Aku Masih Menunggumu

Aku Masih Menunggumu
Menunggu yang tidak pasti itu seperti orang bodoh..


__ADS_3

Natasya kembali ke kantor untuk melanjutkan pekerjaannya, saat memasuki lift telpon pun berbunyi hingga membuat gadis itu langsung mengangkatnya.


“ Hm? “


“ Natasya? “ Kata suara itu yang terdengar asing


“ Ya “


“ Natasya, ini Tante. Maaf Tante baru telpon kamu, soalnya Tante lagi banyak urusan disini “ kata Tante Kinan


“ Ya gkpapa kok Tante “ jawab singkat natasya


“ Maaf ya, Tante benar-benar lupa kabarin kamu. “ Kata Tante Kinan dengan suara sedih


“ Gakpapa Tante “


“ Hm.. sayang, boleh Tante Kinan tanya sesuatu sama kamu? “ izin Tante Kinan yang misterius


“ Ya, boleh. Tante ingin bicara apa? “ kata natasya sambil berjalan keluar dari lift


“ Hm..begini sayang, apa kamu masih tinggal di rumah itu? “ tanya Tante Kinan yang aneh


“ masih, memangnya kenapa? “ jawab Natasya yang mengerutkan keningnya


“ Bisakah kamu pindah ketempat lain, tanpa membawa barang-barang yang ada disana? “ kata Tante Kinan


“ pindah? Untuk apa? “ tanya natasya yang terheran


“ Tidak sayang, Tante Cuma ingin kamu pindah saja. Bolehkan sayang? “ kata Tante lagi


“ baik, Natasya bakal pindah nanti kalau sudah Nemu tempat nya natasya kasih lokasinya ke Tante “ jawab Natasya yang berjalan menuju balkon kantor


“ Tidak perlu sayang “ tolak Tante Kinan


“ Hah? Kenapa? “ tanya Natasya yang bingung


“ Gakpapa sayang, Cuma Tante gak bisa pulang dulu karna ingin lanjut kerja di luar negeri. “ jelas Tante Kinan


“ luar negeri? Jadi aku bakal sendiri? “ tanya Natasya


“ Hm...iya sayang, maaf ya. Kalau urusan Tante diluar negeri sudah selesai maka Tante akan pulang, kamu gakpapa kan sendiri dulu sayang? “ kata Tante Kinan dengan suara penuh kasih sayang


“ Hm..ya gakpapa Tante, kalau Tante sudah pulang jangan lupa kabari Natasya “ jawab Natasya yang pasrah


“ Ya sayang, pasti kok. Kamu jaga diri disana baik-baik ya “ kata Tante


“ Hm...ya Tante, begitu juga dengan Tante “ ucap natasya


Natasya pun langsung menutup telponnya dan menghela nafas berat. Terdiam sejenak lalu kembali berjalan menuju ruangan Edward, saat masuk kedalam terlihat Edward sedang sibuk dengan laptopnya seorang diri tanpa keberadaan Arya. Edward yang menyadari kedatangan natasya pun langsung menyerahkan sebuah map

__ADS_1


“ Ini laporan hasil meeting tadi, kamu cek kalau ada kesalahan coba diperbaiki “ kata Edward dengan nada dingin


“ Baik “


Natasya pun langsung mengecek laporan tersebut, tanpa sadar ia mengerutkan keningnya. Ia merasa heran dengan laporan itu lalu bertanya dengan Edward..


“ maaf tuan, ini kok laporan nya seperti ini? “ tanya Natasya sambil menyerahkan map itu


“ Aneh bagaimana? “ kata Edward yang menatap isi laporan itu


“ Bagian ini dan ini kenapa seperti ini ya? Biasanya di laporan lain tidak begini “ jawab Natasya sambil menunjuk mana yang salah


“ kalau menurutmu itu salah, maka perbaiki tapi jika menurut mu itu benar maka biarkan saja “ kata Edward yang tak acuh


“ huh...jangan merepotkanku tuan “ eluh Natasya yang mood nya sedang tidak enak


“ merepotkanmu bagaimana? Itukan emang tugasmu, apa kau sudah bosan kerja? “ kata Edward yang menatap wajah lelah Natasya


“ Tidak jadi, saya akan perbaiki ini “ ngalah natasya


Natasya pun kembali mengambil map itu lalu berjalan menuju sofa, duduk dan bersiap memperbaiki kesalahan dalam laporan. Namun saat Natasya hendak membuka laptopnya, Edward membuka suara hingga membuat Natasya menoleh kearahnya...


“ Kerjakan ya nanti saja, kau ikut saya “ kata Edward sambil berdiri


“ kemana? “ tanya Natasya yang mengerut keningnya


“ Jangan banyak tanya, ikut saja “ kata Edward sambil berjalan keluar dari ruangan


Saat diparkiran, Natasya ingin membawa mobilnya sendiri namun dilarang oleh Edward.


“ Mau kemana kau? “ tanya Edward dengan nada dingin


“ Ambil mobil “ jawab Natasya


“ Gak perlu, orang Cuma sebentar. Naik! “ kata Edward sambil berjalan masuk kemobil


Natasya lagi-lagi dibuat pusing dengan orang disekitarnya, tadi Tante Kinan dan sekarang Edward. Terdiam tanpa melakukan apapun membuat Edward yang didalam menekan klason mobil untuk menyadarkan Natasya yang termenung.


“ Huh... merepotkan sekali “ batin Natasya sembari naik kedalam mobil


Didalam terasa begitu canggung, karna keduanya tidak berbicara sedikit pun. Tak lama kemudian Natasya merasa kalau mereka begitu jauh pergi dari kantor, mencoba menanyakan kepada Edward yang sedang fokus menyetir.


“ Kau ingin kemana? “ tanya Natasya yang melirik sekilas pada Edward


“ diam dan kau akan tau nanti “ jawab Edward yang malas menjelaskan.


“ ck..” gumam Natasya


Karna malas berbicara dengan Edward, Natasya pun hanya terdiam hingga Edward menghentikan mobilnya disuatu tempat. Turun dari mobil yang diikuti oleh Natasya, gadis itu baru turun langsung tertegun melihat pemandangan Padang rumput dan sungai. Natasya menatap horor Edward, bertanya-tanya apa yang terjadi dengan atasannya ini?

__ADS_1


Edward hanya melirik sekilas kearah Natasya dan berjalan menuju tepi sungai.


“ Nikmatilah hingga pikiran kau pulih “ kata Edward dengan nada dingin


“ pikiran ku bagus kok daritadi malah “ elak Natasya


“ Benarkah? Lalu kenapa kau begitu seperti ada Masalah? “ pojok Edward


“ Tidak kok, perasaanmu saja kali “ jawab Natasya yang berbohong


“ Ck...pake perasaan Mulu, logikanya kapan? “ tanya Edward


“ lupakan, tidak perlu bahas lagi “ kata natasya yang mengakhiri topik


Natasya berjalan kearah batu besar dekat tepi sungai dan duduk disana, Edward yang masih stay berdiri ditempat yang sama pun tak memperdulikan Natasya. Gadis itu duduk sambil menghirup udara segar, membuat hati dan pikiran kembali jernih dari sebelumnya.


“ Thanks ya udah bawa kesini “ kata Natasya dengan suara santai


“ hm “ angguk Edward


Natasya menoleh kearah Edward dan menilai bahwa Edward itu tidak sekejam yang ia kira tapi kejamnya orang ini belum diketahui oleh Natasya. Walaupun hanya insting tapi itu tetap saja tidak bisa diperkirakan.


Sedang asik menikmati pemandangan, tiba-tiba hujan pun turun begitu lebat. Natasya yang terkejut pun langsung berlari kearah pohon untuk berteduh.


“ ck...pake hujan segala “ gumam Edward sambil menatap keatas


“ Pulang aja yuk, di kantor aku masih kerjaan “ kata natasya sembari berjalan keluar dari teduhan.


Natasya yang nekad pulang pun langsung ditarik oleh Edward tangannya agar tidak terkena hujan, natasya yang merasa tertarik pun terkejut dan terkejut disamping Edward. Menata lelaki itu dengan tajam sedangkan Edward hanya menatapnya dengan dingin


“ Apa yang kau lakukan? “ tanya natasya yang menoleh kearah Edward


“ Bukankah seharusnya saya yang bertanya, apa yang kau lakukan? “ kata Edward yang tanya balik


“ Ck...pulanglah, kau pikir mau menunggu disini? “ jawab Natasya


“ dengan pakaian putih kau itu? “ tanya Edward dengan mengangkat alisnya


Natasya pun langsung teringat kalau hari ini ia memakai kemeja putih dan tidak memakai jas, jika ia nekat menerjang hujan ke mobil maka bajunya akan basah. Kesempatan tidak ada, natasya pun kembali duduk dan bersandar dipohon.


“ Tidak jadi pergi? “ ledek Edward


“ Tidak “


“ dasar bodoh “ gumam Edward


Natasya yang mendengar gumaman Edward pun hanya terdiam tanpa menghiraukan keberadaan Edward. Natasya yang berada di situasi ini pun teringat kalau ia pernah melakukan ini sebelumnya dengan arya, saat pulang sekolah. Berteduh hingga hujan berhenti, memikirkan hal itu membuat Natasya tersenyum sedih sambil menyandarkan kepalanya dipohon.


Menunggu yang tidak pasti itu seperti orang bodoh yang tidak mau membuka hati untuk orang lain dan menjalankan kehidupannya tanpa seseorang itu.

__ADS_1


Bodoh sekali diriku ini...


__ADS_2