Aku Masih Menunggumu

Aku Masih Menunggumu
Menemani Edward di rumah sakit..


__ADS_3

Edward mencoba mengangkat tangannya lalu mengusap kepala gadis itu dengan lembut, Natasya yang merasa ada sesuatu menyentuhnya pun langsung membuka matanya dan menegakkan tubuhnya. Ia masih merasa ngantuk tetapi sesuatu itu terus mengusap kepalanya. Saat Natasya melihat kearah Edward ia terkejut saat sepasang mata itu menatapnya


“T-Tuan?”


Natasya mencoba mengucek matanya agar penglihatannya kembali namun saat membuka mata, masih terlihat sama, sepasang mata Edward sedang menatapnya dalam diam. “Kau ini sedang apa?” Tanya Edward yang melihat Natasya terus mengucek matanya “Tidak sedang apa-apa, kau sudah sadar tuan” kata natasya yang memalingkan wajahnya


“Seperti yang kau lihat” jawab Edward yang menarik kembali pandangannya dan beralih ke yang lain. “Kau semalam ngapain, sampai seperti ini?” tanya Natasya yang menatap lelaki itu “Semalam?” Edward terlihat terbingung dengan perkataan gadis itu tadi. “Semalam aku tidak ngapa-ngapain dan aku juga gak tau kenapa aku bisa ada disini” kata Edward yang membuat Natasya tertegun


Hah? Maksudnya gimana? Kenapa lelaki ini seperti tidak ingat dengan apa yang ia lakukan semalam? Natasya terdiam karna perkataan Edward, ia tidak tau kenapa lelaki ini bisa melupakan kejadian yang baru saja terjadi semalam. Edward yang melihat Natasya terdiam pun langsung beranjak bangun dari tidur, ia ingin duduk karna punggungnya terasa sakit


Natasya yang menyadari itu pun langsung membantu Edward dengan memposisikan bantalnya di belakang punggung lelaki itu hingga ia bisa merasa nyaman saat menyandar. “Terimakasih” kata Edward saat mendapatkan bantuan dari gadis disebelahnya ini. Natasya yang mendengar itu hanya mengangguk lalu menolehkan kepalanya kearah meja yang ada disebelahnya


Ia tidak menemukan nampan yang ia bawa tadi dan itu juga membuatnya terkejut. ‘Sial kemana nampannya pergi?’ batin Natasya yang mulai mengecek bawah kasur, takutnya mangkuk itu tergelinding jatuh. “Kau ini sedang apa sih?” Edward melihat Natasya seperti itu pun menatapnya dengan terheran


Mendengar perkataan Edward, Natasya hanya terdiam dan tidak menjawab pertanyaan lelaki itu hingga ada suara ketukan pintu terdengar dari luar yang membuat keduanya serentak menoleh kearah pintu. Natasya perlahan beranjak dari duduknya dan berjalan menuju pintu lalu membukanya. Terlihat ada seorang suster tengah membawa nampan di tangannya


“Maaf mbak, ini nampannya tadi saya bawa. Soalnya saat pemeriksaan pasien, kami melihat mbaknya tertidur dan buburnya juga belum dimakan jadi kami bawa untuk memanaskannya kembali” kata suster itu sambil menyerahkan nampannya “Ouh... terimakasih kalau bgitu, maaf jadi merepotkanmu” kata Natasya yang mengambil nampan tersebut “Sama-sama mbak, ini memang tugas pelayanan kami. Kalau begitu saya permisi dulu” jawab suster itu sembari berjalan pergi meninggalkan Natasya

__ADS_1


Setelah melihat suster itu telah pergi, Natasya baru membalikan tubuhnya, masuk kedalam lalu menutup pintunya perlahan. Edward yang melihat itu pun langsung membuka suaranya “Apa itu?” “ini bubur hangat untukmu” jawab Natasya sembari meletakan nampannya diatas meja. “Aku tidak lapar” kata Edward yang menolak untuk makan


“Tidak lapar gimana, kau ini dari semalam belum makan lho.” Kata Natasya yang mengambil mangkuk itu. “Nih makan, walaupun sedikit setidaknya ada makanan yang masuk” lanjut Natasya yang menyodorkan sendok didepan mulut Edward. Karna tidak memiliki pilihan lain, lelaki itu pun membuka mulutnya lalu memakannya.


Natasya yang melihat itu pun terdiam, ia merasa seperti ingat diposisi yang sama. Ia sakit dan ibu menemaninya serta menyiapinya dengan penuh kasih sayang. Edward yang melihat Natasya terdiam pun langsung melambaikan tangannya didepan wajah gadis itu “Hey kau kenapa?”


Natasya yang tersadar pun langsung menurunkan tangannya dan ngambil bubur hangat itu lagi tanpa menjawab pertanyaan lelaki itu. Tak lama, bubur yang ada di mangkuk pun habis dimakan Edward. “Katanya gak lapar tapi habis juga” cibir Natasya yang membuat Edward menatapnya dengan tajam “Itu karna kau terus menyuapiku” jawab Edward sembari memalingkan wajahnya. Ia seperti sedang merajuk karna terciduk lapar


“Tingkahnya seperti Rio”


Sedangkan Natasya membantu mengambilkan gelas yang berisi air putih di atas meja lalu menyerahkannya kepada Edward. Setelah selesai minum obat, Natasya membereskan kembali mangkuk dan gelas tersebut agar tidak terlihat berantakan.


Edward disana masih terdiam duduk sambil melihat apa yang sedang dilakukan oleh gadis itu, Natasya yang merasa dipandang hanya terdiam dan tetap fokus membereskan barang-barang yang ada di atas meja. Setelah selesai, Natasya kembali duduk di kursinya sambil memandang Edward yang tengah memandangnya.


“Bagaimana sudah enakan?” tanya natasya yang diangguki oleh lelaki itu sambil menjawab “Ya lumayan, terimakasih” jawab Edward Sembari memalingkan wajahnya “Apakah aku sudah boleh pulang?” lanjut Edward “Mungkin boleh kalau kau sudah berasa baikkan” sahut Natasya yang memandang Edward


“Yaudah aku ingin pulang” kata Edward sembari beranjak dari ranjang namun dengan cepat Natasya langsung menghentikannya. “Jangan Pulang dulu, istirahatlah sampe sore baru nanti kita pulang” ucap Natasya yang menahan dada bidang Edward

__ADS_1


“Kenapa harus beristirahat lagi, aku sudah bilang kalau aku sudah lumayan membaik” protes Edward yang menatap gadis kecil didepannya ini “Ya aku tau, kau sudah merasa baikkan tetapi alangkah baiknya jika kau beristirahat lagi sejenak hingga sore” kata Natasya yang masih mencoba menahan Edward agar tidak turun dari ranjang.


Edward yang malas untuk melakukan perlawanan pun memilih untuk mundur dan kembali ke posisi sebelumnya hingga gadis yang agak didepannya ini menghela nafas lega. “Baik aku akan beristirahat disini sampai sore” kata Edward yang mengalah “Yaudah, kau beristirahatlah! Aku akan taruh nampan ini dulu kebawah” jawab Natasya sembari menunjuk kearah benda yang ia maksud


Edward yang mendengar itu hanya mengangguk dan membiarkan Natasya berjalan keluar dengan nampan yang ada ditangannya. Ia berjalan menuju lift untuk turun ke lantai bawah. Berniat mengembalikannya di kantin rumah sakit, namun saat di tengah jalan ia tidak sengaja menabrak seseorang diperbelokkan koridor hingga membuat keduanya terjatuh


“Aduuhh...maaf-maaf, saya tidak sengaja”


Terdengar suara itu yang membuat natasya mengangkat kepalanya untuk melihat siapa yang ada di depannya ini, saat ia menatap wanita yang sedang meminta maaf karna kesalahannya Natasya langsung tertegun serta membelalakkan matanya saat menyadari bahwa dirinya mengenali wanita yang ada di depannya ini.


...🥀🕊️


...


Disisi lain Edward yang sedang menunggu natasya di kamar nginap, sambil mengusap wajahnya dengan kasar. Ia seperti dalam kondisi pikiran yang hancur hingga ia terlihat mudah gelisah saat sendiri


“Sialan, kenapa aku harus melakukan ini?!!”

__ADS_1


__ADS_2