Aku Masih Menunggumu

Aku Masih Menunggumu
Bertemu ditempat sebelumnya kita bertemu..


__ADS_3

“Karna semua permasalahan itu, aku sudah mengetahuinya lebih dulu” kata Edward dengan menyandarkan tubuhnya di sandaran. Natasya yang melihat itu pun hanya terdiam dan membalikkan tubuhnya untuk berjalan ke Sofanya kembali. Baru saja ia ingin duduk disana, tetapi hpnya berbunyi membuat gadis itu mengerutkan keningnya


Edward yang tengah fokus pada laptopnya pun juga langsung menolehkan kepalanya kearah gadis itu karna hpnya masih tetap berbunyi dan ia juga terlihat tidak ada niatan untuk mengambil ataupun mengangkat telpon tersebut. “Ada apa?” tanya Edward yang membuat gadis tengah terdiam ini dengan sontak tersadar dari lamunannya


“Angkat telponnya! Itu sangat menganggu sekali” kata Edward dengan nada dinginnya.


Mendengar perkataan itu, Natasya langsung mengambil hpnya di atas meja dan beranjak keluar dari ruangan Edward. Ia keluar dengan perasaan yang tidak enak karna yang tengah menelponnya sekarang adalah mantan ayahnya. Karna tidak memiliki pilihan lain, Natasya dengan berat hati pun mengangkat telponnya


“Hallo sayang, ada apa denganmu? Kenapa kamu menjawab telpon ayah sangat lama? Apa kau sedang dalam masalah?” tanya ayah saat telpon itu mulai tersambung “Maaf, tadi aku sedang meeting jadi agak lama menjawabnya” jawab Natasya dengan nada dinginnya “Benarkah? Apa tadi aku telah menganggu waktumu?” kata ayah dengan nada cemasnya


“Ya, kau menganggu waktuku. Apa yang kau inginkan?” ujar natasya yang langsung menanyakan tujuan lelaki itu terhadapnya. “Kenapa kau begitu terburu-buru sayang? Apa kau tidak suka, ayah menelponmu?” tanya ayah dengan suara sedihnya. Natasya mendengar suara itu pun langsung bergidik geli dan berkata


“Huh...Apa kau inginkan? Aku sibuk, ada banyak pekerjaan yang harus aku kerjakan saat ini”


“Jadi kau hari ini sibuk ya, hah... padahal ayah ingin ajak kamu ketemu untuk berbicara sesuatu” kata ayah dengan nada kecewanya “Bicarakan nanti saja, masih banyak hari nanti jika kau ingin bicara denganku lagi” jawab Natasya yang tidak memperdulikan apapun itu. “Tapi sayang, ayah ingin bicara sebentar sama kamu” ucap ayah yang membuat Natasya bosan mendengarnya


“Aku tidak bisa, aku sibuk. Lagipula kenapa ayah sekarang jadi begitu mencariku? Apakah ayah lupa dengan janji kita dulu?!” tekan Natasya dengan nada dinginnya, ia tidak ingin dipermainkan lagi oleh lelaki yang kini sedang mengakui dirinya sebagai seorang ayahnya “Ayah ingat itu sayang, tapi kenapa kau selalu menganggap itu? Apa kau benar-benar ingin memutuskan hubungan denganku?” kata ayah


“Karna memang semuanya sudah begini, jadi kenapa ayah tidak menjalankannya saja? Kenapa kau malah terus mengangguku?” tanya Natasya yang menyatakan kenyataannya “Tapi ayah disini, ingin bicarakan soal ibumu sayang. Tolong, berikan ayah sedikit waktu untuk menceritakan sesuatu padamu” ujar ayah yang memohon

__ADS_1


Natasya yang mendengar perkataan itu pun langsung tertegun, hatinya yang tengah rindu pada ibunya langsung mereda sedikit. Sejujurnya ia memang sangat merindukan ibunya tetapi ia tidak tau harus bagaimana lagi selain memenuhi pertemuan ayah dengannya. Dengan hati yang gelisah, Natasya pun menyetujui pertemuan itu


“Baiklah, aku akan temui ayah ditempat sebelumnya kita bertemu”


Setelah menyelesaikan perkataannya, Natasya langsung mematikan telponnya lalu memasukkan kembali hpnya kedalam saku celananya. Ia berjalan menuju lift untuk turun kebawah dengan ekspresi dan aura yang dingin sehingga disepanjang koridor kantor yang terdapat pekerja langsung menoleh kearah nya.


“Itu kan nona Tasya”


“Iya-iya, ingin kemana dia di jam kerja begini?”


“Tampaknya dia sedang ada masalah, soalnya kan gak biasanya dia seperti itu”


Suara dari kerumunan pun terdengar ditelinga Natasya dan membuat gadis itu melirikkan matanya yang tajam kearah para lelaki yang tengah membicarakannya. Gadis itu bukannya marah melainkan ia mengangguk sebagai tanda ia menyapa orang-orang yang ada disana. “Selamat siang juga Nona” kata lelaki itu dengan serentak


Saat melihat Natasya mengangguk. Mereka juga beranjak dari tempatnya untuk melanjutkan kembali pekerjaannya yang sempat ia tinggal karna gadis itu. Sedangkan Natasya telah sampai di lantai bawah dan berjalan menuju parkiran, ia berniat membawa mobil tetapi ia ingat jika ia belum memberitahu Edward kalau ia tengah pergi di jam kerja


Tetapi karna ia malas untuk menghubungi lelaki itu di saat hatinya tidak baik pun langsung menghilangkan pikiran yang menyuruhnya untuk memberitahu Edward, gadis itu mulai menjalankan masuk kedalam mobil lalu menjalankannya keluar dari gerbang perusahaannya.


Mobil sport putih kini tengah melaju cepat di antara mobil-mobil lain di jalan raya, Natasya benar-benar menjalankan mobil itu dengan kecepatan penuh hingga membuat dirinya sampai di tempat sebelumnya ia bertemu dengan ayahnya atau lebih tepatnya di reruntuhan bangunan. Sesampainya disana, gadis itu langsung turun dari mobil dan melihat ada beberapa bodyguard ayah yang tengah menunggunya diluar

__ADS_1


“Selamat datang nona, Anda datang lebih cepat. Mohon untuk menunggu tuan besar kami didalam” kata salah seorang lelaki itu dengan nada bicara yang sopan, Natasya yang mendengar hal itu juga hanya mengangguk dan berjalan masuk kedalam. Disana masih terlihat sepi hanya ada beberapa orang saja yang tengah berjaga disana


Walaupun siang hari, suasananya juga terasa aneh. Mungkin karna natasya terlalu banyak pikiran dan membuat dirinya tidak fokus seperti biasanya.


“Ahh...kenapa dia lama sekali, bukankah dia bilang ingin bicara tetapi kenapa dia yang malah terlambat?”


Natasya mencoba melihat jam yang melingkar dipergelangan tangannya, itu sudah masuk jam makan uang dan pasti lelaki itu juga sedang istirahat pikir natasya dalam diam nya. Beberapa menit kemudian, akhir seorang lelaki datang dari belakang Natasya dengan tampilan yang seperti orang kantoran.


“Maaf, apakah anda nona Natasya?” tanya lelaki itu dengan badan yang sedikit menunduk dan Natasya yang mendengar pertanyaan itu juga hanya mengangguk sambil menatap lelaki itu. “Nona Natasya diminta untuk ikut dengan saya karna Bos besar sudah menunggu nona di atas” jelas lelaki itu


‘Diatas? Kenapa tidak disini saja?’ batin natasya yang merasa aneh dengan pertemuannya ini, karna tidak ingin membuang-buang waktu. Natasya pun menyetujuinya dan mengikuti lelaki itu untuk pergi ke atas. Diperjalanan menuju kesana, mereka harus menggunakan tangga yang sedikit retak.


‘Tempat yang aneh!’


Sesampainya disana, Natasya dibuat kagum dengan pemandangan disana. Karna tempat itu bisa memancarkan pemandangan dibawah dengan indah serta angin yang terus berhembus kencang hingga membuat rambut panjangnya yang berwarna hitam pekat berterbangan.


Terlihat juga disana ada seorang lelaki yang tengah berdiri membelakanginya dengan pakaian jas hitam serta celana hitam, Menyadari kedatangan natasya, lelaki itu membalikkan badannya dan tersenyum saat pandangan mereka bertemu.


“Selamat datang kembali Natasya”

__ADS_1


__ADS_2