Aku Masih Menunggumu

Aku Masih Menunggumu
Pasangan kerja yang menyembunyikan identitas dirinya


__ADS_3

Tidak menjawab ataupun merespon pertanyaan James, Edward pun langsung pergi dari sana bersama Natasya yang ada di pelukannya ini. Tidak peduli seberapa banyak mata yang kini memandangnya dengan tatapan kebingungan, yang kini ia pedulikan adalah membawa gadis ini pergi dari tempat itu.


Sesampainya di parkiran mobil, Edward pun langsung menghentikan langkahnya tepat di samping mobil lalu menatap gadis itu dengan dingin. Melihat penampilan Natasya yang sedikit berantakan dibagian rambut dan wajahnya.


Terlihat Natasya hanya menunduk diam tanpa memberanikan diri untuk mengangkat kepalanya. Edward yang merasa sedikit jengkel pun langsung menghela nafasnya dengan kasar, lalu tangannya perlahan terangkat dan merapihkan kembali rambut Natasya.


Hal itu malah membuat gadis didepannya ini terkejut serta dengan sontak mengangkat kepalanya untuk menatap Edward yang tengah berekspresi dingin dihadapannya ini.


Edward terdiam sejenak saat mendapati Natasya yang kini sedang menatap kearahnya dengan mata yang sedikit terheran. “Akhirnya kau melihatku juga!” Edward tersenyum kecil


“K-kau tidak marah denganku?” Natasya bertanya dengan nada pelan


Edward menggeleng, “Marah? Untuk apa aku marah kepadamu? Justru aku marah dengan diriku sendiri karna sudah membuatmu seperti ini”


“T-tidak, kau tidak salah! Aku yang salah, karna telah merusak urusanmu disana” Natasya mengakui kesalahannya sambil menundukkan kepalanya.


Edward menghela nafas, “Kau tidak perlu merasa bersalah, lagipula ini bukan salahmu kan”


“B-bagaimana kau tau itu?” Tanya Natasya dengan nada yang sedikit terkejut


Edward terkekeh kecil, “Tentu saja tau, terlebih lagi kau tidak mengenal tempat ini. Jadi sangat tidak mungkin jika kau membuat masalah disini.”


“Mengenal atau tidak, kenapa kau menyimpulkan seperti itu? Semua orang disana berkata bahwa aku penyebab masalah! Tapi kenapa kau malah berkata tidak mungkin? Kenapa kau tidak menyalahkan ku?”


“Karna aku percaya padamu! Aku percaya, kalau kau tidak akan pernah melakukan itu duluan” jawab singkat Edward yang membuat Natasya terdiam serta menjatuhkan kepalanya ke atas bahu Edward. “Kenapa? Kenapa kau percaya dengan seorang wanita sepertiku?” tanya Natasya tanpa mengangkat kepalanya kembali dari bahu Edward


“Kenapa? Bukankah seharusnya sudah jelas! Aku percaya padamu, dan untuk apa aku mencurigai mu?” Edward melirikkan matanya, melihat kepala Natasya tengah berada di bahunya

__ADS_1


Natasya terdiam tanpa menjawab apapun, ia tidak tahu kenapa dirinya menjadi seperti ini setelah mereka bertemu. Bahkan emosi yang biasanya ia bisa kendalikan, kini seperti berantakan tak karuan. Bahkan dirinya saja tidak bisa ia kontrol sekarang.


Dilain sisi, Edward yang melihat Natasya masih terdiam pun langsung teringat dengan bekas kemerahan di pergelangan tangannya. Edward pun mengangkat salah satu yang nya lalu melihat bekas kemerahan itu dengan jelas.


“Siapa yang melakukannya?” Edward bertanya dengan nada dinginnya


Natasya yang menyadari itu pun langsung menjauhkan wajahnya dari bahu Edward, serta menarik tangannya dari genggaman tangan Edward. Menutupi bekas kemerahan itu dengan tangan satunya lalu menatap Edward. “Tidak apa, ini hanya luka biasa”


“Luka biasa? Lalu kenapa bisa Semerah ini? Bahkan ini lebih merah dari sebelumnya.” Edward berkata sambil mengambil kembali tangan Natasya dengan lembut


Natasya menggeleng, “Tidak apa-apa Edward, kau tidak perlu memikirkan hal ini”


Mendengar hal itu, Edward pun terdiam sambil menatap wajah Natasya yang sedikit kotor karna perkelahian tadi. Hal itu juga membuat Edward langsung mengelus pipi Natasya dengan lembut, “Wajahmu juga sedikit kotor, apa kau kalah saat perkelahian tadi?”


Natasya menggeleng, “Tidak, hanya terjatuh saja.”


“Ceroboh sekali!” cibir Edward yang masih mengelus pipi Natasya


“Bukankah kau yang menyuruhku untuk masuk ke dalam aula utama ya? Dan kenapa kau sendirian? Dimana ke3 pelayan yang sebelumnya aku perintahkan mereka untuk menemanimu?” Edward bertanya dengan rasa penasaran


“Mereka pergi saat aku masih di dalam”


Edward terkejut serta marah saat mengetahui hal itu, “Pergi?! Bukankah aku sudah menyuruh Mereka? Kenapa mereka malah tidak melakukannya dengan baik? Apa keluarga WU itu benar-benar selalu memandang orang lain dengan tatapan tidak penting?!”


“Hey, berhentilah bicara! Aku belum selesai bicara” Natasya menutup mulut Edward dengan salah satu tangannya “Mereka memang meninggalkanku, karna ada perintah dari atasannya untuk mengurus beberapa tamu dan saat itu juga aku mengizinkan mereka. Karna menurutku, mereka akan dimarahi oleh atasannya jika berlama-lama menungguku disana”


“Mereka tidak sengaja meninggalkan ku, tetapi mereka terpaksa tidak melakukan apa yang kau suruh karna kewajiban mereka.” Natasya terdiam saat melihat Edward yang tengah fokus mendengarkannya bicara.

__ADS_1


“Aku paham, kau marah karna mereka meninggalkanku. Tapi mau bagaimana lagi jika urusannya dengan pekerjaan. Sekarang ini, mencari kerja saja sudah susah, apalagi mempertahan posisi” Natasya mencoba menjelaskan semua nya kepada Edward agar tidak terjadi kesalahpahaman


Edward menyipitkan matanya, “Kau seperti sedang membela mereka”


“Tentu saja tidak! Untuk apa aku membela mereka. Disini aku hanya menjelaskan padamu, agar tidak salah paham” Natasya membenarkan


Mendengar hal itu, Edward pun memalingkan wajah dengan malas, “Lalu jika bukan membela, lalu apa?”


Natasya yang melihat perilaku Edward seperti anak kecil pun langsung mengelus kepala lelaki itu dengan lembut, lalu berkata “Apa kau tadi mabuk?”


“Tidak!”


“Lalu kenapa tingkahmu seperti ini? Apa kau benar-benar tuan Edward yang dikenal dingin oleh dunia?” Natasya bertanya yang membuat Edward menatapnya dengan tatapan tajam, namun tidak berbeda.


“Bahkan disaat aku seperti ini, kau malah mengejekku. Dasar tidak diri!”


Natasya terpaku, “Tidak tau diri, apa maksudmu?”


“Tidak ada” Edward kembali membuang wajahnya kesamping seperti layaknya anak kecil yang sedang ngambek.


Natasya yang melihat Edward seperti ini pun sedikit membuat senyuman kecil terukir diwajahnya, perilaku Edward ini mengingat Natasya pada saudaranya ini. Bahkan diposisi mereka yang sekarang, adalah posisi nya dengan kakaknya dulu.


“Edward!!”


Suara teriakan Lelaki ditengah malam ini membuat senyuman kecil Natasya menghilangkan dengan cepat serta melirik datar kearah lelaki yang tengah berjalan sendirian sambil meneriaki nama Edward. Sedangkan Edward yang sebelumnya bersikap seperti anak kecil pun langsung merubah ekspresi wajahnya menjadi dingin.


Serta merapihkan kembali pakaiannya yang sedikit berantakan.

__ADS_1


Benar-benar pasangan kerja yang bisa menyembunyikan diri aslinya dengan sikap dingin dan akan kembali ke dirinya yang asli jika hanya mereka berdua saja.


-Apa orang tidak boleh tau tentang mereka? Huh... identitas Natasya saja belum cukup diketahui, apa lagi identitas Edward yang entah asal usulnya dari mana-


__ADS_2