Aku Masih Menunggumu

Aku Masih Menunggumu
Mereka menutupi niat menunggumu


__ADS_3

“Siapa orang yang kau maksud? Aku tidak menempatkan siapapun untuk bisa melakukan itu” Natasya mengelak dari kenyataan, ia tau dirinya masih menjaga hati dan terus menunggu Rio. Berharap bisa bertemu dengannya lagi dan bisa mendapatkan semua penjelasan darinya tentang masa lalu


 


Sejujurnya ia tidak ingin terus ditempat yang sama, ia ingin seperti orang-orang yang bisa terbebas dari masa lalu yang kelam tetapi kenapa dirinya masih terjebak disana? Padahal hanya karna menunggu, tapi rasanya membuat masa depannya tidak bisa ia nikmati seperti orang lain.


 


Edward yang melihat Natasya termenung pun langsung menepuk bahunya dengan perlahan, “Hei, ada apa? Kenapa tiba-tiba diam?”


 


“Tidak apa-apa” Natasya hanya memalingkan wajahnya yang kini terlihat suram, Edward sebenarnya tahu apa yang dipikirkan oleh Natasya tetapi dia lebih memilih untuk diam dan memberi waktu gadis itu untuk berpikir sejenak


 


“Tuan muda besar Chen!!”


 


Disela-sela kediaman mereka, tiba-tiba terdengar suara yang memanggil Edward dan membuat lelaki itu menolehkan kepalanya dengan sigap. Terlihat ada seorang manajer keluar dari restoran dengan wajah pucatnya, ia terlihat panik tetapi Edward tidak tau kenapa lelaki itu bisa seperti itu


 


Natasya yang tadinya terdiam juga ikut menoleh dan melihat apa yang dilihat oleh Edward. “T-tuan muda besar, T-tolong maafkan aku. Maaf atas ketidak nyamanan restoran ini, maaf atas kejadian tadi yang membuat tuan muda besar merasa tidak nyaman” manajer itu berdiri setengah membungkuk saat berhenti tepat didepan Edward


 


Edward menatap manajer itu dengan tatapan dingin, lelaki itu terdiam tanpa menjawab perkataan manajer tadi dan itu membuat Natasya menyenggol pelan lengan panjang Edward “Kenapa kau diam saja?”


 


Edward disana melirik sekilas kearah Natasya lalu berkata “Tidak masalah, lain kali berketatlah keamanan agar kejadian hari ini tidak terulang dan urusan pembayaran akan ada beberapa orang datang kesini untuk membayarnya”


 


Mendengar kalimat itu, membuat Natasya membelalakkan matanya, ternyata lelaki ini masih menyuruh orang untuk melakukan itu. Lalu untuk apa mereka disini kalau mereka saja tidak bisa melakukannya sendiri? Edward yang menyadari tatapan itu pun langsung menolehkan Kepalanya lalu tersenyum


 


“Kenapa lagi? Bukankah kau tadi menyuruhku untuk menjawabnya?” Natasya yang merasa jengkel dengan sikapnya itu pun langsung mengambil kartu di saku kemeja putihnya lalu menyerahkan kepada manajer tersebut “Paman, ini adalah kartuku. Kau bisa melakukan pembayaran menggunakan ini”

__ADS_1


 


Manajer itu dengan cepat menolak “Tidak perlu nona, Kejadian di restoran kami tadi sudah membahayakan keselamatan anda, jadi anggap saja semuanya sebagai maaf saya untuk nona”


 


“Tidak. Masalah tadi aku tidak begitu mempermasalahkannya, ini ambillah! Kau berhak mendapatkan hak mu ini”


 


Edward yang melihat itu pun langsung merebut kartu itu dari tangan Natasya lalu mengeluarkan black card-nya dari saku jas hitamnya. “Gunakan ini, aku akan membayar semuanya, sekaligus kerusakan barang-barang dilantai satu itu”


 


Natasya terpaku, apa dia tidak salah dengar? Lelaki ini bilang akan membayar semua kerusakan barang-barang dilantai satu? Edward yang mendapatkan tatapan heran dari natasya pun langsung mengelus rambut Natasya


 


“Sesuai dengan permintaanmu, bukan?” Edward bertanya dengan suara seraknya


 


“Singkirkan Tanganmu itu bodoh! Sudah kubilang berhenti menyentuhku” Natasya berdecak kesal sambil menyingkirkan tangan Edward dari atas kepalanya, manajer yang berada disana pun ikut terkejut dengan perkataan natasya tadi, tidak ada yang berani berbicara seperti itu kepada Edward tetapi kenapa gadis ini dengan santai berbicara seperti itu?


 


 


Setelah selesai berdebat, mereka pun langsung saling membuang muka dengan wajah masamnya. Menyadari kehadiran manajer yang masih berdiri ditempat yang sama membuat Edward melirik matanya dengan tajam “Masih tidak digunakan?”


 


Perkataan serta nada dinginnya membuat manajer itu dengan sontak berlari kedalam untuk melihat pembayaran Edward. Setelah selesai manajer itu langsung keluar dengan membawa kembali Black card milik Edward “Ini karnanya sudah Tuan besar, semuanya sudah ditotalkan dan hasilnya...” “Tidak perlu kau sebutkan, aku juga tidak ingin mengetahuinya” Edward mengambil kartu itu dari tangan manajer


 


Berjalan pergi meninggalkan mereka tanpa mengucapkan sepatah kata pun dan itu membuat Natasya merasa bahwa sikap Edward sedikit tidak sopan. Bagaimana pun manajer ini terlihat lebih tua dari mereka. “Maaf atas sikap Tuan, paman. Sikapnya memang seperti itu, lebih baik kau tidak perlu ambil hati” Natasya sedikit membungkuk untuk merendahkan dirinya diatas orang yang lebih tua


 


Dia memang membenci hal itu tetapi ia ingat semua pelajaran yang pernah ia dapat dari ibunya, jika dirinya tidak melakukan itu pasti ibunya akan bersedih nantinya. “Tidak apa-apa, aku juga yang salah hari ini. Maaf membuat hari ini menjadi hari yang sial buat nona” kata manajer dengan senyuman tulus diwajahnya

__ADS_1


 


“Tidak apa-apa, aku permisi dulu” ucap Natasya sembari berjalan pergi


 


Sementara disisi yang tak jauh dari sana, Edward tengah berdiri sandar di mobilnya, dengan postur tubuhnya tubuh yang tinggi, pakaian yang rapih serta wajah yang tampan walau ditutupi oleh ekspresi dingin, lelaki itu tetap menjadi pusat perhatiannya banyak orang.


 


Natasya yang baru saja tiba, melihat banyak wanita tengah berdiri kerumunan tak jauh dari Edward, membuat dirinya merasa Edward adalah lelaki yang tebar pesona. “Sedang apa kau disini?” Natasya bertanya dengan nada tidak suka


 


“Menunggumu, apa kau tidak melihatnya?” Edward membalikkan pertanyaan kepada Natasya dengan nada dingin “Tidak, mereka menutupi niat menunggumu” Natasya memandang dingin para wanita yang sedang asik melihat kearah Edward


 


“Mereka tidak ada hubungannya dengan niatku, kenapa kau membawa mereka dipertanyaanmu sendiri?” Edward menatap kearah Natasya yang tengah berdiri tepat didepannya “Tidak juga” elak Natasya sambil memalingkan wajahnya


 


Edward terkekeh kecil lalu dengan lembut ia mengelus rambut panjang Natasya didepan para wanita yang tengah terpesona olehnya. “Sudah tidak perlu berdebat, ayo kembali.” Natasya yang merasa sentuhan itu pun langsung menoleh kearah Edward dan menatapnya dengan tajam sedangkan Edward langsung menarik tangan Natasya untuk masuk kedalam mobil


 


Tidak membiarkan gadis itu berbicara lagi.


 


...🥀🕊️...


 


Disisi lain Liana yang tengah berada dirumah, melihat kedua orang tuanya yang sedang bertengkar didepannya. Padahal dirinya tau bahwa sudah dilarang untuk kembali kerumah oleh Natasya tetapi Liana masih tetap nekad untuk kembali. Bagaimanapun ia juga belum mendapatkan izin dari orangtuanya untuk pergi


 


“kau ini kenapa masih saja pergi ketempat itu sih? Aku kan sudah bilang untuk tidak pergi kesana!!” ibu dari Liana berkata dengan suara kerasnya “Memangnya kenapa kalau aku kesana? Aku kesana itu sedang mencari hiburan dan kau mengacaukan semua hari ini!!” ayahnya juga menjawab dengan suara yang tak kalah kerasnya dari ibu


 

__ADS_1


“Tapi itu salah, mas!! Apa kau tidak pernah mengerti perkataanku?” tanya ibu dengan suara yang sedikit kecewa “Salah atau tidaknya, itu urusanku!! Urusan saja dirimu sendiri dan anakmu ini. Aku sudah tidak peduli lagi dengan kalian”


 


__ADS_2