
“Membeli beberapa baju untukmu” jawab Edward sembari menarik Natasya masuk kedalam toko itu. “Eeh... tapi aku sedang tidak ingin membeli baju” kata Natasya saat mendapati Edward terus menggandengnya masuk kedalam. Hingga beberapa pegawai disana menyambut kedatangan Natasya dan Edward dengan ramah.
“Hallo tuan, nona, selamat siang. Selamat datang di toko kami, apa yang ingin anda cari?”
Pegawai itu berkata dengan senyuman manis terukir diwajahnya yang cantik. Natasya yang mendengar perkataan itu hanya mengangguk dengan wajahnya yang datar, sedangkan Edward hanya melirikkan matanya pada baju-baju yang tengah terpanjang di sudut ruangan.
Pegawai wanita yang menyadari itu langsung berkata dengan semangat, “Apa tuan sedang mencari pakaian untuk pacarnya?” manik mata pegawai wanita itu seketika melirik kearah Natasya yang sedari tadi terdiam sambil melihat sekeliling.
Natasya tertegun saat mendengar perkataan yang terlontar dari mulut pegawai wanita itu, “Eh bukan! Saya..” “Ambilkan saja beberapa baju yang cocok untuknya!” Edward memotong perkataan Natasya dengan nada dinginnya. Lelaki itu tampak tidak membiarkan Natasya membantah atau membenarkan perkataan pegawai tadi.
“Oh baik tuan, saya ambilkan dulu bajunya. Mohon ditunggu ya” pegawai itu tersenyum lalu berjalan pergi untuk mencarikan baju yang cocok untuk Natasya. Sementara disisi yang sama, Natasya tampak tengah menatap Edward dengan tatapan yang tidak puas. Dan itu membuat Edward dengan dingin melirikkan matanya pada Natasya.
“Kenapa kau menatapku seperti itu?” tanya Edward dengan nada yang masih sama. “Kau sendiri kenapa tidak memberitahu wanita itu, jika kita tidak memiliki hubungan?” balas Natasya dengan kesal. “Memberitahunya? Memangnya itu perlu?” Edward menjawab pertanyaan Natasya dengan rasa acuh tak acuh.
Natasya yang melihat rasa ketidakpedulian Edward, membuat dirinya merasa kesal jika harus disangka memiliki hubungan dengan lelaki aneh ini. “Tentu saja perlu, memangnya suatu hubungan itu harus dianggap sepele ya?” gumam kecil Natasya saat menatap kearah lain
Mendengar gumaman itu, Edward hanya terdiam tanpa menjawab ataupun meresponnya. Lelaki itu tampak tenang menunggu pegawai itu. Hingga akhirnya beberapa menit kemudian, pegawai itu datang dengan banyak baju ditangannya. Modelnya dan bahannya juga terlihat berbeda-beda, jadi sudah pasti, wanita itu telah mencari baju untuk Natasya dengan bahan yang bagus.
__ADS_1
“Tuan, ini ada beberapa baju yang menurut saya cocok untuk nona. Modelnya juga sangat sangat, bahkan ini hanya satu yang terjual disini.” Kata pegawai itu dengan memperlihatkan beberapa baju pada Edward. “Hn..” angguk Edward “Cobalah beberapa baju itu, jika cocok untukmu maka kita akan membelinya.” Edward berkata pada Natasya.
“Sebanyak ini?” tanya Natasya sambil menatap beberapa tumpukan baju yang berada ditangan pegawai wanita itu.
“Coba saja, tidak perlu banyak protes!” jawab Edward dengan nada dinginnya.
...--//--
...
Natasya pun pergi ke ruang ganti untuk mencoba beberapa baju, sedangkan Edward menunggu Natasya diluar dan melihat bagaimana hasilnya jika baju itu dipakai oleh Natasya. Tak lama, Natasya keluar dari ruang ganti itu dengan baju yang telah dipilih oleh pegawai tadi. Namun saat itu, ukuran dari bajunya cukup besar hingga terlihat kurang cocok jika dipakai oleh Natasya dengan tubuh kecilnya.
Hal itu membuat Edward mengerutkan keningnya saat mendengar berapa ukuran yang biasanya Natasya pakai. Dan ternyata, itu lebih kecil dari apa yang ia kira. Tapi jika dilihat dari ukuran tinggi serta berat badan Natasya, memang ukuran M lah yang lebih cocok untuk gadis semungil dia.
“Yasudah kalau begitu, kau coba baju-baju tadi yang ukurannya M saja. Yang lain tidak perlu” Kata Edward sambil menatap baju yang tengah dipakai oleh Natasya. Memang modelnya cukup bagus dan warnanya juga indah, tapi sayang baju ini hanya satu dalam toko. Jadi jika tidak cocok, maka Edward tidak bisa membelinya untuk Natasya.
“Hn..” angguk Natasya sembari berjalan masuk kedalam ruang ganti.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian, Natasya telah mencoba beberapa baju yang ukurannya hanya M saja. Tetapi dari sekian banyaknya baju yang ia coba, Natasya tampak tidak tertarik dengan baju tersebut. Karna menurutnya, beberapa baju tersebut ada yang berlebihan dalam modelnya, warnanya yang terlalu mencolok dan ada yang bajunya terlalu terbuka.
Natasya sudah pasrah akan semuanya, dan Edward sendiri yang melihat itu langsung bangun dari duduknya dan berjalan pergi keluar dari ruang ganti. Lelaki itu tampak tidak mengucapkan sepatah kata pun saat meninggalkan Natasya, hingga gadis itu saat mengintip dari dalam tidak melihat Edward diluar.
Suasana diruang ganti juga cukup hening karna hanya ada dirinya seorang disana, tidak ada para pegawai ataupun customer yang tengah mencoba pakaian mereka di ruang ganti. Hal itu membuat Natasya hanya terdiam didalam ruang ganti tanpa melakukan apapun. Hingga tak lama dari itu, tersebut suara ketukan pintu yang membuat gadis itu dengan sontak menolehkan kepalanya kearah pintu tersebut.
“Aku menemukan salah satu baju yang menurutku cocok untukmu, cobalah pakai dan lihat, apa kau menyukainya atau tidak.”
Suara dingin Edward terdengar dari balik pintu, membuat Natasya dengan cepat membukakan pintu. Membuat celah untuk wajahnya saja yang keluar dari sana. Gadis itu dapat melihat, seorang lelaki tengah berdiri didepan pintu dengan gaun pendek di tangan. Awalnya Natasya sempat terheran, kenapa lelaki ini malah memilihkannya sebuah dress, bukan baju saja.
“Eum... Edward?” panggil Natasya sambil menatap dress itu dengan kebingungan. “Coba saja dulu! Nanti aku akan jelaskan diluar” jawab Edward sambil menyerahkan dress tersebut pada Natasya.
Sedangkan Natasya hanya bisa menuruti lelaki itu, mengambil dress lalu masuk kembali kedalam ruang ganti untuk mencobanya. Tak lama kemudian, Natasya pun keluar dari ruang ganti dengan dress yang sebelumnya dipilihkan oleh Edward.
Dress itu tampak indah, panjang dress nya juga tidak terlalu pendek karena bagian depan sepanjang lutut dan bagian belakangnya sepanjang atas pergelangan kakinya. Bagian atas dress juga tidak terlalu terbuka, karna modelan yang cukup menarik hingga menutupi belahan dada Natasya. Ditambah lagi dengan warna dark bluenya membuat dress itu tampak terlihat sangat mewah.
Cocok sekali untuk kulit Natasya yang berwarna putih.
__ADS_1
Edward yang melihat Natasya dengan indah memakai dress tersebut, membuatnya tanpa sadar tersenyum, Tetapi tidak dengan Natasya. Gadis itu masih tampak bingung dengan Edward, karna setelah ia keluar dari ruang ganti, Edward hanya terdiam menatapnya. “Eum... sepertinya ini agak sedikit berlebihan, apa perlu kita menggantinya?” kata Natasya sembari menatap dress-nya sendiri.