
“ Kau tidak bersalah, jadi berhentilah memohon seperti itu. “ Kata Natasya dengan suara dingin
Memang benar, disini tidak ada yang salah hanya saja sikap nekad Natasya yang bermasalah. Arya yang sedari tadi menahan diri untuk bicara pun akhirnya membuka suaranya untuk membicarakan soal kenekatan Natasya.
“ Maaf nona, bukannya saya ingin mengalihkan pembicaraan atau menuduh nona menjadi penyebab masalah ini “ kata Arya Yang sedikit gugup
“ Trus? “
“ Hm...saya ingin membicarakan soal kenekatan nona “ kata Arya lagi
“ Kenapa? “ tanya Natasya
“ Nona, anda ini kan seorang wanita jika keluar dari mobil dalam posisi mobil kecepatan tinggi itu jangan melompat atau keluar. Bisa bahaya jika ada mobil dibelakang “ jelas Arya
“ kau yang lambat, aku kan sudah menyuruhmu untuk menghentikan mobil “ kata natasya
“ Y-ya tapi gak gitu juga nona, tadi itu sangat bahaya lho. Bagaimana jika nanti ada terluka atau terjadi hal lain? “ ucap Arya yang begitu mengkhawatirkan kondisi Natasya
Edward yang mendengar itu pun langsung tertawa dalam batinnya, menyangka bahwa lelaki yang disampingnya ini sedang jatuh cinta atau hanya sekedar khawatir?
“ ck...mau dia terluka ataupun mati, memangnya itu ada urusannya denganmu? “ tanya Edward yang mengejek
“ Tuan, jangan berkata seperti itu. Bukannya aku mengurusi hidup atau cara orang dalam menyelesaikan tapi aku Cuma memberitahu kalau itu tuh tidak boleh “ balas Arya yang menatap wajah dingin Edward dengan tatapan konyol
“ Jangan sok bijak! “ ejek Edward sambil menjitak kepala Arya
“ aduhh...tuan, apa yang kau lakukan? Kenapa kau menjitak palaku? “ tanya Arya dengan tatapan memelas
“ tidak ada, cepat kembali ke kantor dan lupakan masalah hari ini “ kata Edward yang mengakhiri pembicaraan
Semua pun terdiam, tidak ada lagi yang berbicara. Sesampainya di kantor semua pun kembali ke ruangan masing-masing kecuali Natasya dan Liana yang sedang duduk berdua di kursi taman.
“ Jadi kau ingin bicara apa? “ tanya Natasya
“ hm..maaf Bu, kalau saya mengganggu waktu ibu “ kata Liana yang basa-basi
__ADS_1
“ tidak apa “ jawab Natasya Yang masih menunggu
“ Begini Bu, tujuan saya ingin bicara dengan Bu Tasya itu adalah ucapan terimakasih saya kepada Bu Tasya “ kata Liana sambil memainkan jarinya
Natasya disana hanya mengangguk paham dan menunggu Liana memulai pembicaraan mereka, sebenarnya Natasya agak Sedikit tidak senang saat Liana terus berbasa-basi dengannya tanpa memulai pembicaraan mereka. Tapi karna ia penasaran jadi terpaksa natasya menunggu sampai Liana berbicara
Sekian lama berbasa-basi Liana pun langsung memulai pembicaraan mereka dengan serius dan keheningan malam di sekeliling mereka.
“ Makasih Bu Tasya, selama ini anda selalu baik dengan saya, selalu nolongin saya jika saya ada masalah dan saya juga makasih banget buat waktu yang udah kita jalani berdua waktu lalu “ kata Liana
“ ..... “
“ Saya ingin kasih ini ke Bu Tasya, sebagai tanda terimakasih saya “ kata Liana sambil menyerahkan kotak kecil
“ apa ini? “ tanya Natasya sambil menatap kotak tersebut
“ Hehehe...ada deh, nanti Bu Tasya buka saja saat dirumah “ jawab Liana sambil terkekeh kecil
“ Hm... terimakasih “ kata natasya sambil mengangguk
“ Oh ya Bu, apakah nanti saya boleh main ke rumah ibu? Sudah lama sekali aku tidak mampir, bagaimana kabar Tante Kinan? “ tanya Liana yang membuka topik baru
“ Luar negeri? Sungguh? Apa dia sedang berlibur? “ tanya Liana dengan tatapan berbinar
Sebenarnya Liana ini sedikit nolep terhadap hal yang begituan, jika ada sesuatu yang belum ia ketahui atau belum ia lakukan maka Liana akan sedikit terkagum-kagum dengan hal yang menurut orang itu adalah hal kecil.
“ tidak, dia sedang bekerja “ kata natasya
“ ouh...pantas saja aku jarang melihatnya, ternyata dia sedang di luar negeri “ jawab Liana yang bergumam
“ Hm “
“ Oh ya, berarti sekarang kamu tinggal sendirian donk dirumah? “ tanya Liana yang teringat bahwa Natasya sekarang hanya tinggal berdua dengan Tante Kinan
“ ya tapi aku ada rencana akan pindah ke tempat lain “ jawab Natasya
__ADS_1
“ lho kenapa? Apakah ada sesuatu yang terjadi disana? “ tanya Liana yang merasa akrab dengan natasya
“ Tidak, itu hanya permintaan Tante “ jelas Natasya
Memang benar, acara pindahan itu usulan dari Tante Kinan. Pindah tanpa alasan itu sangat mencurigakan dan sangat aneh bagi Natasya, tapi Tante kinan bilang jika itu semua dilakukan sementara saat tantenya berada diluar negeri saja.
“ Ouhh...Tantemu itu cukup misterius ya kalau dilihat-lihat, tapi walaupun begitu dia juga sangat baik dan perhatian “ kata Liana sambil tersenyum lebar
“ kau seperti mengenal baik Tante ku “ ucap natasya sambil memincingkan matanya
“ hahaha...tidak juga kok, hanya saja itu dari penilaianku saja. “ kata Liana yang terkekeh
Natasya yang merasa aneh pun hanya terdiam dan meladeni sikap Liana sekarang hingga mereka kembali ketempat kerja masing-masing. Natasya masuk kedalam ruangan Edward dan melihat lelaki itu sedang tertidur pulas dikursi besarnya.
Sekilas melihat jam dinding menunjukkan pukul 22.53 wajar saja si jika Edward tertidur disana karna hari ini dia cukup banyak mendatangi pertemuan dalam sehari penuh walaupun pertemuan sore itu gagal tapi tetap saja hari ini cukup melelahkan.
Natasya berjalan kearah meja yang berada di samping ruangan dan menyalakan menghangatkan ruangan, cuaca dimalam ini cukup dingin jadi natasya menyalahkan mesin itu. Natasya kembali berjalan menuju sofa dan merebahkan tubuhnya disana.
Ahh...sungguh nikmat saat bisa merebahkan tubuh setelah kerja seharian. Natasya yang yang terlelap dengan nikmat sofa akhirnya ia pun menutup matanya dan ikut tertidur diruangan yang sama bersama Edward.
*
*
*
Disisi lain angel yang masih gamon dengan Edward pun selalu membuat masalah hingga membuat keluarga nya tidak habis pikir dengan putrinya ini. Angel selalu menangis ditengah malam karna selalu memimpikan Edward tapi dalam kenyataannya dia sudah menjadi mantan bagi lelaki yang disayanginya itu.
“ sayang udah donk jangan nangis terus, dia itu gak pantes buat kamu. Masih banyak lelaki diluar sana yang jauh lebih baik darinya dan jauh lebih sayang sama kamu “ hibur ibu angel
“ tapi mih, angel tuh sayang banget sama dia. Angel gak mau putusin hubungan pertunangan sama dia “ eluh angel dengan air mata di pipinya
“ iya mamih ngerti, kamu sayang sama dia tapi dia kan enggak sayang. Masa kamu mau terus-terusan ngejar orang yang gak cinta sama kamu “ kata ibunya
“ Mau dia cinta atau enggak, angel gak peduli!! Angel maunya sama Edward, gak mau sama yang lain “ bantah angel
__ADS_1
“ Sayang kamu gak boleh gitu donk... “ eluh ibunya
“ bodo amat, kalau mamih sama papih gak mau bantu angel balikan sama Edward, maka angel sendiri yang bakal pikirin caranya buat bikin Edward jadi milik angel seutuhnya tanpa wanita pengganggu seperti Natasya “ kata Angel dengan penuh tekad