Aku Masih Menunggumu

Aku Masih Menunggumu
Memiliki sahabat selain Melisa?


__ADS_3

Bunda pun mengajak Tante Lucia untuk masuk kedalam rumahnya terlebih dahulu dan menyuruh pembantunya menyiapkan minum untuk Melisa dan Tante Lucia. Menunggu beberapa menit, akhirnya pembantu itu membawakan nampan yang berisi minuman untuk Tante Lucia dan Melisa, disana juga ada cemilan kecil untuk mereka.


“Diminum dulu Lucia, Melisa” kata bunda dengan nada ramahnya


Mendengar perkataan bunda, ke2 wanita itu pun langsung mengambil gelas yang sudah tersedia didepan mereka dan meminumnya. Setelah sudah mereka pun kembali meletakan gelasnya diatas meja dan Tante Lucia juga kembali membuka suaranya. “Say, si Edward itu kenapa sih? Kenapa dia kayak gak suka sekali dengan putriku? Emangnya putriku kurang apa Dimata dia? Dan kenapa dia terlihat begitu dekat dengan wanita tadi?” kata Tante Lucia dengan nafas yang terengah-engah


“Cia, tenangkan dirimu dulu. Kita akan bicarakan nanti” jawab bunda sembari menenangkan Tante Lucia “Bagaimana aku bisa tenang say, putra mu itu sudah memperlakukan putriku dengan semena-mena” ujar Tante Lucia yang tidak terima dengan semua itu. Baginya Melisa adalah wanita yang tidak pernah diperlakukan seperti itu dengan lelaki lain tapi kenapa sekarang Edward malah memperlakukan nya seperti itu


Apa ada yang kurang Dimata lelaki itu untuk Melisa? Tante Lucia disana terus membicarakan tentang Edward didepan bunda hingga ayah yang tadinya berada didepan, masuk kedalam dengan suasana mood yang dingin. “Regar, Putramu itu kenapa sih? Kenapa dia memperlakukan Melisa seperti itu? Memangnya dia salah apa?” kata Tante Lucia saat mendapati ayah yang tengah masuk kedalam ruang tamu


Ayah yang mendengar perkataan Tante Lucia pun langsung meliriknya dengan tatapan dingin hingga membuat Tante Lucia bergidik merinding. “Dia seperti itu, karna dia tidak suka paksa. Dia juga sudah memberikan kalian 3 hari untuk menumbuhkan rasa kan? Tapi hingga sekarang dia masih belum memiliki perasaan kepadamu. Jadi kita batalkan saja pertunangan ini” jawab ayah yang membuat ke3 orang disana terkejut.


“A-apa maksudmu? Kenapa kau malah mendukungnya? Bukankah perjodohan orangtua itu lebih baik daripada dia yang memilih jodoh itu sendiri? Kenapa kau jadi seperti, bukankah awalnya kau juga setuju dengan perjodohan ini?” seru Tante Lucia dengan nada kagetnya. Ia tidak percaya jika ayah dari Edward akan berbicara seperti, karna baginya jika sudah lelaki itu yang berbicara seperti itu maka keputusan apapun akan tetap berjalan.

__ADS_1


“Memang banyak orang yang mengatakan seperti itu, tapi aku sebagai ayahnya juga tidak ingin terus menerus memaksa putraku untuk menerima seseorang yang belum tentu ia cintai” ujar ayah yang dengan nada dinginnya. “Memaksa bagaimana? Ini bukannya memaksa tetapi ini perjodohan yang dimana satu sama lain harus siap untuk membuka hati untuk pasangannya” bantah Tante Lucia


Mendengar perkataan itu, ayah hanya terdiam sambil memandang wanita itu dengan tatapan dingin sedangkan Tante Lucia masih terus melanjutkan pembicaraannya. “Memang diawal perjodohan mereka masih belum bisa terima tapi jika mereka dibiasakan untuk berdua terus pasti akan ada sesuatu muncul di hati mereka” lanjut Tante Lucia sembari bangun dari duduknya


“Cia, sudahlah hentikan!” tegur bunda dengan menarik tangan Tante Lucia untuk duduk kembali “Gak bisa say!! Putriku ini harus menikah dengan Edward, mereka sudah bersahabat dari lama dan bukankah Edward juga menyukai sahabat lamanya?” ucap Tante Lucia yang membuat ayah tertegun sejenak


“H-Hah? Apa maksudmu?” tanya bunda yang tidak mengerti “Edward itu menyukai sahabat lamanya dan sahabat lamanya adalah Melisa.” Jawab Tante Lucia yang terus menekankan posisi Melisa yang dulunya pernah menjadi sahabat Edward. Ayah yang mendengar itu langsung melipat tangannya dan menunjukan smrik diwajahnya


Ia tampak sedang memandang rendah Tante Lucia. “Berhentilah berharap, kau pikir hanya Melisa yang pernah menjadi sahabat lama Edward?” ucap ayah dengan menaikan satu alisnya


“Kau bilang, Edward memiliki perasaan dengan sahabat lamanya tapi kenapa Edward selalu menghiraukan keberadaan Melisa? Bukankah Melisa adalah sahabatnya” kata ayah yang membuat Tante Lucia terdiam ditempat “Kau coba berpikirlah lebih dewasa, jika bukan Melisa lalu siapa yang sahabat yang disukai oleh Edward. Seharusnya aku tau jika hanya sekali lihat tapi kau malah terus menutup matamu untuk menutupi kenyataan ini” lanjut ayah


“Jadi maksudmu, Edward memiliki sahabat selain Melisa?” cicit Tante Lucia dengan nada tidak percaya. Sedangkan Melisa yang sedari tadi terdiam duduk disofa terus mengepalkan tangannya dengan erat, rasa sakit yang terus menusuk kedalam hatinya saat mendengar perkataan itu. Ia tidak menyangka bahwa ada orang lain yang keberuntungannya sama seperti dia

__ADS_1


...🥀🕊️


...


Disisi yang jauh, Edward dan Natasya kini telah sampai di kantornya. Mereka turun dari mobil dan langsung dihampiri oleh Arya dari dalam kantor dengan nafas yang terengah-engah. “Tu-uan Mu-da” panggil Arya yang membuat lelaki pemilik nama itu menoleh kearah datangnya suara itu. ‘Arya?’ gumam kecil Edward


“Tuan, akhirnya anda datang juga! Maaf atas keributanku” kata arya dengan kepala yang menunduk sedikit “Ada apa?” tanya Edward sembari menatap lelaki yang ada didepannya ini “Didalam sudah ada beberapa klien kita yang ingin bertemu dengan anda karena ingin membicarakan hal penting. Mereka juga sudah menunggu anda dari 30 menit yang lalu, Tuan” jelas Arya


“Tapi tuan, bukankah Anda datang kesini untuk menandatangani beberapa berkas?” kata natasya yang menyambung dipembicaraan para lelaki itu. Edward yang mendengar itu pun langsung memiringkan tubuhnya agar ia bisa melihat gadis yang tengah berdiri dibelakangnya, ia juga sedikit senyuman lalu mengusap kembali kepala gadis itu dengan lembut.


“Tak apa, lagipula mereka juga sudah menunggu lama”


Kata Edward yang membuat lelaki disebelahnya terdiam menatap tangan tuannya tengah mengelus kepala gadis itu ‘T-tuan? Dia? B-bagaimana bisa?’ batin Arya dengan rasa tidak percayanya. Edward yang melihat Arya terdiam pun langsung menjauhkan tangannya dari natasya lalu beralih kedalam saku celananya. “Dimana mereka?” tanya Edward yang membuat arya dengan sontak tersadar akan lamunannya

__ADS_1


“Ada diruang khusus tamu, tuan.” Jawab Arya dengan kedua tangan yang menunjukan arahnya dan Edward mengangguk lalu berkata “Kau ikut denganku dan Tasya...” “Eum” respon kecil Natasya dengan menatap dingin kearah Edward “Kau bisa kembali dulu ke kantor, jika aku sudah selesai aku akan segera kesana” lanjut Edward dengan nada yang kembali dingin


Natasya disana hanya mengangguk dan berjalan menuju mobilnya.


__ADS_2