
Liana terus menatap Natasya dengan tatapan horor, merasa bahwa gadis yang ada disebelahnya ini benar-benar tidak bisa ditebak dan gampang sekali berubah-ubah sikapnya. Terkadang dingin, cuek, perhatian dan terkadang misterius.
Disisi lain, Natasya yang sedang fokus untuk kembali ke apartemennya jadi terhambat karna ia merasa bahwa mobilnya sedang di buntuti oleh beberapa mobil hitam di belakangnya. Liana yang menyadari itu pun langsung berkata “ Mobil dibelakang itu sedang mengikuti kita ya? “
“ Seperti yang kau lihat “ jawab Natasya dengan nada dingin, Liana yang mendengar jawaban itu pun langsung terkejut dan panik “ S-Sungguh? A-Apa mereka orang jahat yang akan melakukan hal buruk kepada kita? “ Kata Liana yang mulai melindur
“ Tidak akan terjadi, lebih baik kau diam dan pegangan saja “ jawab Natasya sembari mempercepat mobilnya, ia merasa bahwa mobilnya ini bukan dari anak buah Yudha tetapi dari seseorang yang memiliki masalah dengannya.
Menggunakan waktu malam untuk memberi pelajaran seorang wanita dengan beberapa bodyguard kelas atas. Natasya menyeringai saat menyadari bahwa akan ada pertarungan di malam ini, sementara Liana yang melihat smrik Natasya pun merasa aneh namun ia lebih memilih untuk diam.
Beberapa menit, kejar-kejaran dengan ke 4 mobil hitam itu, akhirnya salah satu dari mobil itu berhasil menghentikan mobil Natasya dengan cara menyalipnya lalu berhenti tepat didepannya. Natasya yang terkejut akan hal itu pun tanpa sadar ia mengerem mobilnya agar tidak menabrak mobil didepannya.
Bunyi pekikan mobil terdengar keras dimalam itu, sampai-sampai Liana sendiri menutup telinganya karna suara itu terdengar nyaring. Menghela nafasnya kasar saat melihat beberapa orang keluar dari masing-masing mobil hitam itu.
Terlihat ada 8 orang berbadan besar turun dari mobil hitam itu, sungguh membuat Liana bergidik merinding. “ Bu Tasya, gimana nih? “ kata Liana yang ketakutan, dan natasya hanya menghembuskan nafasnya untuk mengatur pikiran lalu berkata “ tetap didalam dan jangan berani-berani untuk keluar “
Liana yang mendengar itu pun langsung tertegun dan mencoba membantah perkataan Natasya namun semuanya sudah terlambat, gadis itu sudah turun dari mobil tanpa memberikan kesempatan Liana untuk bicara.
Disisi lain, Natasya turun dari mobil dengan menatap ke 8 lelaki itu dengan tatapan dingin. Salah satu dari lelaki itu berkata “ Kau Tasya? “ “ Ya saya Tasya. Kenapa? Apakah saya memiliki urusan pribadi dengan kalian? “ kata natasya dengan mengangkat alisnya
__ADS_1
Namun tidak ada satupun jawaban keluar dari mulut lelaki itu, semua terdiam hingga gadis ini memincingkan matanya karna merasa heran dengan sekelompok lelaki yang ada dihadapannya ini.
“ Hanya diam saja? Apa benar-benar tidak memiliki urusan denganku? Lalu kenapa mengejar kan menghentikan mobilku di tengah jalan begini? “
Natasya terus membatin tentang mereka hingga ia tak sadar bahwa ia melupakan sesuatu. Tak lama terdiam sambil memandang satu sama yang lain, akhirnya sekelompok lelaki itu secara tiba-tiba menyerang kearah Natasya tanpa aba-aba sekalipun.
Natasya yang melihat pergerakan itu pun langsung terkejut menghindar agar tidak terkena pukulan namun sayangnya ia tidak melihat belakang jadi alhasil nya ia terbokomg dari belakang. Punggungnya terasa sakit karna pukulan lelaki itu, hanya bisa menghindar beberapa langkah untuk menjaga jarak antara dirinya dan sekelompok lelaki itu.
Mencoba mengatur nafasnya sejenak agar ia bisa menetralkan tenaga nya kembali, dan menganggap semua ini adalah latihan bela dirinya yang sudah ia tinggalkan selama 3 tahun. Bunyi suara pertarungan pun terdengar di sunyi nya malam, jalanan kini mulai sepi dan hawanya juga terasa sangat dingin.
Sampai pada akhirnya, semua lelaki itu tergeletak di tanah dengan tumpahan air hujan yang mulai berjatuhan, gadis itu mengangkat kepalanya hingga air hujan menetes ke wajah putihnya. Kini hujan turun dengan deras hingga membahasi pakaian Natasya.
“ Hujan ya...ahhh...Rasanya ingin kembali ke masa dimana kita masih bersama “
“ Terkadang Hujan memang bisa membuat kita sakit namun karna hujan juga aku bisa menikmati kehangatan yang datang dari tubuhmu “
“ Hm...aku merindukan masa laluku namun aku juga sangat membenci Masa laluku...hahaha...Aneh ya, kenapa diriku selalu saja tidak bisa melakukan hal yang sama denganmu? “
__ADS_1
Natasya terus bergumam tanpa mempedulikan seperti apa dirinya sekarang, Basah karna hujan dan akhirnya akan sakit? Ia tidak memikirkan semua itu. Pikirannya terasa kosong dan hatinya masih terasa sepi dan gelap.
“ Bu Tasya “
Suara teriakan terdengar di rintikan hujan, gadis itu mendengar namun ia tidak mengubah posisinya sama sekali. Tetap menghadap langit dan membiarkan hujan terus membasahi wajahnya agar tidak terlihat jika ia sedang menangis sekarang.
Merindukan beberapa sosok yang telah meninggalkannya sendiri. Ya, kini Natasya merasa bahwa dirinya bagaikan hidup sendiri saat ditinggal oleh seseorang yang ia sayang.
“ Sedang apa kau disini? Apa kau ingin sakit? “
Suara itu lagi-lagi terdengar dan ditambah ada suara langkah kaki yang berjalan menuju ke arahnya namun gadis itu masih saja terdiam, seakan-akan tidak mendengar apapun dan hanya menganggap dirinya sedang sendirian di tempat itu.
Tidak mendapatkan jawaban ataupun respon dari Natasya, seseorang itu terus berjalan mendekati gadis yang sudah basah kuyup karna hujan dengan membawa payung di tangan kanannya. Saat tepat di depan gadis itu, seseorang itu menyibakkan jas nya ke bahu Natasya. Menutup pakaian atasnya yang sudah basah
Dan mempayungi natasya. Gadis yang tengah asik menikmati hujan lalu merasa ada sesuatu yang sedang menghalangi wajahnya agar tidak terkena hujan. Perlahan gadis itu membuka matanya yang indah lalu menurunkan wajahnya, kemudian menoleh kearah samping karna ia merasa ada seseorang yang sedang berdiri disebelahnya.
Baru saja menoleh, gadis itu langsung terkejut saat melihat siapa yang berdiri disebelahnya ini. Berpikir apa yang yang membuatnya datang kesini dan melakukan hal yang tidak seharusnya ia lakukan. Disisi lain, seseorang itu yang melihat ekspresi terkejut Natasya pun langsung tersenyum kecil lalu mengusap wajahnya dengan tangan yang masih terbebas.
__ADS_1
“ Kenapa? Terkejut melihatku disini? “