Aku Masih Menunggumu

Aku Masih Menunggumu
Keluarga WU itu sangatlah kejam


__ADS_3

Disisi lain, Natasya yang tengah hendak berjalan kearah meja makan. Manajer restoran seketika menghentikan langkahnya dari belakang dengan cara menahan tangannya. Natasya yang merasa benci untuk disentuh oleh lelaki pun langsung menepis tangan manajer itu dengan kasar.


 


Mundur beberapa langkah untuk menjaga jarak antara mereka. “Apa yang kau lakukan?!” Natasya menatap manajer restoran dengan tatapan tajam. Manajer itu juga tidak kalah menatap tajam kearah Natasya. Dia terlihat sangat marah namun kenapa?


 


Seingatnya, natasya tidak pernah memiliki masalah dengan lelaki ini tetapi kenapa manajer ini terlihat marah padanya?


 


“Kau benar-benar wanita tidak tau malu!”


 


Natasya menyipitkan matanya, “Apa maksudmu?”


 


“Kenapa kau berada disini tadi hah? Seharusnya itu kau berada diluar. Tempat ini dibuat khusus untuk tuan besar Chen dan putri WU. Kau ini siapa berani masuk kesana? Siapa yang memberimu izin masuk dan menggoda tuan besar Chen?”


 


Deg!


Menggoda? Apa yang dikatakan oleh manajer ini? Natasya tidak melakukan apapun dengan Edward, tapi kenapa manajer ini seperti melihatnya sedang menggoda tuan besar Chen? Natasya yang merasa tidak melakukan pun menggelengkan kepalanya dan itu membuat manajer semakin memojokkannya.


 


“kenapa? Apa perkataanku benar? Kau masuk ke tempat ini untuk menggoda tuan besar Chen dan membuat hubungan mereka jadi berantakan seperti ini? Apa kau senang sekarang?” manajer itu bertanya dengan nada yang sedikit keras


 


Natasya menggeleng, “kau sepertinya salah paham, paman. Aku tadi sedang tidak menggodanya, kami ini hanya seba...”


 


“Alah banyak sekali alasan! Bilang saja kau ingin menggoda tuan besar untuk mendapatkan hartanya kan? Kau ingin kaya dengan jalur menggoda tunangan putri wu? Benar-benar ingin mati ya?”


 


Natasya menyipitkan matanya, “Mati? Kau ingin berbuat apa jika kau terus seperti ini?”


 


“Menghukummu!! Membawamu ke kantor perusahaan WU dan menyatakan bahwa kau sudah menjadi penggoda dihubungan tuan besar dengan putri wu” 


 


Natasya terkekeh, merasa bahwa manajer ini sedang bercanda. “Aku bukan penggoda, disini aku hanya ingin memperbaiki hubungan Edward dengan Melisa. Tapi kau malah menuduhku yang tidak-tidak, bahkan kau tidak segan-segan menyebutkan sebagai penggoda dan hanya menginginkan harta dari Edward?”


 


Manajer yang tidak terima ditertawakan pun langsung melangkah maju mendekati Natasya dengan wajah yang memerah karna amarahnya. Ia benar-benar benci penganggu di setiap hubungan. Apalagi Melisa ini adalah wanita yang sangat baik, tetapi kenapa banyak orang yang selalu meremehkannya?

__ADS_1


 


Natasya yang melihat manajer itu datang menghampirinya dengan tenang menunggu lelaki itu sampai lelaki itu sampai dihadapannya. Manajer itu menatap Natasya dengan tatapan tajam, sedangkan Natasya hanya membalasnya dengan datar.


 


“Manatapku seperti itu, apa kau berharap aku akan takut denganmu? Kau memang terlihat lebih dewasa dariku, tapi jika kau bersikap seperti ini, maka jangan harap aku bisa menghargai kau sebagai orang dewasa”


 


Manajer itu tersenyum licik, menganggap semua perkataan Natasya hanyalah omong kosong.


 


Sekian lama beradu pandang, suara langkah kaki pun datang memasuki taman itu. Membuat kedua orang itu langsung dengan sontak menoleh kearah pintu samping.


 


Disana terlihat seorang lelaki berjas hitam dengan celana hitam dan wajah ekspresi yang datar membuat kedua orang itu dengan cepat mengenalinya.


 


“Edward?”


 


“Tuan besar Chen?”


 


 


Natasya yang terdiam menatap Edward pun, tak sadar jika lelaki itu sudah sampai didekatnya dan membuatnya mundur untuk beberapa.


Natasya yang terdiam menatap Edward pun tak sadar jika lelaki itu sudah sampai didekatnya. Menarik tubuh kecil Natasya kedalam pelukannya dan membuat gadis itu mundur untuk beberapa langkah. “Kenapa kau masih disini? Apa yang sedang kau lakukan?” Edward menatap manajer itu dengan tatapan dingin, membuat manajer itu tanpa sadar bergidik merinding.


 


“M-Maafkan aku tuan, aku izin permisi.” Manajer itu pun bergegas pergi meninggalkan keduanya disana. Tak peduli hatinya sedang bertanya-tanya dimana Melisa sekarang, karna bertanya pun pasti Lelaki itu tidak akan memberitahunya.


 


Melihat manajer itu telah pergi, Natasya baru membalikan tubuhnya menghadap Edward. Tatapan itu seperti ingin membaca pikiran lelaki yang tengah berdiri didepannya ini, namun Dimata Edward Natasya terlihat sangat menggemaskan.


 


“Kenapa kau menatapku seperti itu? Apa kau sedang berusaha membaca isi pikiran seseorang?” Edward bertanya sambil menutup mata Natasya dengan tangan besarnya.


 


Natasya yang merasa risih pun langsung menyingkirkannya, “Kau? Kenapa cepat sekali? Dimana Melisa? Kenapa kau sendirian?”


 


Edward yang mendengar Natasya malah menanyakan Melisa bukan dirinya pun membuat moodnya menjadi tidak enak. Dengan cepat lelaki itu juga memalingkan wajahnya dengan malas. “Dia sudah kembali, untuk apa kau membicarakannya?”

__ADS_1


 


“Tidak ada, hanya bertanya.” Jawab Natasya


 


Edward menatap gadis didepannya ini, wajahnya mulus, kulitnya berwarna putih, katanya yang kecil namun tidak sipit, hidung yang mancung serta bibir yang kecil. Benar-benar seperti anak kecil namun diusia yang dewasa.


 


“Apa kau sudah menyelesaikan masalahnya?” Natasya bertanya sambil menatap kearah Edward yang kini sedang memandangnya dalam diam.


 


Edward mengangguk, “Ya, sudah. Tapi dia tidak terima. Ia berkata seolah-olah aku tidak menghargainya. Padahal jelas-jelas disaat pertunangan berjalan, aku selalu meluangkan waktu bersamanya walau tidak berkontak fisik”


 


“Bukankah itu sudah bagus? Lalu kenapa dia mengatakan itu?”  Natasya bertanya dengan perasaan heran


 


Edward menggeleng, ia tidak tahu harus menjawab seperti apa. Ia benar-benar tidak memiliki jawaban ataupun penjelasan kepada gadis yang selama ini dia cari. Natasya yang melihat Edward terdiam pun langsung berkata “Lalu bagaimana dengan undang Melisa? Dia kan sudah datang, kenapa kau tidak mengundangnya makan saja?”


 


“Aku tidak ingin berurusan lagi dengan keluarga WU” Edward merespon dengan singkat


 


Natasya mengerutkan keningnya, “Kenapa? Manajer tadi berkata bahwa keluarga WU itu adalah keluarga terpandang, dan banyak orang yang mengirim undangan kesana hanya untuk makan malam saja dengan putri tertua mereka”


 


“Ya, memang kabarnya seperti itu. Tapi tentang masalah ini aku tidak bisa memberitahumu. Yang ingin aku pesan hanya 1, jangan pernah berurusan dengan mereka.” Tekan Edward sambil mengelus kepala Natasya dengan lembut


 


Natasya mengangguk, ia rasa benar juga perkataan dari Edward. Lebih baik ia tidak berurusan dengan keluarga WU, karna mengingatkan dari perkataan manajer tadi sudah membuatnya berpikir bahwa keluarga WU itu sangatlah kejam.


 


Edward menurunkan tangannya, lalu melihat kearah jam yang melingkar ditangannya sudah menunjukkan pukul 01.30


 


“Mau pulang atau jalan-jalan dulu?” Edward bertanya sambil menatap natasya


 


Natasya terdiam sejenak, “Jalan-jalan dulu, aku masih belum ngantuk. Hari ini aku sudah banyak tidur karna mu”


 


 

__ADS_1


__ADS_2