Aku Masih Menunggumu

Aku Masih Menunggumu
Pertemuan pertama Natasya dengan Edward..


__ADS_3

Natasya mengajarkan beberapa cara kepada Hira, sementara Hira hanya mengikuti saja dan menanyakan hal yang menurutnya tidak dimengerti. Sekitar jam 23.45 natasya yang sedang menjelaskan cara kepada Hira pun melihat Hira yang sudah terlihat mengantuk, natasya hanya terdiam dan beranjak berdiri. Wanita yang sedang mengantuk itu mengangkat kepalanya saat menyadari natasya yang berdiri.


“ Bu Tasya? “ Kata Hira yang linglung


“ Pulanglah “ ujar Natasya dengan nada dingin


Hira yang mendengar natasya menyuruh pulang pun langsung panik, ia mengira bahwa natasya menyuruhnya pulang karna tidak becus dalam mengerjakan pekerjaannya. Hingga ia berdiri dan memohon kepada Natasya agar tidak memecatnya.


“ Bu Tasya, maafkan aku. Jangan suruh aku pulang, aku akan memperbaiki kesalahanku. Ku mohon jangan suruh aku pulang “ Hira yang memohon membuat Natasya terheran.


“ Hm? “


“ Bu, maafkan saya. “ kata Hira lagi sambil menangis


Natasya yang melihat Hira menangis pun merasa bahwa wanita yang didepannya sedang salah mengartikan perkataannya tadi. Hingga ia merasa bahwa gadis yang didepannya cukup polos.


“ kenapa kau menangis? “ tanya Natasya sambil menatap wanita itu dengan tatapan dingin


“ Bu tasya, anda menyuruh saya pulang karna saya tidak becus dalam mengerjakan pekerjaannya saya kan? Saya minta maaf Bu, saya lain kali tidak akan membuat kesalahan lagi tapi tolong jangan suruh saya pulang apalagi memecat saya. “ kata Hira yang masih menangis.


“ siapa yang bilang, kalau aku akan memecatmu? “ tanya natasya


“ hah??...tapi tadi Bu Tasya menyuruh saya pulang “ kata Hira yang menghentikan tangisannya karna kebingungan


“ aku hanya menyuruhmu pulang. Kau terlihat mengantuk, jadi dokumen ini kau selesaikan pagi nanti. Sebelum saya datang ini harus sudah diperbaiki, jika tidak ada yang dimengerti kau boleh bertanya kepada Liana “ jawab natasya


Hira yang mendengar itu pun hanya tercengang, apakah ia tidak salah dengar? Bu Tasya yang dikenal sebagai iblis tersembunyi itu menyuruhnya pulang karna ia mengantuk?. Natasya yang melihat Hira hanya terdiam pun berbalik badan dan berjalan menuju pintu keluar, namun saat berada di pintu Hira baru tersadar dan segara mematikan laptopnya, membereskan barang-barangnya lalu mengejar natasya.


“ Bu Tasya “ teriak Hira dari belakang yang mengejar natasya

__ADS_1


“ Hm “


“ Makasih Bu tadi sudah mengajarkan saya, maaf jika tadi saya merepotkan Bu Tasya “ kata Hira dengan ramah


“ tidak masalah “


“ Bu Tasya, apakah anda akan langsung pulang? “ tanya Hira


Belum menjawab pertanyaan Hira, ada seseorang yang memanggil natasya dari kejauhan dan orang itu adalah Liana. Liana menghampiri natasya dengan berlari kecil hingga nafasnya agak sedikit terputus-putus.


“ Bu-bu Tasya, anda kemana saja? Dari tadi saya cariin kemana mana, tidak ada “ tanya liana


“ Memangnya kenapa? “ tanya natasya balik


“ Huh...maaf Bu, anda disuruh datang keruangan CEO “ jawab Liana


Dari sepengetahuan natasya, CEO perusahaan disini sedang keluar negeri karna orang itu cukup penting dari berbagai negara. Hingga masalah perusahaan sebagian besar ada yang diurus dengan asisten pribadinya CEO dan dirinya sendiri. Natasya melihat jam sudah pukul 00.00, kini gadis itu harus pulang tapi kenapa malah disuruh datang keruang CEO


Dengan malas natasya menyetujuinya, menurutnya tidak akan lama.


“ baik, Hira kau pulanglah! Besok kau datang lebih awal untuk menyelesaikan pekerjaanmu, dan harus sudah selesai sebelum aku datang, mengerti? “ kata Natasya dengan suara dingin


“ baik Bu Tasya, terimakasih untuk malam ini. Kalau begitu saya permisi “ jawab Hira Sembari Pergi meninggalkan keduanya.


“ Ayo Bu, CEO sudah menunggu “ kata Liana


“ hm “


Natasya pun pergi keruang CEO bersama Liana, setelah sampai di ruangan CEO. Natasya melihat asisten yang selalu bekerja dengannya ternyata asisten pribadinya CEO, ia dikenal dengan nama Arya.

__ADS_1


“ permisi pak “ kata Liana sambil membukakan pintu ruangan CEO


Saat masuk kedalam ruangan, natasya melihat seorang lelaki sedang duduk dikursi besar CEO dengan tampang dinginnya, aura juga jauh lebih mengerikan jika didekat. Tapi Natasya tidak mempedulikan itu, yang sekarang dia pikirkan hanya mempercepat pertemuan ini lalu kembali pulang.


“ Nona Tasya, ini adalah CEO dari perusahaan besar kita. Karna anda sudah banyak bertanggung jawab atas perusahaan ini disaat CEO kami tidak ada. Maka izinkan saya untuk memperkenalkannya, Nona Tasya ini tuan muda Edward Chen dan tuan Chen ini nona Tasya yang selalu membantu perusahaan kita “ kata Arya yang saling memperkenalkan.


“ Senang bisa bertemu dengan tuan Chen “ kata Natasya dengan nada dingin


“ hm “ Edward mengangguk


“ Bu Tasya saya izin ambil teh dulu ya “ kata Liana sembari beranjak keluar.


Namun sebelum Liana melangkah, Natasya sudah menghentikannya lebih dulu.


“ Tidak perlu, aku akan segera pulang. “ kata natasya


“ Tapi Bu, apakah anda tidak ingin bicara dulu pada CEO ? “ tanya liana


“ Benar Bu, biar nanti kedepannya kita bisa bekerja sama dengan baik “ sambung Arya


Bukan menanggapi perkataan Arya dan Liana, Natasya malah berpamitan dengan Edward yang sedari tadi diam disana.


“ saya izin pamit undur diri tuan Chen “ kata natasya sembari pergi keluar


Ketiganya yang berada di ruangan itu langsung terdiam, Arya yang melihat sikap natasya sedikit terheran. Dari begitu banyaknya wanita yang akan tergila-gila dengan ketampanan Edward hanya natasya yang tidak, Arya berpikir kalau natasya sudah ada seseorang dihatinya. Namun kalau natasya ditanya soal itu, maka ia akan menjawab ' ada ' dan natasya sedang menunggunya dari sekian lamanya.


...Hatinya sudah tertutup karna seseorang namun akhirnya ia harus menunggu seseorang itu pulang untuk membebaskan hati yang tertutup ini.


...

__ADS_1


__ADS_2