat lengan Edward. Lelaki yang menerima pergerakan itu hanya tanpa sadar sedikit merintih kesakitan, Natasya melirik sekilas lalu kembali fokus kepada lengan itu.
“ kau ini mendengarku tidak? Lepaskan! “ kata Edward sembari menarik tangannya dengan kasar hingga terpantuk oleh batang pohon besar yang berada di belakangnya.
Merintih kesakitan karna siku yang sudah terasa perih ditambah dengan benturan kasar yang berasal dari pohon, sungguh Edward merasa dirinya begitu sial. Natasya yang melihat lelaki itu kesakitan pun kembali menarik tangannya secara perlahan
“ Sakitkan? Makanya kalau mau di obati itu diam! “ kata natasya dengan suara dingin
__ADS_1
“ Tidak perlu, biarkan saja luka itu “ jawab Edward
“ Jika dibiarkan maka akan infeksi nanti “ balas Natasya yang perlahan mulai mengobati luka itu
“ Eughh... “ rintih Edward yang membuat gadis itu spontan menghentikan aksinya
“ Tenanglah sebentar, aku akan pelan-pelan “ kata natasya yang sedang fokus dengan luka itu
Edward terdiam mengikuti perkataan Natasya, menunggu gadis ini selesai mengobati lengannya baru ia akan pergi. Tak lama kemudian, Natasya pun selesai mengobati lengan Edward, merapikan kembali barang-barang kedalam kotak sedangkan Edward mencoba berdiri untuk pergi dari sana.
Sayangnya saat terjatuh tadi kaki Edward tergelincir hingga ia tidak bisa berdiri dengan tegak, Natasya yang melihat lelaki itu memaksakan kakinya untuk berdiri pun langsung ikut berdiri lalu membantu lelaki itu dengan cara menampah nya.
Natasya yang membantu menampah Edward dengan tangan kiri lelaki itu mengalung dibelakang lehernya dan tangan kirinya sibuk memegang burung kecil itu sedangkan Natasya tangan kanan menahan tubuh besar Edward dan tangan kirinya memegang kotak P3K.
Karna susah untuk berjalan, Natasya hanya bisa menampah tubuh Edward hingga kursi taman utama saja. Tak ada pilihan lain, Edward pun duduk disana dengan meluruskan kakinya sedangkan Natasya berdiri memandang lelaki itu dengan tatapan dingin. Edward yang merasa di lihat dengan tatapan itu pun langsung membalasnya dengan tatapan yang tak kalah dingin.
“ Kau ini memiliki dendam terhadapku ya? “ tanya Edward yang menatap gadis yang tengah berdiri dihadapannya ini
“ tidak, untuk apa aku memiliki dendam terhadapmu “ jawab Natasya yang memutarkan bola matanya
__ADS_1
“ lalu kenapa melihatku dengan tatapanmu itu? Aneh sekali! “ kata Edward
“ Jangan kepedean deh, aku tidak melihatmu tapi aku melihat burung yang ada di tanganmu itu “ jawab Natasya sambil menunjuk kearah burung kecil itu
Edward yang mendengar jawaban itu langsung menoleh kearah burung itu lalu memiringkan kepalanya, menatap burung itu dengan aneh hingga gadis yang ada didepannya ini menatapnya dengan bingung.
“ Kau sendiri kenapa melihat burung itu seperti itu? Apa kau tidak pernah melihat burung sebelumnya? “ kata natasya
“ Pernah, namun itu saat aku bersama orang lain bukan saat aku sendiri “ jawab Edward tanpa menoleh kearah Natasya
“ jika kau sudah pernah melihatnya lalu kenapa kau bertingkah seperti itu? Bukankah kau seharusnya tidak seperti ini “ kata Natasya lagi
Edward yang melihat Natasya mulai banyak bicara dengannya pun menghela nafas lalu menyuruhnya duduk disebelahnya.
“ duduklah dulu, apa kau tidak lelah berdiri terus daritadi? “ kata Edward sembari menatap Natasya
“ Tidak perlu, aku tidak lelah “ jawab Natasya yang memaling wajahnya
Edward yang menerima penolakan itu langsung menarik tangan gadis itu hingga Natasya terlonjat kaget serta terjatuh kedalam pangkuan Edward. Lelaki yang sudah tau itu akan jadi akhirnya pun mengangkat tangan yang sedang memegang burung kecil itu agar tidak tertimpa saat Natasya terjatuh.
__ADS_1
Sial, apa yang dilakukannya lagi?...