Aku Masih Menunggumu

Aku Masih Menunggumu
Kau ini sedang mencari siapa?


__ADS_3

Natasya yang tidak tega pun secara perlahan membuka pintu ruang WC itu sedikit, dan mengintip dari dalam untuk melihat siapa wanita yang tengah menangis ini. Terlihat, ada seorang wanita yang sedang berdiri didepan wastafel sambil menatap dirinya di cermin.


Wanita sangat kacau penampilannya, bahkan tangisanhya masih tersedu-sedu. Natasya dari dalam pun membuka pintu ruang WC itu dengan lebar, kakinya juga berjalan menghampiri wanita itu. Manik mata Natasya terus menatap pantulan bayangan dirinya serta wanita itu di cermin, ia ingin tau siapa wanita ini.


Saat didekatnya, Natasya mengangkat tangannya lalu meletakkannya di atas bahu wanita itu. “Permisi, maaf mengganggu. Apa kau memiliki masalah?” Wanita yang mendengar perkataan Natasya pun langsung mengangkat kepalanya lalu dengan cepat tangannya juga menepis tangan Natasya dengan kasar


“Pergi!!”


Natasya yang terkejut dengan reaksi itu pun sedikit terpaku, namun yang lebih mengagetkannya lagi adalah wanita ini. Wanita itu adalah seseorang yang ia kenal dan dia kini mantan tunangan Edward, angel. Tapi bagaimana wanita ini bisa seperti ini? Apa yang terjadi?


Disisi lain wanita itu juga terkejut melihat berdirinya natasya disana, namun reaksi terkejutnya langsung berganti menjadi emosi yang meluap. Angel memojokkan Natasya Kedinding dengan tangan yang berada di leher Natasya. Apa dia sedang mencekiknya?


“A-angel, A-apa y-yang kau lakukan?!”


Natasya berusaha mendorong tubuh angel, agar bisa membebaskan dirinya. Namun kekuatan wanita ini lebih besar darinya, kondisinya juga angel dalam mabuk, pasti seluruh tenaganya disalurkan ke tangannya semua.


“A-angel, A-Apa yang kau lakukan? L-lepaskan aku!”


Tidak bisa! Ini terlalu kuat. Tapi kenapa tidak bisa? Natasya dari dulu bisa mengalahkan banyak lelaki jahat padanya. Dan bahkan dulu dirinya bisa bertahan dalam pengeroyokan tengah malam itu, tapi kenapa dengan seorang wanita, dia tidak bisa melakukan hal yang sama dengan yang dulu?! Bukankah ini sama saja ia menyerahkan nyawanya sendiri?


Natasya yang merasa kesulitan bernafas pun langsung memegang tangan angel yang tengah mencekik lehernya dengan kencang. Natasya merasa, tangan angel begitu gemetaran serta kebencian dimatanya semakin besar. Apa karna emosi, dirinya menjadi korban?


“A-ada a-apa d-denganmu? K-kenapa K-Kau seperti ini?” Natasya terus mencoba menjauhkan tangan angel dari lehernya, tapi tidak bisa.


Angel yang mendengar pertanyaan Natasya pun seketika tertawa aneh, “Ada apa denganku? Kenapa aku seperti ini? Memangnya menurutmu, aku seperti ini karna siapa?!!”


“J-jika kau tidak berkata, memang aku akan mengetahui itu?”

__ADS_1


“Pembohong!! Kau pikir, aku tidak mengetahuinya. Kau sengajakan mendekatinya, agar perasaannya semakin tidak peduli padaku!! Kau senang kan melihat hubungan ku dengannya hancur!!”


“Eghh...A-apa m-maksudmu? Aku saja tidak tau apapun tentangmu”


“Berhenti berpura-pura tidak tau!!”


Natasya yang sedikit kesal dengan angel pun langsung mencengkram kerah baju angel, lalu menariknya hingga wajah angel berdekatan dengan wajahnya. Terlihat wajah angel begitu memerah akibat mabuk, sedangkan Natasya hanya berekspresi dingin serta tatapan tajam yang kini kesabarannya sedang di uji oleh wanita ini.


“Berpura-pura seperti apa?! Kau pikir aku berbohong padamu? Aku saja tidak tau, apa alasanmu menangis. Disini aku hanya ingin bertanya, ada apa denganmu? Tapi kenapa kau malah seperti?”


Setelah itu, natasya pun mendorong tubuh angel hingga terhuyung kebelakang. Natasya benar-benar marah saja saat itu, ia tidak tau kenapa dirinya selalu jadi pusat permasalahan yang tidak tau apa sebabnya.


Disisi lain, angel masih terus menatap natasya dengan tatapan tajam. Nafas yang memburu. Serta wajah yang memerah. Apa wanita ini marah karna ia mendorongnya tadi?


“Kenapa kau melihatku dengan tatapan bodohmu itu? Kau pikir aku akan takut denganmu?” Natasya menantang


Angel tidak menjawab, ia hanya terus menatap natasya dengan tatapan tajam seperti layaknya orang dewasa yang sedang menakuti anak kecil. Tetapi Natasya bukanlah anak kecil yang takut dengan itu, jadi tatapan tajam saja tidak akan membuatnya merinding.


Setelah menyelesaikan perkataannya itu, Natasya pun berjalan pergi meninggalkan angel yang masih terdiam di tempat. Ia tidak peduli, wanita itu akan berbuat apa. Dirinya sudah tidak peduli lagi. Benar-benar aneh, padahal dirinya sudah berniat baik padanya. Tapi akhirnya dirinya juga yang terkena pelampiasan emosi wanita itu.


“Akhh... benar-benar manusia aneh!”


...--🥀🕊️--


...


Ditempat lain, Edward dan jihon tengah berbincang di ruang utama acara sambil meminum minuman yang tengah disediakan oleh beberapa pelayan untuk acara itu. Disana juga ada beberapa minuman yang mengandung alkohol, namun tidak berat.

__ADS_1


“Bagaimana? Kau menikmati acara ini?” Jihon berkata dengan keadaan yang sedikit mabuk namun masih bisa berdiri dengan tegak.


Edward mengangkat salah satunya alisnya, lalu berkata “Sedikit”


“Sedikit? Bukankah seharusnya kau menikmati ini? Acara ini sangat berbeda dari yang lain. Jadi kau harus menikmatinya, Ward”


“hm”


Mendengar jawaban singkat Edward, jihon pun langsung mengangkat bola matanya dan melihat bahwa Edward kini terlihat tidak fokus. Mata lelaki itu terus melihat sekeliling, seperti sedang mencari sesuatu.


Jihon yang penasaran pun langsung mengikuti arah pandang Edward, namun sayangnya ia tidak menemukan apapun diarah pandangnya.


“Lagi liatin apa sih? Serius amat” cibir jihon


Edward melirik dingin, “seseorang”


“hah? Seseorang? Jadi kau memang benar datang bersama seseorang?”


“hn.. kenapa? Apa kau tidak percaya?”


“Tentu saja tidak, kau dari SMA tidak pernah ingin membuka diri. Jadi bagaimana bisa kau datang kesini dengan seseorang”


“Cik...kau ini terlalu banyak menilai orang dari pandang luar saja ya”


“Pandang luar seperti apa? Memang benarkan ucapanku tadi?”


Edward memutarkan bola matanya dengan malas, “Hn...benar”

__ADS_1


Jihon yang melihat Edward masih melihat sekeliling pun langsung ikut mencari lagi, namun hasilnya tetap sama. Dirinya tidak melihat siapapun yang dimaksud oleh Edward. Siapa yang sedang lelaki ini cari? Tumben sekali dia mencari seseorang, biasanya dia selalu tidak peduli dengan siapapun. Berbicara, dekat, ataupun jalan saja tidak mau, apalagi sampai mencari-cari seperti ini.


“Ward, kau ini sedang mencari siapa sih?”


__ADS_2