Aku Masih Menunggumu

Aku Masih Menunggumu
Perbincangan yang membuat suasana menjadi suram..


__ADS_3

“Tidak ada, hanya sebatas atasan dan bawahan saja.” Kata Edward yang membenarkan perkataan lelaki itu. “Sebatas atasan dan bawahan? Apa kau yakin? Dari sekian banyaknya tindakan kau kepada nona Tasya itu sudah patutnya dipertanyakan lho” jawab Arya yang masih bersikeras mempermasalahkan itu


 


“Kau ini kenapa begitu mempermasalahkan hal kecil? Apa kau menyukai Tasya dan kau cemburu kepadaku?” Tanya Edward yang membuat Arya tertegun sejenak lalu berkata “H-Hah? Apa maksudmu? Bagaimana mungkin aku menyukainya, derajat ku saja tidak sama dengannya” Edward yang mendengar itu pun langsung mengubah ekspresinya menjadi suram


 


Ia sangat tidak suka dengan jawaban Arya tersebut, “Ya kau memang tidak sederajat dengannya. Jadi berhentilah berharap” ucap Edward sembari menatap layar laptopnya kembali “Ya, aku tau itu.” Jawab Arya dengan muka yang tak kalah masamnya karna dirinya yang tak dikasih dukungan oleh sahabat kecilnya, Edward.


 


Arya yang merasa jengkel dengan sikap Edward pun langsung membalikan tubuhnya dan berjalan keluar dari ruangan itu, meninggalkan sendiri Edward didalam sana. Sedangkan Edward hanya terdiam menatap punggung tegak Arya berjalan keluar dari ruangannya hingga pintu itu tertutup kembali.


 


“Dia milikku..”


 


...🥀🕊️...


 


Disisi lain Natasya yang tengah termenung ditaman seorang diri, entah ingin berbuat apa. Dirinya tidak bisa fokus kepada semuanya hingga membuat dirinya berakhir ditaman. Karna mulai merasa bosan, Natasya mencoba menghubungi Tante Kinan, namun sayangnya tidak dijawab olehnya hingga membuat gadis itu menghela nafasnya dengan kasar.


 


“Tante ngapain sih? Kerja diluar negeri tapi gak ada kabar sampe sekarang..” kata Natasya untuk dirinya sendiri


 


Terdiam disana tanpa melakukan apapun, tak lama Natasya dihampiri oleh seorang lelaki dari belakangnya dengan pakaian kantor. Lelaki itu tampak tersenyum saat berjalan menghampiri gadis yang tengah duduk dikursi taman.

__ADS_1


 


“Natasya, kamu ngapain disini? Sendirian aja” kata lelaki itu hingga membuat Natasya terkejut dan dengan sontak menoleh kebelakang. “Hiro” gumam kecil natasya saat melihat lelaki tersebut. Hiro adalah mantan ketua OSIS SMA dulunya Natasya dan mereka dipertemukan kembali oleh bisnis yang sedang dijalankan oleh Edward dengan lelaki itu.


 


“Apa kau lakukan disini?” Tanya Hiro Sembari duduk di sebelah Natasya “Tidak ada, hanya menyegarkan pikiran” jawab Natasya dengan nada dinginnya “Hahaha....kamu memang tidak pernah berubah ya, setiap kau sedang sendiri pasti selalu saja alasannya seperti itu” jawab Hiro dengan tawa kecilnya


 


“Jadi menurutmu aku harus apa?” tanya gadis itu dengan rasa tak acuhnya


 


“Tidak ada sih, oh ya boleh nanya sesuatu gak?” kata jihon yang membuat Natasya melirik sekilas kearah lelaki itu “Nanya apa?” respon dingin Natasya yang membuat lelaki itu melanjutkan perkataannya lagi “Tapi maaf ya kalau misalnya pernyataan aku bikin kamu tersinggung” ucap Hiro dengan nada ragunya


 


 


“Tapi kau dengannya terlihat seperti pasangan, kalian sangat dekat dan sangat mustahil jika Cuma dikatakan hanya sebatas atasan dan bawahan saja” bantah Hiro yang membuat Natasya merasa sedikit jengkel “Aku dekat dengannya kenapa kau begitu mempedulikannya? Aku saja tidak peduli dengan hal-hal seperti itu” jawab Natasya dengan nada dingin


 


“Aku mempedulikan itu karna aku masih suka sama kamu, tapi kamu tidak pernah peduli dengan itu. Kau selalu menganggap aku ini sebagai seorang ketua OSISmu saja. Kenapa Nat? Kenapa?” kata Hiro sendiri berdiri dari duduknya. Ia sudah lelah tidak mendapatkan respon apapun dari natasya dan kini ia akan meminta semua penjelasan darinya sendiri


 


“Aku tidak peduli dengan apapun, jadi jangan berharap lebih kepadaku.” Jawab Natasya yang ikut berdiri dari duduknya. “Iya, kau memang tidak peduli apapun, karna kau hanya peduli dengan Rio sialan itu.” Jawab Hiro yang membuat Natasya menatapnya dengan tatapan tajam “apa maksudmu bicara begitu?” tanya Natasya dengan nada yang terdengar serius


 


“Maksudku adalah karna Rio kau jadi tidak peduli dengan semuanya, kau jadi menganggap apapun itu menjadi hal yang tidak penting dan sekarang kau lihat! Dia pergi ninggalin kamu tanpa kabar apapun. Apa yang kau harapkan darinya Nat? Apa yang lebih baik didalam dirinya itu?” kata Hiro yang mulai membuat suasana tenang menjadi suram

__ADS_1


 


“Berhenti berkata Hiro!!!” bentak Natasya yang mulai terpancing emosi


 


“Apa? Kau marah padaku karna aku membicarakan hal buruk tentang Rio? Sya, sadar! Dia itu Cuma permainkan kamu doank. Kenapa kau begitu membelanya?” kata Hiro yang tidak memiliki niat untuk menghentikan perkataan itu “Aku membelanya karna dia selalu ada disaat aku butuh, dan dia lebih tau semua tentang aku dibanding kan orang lain. Jadi berhentilah berpikir kalau Rio adalah lelaki sialan” ucap Natasya dengan menahan rasa sakit dihatinya


 


“Selalu ada? Mana? Sekarang mana dia? Dimana sekarang dia? Apa dia sekarang ada disamping kau? Buat kau tenang? Enggak kan? Lalu kenapa kau bilang dia selalu ada?” kata Hiro yang tidak mau kalah dan Natasya disana hanya terdiam menahan sesuatu yang memaksanya untuk keluar. Ia tidak ingin berbuat nekad, jadi ia berusaha menahan diri dengan cara terdiam


 


“Aku disini masih ada untuk kamu sya, kenapa kamu gak coba buat ngelupain Rio dan coba buat buka hati untuk aku. Kamu gak akan selamanya tenggelam dalam masa lalu begini sya, kamu sudah dewasa dan kamu harus tau apa yang harus kamu lakukan untuk kedepannya. Bukan malah berdiam diri dikolam yang sama” kata Hiro disela-sela kediaman Natasya


 


 


Disana gadis itu terlihat terpaku disana dengan tangan yang terus mengepal dengan erat hingga darah segar mulai menetes tadi tangannya. “kalau kamu mau coba buka hati untuk aku, aku janji gak akan pernah melakukan apa yang dilakukan Rio kepada kamu sya. Aku bakal bikin hidup kamu lebih bahagia dari sebelumnya” Hiro terus mengeluarkan kata-kata yang membuat Natasya merasa jengkel


 


Ia ingin marah namun disini lain ia harus menahan sesuatu itu keluar dari hatinya dan membuat semuanya menjadi berantakan. Disela-sela suasana Suram itu, tiba-tiba ada suara terdengar hingga membuat Hiro yang tadinya ingin berbicaranya dengan sontak ia menoleh kearah datangnya suara itu.


 


“Tasya!!”


 


 

__ADS_1


__ADS_2