
Hari telah berganti, pagi ini Edward bangun lebih awal karna ada beberapa berkas kontrak yang harus ia tanda tangani pagi ini serta meeting di pukul 09.00 bersama Arya. Pertama, Edward berjalan kekamar mandi untuk membersihkan tubuhnya serta bersiap-siap setelah selesai dari itu. Beberapa menit kemudian, Edward pun selesai bersiap dan dirinya berjalan keluar dari kamar untuk turun kelantai bawah
Disana terlihat ada orang tuanya sedang asik berbincang diruang tamu, ayah yang menyadari kedatangan Edward ditangga pun membuat dirinya menoleh kearah lelaki itu lalu tersenyum “Pagi Edward” sapa ayah yang membuat bunda ikut menoleh kearah Edward yang tengah berjalan menghampiri mereka
“Pagi juga ayah, bunda”
Edward berdiri tepat dihadapan orang tuanya dengan suasana hati yang cukup baik, bunda yang melihat Edward sudah agak membaik pun membuat dirinya merasa tenang serta membuat berkata “Kau sudah rapih sekali pagi ini, apa kau akan pergi ke kantor lebih awal?” bunda menatap Edward dari atas hingga bawah
Style pakaiannya sudah rapih dan menandakan bahwa putranya ini akan segera pergi ke kantor. “Ya, ada beberapa berkas yang harus aku tangani pagi ini jadi aku harus datang lebih awal” jawab Edward sambil mengancingi kancing lengannya. “Harus pagi ini kah? Bunda baru saja ingin mengajak kamu makan bersama” kata bunda dengan nada kecewanya
Edward yang melihat itu pun hanya terdiam serta merasa aneh dalam hatinya jadi ia memutuskan untuk sarapan terlebih dulu dirumahnya. “Baiklah, aku akan makan dulu disini. Soal berkas mungkin bisa ditunda beberapa menit” kata Edward sambil melihat jam tangan
__ADS_1
Bunda yang mendengar perkataan Edward pun merasa senang karna putranya ingin makan bersama dengannya jadi ia dengan semangat mengajak ayah dan Edward untuk pergi keruang makan. “Yaudah kalau begitu, ayo kita makan dulu” kata bunda dengan senyuman diwajahnya, bunda juga menarik tangan 2 lelaki itu hingga membuat dirinya berada diantara anak dan suaminya.
“Aduhh sayang, pelan-pelan donk. Semangat sekali kayaknya kamu” kata ayah yang terkejut dengan tarikan bunda “hehehe iya sayang, aku seneng soalnya Edward mau makan bareng lagi sama kita” jawab bunda sambil menoleh kebelakang, tepat ayahnya berdiri
Edward yang melihat kebahagiaan bundanya hanya terdiam tanpa mengukirkan senyuman sedikitpun di wajahnya, terlihat seperti ia sudah tidak merasa aneh lagi dengan kedekatan ayah dan bundanya.
Selang beberapa menit, akhirnya mereka selesai sarapan bersama dan berjalan bersama menuju ruang tamu karna Edward akan segera berangkat setelah ini. “Edward apa kau akan pulang telat lagi malam ini?” tanya bunda saat mereka berdiri tepat di pintu keluar. Edward yang mendengar perkataan bunda pun merasa heran
Karna dirinya selalu pulang lebih awal karna jadwalnya lebih sedikit dari lain tetapi kenapa bundanya mengatakan bahwa dirinya akan pulang telat karena pekerjaannya? Berpikir sejenak untuk mengingat kembali kejadian lalu dan akhirnya lelaki itu mengingat bahwa akhir-akhir ini dia sering keluar malam dan selalu kepergok dengan ayahnya
Setelah sudah berpamitan dengan kedua orangtuanya, Edward berbalik badan untuk berjalan keluar. Namun saat ia baru melangkah, ia sudah dihentikan oleh kedatangan Tante Lucia serta Melisa didepan rumahnya dengan pakaian yang rapih. “Halo, selamat pagi Edward” sapa Tante Lucia sambil tersenyum.
__ADS_1
Edward yang melihat itu pun langsung mengerut keningnya dan menatap dingin kedua wanita di depannya ini namun ia tetap menjawab dengan anggukan sebagai tanda responnya. “Pagi juga Lucia, ada apa kamu datang kemari pagi-pagi sekali?” kata bunda yang menyambung “Ah...begini say, aku pengen minta tolong ke Edward untuk kasih beberapa waktu lagi buat Melisa” jawab Tante Lucia yang masih tersenyum diwajahnya
“Minta beberapa waktu lagi? Bukankah seharusnya waktu pertunangan hanya berlaku 3 hari saja ya? Ini kan sudah menjadi kesepakatan kita dari awal” ujar bunda yang terheran dengan maksud Tante Lucia “Ya memang ini kesepakatan kita, aku aku merasa sedikit keberatan jika pertunangan ini dibatalkan tanpa adanya pendekatan antara mereka” sahut Tante Lucia Yang menatap bunda dengan tatapan yang berharap
“Pendekatan gimana ya maksud kamu?” tanya bunda yang tidak mengerti, Edward disana hanya terdiam mendengar kedua wanita tengah berbicara tentang pertunangan sepihak ini. “Begini say, aku ingin Edward dan Melisa menjalani kesepakatan kita berdua saat dua hari yang lalu” jawab Tante Lucia yang masih membahas kejadian dulu
“Tapi kan Edward tidak setuju dengan itu, jadi aku juga tidak bisa memaksanya” kata bunda yang merasa sedikit tidak yakin dengan kesepakatan itu. “Anak muda zaman sekarang memang awalnya menolak tetapi kalau sudah terbiasa pasti akan saling menerima kan” sahut Tante Lucia yang tidak ingin menghentikan tujuannya
Edward yang merasa jengkel dengan perkataan Tante Lucia, membuat dirinya membuka suara untuk menghentikan perdebatan itu “Keputusan itu ditanganku atau ditangan Tante? Yang ingin Bertunangan itu aku atau Tante?” kata Edward dengan menatap dingin kearah Tante Lucia
Tante Lucia yang ditatap pun terdiam serta tubuhnya yang sedikit bergidik ngeri karna tatapan lelaki yang tengah berdiri dihadapannya. Suasana disana menjadi hening seketika setelah Edward menyelesaikan perkataannya, tidak ada seorangpun yang membuka suaranya lagi. Tak lama, suara mobil sport mewah berwarna putih berhenti di taman terdengar di heningnya suasana
__ADS_1
Semua orang yang ada disana pun menoleh ke arah mobil tersebut saat melihat ada seseorang yang turun dari mobil itu dengan tampilan yang rapi serta aura yang tidak asing lagi.
‘Sial...kenapa dia ada disini?’