
“ sudah bertengkar nya? “
Suara itu datang dari belakang mereka, hingga spontan mereka menoleh kebelakang dan melihat siapa yang datang. Benar saja, itu adalah Edward ( CEO perusahaan besar ) yang memiliki julukan Raja iblis yang menakutkan. Namun dengan sisi dingin dan wajah tampannya membuat Edward terkenal dikalangan wanita.
Natasya yang melihat kedatangan Edward pun merasa kalau masalah lain akan datang kepadanya sebentar lagi.
“ Tu-tuan mudah Chen “ kata Liana dan Arya yang gugup
“ Tuan “ sapa natasya sambil mengangguk sekilas
“ Hm “
“ maaf tuan atas keributan kamu tadi “ kata Arya yang menunduk
“ Maafkan saya juga pak, sebenarnya ini saya nya pak Arya “ ujar Liana sambil menyalahkan Arya
Arya yang merasa disalahkan pun langsung menoleh kearah Liana dengan tatapan tajam.
“ kau ini benar-benar mencari masalah ya denganku? “ Bantah Arya
“ Enggak kata siapa? Kau nya saja yang terlalu sensi “ jawab Liana yang tak acuh
Melihat keduanya bertengkar lagi, natasya sudah memiliki tebakan kalau keduanya akan mendapatkan hukuman langsung dari CEO nya dan itu yang ia tunggu. Bukannya senang melihat mereka dihukum melainkan untuk memberi mereka pelajaran agar tidak selalu bertindak seenaknya didepan atasan.
“ Kalian bertiga ikut saya keruangan “ kata Edward sembari pergi meninggalkan ketiganya
Natasya yang mendengar perintah itu pun hanya bisa mengikuti nya sampai keruangan. Didalam ruangan Edward duduk dikursi besarnya, Natasya duduk di sofa tamu dan kedua asisten itu berdiri dihadapan Edward dengan kepala yang menunduk.
“ tau kesalahan kalian apa? “ tanya Edward dengan nada dingin
“ kami tau tuan “ serentak keduanya
“ apa? “
“ Bertengkar didepan umum dan bertingkah seperti anak kecil “ jawab Arya
“ lalu? “
“ Memancing orang untuk berkelahi “ jawab Liana
“ alasannya? “ tanya Edward kepada Liana
“ maafkan saya tuan muda Chen, tadi saya habis pulang dari cafe pertemuan antara klien. Kamu sudah menunggu hingga 3 jam lebih tapi klien itu tidak kunjung datang, aku merasa kesal dengan klien hingga kekesalan ku, aku pelampiasan ke Arya “ jawab Liana yang jujur
“ jadi kau... “
__ADS_1
“ saya tidak menyuruhmu bicara Arya “ kata Edward yang memotong pembicaraan Arya
“ maaf tuan muda Chen “ cicit Arya
“ kau pergi dengan siapa? “ tanya Edward
“ Dengan Bu Tasya, tuan muda Chen “ jawab Liana.
Natasya yang sedang duduk disofa sambil main hp pun tertegun saat namanya disebut, ia melirik kearah mereka bertiga dengan tatapan dingin dan dibalas dengan tatapan dingin serta tajam dari Edward.
“ Benar? “ tanya Edward kepada natasya
“ hm “ Natasya mengangguk
“ jelaskan “ perintah Edward
Natasya hanya memutar bola matanya dan menjelaskan semua yang terjadi di cafe tempat pertemuan antara dia dan klien.
“ sekitar pukul 12.00 Liana mengabari saya kalau anda ada kendala jadi tidak bisa menghadiri pertemuan itu dan Liana meminta saya untuk menghadirinya sebagai wakil tuan muda Chen. Sudah 3 jam saya menunggu di cafe bersama Liana tapi klien itu tidak datang jadi aku memutuskan untuk kembali ke kantor tanpa membawa apa-apa “ jelas Natasya sambil menatap Edward dengan tatapan dingin
“ Sudah kau telpon kliennya? “ tanya Edward sambil membalas tatapan dingin natasya
“ sudah tapi tidak ada jawaban “ jawab Natasya sambil memalingkan wajahnya karna terlalu malas ia menatap wajah dingin CEO itu
“ Kenapa tidak kabari saya jika klien itu tidak datang? “ tanya Edward lagi
“ apa maksudmu? “ tanya Edward dengan nada dingin
“ maksudku? Aku meragukan mu tuan, kau ini terlalu sibuk dengan apa hingga meninggal perusahaan besar ini? “ kata natasya
“ Bukan urusanmu! “ jawab Edward
“ yaudah berarti soal klien yang tadi siang juga bukan urusan tuan “ balas Natasya
“ Wajar jika aku bertanya soal klien itu, karna mereka akan bekerjasama dengan perusahaan ku “ seru Edward yang tidak terima
“ Perusahaan mu atau calon penerus? “ tanya natasya dengan nada mengejek
Natasya sudah lama mengumpat tentang CEO ini didalam pikirannya, Natasya memang tidak terlalu kenal dengan Edward ini karna ini adalah pertama kalinya mereka bertemu dan ini juga pertama kalinya mereka berbicara. Jadi saat waktunya berbicara natasya akan mengeluarkan semuanya dari pikirannya, karna itu cukup mengganggunya.
“ ini perusahaan ku sendiri “ tekan Edward
“ Kalau perusahaan mu kenapa kau seperti tidak bertanggung jawab sekali? “ tanya Natasya
“ kalau kau tidak tau apa-apa mengenai ini lebih baik diam!! “ kata Edward yang capek menghadapi natasya
__ADS_1
“ Ya baiklah terserah anda tuan, maaf jika aku bertindak tidak sopan tapi hanya mengeluarkan beban dari pikiranku tentang mu “ jawab natasya sambil menyandarkan tubuhnya disofa
Edward yang melihat itu hanya terdiam dan kembali menatap 2 orang yang ada dihadapannya, keduanya yang merasa diliatin pun bergidik ngeri karna tatapan dingin yang mengerikan itu. Natasya yang menyadarkan aura menakutkan dari Edward pun langsung membuka mulutnya.
“ Tuan, anda jangan terlalu keras dengan bawahan mu itu malah membuat mereka tidak nyaman jika bekerja bersama anda “ kata natasya sambil menatap hpnya
“ mereka bawahan ku, jadi itu urusanku “ jawab Edward
“ Tapi Liana ini bawahan ku tuan, kau tidak bisa memperlakukannya dengan keras “ kata natasya yang membela Liana
“ Aku tidak memperlakukannya dengan keras “ bantah Edward
“ Ya terserah anda saja tuan, pokoknya jika saya melihat anda memperlakukan Liana dengan keras maka saya tidak akan segan-segan melawan anda tanpa memikirkan status “ kata natasya sembari berdiri dan berjalan keluar dari ruangan
Edward yang mendengar perkataan itu pun merasa aneh, jarang sekali atasan membela bawahan sendiri karna pada umumnya bawahan itu hanya seperti anjing pengikut saja tapi menurutnya berbeda Dimata wanita itu, bawahan itu sama seperti kita hanya berbeda status. Edward yang melihat pintu ruangan tertutup langsung menatap dingin kearah Arya.
“ siapa wanita itu? “ tanya Edward
“ Dia Nona Tasya, tuan muda. Dia sekarang menjabat sebagai direktur utama di perusahaan ini, karna sikap bijaksana dan otak pintarnya yang membuat baru 2 bulan bekerja langsung naik pangkat “ jelas Arya yang bergidik ngeri
“ Hm..Liana kau boleh kembali “ kata Edward yang berbicara pada Liana
“ baik tuan muda Chen, kalau begitu saya permisi “ jawab Liana sambil menunduk dan berjalan keluar dari ruangan.
Merasa ruangan tinggal mereka berdua, Edward pun bertanya dengan Arya.
“ menurutmu bagaimana cara dia mengatasi permasalah didalam perusahaan? “ tanya Edward
“ Menurut saya, dia cukup terampil dalam menarik klien dan dengan mudah mengatasi semua permasalahan didalam perusahaan walaupun awalnya dia masih sedikit bingung “ jawab Arya
“ lalu? “
“ Dia juga dikenal sebagai iblis yang tersembunyi karna sikap dinginnya dan sikap memiliki pilihannya sendiri itu yang membuat klien kita tertarik pada kerjasama ini “ jelas Arya lagi
“ Jadi semua kerjasama ini hanya karna ketertarikan klien pada wanita itu? “ Tanya Edward
“ bukan tuan muda, karna metode pembahasan nona Tasya yang membuat klien kita menjadi tertarik. Sebenarnya tanpa nona Tasya banyak klien yang meminta kerja sama dengan perusahaan kita namun dengan adanya nona Tasya semua bisa berkembang menjadi lebih baik dari sebelumnya. “ jelas Arya lagi
“ siapa nama lengkap wanita itu? “ tanya Edward
“ Hm..saya lupa tuan muda, soalnya nona Tasya juga terlalu membuat tanda pengenalannya itu menjadi privat “ jawab Arya
“ privat? “
“ ya tuan muda, nona Tasya tidak pernah memberitahu nama panjangnya kepada siapapun kecuali orang yang terpenting. “ jawab Arya
__ADS_1
Edward hanya mengangguk paham dan mencerna semua penjelasan Arya, Edward seperti mengenal Natasya tapi ia tidak tau dimana dan kapan mereka mengenal. Namun sikapnya cukup membuat jengkel terhadap wanita itu. Mungkin ia membuat sikap dingin itu untuk menutupi kepribadian dia yang sebelumnya sehingga orang baru mengenalnya sebagai iblis tersembunyi di balik sikap dingin.