Aku Masih Menunggumu

Aku Masih Menunggumu
Angel, Si wanita keras kepala


__ADS_3

Edward melirik kearah Natasya untuk meminta jawaban langsung atas perkataan Arya tadi, sedangkan Natasya menggelengkan kepalanya karna ia terlalu malas untuk menjelaskan. “Tidak apa, hanya lelah sedikit. Aku izin hari ini untuk tidak bekerja, jadi kau bisa memotong gaji ku nanti” mendengar Natasya berkata dengan santai soal gaji, Edward dengan sontak mengangkat salah satu alisnya.


“Kau rela?” Tanya Edward


Lelaki ini sedikit terheran dengan Natasya, gadis yang tidak peduli akan mendapatkan gaji berapa. Padahal jika disamakan oleh orang lain, orang lain lebih memilih memaksakan diri agar gaji tidak dipotong daripada mereka kekurangan uang untuk bulan depan.


Natasya mengangguk, “Ya tentu saja”


Selesai berkata seperti itu, Natasya pun hendak berjalan melewati Edward. Namun saat ia ingin melangkah, mata Natasya seketika tertuju oleh bekas lebam di bibir Edward. Entah karna habis melakukan apa, Natasya tidak tau. Edward yang menyadari Natasya tengah menatapnya dengan tatapan aneh, ia pun memalingkan wajahnya kesamping


Serta tangan yang terangkat untuk menutupi bekas lebam itu.


“Ada apa denganmu? Kenap..” “Ssstt...aku baik-baik saja, tidak perlu dibicarakan.” Edward meletakan jari telunjuknya didepan bibir merah Natasya. Lalu dengan cepat, ia menariknya kembali. Sikap lelaki ini benar-benar membuat Natasya sedikit terheran. “Jika kau ingin pulang, maka pulanglah! Dan ambil ini, Sebagai kendaraamu pulang.”


Edward memberikan kunci mobil kepada Natasya, lalu mulai berjalan pergi melewatinya. Lelaki itu berjalan menuju meja kerjanya, sedangkan Natasya masih terdiam dengan tangan yang memegang kunci mobil yang baru saja diberikan oleh Edward.


“Terimakasih”

__ADS_1


Natasya berkata sembari berjalan keluar dari ruangan Edward. Gadis itu pergi tanpa melanjutkan kembali perkataannya, karna Natasya tau bahwa hari ini Edward memiliki masalah dan dirinya tidak boleh ikut campur dengan itu. Memang Natasya sedikit khawatir dengan bekas lebam itu tetap jika sikap dan perilaku Edward seperti itu, membuat dirinya harus mengurungkan niatnya untuk membantu.


Baru saja Natasya menutup pintu ruangan Edward, gadis itu langsung disambut dengan keributan para penjaga pintu masuk ruangan Edward. Terlihat beberapa penjaga tengah menahan seorang wanita yang sedang bersikeras melawan pertahanan mereka. Dan lagi wanita itu sangat dikenal oleh Natasya.


“Angel?”


Yaps...Wanita ini adalah angel, mantan tunangan Edward. Tetapi dirinya tidak kenapa wanita ini masih suka datang kesini, walaupun kehadirannya sudah tidak dibutuhkan lagi oleh Edward. Nafas juga sempat memuji angel dalam hatinya sebagai wanita terbodoh setelahnya.


Natasya yang terdiam menatap keributan itu, disisi lain mata angel langsung tertuju kepada Natasya yang tengah berdiri tak jauh darinya. Wanita itu dengan kasar pun langsung menepis pertahan penjaga dengan rasa kesal. “Tasyaa!!” suara lemah wanita itu terdengar saat memanggil nama Natasya.


Mendengar panggilan tersebut, manik mata Natasya juga dengan sontak melirik kearah angel yang tengah berdiri sedikit menunduk saat pandangan mereka bertemu. Natasya yang merasa aneh pun hanya hanya terdiam.


Natasya yang melihat itu pun hanya menghela nafas dengan pelan lalu kakinya perlahan berjalan menghampiri mereka. Dirinya kini merasa lelah namun sikap aneh dari angel membuatnya tidak tahan untuk berdiam diri. Angel yang melihat Natasya berjalan menghampirinya pun terdiam tanpa melawan pertahanan para penjaga.


Wanita itu tampak tenang saat Natasya berdiri tepat didepannya. “M-maaf m-menggangg..” “Jika kau datang ingin bertemu dengan tuan, maka sebaiknya kau pulanglah. Hari ini moodnya sedang tidak baik, jadi kau tidak perlu datang dan membuat masalah disana.” Natasya berkata dengan dingin saat memotong perkataan angel yang tadi sedikit gugup


Mendengar perkataan itu, angel dengan cepat menggelengkan kepalanya sambil menatap Natasya dengan tatapan yang aneh. “T-tidak! Bukan itu maksudku datang kemari.” Natasya terheran “Bukan itu? Lalu apa maksud dari kedatanganmu ini? Kenapa setiap kau datang selalu membuat keributan? Apa kau tidak malu selalu menjadi pusat perhatian para karyawan disini?”

__ADS_1


Angel menunduk diam tanpa menjawab perkataan Natasya. Dirinya kini tidak seperti angel si wanita keras kepala yang dikenal. Sikap angel hari ini juga membuat Natasya yang melihatnya sedikit terheran-heran. Bahkan dari perkataannya tadi, tidak dibantah oleh wanita si keras kepala ini.


“Maaf jika aku telah membuat keributan disini. Aku tau jika ini salah, tapi disini aku hanya ingin bertemu denganmu, Natasya” angel berkata sembari mengangkat kepalanya untuk menatap Natasya.


Maaf? Apa wanita ini tadi berkata maaf? Natasya terkejut setengah mati saat mendengar seseorang yang selalu sombong dengannya berkata maaf didepan para penjaga Edward. Ditambah lagi ini adalah kantor, apa wanita ini sedang melindur?


Disisi lain, para penjaga yang mendapati Natasya tengah terdiam pun langsung menyela pembicaraan mereka. “Maaf nona, sepertinya nona Tasya tidak bisa berbicara denganmu. Mohon untuk melakukan pertemuan di lain hari saja” Mendengar perkataan para penjaga, angel pun langsung menatap Natasya dengan penuh harap.


“Tasya, Bisakah kau berikan aku sedikit waktu untuk bicara denganmu? Aku benar-benar ingin sekali bicara...tapi jika kau memang tidak maka tidak apa, aku tidak akan memaksamu” Angel sedikit kecewa jika hari ini tidak dapat berbicara dengan Natasya. Karna niatnya dari kemarin sudah ingin sekali bicara dengan gadis ini.


Natasya yang tidak tau apa maksud dari perbicaraan angel pun hanya terdiam, lalu mengangguk. Sebenarnya ia tau seperti apa itu angel, karna sebelumnya Edward selalu bercerita bahwa angel adalah wanita cantik yang paling keras di kota ini. Bahkan kekerasannya saja dapat menghilangkan satu nyawa karna keinginan yang tidak tergapai.


Ditambah lagi, wanita ini adalah mantan tunangan Edward. Pasti pembicaraan mereka tidak akan jauh-jauh dari sana.


“Apa yang ingin kau bicarakan?” Natasya mulai membuka suaranya. “Eum...aku belum tau, tapi aku mungkin akan mengajakmu kesebuah restoran” Jawab angel dengan gugup. Pada penjaga yang mencurigai angel akan berbuat sesuatu jahat pun langsung menyela pembicaraan mereka kembali. “Nona Tasya, sebaiknya anda tidak perlu pergi kesana. Nona angel ini sedikit tidak bisa dipercaya, jadi mohon sekali untuk tidak mengikutinya”


Mendengar selaan itu, Natasya melirik dingin kearah para penjaga tersebut. “Tidak perlu bersikap seperti itu, ini hanya akan jadi pertemuan biasa saja. Lagipula aku menjamin tidak akan terjadi hal yang buruk” “T-tapi nona, bagaimana jika tuan besar tau akan hal ini?” Tanya para penjaga yang mulai mencemaskan Natasya.

__ADS_1


“Ya...kalian tidak perlu memberitahunya! Apa susahnya?”


Para penjaga itu semakin kebingungan, mereka sangat tidak ingin Natasya ikut dengan angel karna memang sebelumnya pernah terjadi hal buruk. Sama seperti ini, jadi mereka kini benar-benar diambang kebingungan.


__ADS_2