
Di sana Natasya hanya terdiam tanpa menjawab pertanyaan Yudha, entah kenapa natasya tidak menyangka bahwa mereka akan bertemu di sini. Melihat sekeliling mencari seseorang agar ia bisa pergi dari tempat ini namun di sana tampak sepi karna sekarang adalah jam orang kerja.
Yudha yang lagi-lagi melihat reaksi Natasya pun hanya tersenyum dan terus mengubah pembicaraan agar mereka bisa berbicara dengan santai dan melupakan Kejadian dulu yang pernah terjadi.
“ Ada apa Natasya? Kau terlihat sedang mencari seseorang? Apa kau disini tidak sendiri? “ tanya Yudha sambil mengikuti arah pandang Natasya
“ Tidak “ jawab singkat natasya yang mundur beberapa langkah
perasaan kini berantakan entah perasaan kangen, benci atau pun itu semua Natasya tidak bisa tau. Berharap agar ada seseorang datang membawanya pergi dari hadapan Yudha, sejujurnya Natasya belum siap untuk berbicara langsung dengan Yudha semenjak mereka berpisah.
“ Natasya, kenapa? Apa kau tidak senang bertemu dengan ayah? “ tanya ayah sembari mengangkat tangan kanannya untuk mengelus kepala gadis didepannya
Namun sebelum itu terjadi, Natasya sudah ditarik terlebih dahulu kebelakang tubuh lelaki yang baru saja datang. Tubuh besar dan tinggi itu menutupi tubuh kecil Natasya dari pandangan Yudha, Natasya yang terkejut saat tubuhnya tertarik pun hanya menaikkan bola matanya keatas dan melihat siapa lelaki yang datang itu..
Tak terduga, lelaki itu adalah atasannya sendiri yang kini sedang ia tunggu dari tadi. Edward menatap Yudha dengan tatapan dingin dengan tangan Kiri yang masih menggenggam tangan Natasya dibelakang punggungnya. Disana juga ada Arya yang berdiri di sebelah Edward, ia juga melihat kearah Yudha. Yudha yang merasa di curigai seperti penjahat pun langsung berbicara untuk menjelaskan kepada Edward dan Arya yang kini sedang salah paham padanya.
“ Selamat siang, tuan! Maaf sepertinya anda salah paham “ kata Yudha yang menunjukkan senyuman kecil
“ ada urusan apa kau dengannya? “ tanya Edward dengan suara dingin
“ Aku hanya ingin bicara sebentar dengan natasya? “ jawab Yudha
“ Natasya? “ gumam Edward sambil melirik ke belakang tanpa menoleh
Gadis itu terus menunduk seperti tidak ingin melihat Yudha di hadapannya, Edward yang mengerti pun langsung mengajak Natasya berjalan ke arah mobil tanpa berbicara sepatah kata pun dengan Yudha. Lelaki itu berjalan sambil menggenggam tangan kecil Natasya, Yudha yang melihat itu langsung tertegun dan terheran dengan apa yang ia lihat
“ T-Tuan? “ panggil Yudha yang mencoba menghentikan Edward
Namun saat melangkah, Arya sudah berdiri di depan Yudha menghadang pria itu untuk mendekati Edward dan Natasya. Dengan sopan Arya menjelaskan apa yang ia mengerti dari sikap Edward.
__ADS_1
“ Maaf tuan, seperti tuan kami ada urusan dengannya. Dimohon untuk anda lain kali saja berbicara kepada nona Tasya “ kata Arya dengan sikap
“ Tapi saya kan orang tuanya, seharusnya saya duluan donk yang harus bicara dengannya. Ini masalah keluarga lho “ protes Yudha
“ maaf sekali pak, tuan kami sepertinya tidak mengizinkan anda untuk berbicara dulu pada nona. Kalau begitu saya izin permisi “ sahut Arya sembari berjalan mengikuti Edward dan Natasya yang sudah berlalu daritadi
*
*
*
Di sisi lain Edward dan Natasya sudah sampai di mobil, mereka berdua masih terdiam sejak tadi. Merasa sudah cukup, Edward pun melepaskan genggaman itu dan melirik kearah Natasya yang kini terlihat linglung.
“ Bukankah tadi aku sudah bilang, kalau kau ingin menunggu jangan di tempat itu?! “ kata Edward yang membuka pembicaraan
“ taman itu memang masih satu wilayah namun jarang ada orang yang lewat disana, taman itu biasanya di gunakan untuk hal penting aja “ jelas Edward
“ Jadi kau menyuruhku menunggumu dimana? “ tanya Natasya sambil menatap lelaki yang ada disebelahnya.
“ di taman samping kantor, disana cukup ramai dan suasana juga tidak terlalu panas. Jadi kalau ada apa-apa kan masih ada orang tapi kalau di taman yang tadi kau datangi itu sepi dan suasananya juga panas jadi kalau kau ada masalah maka tidak akan ada orang yang tau “ jawab Edward
“ Aku baru pertama kalinya kesini, jadi tidak terlalu mengenal tempat. Apapun yang aku temui maka disitulah aku akan tunggu “ kata natasya
“ baiklah terserah kau, lain kali berhentilah berkeliaran ditempat yang sepi. “ jawab Edward yang menatap langit biru
“ hm “ angguk natasya
__ADS_1
Selang beberapa menit, Arya pun datang tanpa menunggu lama mereka pun langsung masuk kedalam mobil dan pergi ke sesuatu tempat. Perjalanan menuju kesana menghabiskan waktu 30 menit, memang sebentar namun itu membuat Natasya yang duduk di kursi penumpang belakang tertidur pulas sambil menyandarkan di jendela.
Arya yang melihat itu pun langsung bertanya kepada tuannya apakah mereka lanjutkan perjalanan atau tidak, tetapi Edward terus berkata lanjutkan saja nanti juga ia akan terbangun sendiri. Benar saja sesampainya disana natasya membuka matanya dengan perlahan dan melihat bahwa ia sendirian di dalam mobil, tidak terlihat juga Arya dan Edward disana.
Panik karna takut terjadi apa-apa pun Natasya langsung keluar dari mobil untuk melihat di mana mereka dan kenapa ia sendirian disini. Saat ia keluar ia terpaku melihat pemandangan disana, begitu hijau rumputnya, pepohonan yang rindang, burung-burung yang berkicau dan angin yang berhembus kencang.
Begitu menenangkan bukan?
Disana bagaikan seperti hidup di alam yang bebas tanpa adanya masalah, Natasya yang menikmatinya pun tak sadar jika ada seseorang yang sedang menghampirinya. Lelaki itu berdiri tepat di samping Natasya dan sangat terlihat perbedaan tinggi Mereka, natasya yang menyadari kedatangan seseorang di sebelahnya pun hanya melirik ke samping dan terlihat bahwa lelaki itu adalah Edward.
Edward yang kini berdiri disampingnya terasa seperti Rio yang berasa disisinya jika ia ada masalah, rasanya membuat rindu di hati ya muncul kembali. Edward yang melihat perubahan wajah Natasya pun mengira bahwa gadis itu tidak menyukainya
“ Apa kau tidak menyukainya? “ Tanya Edward yang membuat Natasya tersadar
“ Aku menyukainya kok, terimakasih “ jawab Natasya tanpa menoleh kearah Edward
“ Hm “
“ Hm...Tuan? “ panggil Natasya
“ hmm? “ jawab Edward yang merespon
“ Terimakasih atas yang tadi siang “ kata natasya sambil memandang burung yang berada di pohon tepat lurus di depannya
“ tidak masalah, itu tadi aku hanya kebetulan lewat saja jadi melihatmu “ jawab Edward yang tidak ingin natasya berharap lebih
“ ya aku tau “ sahut Natasya
__ADS_1
Edward yang mengangguk dan terdiam lalu mengeluarkan sesuatu dari saku celananya dan menyerahkannya kepada Natasya. Natasya yang melihat itu pun terkejut dengan apa yang ada di tangan lelaki itu..