Aku Masih Menunggumu

Aku Masih Menunggumu
Mendapatkan informasi dengan cepat..


__ADS_3

Dikantor, Natasya langsung berjalan menuju ruangan Edward untuk mengecek beberapa data yang tadi dikirim eh Liana saat ia diperjalanan menuju kantor. Gadis itu saat melewati beberapa bodyguard Edward yang tengah berjaga didepan pun langsung disapanya dengan sopan.


“Selamat siang Nona Tasya”


Suara serentak dari bodyguard itu terdengar hingga membuat Natasya menganggukkan kepalanya sebagai responnya. “Nona, kenapa anda sendirian saja? Dimana tuan muda Chen? Apa dia ada urusan diluar jam kerja lagi?” Tanya salah seorang bodyguard tersebut “Tidak kok, tuan sekarang ada diperusahaan satunya. Dia sedang berada dipertemuan dadakan jadi dia akan sedikit terlambat kesini” jawab Natasya sembari menghentikan langkahnya saat menjawab pertanyaan lelaki itu.


“Ouhh baik, terimakasih atas infonya nona” ujarnya sambil menundukkan kepalanya. Natasya yang melihat itu pun hanya terdiam sembari melanjutkan langkahnya untuk masuk kedalam, ia benar-benar merasa sangat di hargai oleh bodyguard Edward walau dirinya hanya seorang sekretaris tambahan.


Sekitar 1 jam lebih gadis itu fokus kepada laptopnya, ia tidak memperdulikan perutnya yang kini mulai terasa lapar. Hingga akhirnya suara pintu ruangan terbuka terdengar dan terlihat ada seorang lelaki memasuki ruangan tersebut dengan membawa bingkisan di tangannya. “Sedang apa kau?” tanya lelaki yang membuat Natasya mengangkat kepalanya untuk melihat siapa yang tengah berdiri dihadapannya


“Tuan, kau sudah kembali?” tanya Natasya saat mengenali siapa lelaki yang ada didepannya ini. “Ya sudah, lagipula pertemuan tadi hanya membahas beberapa masalah dalam kerja sama kita” jawab Edward sembari duduk di sebelah gadis itu. “Masalah? Masalah seperti apa? Apa itu masalah besar?” tanya Natasya sambil menatap lelaki yang ada disebelahnya ini


“Tidak kok, kau tidak perlu memikirkan hal itu. Sudah ada Arya yang akan membereskannya” ujar Edward sembari meletakan bingkisan tersebut diatas meja. Mendengar hal itu, Natasya hanya mengangguk dan kembali fokus kepada laptopnya lagi “Akhir-akhir ini ada beberapa pengeluaran dana besar yang tidak diketahui oleh siapapun, bujetnya lumayan besar hingga membuat semua kebingungan dengan pengeluaran tersebut” kata natasya yang membuat Edward langsung mendekatkan dirinya kepada gadis itu.

__ADS_1


“Memangnya selama pengeluaran dana tidak ada laporan sedikitpun dari sana?” tanya Edward sembari melipat kedua tangannya didada “Menurut data-data disini, tidak ada laporan sedikitpun tentang pengeluaran dana itu, jadi tidak tau apa yang digunakan atau dikonsumsinya hingga mengeluarkan dana sebanyak itu” jelas Natasya lagi


“Apa kau sudah mencoba menghubungi manajer keuangan?” tanya Edward dengan melirik kearah gadis yang tengah fokus kepada laptopnya. “Aku belum sempat menghubunginya karna aku sedaritadi sibuk mengecek pengeluaran ini” jawab Natasya tanpa menoleh ataupun melirik sedikit ke arah Edward


Edward disana hanya terdiam sambil menatap natasya yang tengah memeriksa beberapa file di laptopnya. Menunggu beberapa menit, akhirnya ada seorang staf bawah datang keruangan Edward dengan membawa nampan yang berisi makanan serta minuman yang entah untuk siapa. “Tuan ini makanan dan minuman yang anda minta” kata lelaki itu sembari menyusun semuanya diatas meja depan mereka.


Edward disana hanya mengangguk dan membiarkan lelaki itu pergi setelah menyusun semuanya. “Makanlah dulu, masalah itu bisa kau pikirkan nanti” ucap Edward yang membuat Natasya menoleh kearahnya “Kau makan duluan saja, aku akan teruskan ini sebentar lagi.” Jawab Natasya yang menolak halus tawaran Edward


Gadis itu kembali fokus kepada laptopnya dan jarinya juga ikut menekan beberapa tombol di keyboard. Edward yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya lalu mengambil sendok yang sudah tersedia disana. Ia mengambil sedikit kuah dari makanan dan menyodorkannya kedepan mulut gadis itu.


Natasya yang tidak melihat adanya sendok didepan mulutnya pun hanya bisa mengikuti suara yang keluar dari mulut Edward. Gadis itu membuka mulutnya sedangkan Edward menyuapinya hingga membuat Natasya tertegun saat merasakan rasa didalam mulutnya. “A-apa yang kau lakukan?” tanya natasya sembari menatap lelaki yang ada disampingnya


“Menyuapimu” jawab singkat Edward “Tidak perlu, aku bisa makan nanti, setelah menyelesaikan ini” ujar Natasya “jika kau makan nanti, maka aku akan terus menyuapimu” kata Edward yang membuat gadis itu menghentikan aktivitasnya dan mengambil sendok yang ada ditangan lelaki itu. “Kau benar-benar menganggu saja” cibir Natasya dengan nada kesalnya

__ADS_1


Edward yang mendengar itu hanya tersenyum sembari mengambil salah satu makanan yang belum ia sentuh, sejujurnya Edward memang sengaja melakukan itu karena gadis ini selalu saja lupa akan waktu jika usah fokus dengan suara pekerjaannya.


Tak lama makan, akhirnya mereka pun selesai dan semua bekas makanan mereka juga sudah dibersihkan. Keduanya juga kembali sibuk dengan urusannya masing-masing hingga membuat ruangan itu terasa sunyi karna tidak ada pembicaraan dari mereka. Beberapa menit kemudian, suara pintu terketuk terdengar dari luar ruangan hingga membuat Natasya dan Edward yang tadinya sedang fokus, seketika langsung menatap arah pintu itu.


“Tuan muda, bolehkah aku masuk?” tanya suara itu dari balik pintu ruangan. “Ya” jawab singkat Edward yang membuat seseorang dibalik pintu itu membuka pintunya dan terlihat ada seorang lelaki tengah berjalan masuk kedalam dengan tangan yang membawa map besar berwarna merah. “Ini map yang anda minta tuan, apa ada sesuatu yang ingin diambilkan kembali?” tanya lelaki itu dengan nada sopannya


“tidak perlu, terimakasih” jawab Edward dengan nada dinginnya serta tangan yang mengisyaratkan untuk menyuruhnya keluar dari ruangan. Lelaki yang mengerti itu langsung mengangguk dan membalikkan tubuhnya untuk berjalan keluar dari ruangan tersebut hingga menyisakan keduanya seperti sebelumnya.


Edward yang melihat pintu itu sudah tertutup pun langsung mengambil map tadi dan berkata “Ambil ini dan lihatlah!” Natasya yang mendengar itu langsung beranjak dari duduknya dan berjalan menghampiri lelaki yang tengah duduk di kursi besarnya. “Apa ini?” tanya Natasya saat menerima map itu dari Edward


“Data-data yang kau butuhkan. Mungkin cukup untuk bukti dan menangkap siapa pelakunya” jawab Edward dengan menyandarkan tubuhnya di sandaran kursinya. Mendengar perkataan itu membuat Natasya langsung membuka map tersebut dan membacanya, memang dari beberapa data-data yang tertulis disana sudah dinyatakan bukti yang kuat tetapi kenapa lelaki ini bisa menemukan informasi ini dengan cepat?


Natasya yang terbingung pun membuat Edward hanya menatapnya dengan diam, Edward memang hanya seorang lelaki muda yang sudah memegang beberapa perusahaan diusia mudanya dan gampang dianggap remeh oleh orang yang belum tau kemampuannya. Selain memegang beberapa perusahaan, Edward juga memiliki banyak anak buah untuk ia jadikan pencari informasi umum ataupun pribadi.

__ADS_1


Jadi jika ditanya masalah perusahaan kepada lelaki itu, maka dengan sangat mudah akan terselesaikan hanya dengan hitungan beberapa menit. “Bagaimana kau puas dengan informasinya?” tanya Edward sembari menatap gadis yang tengah berdiri disampingnya “Lumayan, ini bisa dijadikan barang bukti. Tetapi bagaimana bisa kau dengan cepat menemukan semua informasi ini?” kata natasya dengan perasaan yang heran


__ADS_2