
Ayah dan bunda yang melihat kepergian Edward pun hanya terdiam, menatap lelaki itu berjalan masuk kedalam rumah dengan aura dinginnya, Ayah yang menatap putranya pun merasa bahwa ini bukan hal biasa lagi namun sudah membuatnya terbiasa dengan sikap Edward. Bukan mengabaikan namun jika ia diam maka itu artinya ia sedang tidak ingin di ganggu oleh siapapun
Disisi lain, Edward yang sedang berjalan menuju kamarnya. Beberapa kali ia disapa oleh pelayan rumahnya namun tidak ada respon sedikit darinya, Edward merasa bahwa dirinya butuh tempat untuk menyegarkan pikiran namun ia sendiri tidak tau harus pergi kemana. Ia tidak dapat berpikir dengan baik hingga membuatnya terdiam dan merenung hal aneh dalam pikirannya.
Sesampainya dikamar, lelaki itu langsung menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang besarnya lalu menatap diam langit-langit dengan pikirannya yang kosong. Beberapa saat kemudian, akhirnya ia baru beranjak dari ranjangnya untuk membersihkan tubuhnya, berharap setelah mandi ia bisa menyegarkan pikiran namun setelah mandi dugaannya salah. Pikirannya masih terasa aneh hingga ia terdiam dikamar hingga malam tiba
Bunda yang menyadari Edward belum keluar dari kamar pun langsung menghampirinya, lalu mengetuk pintu dari luar hingga membuat lelaki yang berada didalam kamar menoleh kearah pintu. “Edward, kamu sedang apa nak? Kok belum keluar-keluar? Makan dulu gih, kamu kan belum makan sehabis pulang tadi” kata bunda dari balik pintu
“Aku tidak lapar” jawab Edward dari dalam kamar tanpa membukakan pintu. Bunda yang mendengar sahutan Edward dari dalam pun hanya menghela nafas lega karna putranya masih didalam kamar. Ayah yang melihat bunda berdiri di depan pintu kamar Edward pun langsung menghampirinya lalu berkata “Sayang kau sedang apa?” bunda yang merasa terpanggil pun langsung menoleh kearah datangnya suara itu dan melihat seorang lelaki yang umurnya sekitar 40 an tengah berjalan menghampirinya
“Ini lagi ngecek Edward. Aku khawatir dia belum makan, soalnya kan sehabis pulang dia langsung masuk kamar dan gak keluar-keluar hingga sekarang, jadi aku suruh dia makan tapi dia malah gak mau dan katanya juga tidak lapar” jelas bunda dengan ekspresi wajah yang sedih, ayah yang mendengar perkataan bunda pun langsung tersenyum lalu mengelus lengan bagian atas sebagai tanda ia memberikan sedikit kesabaran kepada bunda atas sikap Edward
“Sudah tidak apa-apa sayang, kalau memang dia tidak lapar maka jangan dipaksa nanti aku akan suruh pelayan untuk bawakan makanan ke kamar Edward, biar nanti dia makan sendiri kalau dia merasa lapar” kata ayah yang membuat bunda sedikit tenang “Baiklah kalau begitu” jawab bunda yang tersenyum kecil saat menatap kearah ayah.
__ADS_1
Edward yang mendengar pembicaraan orang tuannya pun langsung memalingkan wajahnya menghadap luar, kini dia sedang berada di balkon. Termenung memikirkan hal yang tidak jelas hingga membuatnya merasa bosan. Karna tidak memiliki perasaan yang tenang, Edward pun mengambil hpnya dalam saku celana lalu memencet nomor untuk menelpon seseorang.
Menunggu sejenak hingga telpon itu tersambung, tak lama suara pun terdengar dari dalam Telpon. Menandakan bahwa telpon sudah tersambung. “Sibuk tidak?” kata Edward dengan nada dingin “Tidak, kenapa?” tanya suara itu “Bisa jemput aku dirumah?” kata Edward sembari menatap arah pintu “Bisa, tunggulah sebentar aku akan segera datang” jawab suara itu yang membuat Edward menutup telponnya.
Setelah menyelesaikan Telponnya, Edward pun langsung menaruh kembali hpnya kedalam saku celananya lalu menunggu beberapa menit untuk orang itu datang menjemputnya. Selang beberapa menit, lelaki itu mendapatkan chat dari orang itu. Pesannya tertulis ‘Aku udah dibawah, kamu turun saja’ setelah membaca chat itu, Edward langsung berjalan keluar dari kamar dan turun ke lantai bawah
Suasana rumah sudah sepi karna ini sudah masuk tengah malam namun saat lelaki itu ingin membuka pintu, ia dikejutkan oleh berdiri Ayah dibelakang sambil memanggil namanya. Sontak lelaki yang di panggil namanya pun menoleh kebelakang dengan tatapan dinginnya, ia hanya terdiam menatap ayahnya yang sedang berjalan mendekatinya
“Ingin kemana kamu malam-malam begini? Apa kau ingin membuat bundamu khawatir lagi?” tanya ayah saat berdiri tepat di depan lelaki itu. “Tidak, aku hanya ingin cari udara segar saja” jawab Edward sembari memalingkan wajahnya kearah lain. Ia tidak ingin melihat siapapun karna takut dirinya kehilangan kendali lagi seperti semalam.
Ayah tampak seperti sangat menyayangi Edward, bukan tampak lagi melainkan sudah begitu menyayanginya. Karna menurutnya Edward sudah cukup untuk menahan semuanya sendiri, dan ia juga sudah membangun keluarga baru agar bisa membuat Edward melupakan semuanya namun sampai sekarang terlihat Edward masih ada sedikit trauma dengan kejadian yang lalu.
Edward yang mendengar perkataan ayah pun hanya mengangguk pelan lalu membalikan tubuhnya untuk membuka pintu dan berjalan keluar dari rumahnya, saat diluar Edward tidak melihat ada mobil yang terparkir di tamannya dan merasa bahwa orang itu menunggunya diluar jadi Edward memutuskan untuk pergi keluar menemui orang yang sudah menunggu agak lama. Sesampainya di depan gerbang, Edward melihat mobil sport putih sudah terparkir disana dan terlihat juga ada seorang gadis yang tengah berdiri disamping dengan pakaian atasan sweater berwarna hitam dan celana panjang yang berwarna hitam serta rambut yang dikuncir kuda.
__ADS_1
Edward mencoba menghampiri gadis itu namun saat ia ingin mendekat, gadis itu sudah mengeluarkan suaranya. “Memanggilku ada apa?” kata gadis itu sambil menoleh kearah lelaki yang tengah berjalan menghampirinya. “Tidak apa-apa, maaf mengganggu tidurmu” jawab Edward saat berhenti tepat di depan gadis itu
Gadis itu tidak lain adalah natasya yang statusnya sebagai supir sekaligus sekretarisnya dikantor. “ Tidak apa, lagipula aku juga tidak mengantuk.” Ujar natasya yang tidak mempermasalahkan itu, Edward yang mendengar itu hanya mengangguk pelan tanpa mengucapkan sepatah kata pun. “Kau malam-malam begini ingin kemana?” tanya natasya yang membuat lelaki itu memandangnya
“Aku ikut denganmu saja, semua tergantung dirimu” jawab Edward yang membuat natasya memandang dengan tatapan horor. “Hm...yaudah kalau gitu, ayo masuk!” kata natasya yang diangguki oleh lelaki itu. Keduanya pun masuk kedalam mobil dan natasya langsung menjalankan mobilnya menuju ke sesuatu tempat.
Selama diperjalanan, mata Natasya sesekali melirik kearah Edward yang tengah duduk dikursi penumpang depan dan terlihat lelaki itu tampak seperti banyak pikiran karna setiap detik ia selalu memijat keningnya. Natasya yang mengerti itu pun hanya menganggukkan kepalanya lalu menjalankan mobilnya dengan kecepatan yang agak tinggi
Tak lama, mereka pun sampai disebuah tempat yang menurut Natasya bisa membuat lelaki ini menenangkan pikirannya. Saat mobil berhenti, Edward dan natasya langsung keluar dari mobil. Edward yang melihat pemandangan ini pun langsung menoleh kearah gadis yang berdiri disebelahnya
“Kenapa kau membawaku kesini?”
__ADS_1