
“ T-Tuan? “
Natasya masih tertegun dengan kedatangan Edward saat ini, sementara lelaki itu masih saja mengelus wajah Natasya. “ iya saya, kenapa? “ kata Edward yang menjauhkan tangannya dari wajah Natasya. Sedangkan Natasya hanya terdiam saat lelaki itu menyentuh wajahnya
Entah kenapa rasanya tidak ada perlawanan ataupun perasaan marah saat lelaki ini menyentuh, mungkin karna ia sudah terlalu larut dalam kesedihannya. “ Menyerang semua lelaki ini di tengah malam yang sunyi dan sepi, kau Ini benar-benar bodoh ya “ kata Edward
Natasya yang mendengar itu, langsung menunduk kepalanya lalu tersenyum. “ Lalu, kau ingin aku mati karna diam saja saat lelaki itu menghajarku? “ tanya Natasya sambil menatap Edward “ Tidak juga “ jawab Edward sambil memalingkan wajahnya, sementara Natasya menarik kembali pandangannya beralih ke pandangan lain
“ Aku tidak akan mati hanya karna dikeroyok oleh para pengecut itu “
Edward yang mendengar itu pun langsung tertawa kecil ditengah derasnya hujan dan gadis yang disebelah pun hanya menatap Edward dengan tatapan horor. “ Kenapa kau melihat ku dengan tatapan bodohmu itu? “ tanya Edward setelah menghentikan tawanya
“ Tidak ada, aku hanya berpikir kalau ternyata kau bisa tertawa juga “ jawab Natasya sambil memalingkan wajahnya dan lelaki itu hanya terdiam menatap gadis disebelahnya yang agak lebih pendek darinya.
Disisi lain, Arya dan Liana menghampiri mereka dengan membawa payung. Keduanya tidak satu payung seperti Natasya dan Edward melainkan satu orang memegang satu payung, saat tepat berdiri didepan Natasya, Liana langsung memegang tangan gadis itu dengan tangan yang agak sedikit gemetar
“ Bu, Kau baik-baik saja kan? Apa kau terluka? Maaf jika tadi aku hanya diam saja didalam mobil “ kata Liana dengan nada menyesal “ Tidak masalah, Lagipula itu juga perintah ku “ jawab Natasya dengan menampilkan ekspresi dingin
Liana yang mendengar itu pun terdiam dan merasa tidak enak dengan atasannya ini. Berpikir bahwa seharusnya ialah yang menjaga atasannya dan bukan atasannya yang menjaga dirinya. “ Nona, apa kau terluka? Jika ya, maka kami akan mengantarmu ke Rumah saku terlebih dulu “ kata Arya yang menyambung
__ADS_1
“ Tidak perlu, aku tidak terluka “ jawab Natasya “ jika tidak terluka, maka tetap harus diperiksa. Takutnya ada luka dari dalam yang tidak diketahui oleh nona “ kata Arya yang mengkhawatirkan kondisi Natasya
Edward yang mendengar itu merasa jengkel lalu menjitaknya hingga Arya terkejut sekaligus merasa sakit atas jitakan atasannya ini. “ T-Tuan, kenapa kau menjitakku? Apa salah ku? “ tanya Arya sembari mengelus kepala yang terasa sakit
“ Memberimu pelajaran “ jawab singkat Edward “ M-Memberiku pelajaran? Kenapa? Memang aku salah apa? “ protes Arya dengan wajah yang menyedihkan dan Edward yang melihat itu langsung bergidik geli
Natasya yang melihat tingkah arya ke Edward membuatnya mengingat kembali hal dimana ia juga bertingkah seperti kepada Tasya. Gadis yang mengingat itu pun mulai terbawa suasana namun digagalkan saat mendengar lelaki yang ada disampingnya membuka suara
“ Ini sudah malam, lebih baik pulang. “
Ke 3 orang lainnya hanya mengangguk dan memutuskan untuk pulang namun Natasya berkata “ Liana kau ikut denganku “ “ Hah? Kenapa? “ tanya Liana yang terkejut dan terbingung “ ikut saja denganku “ jawab Natasya yang terlalu malas menjelaskan
“ H-hey, kau baik-baik? “ kata Edward yang membuat kedua orang yang ada didepannya menoleh kebelakang. “ Nona, kau baik-baik saja? “ tanya Arya saat melihat Natasya bersandar didada Edward “ Bu tasya, kau kenapa? “ tanya Liana yang menyambung
“ Dia baik-baik saja, Arya bawa mobil Tasya biar Tasya ikut aku “ kata Edward yang langsung di angguki oleh keduanya. Arya dan Liana pun langsung berjalan kearah mobil milik Natasya sedangkan Edward menggendong tubuh lemah Natasya lalu berjalan menuju mobil miliknya.
Natasya yang merasa tubuhnya terangkat karna lelaki itu pun lagi-lagi hanya terdiam, ia merasa tidak ada lagi tenaga dalam tubuhnya hingga ia hanya bisa menyandarkan kepalanya di dada bidang Edward. Sesampainya dimobil, Natasya langsung diletakkan di kursi penumpang depan dan Edward duduk di kursi supir, menatap gadis yang masih saja terdiam dengan kepala yang menyadar di kursi
“ Tidurlah sejenak, jika sudah sampai maka aku akan membangunkan mu “ kata Edward yang memasang sabuk pengamannya, Natasya yang melihat itu hanya terdiam menatap lelaki yang tengah siap menjalankan mobilnya sedangkan Edward yang merasa diperhatikan pun menoleh kesamping dan melihat bahwa gadis yang disebelahnya ini sedang memandangnya
__ADS_1
“ Ada apa? Apakah ada yang salah? “ Tanya Edward yang membuat gadis itu memalingkan wajahnya “ Kau kenapa bisa ada disini? “ tanya Natasya yang masih terheran dengan kedatangan Edward dan Arya tadi. Lelaki yang mendengar itu langsung tersenyum lalu berkata “ Arya yang memberitahu kalau dia mendapatkan pesan dari Liana kalau kau sedang di keroyok oleh orang asing “
Natasya yang mendengar itu langsung menoleh lagi kearah lelaki itu dan memandangnya dengan tatapan horor “ Liana? “ tanya Natasya “ Ya Liana “ jawab Edward yang mengangguk
30 menit yang lalu
Liana yang melihat Natasya turun dari mobil pun merasa panik, apalagi saat Natasya mulai berkelahi dengan para lelaki itu. Ingin membantu tetapi ia baru sadar jika ia tidak bisa bela dari dan Natasya pun sebelumnya juga melarangnya untuk turun dari mobil. Karna kehabisan akal, Liana pun memutuskan untuk menelpon Arya
Beberapa kali, telponnya tidak diangkat hingga yang ke 3 kalinya barulah lelaki yang dihubunginya ini menjawab Telponnya.
“ Ada apa kau ini? Telpon berkali-kali “ kata Arya saat telponnya terhubung “ kenapa lama sekali angkatnya sih “ jawab Liana dengan suara yang terdengar panik, Arya yang mendengar suara panik Liana pun langsung mengerut keningnya dan bertanya “ ada apa? Kenapa kau terdengar begitu panik dan suara ribut-ribut apa disana? “
“ A-aku baik-baik saja. Arya, Bisakah kau datang kesini? “ kata Liana “ kemana? Dan kenapa? “ tanya Arya yang tidak mengerti maksud Liana “ A-aku dan Bu Tasya lagi dihadang sama lelaki asing di tengah jalan dan sekarang Bu Tasya lagi ngehadepin para lelaki itu. Dia juga melarangku untuk keluar dari mobil, aku takut Bu Tasya kenapa-kenapa, bisakah kau datang kemari untuk bantu? “ jelas Liana yang membuat Arya terkejut
“ Di hadang sama lelaki asing? Kau serius? “ tanya Arya “ I-iya, aku serius. Tolong Ar, kamu dateng kesini! Aku takut terjadi apa-apa sama Bu Tasya “ jawab Liana “ oke-oke, aku kesana sekarang. Kamu tolong serlock lokasi kamu Dimana “ kata Arya sembari berjalan menuju ruangan Edward “ O-oke, aku bakal serlock, tolong cepet ya “ jawab Liana
__ADS_1
Arya pun menutup telponnya dan bergegas menuju ruangan Edward