Aku Masih Menunggumu

Aku Masih Menunggumu
Pikiran yang tidak sesuai dengan dirinya


__ADS_3

Natasya pun langsung melanjutkan kembali langkahnya keluar dari kamar, meninggalkan Edward sendirian dikamar untuk beristirahat. Saat diluar kamar, hp Natasya tiba-tiba berbunyi. Membuat gadis itu langsung mengambilnya dari saku celananya lalu melihat nomer kontak siapa yang tengah menghubunginya.


 


Dan ternyata, itu adalah Tante Kinan. Hati Natasya sedikit senang karna Tante Kinan sudah bisa menghubunginya, karna kemarin Tante Kinan beralasan bahwa dirinya sedang sibuk dengan pekerjaannya. Jadi sementara waktu, ia tidak bisa menghubungi Tante Kinan lagi.


 


Natasya pun mengangkat telponnya tersebut, lalu menempelkan hpnya ketelinga.


 


“Hallo? Sayang?” suara lembut terdengar ditelpon, membuat rasa rindu Natasya perlahan terpuaskan. “Iya Tante” jawab Natasya dengan suara datar namun dengan perasaan senang.


 


“Natasya, apa ini kamu?” Tante Kinan bertanya “Iya ini aku. Tante, bagaimana dengan pekerjaanmu disana? Apa sudah selesai?” Natasya mulai berkata sambil berjalan menuju ruang tamu, lalu duduk disofa dengan santai.


 


Tante Kinan berpikir sejenak, “Untuk hari ini mungkin bisa dikatakan sudah selesai, tapi tidak dengan hari besok”


 


“Jadi kau akan tetap disana sampai semuanya selesai?” Natasya bertanya dengan nada yang mulai terdengar dingin


 


Tante Kinan mengangguk, “Sepertinya begitu, maafkan Tante ya sayang. Tante janji, setelah semuanya beres, Tante akan pulang secepatnya”


 


Natasya menggelengkan kepalanya, “Tidak perlu terburu-buru, Tante santai saja. Aku tidak apa-apa” Tante Kinan yang mendengar nada suara Natasya mulai terdengar berbeda pun seketika hatinya mencemaskan keadaan Natasya. “Kau sendiri bagaimana, sayang? Apa pekerjaanmu lancar?” Tante Kinan bertanya dengan sabar


 


“Lumayan, berjalan seperti biasanya. Tidak ada yang berbeda” jawab Natasya


 


Tante Kinan tanpa sadar mengerutkan keningnya, “Lumayan? Apa maksudmu? Apa kau sedang ada masalah?”


 


Natasya terdiam, ia berpikir sejenak. Rasanya ingin memberitahu soal Yudha kepada Tante kinan tapi disisi lain dia tidak ingin membuat Tante Kinan kepikiran akan masalahnya disini. “Natasya? Ada apa sayang? Apa ada sesuatu yang ingin kamu bicarakan?” Tante Kinan terus memberikan kepercayaan kepada Natasya


 


Ia selalu ingin menjadi orang yang bisa mendengar keluh kesah Natasya. Disisi lain, Natasya yang sudah tidak kuat pun langsung memilih untuk membicarakan ini terlebih dulu kepada Tante Kinan. Karna baginya, Tante Kinan jauh lebih mengenal Yudha daripada dirinya.

__ADS_1


 


“Tante, maaf aku ingin tanya sesuatu. Tapi ini sedikit tidak seperti biasanya” Natasya berkata dengan ragu-ragu


 


Tante Kinan terheran, “Tanya sesuatu? Tanya apa? Natasya kalau ingin bertanya, maka tanyakan saja. Tidak perlu izin”


 


“Hm..Ayah datang menemuiku lagi. Dari sekian lamanya kita tidak bertemu” Natasya mulai bercerita dan itu membuat Tante Kinan terkejut diawal cerita. “Yudha? Menemuiku? Ada apa? Bagaimana bisa? Bukankah jarak antara kotamu dulu dengan sekarang, sangatlah jauh?”


 


Natasya menggelengkan kepalanya, “Aku tidak tau. Awal aku bertemu dengannya itu, saat aku pulang dari meeting bersama tuan muda Chen”


 


“Lalu, apa yang dia melakukan sesuatu? Apa dia menyakitimu lagi?” Tante Kinan bertanya dengan nada cemas


 


Lagi-lagi Natasya menggelengkan kepalanya, “Tidak Tante, dia berubah. Seperti berbeda dengan yang dulu” Tante Kinan menyipitkan matanya, “ Apa maksudmu?”


 


 


“Kau yakin, dia sudah berubah menjadi seorang ayah yang lembut? Apa kau sudah berkomunikasi secara pribadi dengannya?” Tante Kinan bertanya membuat natasya terdiam memikirkan jawaban dari pertanyaan Tante Kinan


 


“Dia pernah berkomunikasi secara pribadi denganku, tapi dia seperti memiliki 2 kepribadian. Terkadang dia bisa lembut dan terkadang ia bisa menjadi kasar saat emosi” Natasya mulai menjelaskan


 


Tante Kinan disana menghela nafas panjang, “Sayang, lebih baik kau harus menjaga jarak antar kau dengan Yudha. Tante takut, dia akan bermain fisik lagi denganmu.” Natasya yang mendengar itu pun langsung mengangguk, ia paham tantenya pasti akan khawatir dengannya namun disini ia bisa menjalankan semuanya sendiri.


 


“Aku paham Tante, aku akan mulai berjaga jarak dengannya” Natasya dengan patuh menyetujui perkataan Tante Kinan “Tante ada sesuatu yang ingin aku bicarakan lagi sama kau”


 


“Ada lagi? Baiklah, sekarang apa yang ingin kau bicarakan?” Tante Kinan bertanya dengan sabar


 


Natasya terdiam sejenak, “Ini soal ibu, apa pencarian Tante sudah ada kabar tentang ibu?”

__ADS_1


 


“Tante kurang tau soal itu, soalnya tim pencarian Tante Kinan sudah lama tidak ngasih kabar lagi. Tante juga mulai khawatir dengan keberadaan ibumu” Tante Kinan berkata dengan nada kecewa


 


Natasya terdiam sejenak sambil melirik kearah pintu kamar, “Aku ada satu jalan, agar bisa mendapatkan kabar tentang ibu. Tapi aku sedikit ragu akan itu”


 


“Satu jalan? Apa itu? Apa kamu memiliki sesuatu untuk mendapatkan kabar tentang Elisa” Tante Kinan berdecak senang saat mendengar itu, sedikit menaruh harapan kepada Natasya kali ini.


 


Natasya mengangguk sambil memalingkan wajahnya, “Ya. aku akan mendapatkan informasi tentang ibu lewat ayah, tapi dengan syarat aku harus tinggal bersamanya lagi”


 


Tante Kinan tertegun, harapan yang muncul dihatinya perlahan memudar. Perasaan senang juga berganti menjadi perasaan kecewa dan sedih. Ia sangat kecewa karna informasi itu tidak bisa didapatkan karna lewat Yudha.


 


Tante Kinan, sudah mengenal sekali siapa itu Yudha. Dia adalah orang yang licik, selalu memikirkan ego nya sendiri tanpa memikirkan orang lain. Dan sekarang lelaki itu malah ingin menjebak Natasya dalam pikirannya itu.


 


Natasya yang mendapati Tante Kinan terdiam pun langsung melanjutkan kembali perkataannya, “Apa Tante setuju dengan itu? Semua tergantung Tante saja. Jika Tante benar-benar menginginkan informasi itu, maka aku akan bersedia tinggal kembali bersama ayah”


 


“Tidak!! Tidak, Tante mohon jangan. Tante lebih baik kehilangan informasi itu daripada kau harus kembali masuk kedalam dunia Yudha. Tujuan Tante bawa kamu kesini itu, untuk memisahkan kalian. Membuat kau tau bagaimana berwarnanya kehidupan tanpa kendali seseorang. Tapi jika sekarang kamu ingin kembali ke dunia itu, maka akan sia-sia tujuan Tante” cegah Tante Kinan dengan panik


 


“Tapi ayah terlihat sudah berubah sekarang, jadi Tante tidak perlu khawatir akan hal itu”


 


Tante Kinan terus menolak dengan keputusan itu, ia tidak rela dengan sebuah informasi, Natasya harus kembali ke dunia bagaikan neraka itu.


 


“Tidak apa Tante, kita coba saja terlebih dulu. Jika ayah memang benar-benar berubah, bukankah itu hal baik? Dan kita juga bisa mendapatkan semua informasi tentang ibu” Natasya berkata dengan pikiran yang tidak sesuai dengan dirinya sekarang


 


“Natasya!! Dengarkan aku! Berhentilah berpikiran seperti itu! Kau jangan sampai masuk kedalam permainannya itu!” Tante Kinan berkata dengan tegas


 

__ADS_1


__ADS_2