
Angel yang mendengar itu pun merasa sedih dan kecewa karena selama ini angel mengira kalau Edward itu memang mencintainya walau sikapnya yang dingin itu tapi tak disangka kalau perkataan itu akan keluar dari mulutnya sendiri. Hatinya sakit bercampur tidak terima atas perlakuan terhadapnya ini.
Padahal semasa hidupnya, Angel Selalu dicintai banyak orang tapi kenapa berbeda dengan lelaki yang berada didepannya ini? Angel yang masih terdiam disana dan belum merespon apa-apa pun membuat Edward membuka suaranya lagi
“ Sebenarnya dari dulu aku ingin bilang ini kepadamu tapi aku takut kau akan sakit hati jadinya. Sekarang kita tidak memiliki hubungan apapun lagi dan sudah seharusnya aku jujur padamu soal itu “ kata Edward sambil membalikkan tubuhnya membelakangi angel
Saat Edward ingin masuk kedalam, ia dikejutkan oleh natasya yang sedang berdiri didepan pintu. Angel yang melihat itu pun langsung mengerutkan keningnya
“ Tasya “ gumam Edward sambil menatap natasya yang pucat
“ hm “
“ ingin kemana kau? “ Tanya Edward
“ Pulang “ jawab Natasya yang ketus
“ Kau ingin pulang dalam keadaan seperti ini? Kau ingin merepotkan orang dijalan? “ tanya Edward yang merasa gadis didepannya ini selalu membuatnya pusing
“ Tidak akan merepotkan, lagipula kau sendiri ngapain ngobrol dijalan? Apakah tidak ada tempat lain selain disini? “ kata natasya sembari menampilkan ekspresi dingin
“ terserah aku lah, ini Kantor saya kenapa kamu malah yang mengatur? “ cibir Edward
“ ck.. mentang-mentang kantor sendiri “ gerutu Natasya yang pelan
Edward yang mendengar gadis itu sedang menggerutu pun mengangkat alisnya sambil melipat tangan didadanya.
“ saya bisa mendengarmu Tasya “ kata Edward
“ Yayaya terserah kau lah, aku ingin pulang dulu. Oh ya diruangan kosong tuh kalau masih ingin lanjut ngobrol, didalam saja jangan diluar apalagi ditengah jalan begini “ kata natasya sembari berjalan meninggalkan keduanya
“ punya asisten gini amat “ batin Edward
Edward menatap punggung Natasya yang menjauh, sedangkan Angel yang berasa disana pun merasa cemburu karena ini baru pertama kalinya melihat Edward dengan santai berbicara dengan wanita.
“ siapa dia? “ tanya angel yang penasaran
“ Asisten “
“ Asisten kamu? “ tanya angel yang memastikan
“ hm “
“ hah? Dia asisten kamu?!! “ kaget angel
“ kenapa? Masalah kah? “ tanya Edward yang tak acuh
__ADS_1
“ Ya masalah, kamu dulu itu gak pernah lho menjadikan cewek manapun untuk jadi asisten kamu tapi kenapa sekarang kamu...? “ protes angel
“ Ini kantor aku, aku bebas menjadikan siapa saja menjadi asisten ku “ jawab Edward dengan nada dingin
“ Walaupun ini kantor kamu, tapi kamu juga harus ngertiin perasaan aku donk...kamu izin kek setidaknya sama aku kalau mau jadiin wanita itu asisten kamu “ kata Angel
“ izin? Kenapa aku harus izin denganmu? “ tanya Edward yang memancing
“ Ya kamu harus izin sama aku, Edward. Aku ini kan tunangan kamu “ jawab angel yang sedikit terbawa emosi
“ Angel, kau ini Cuma mantan tunangan. Jadi aku gak berhak izin padamu “ kata Edward sambil menatap angel dengan dingin
“ Tapi kan kita pernah dekat dulu, pernah menjalin hubungan. Itupun gak sebentar lho! 5 tahun kita menjalin hubungan, Edward. 5 LIMA TAHUN! “ tekan angel
“ trus hubungannya dengan ku apa? “ tanya Edward yang tak acuh
“ Astaga, Edward....tolong Napa sedikit saja kamu kasih aku perasaan, sedikit saja gakpapa kok! Setidaknya aku ada hasil dari 5 tahun kita menjalin hubungan, Ward “ kata Angel
Edward yang merasa kalau kondisi ini tidak bisa diperpanjang lagi pun langsung melihat kearah jam tangannya lalu mengalihkan pembicaraan agar ia cepat-cepat pergi dari sana.
“ hm...sudah jam segini, aku ada meeting sebentar lagi. Kamu pulanglah jika tidak ada berkepentingan lagi “ kata Edward Sembari jalan melewati angel
“ Edward!! Mau sampai kapan si kamu begini trus sama aku hah??!!! Mau sampai kapan? “ tanya angel yang membuat langkah Edward terhenti
“ maksudmu? “ Tanya Edward balik tanpa menoleh kebelakang
“ huh...pulanglah jangan menangis disini, kita bicarakan nanti “ jawab Edward sambil melangkah pergi lagi
Angel yang masih berdiam sana pun mengepalkan tangannya dengan erat rasa sakit, cemburu, marah semua tercampur aduk. Angel menyalahkan semuanya kepada natasya walaupun mereka baru saja bertemu, karna dirinya sudah tidak memiliki cara lagi untuk berbicara dengan Edward pun memilih untuk pulang dan menunggu Edward dirumah....
Disisi lain, Natasya pulang Kerumah lebih cepat karna ia merasa pusing. Tante Kinan yang sedang duduk diruang tamu pun terkejut saat melihat Natasya sudah pulang dengan wajah yang begitu pusat.
“ Sayang, kamu kenapa? Kok pucat sekali, kamu sakit? “ tanya Tante Kinan yang khawatir
“ Gakpapa kok, Cuma butuh istirahat aja “ jawab natasya
“ Yaudah kamu istirahat dikamar saja ya, nanti Tante bawakan obat sama makanan buat kamu. Kamu pasti belum makan “ kata Tante
“ Ya Tante “
Natasya pun berjalan perlahan kelantai atas, ia membuka pintu kamarnya lalu menghempaskan tubuhnya ke kasur. Menutup matanya lalu membukanya kembali, gadis itu menatap langit-langit lalu bergumam tidak jelas...
Hidup itu harus lebih kecurigaan ya...
Kok rasanya sama saja seperti dulu?
__ADS_1
Tidak ada bedanya hanya saja yang berbeda itu adalah orangnya...
Huh... Natasya menghembuskan nafasnya, tak lama kemudian Tante Kinan datang kekamarnya dengan membawa obat dan bubur hangat. Natasya langsung memposisikan dirinya yang awalnya tidur menjadi duduk, Tante Kinan duduk ditepi ranjang sambil menyentuh kening natasya
“ panas sekali...” gumam Tante Kinan sembari menjauhkan tangannya
“ Mau Tante siapin, sayang? “ tanya Tante Kinan
“ tidak usah Tante, makasih aku bisa sendiri “ jawab natasya yang menolak
“ kamu kuat gak? Kalau enggak, biar Tante aja yang siapin kamu “ kata Tante Kinan yang tidak yakin dengan jawaban natasya
“ Aku kuat kok Tante, tidak apa-apa “ jawab natasya yang menyakinkan
“ hm...baiklah kalau begitu Tante keluar dulu ya, kamu kalau butuh apa-apa tinggal panggil Tante saja. Tante ada dibawah oke? “ ucap Tante sambil berdiri
“ hm..”
“ habis makan jangan lupa minum obat terus tidur “ ingat Tante sembari mengelus kepala natasya
“ ya “
Tante Kinan pun bergegas keluar dari kamar Natasya, membiarkan gadis itu beristirahat dengan damai. Natasya yang masih terdiam ditempat pun berpikir sejenak
Dia menyayangiku sepenuh hati tapi kenapa aku tidak bisa menyayanginya Kembali ?
Apa ada yang salah dari ini ?
*
*
*
Ditempat yang jauh, Edward pulang dari kantor. Saat memasuki rumah ia sudah melihat ada orang tuanya dan keluarga angel, mereka semua sedang duduk diruang utama menunggunya pulang. Edward yang melihat itupun tidak terkejut lagi karna itu sudah menjadi kebiasaan angel saat dirinya memperlakukannya dengan buruk.
“ Edward, sini sebentar “ kata ayah sambil mengayunkan tangannya
Edward hanya terdiam sembari menghampiri ayahnya dan duduk di sampingnya, terlihat disana dalam suasana serius dan Edward juga sedari tadi memasang ekspresi dingin didepan keluarga angel.
“ Nak, apa benar kamu tidak mencintai angel sejak awal pertunangan kamu? “ tanya ibu dengan suara lembut
“ bunda tau darimana? “ tanya Edward yang memancing
“ Angel sendiri yang cerita ke bunda kalau kamu tidak mencintainya...maka dari itu bunda nanya sama kamu untuk memastikan “ jelas ibu
__ADS_1
Edward yang mendengar penjelasan bundanya pun langsung tertawa dalam batinnya, merasa kalau tunangannya ini tidak bisa melakukan masalahnya sendiri, selalu saja mengadu dan membawa orang tua.