Aku Masih Menunggumu

Aku Masih Menunggumu
Rasanya sangat aneh jika bersama dengannya..


__ADS_3

Natasya terdiam sejenak saat melihat ada beberapa orang keluar dari lift dan seketika mata gadis itu langsung terpaku ke arah wanita yang sedang berbicara dengan lelaki di sampingnya. Wajahnya tidak asing bagi Natasya namun yang berbeda adalah sikapnya.


Edward yang menyadari bahwa gadis disebelahnya ini sedang terdiam, ia pun menyenggol lengan Natasya dengan pelan hingga gadis itu kembali dalam kesadarannya. Melihat bahwa liftnya sudah kosong dan Natasya berjalan masuk ke dalam yang diikuti oleh Edward dan keduanya.


Sesampainya di kamar milik Natasya, gadis itu menempelkan kartu lalu membuka pintunya. Terlihat dibagian dalam cukup luas dan ini juga termasuk versi besarnya, Liana yang melihat betapa mewah dan rapihnya kamar milik Natasya pun terkagum-kagum.


“ Kalian duduklah disini dulu, aku akan buatkan minum “


Kata Natasya sembari menoleh kearah belakang, “ Nona, bisakah saya membantumu? “ tanya Liana dengan nada tulus namun Natasya hanya menggelengkan kepalanya dengan pelan “ tidak perlu, aku bisa sendiri. Kau duduk dan istirahatlah “


Setelah menyelesaikan perkataannya, Natasya pun mulai berjalan menuju tempat lain. Ia berniat untuk menganti pakaiannya terlebih dahulu, Gadis itu pergi ke kamar mandi tuk beberapa menit. Tak lama, akhirnya gadis itu keluar dengan pakaian yang bersih


Natasya memakai Kaos hitam lengan pendek dan celana panjang yang berwarna sama dengan kaosnya, tak lupa gadis itu juga menguncir rambut kuda rambutnya. Setelah selesai mengganti baju, Natasya langsung beranjak ke dapur untuk menyiapkan minuman.


Disisi lain, Edward, Arya dan Liana sedang menunggu gadis itu di ruang tamu. “ Tuan, bukannya Nona Tasya tinggal di rumah tantenya? “ tanya Arya sembari melihat sekeliling “ Nona Tasya, pindah kesini karna Tantenya sedang pergi keluar negeri “ jawab Liana yang menyambung, Arya dan Edward yang mendengar itu langsung menoleh kearah Liana


“ Memangnya kenapa? Bukankah itu tidak masalah ya? “ tanya Arya yang terbingung “ Ya memang tidak masalah, tapi itu kemauan Tantenya untuk Nona Tasya pindah “ jawab Liana sembari memutar bola matanya “ Apa kau sedang mengarang? “ Kata Arya yang tidak percaya “ Apa aku terlihat seperti orang sedang mengarang cerita? “ tanya Liana sembari mengangkat alisnya

__ADS_1


Sementara Arya menatap Liana dengan tatapan yang netral antara percaya dan tidak, namun Liana tidak mempedulikan lelaki itu percaya atau tidak. Edward yang melihat itu hanya terdiam tanpa ada niatan untuk bergabung. Selang beberapa menit, lelaki itu merasa bosan dan memutuskan untuk mengecek apa yang sedang dilakukan oleh gadis itu, kenapa sebegitu lamanya berada didapur. Berkeliling sejenak dan akhirnya Edward menemukan Dimana letak dapurnya, ia melihat bahwa gadis itu sedang memasak sesuatu dan aroma di sekitar dapur juga sangat wangi


Memutuskan untuk melihat apa yang sedang dimasak gadis itu, Edward pun berjalan menghampirinya tanpa mengeluarkan suara sedikitpun dan disisi lain natasya mengetahui jika Edward sedang berjalan menghampirinya namun ia lebih memilih untuk diam dan melihat apa yang sedang dilakukan oleh lelaki itu.


Sesampainya didekat Natasya, lelaki itu langsung menyandarkan tubuhnya di dinding dengan tangan yang didadanya. Jarak antara gadis itu dan Edward hanya Satu langsung saja, cukup ke dekat namun tidak sampai bersentuhan.


“ Bukankah tadi kau bilang, ingin membuat minuman saja. Kenapa kau juga membuat makanan? Tanya Edward sembari melihat tangan gadis itu yang sedang mengaduk makanan dalam panci yang mendidih.


“ Ini sudah malam dan udaranya juga begitu dingin, jadi aku buatkan makanan hangat untuk kalian. “ jawab Natasya yang masih fokus terhadap masakannya hingga ia menjawab pertanyaan lelaki itu tanpa menoleh. Edward yang mendengar itu hanya mengangguk paham sementara Natasya sedang menuangkan penyedap kedalam masakannya.


Mencoba mencicipinya lalu terdiam sejenak, hingga lelaki disebelahnya bertanya “ kenapa? Apa ada yang salah dengan masakanmu? “ Natasya menggelengkan kepalanya perlahan, lalu mengambil makanan itu sedikit lalu menyerahkannya kenapa lelaki yang ada disebelahnya. “ Coba kau cicipi, menurutmu apa yang kurang? “ kata gadis itu sembari menyodorkan sendok yang berisi kuah


“ Tuan? “


“ Bagaimana? Apa ada yang kurang? “


Natasya memiringkan kepalanya sambil menatap lelaki itu, sedangkan lelaki itu berkata “ Ini pas kok, tidak ada yang kurang. “ Natasya yang mendengar itu pun merasa agak sedikit tidak percayanamun ia hanya mengangguk. Edward yang menyadari itu pun langsung mengambil sendok itu dari tangan Natasya lalu mengambil sedikit kuah dalam panci lalu menyodorkannya kedepan mulut gadis itu.

__ADS_1


Natasya yang melihat itu langsung tertegun dan hanya bisa menatap lelaki itu dengan horor. “ Nih, kau cobalah lagi, buat kau tahu jika aku tidak berbohong “ kata Edward yang membuat gadis didepannya ini merasa canggung dengan kedekatan mereka “ Yaudah sini berikan sendoknya! Biarkan aku yang mencobanya sendiri “ kata natasya yang mencoba meraih sendok di tangan Edward.


Namun sendok itu malah di jauhkan hingga gadis itu tidak bisa meraihnya, “ Berikan sendoknya! “ kata natasya yang menatap lelaki itu “ Diam biarkan aku saja yang siapi “ kata Edward yang menatap gadis itu. Melihat bahwa gadis yang ada didepannya ini memerah entah karna marah atau malu karna dirinya. “ Tidak perlu, aku bisa sendiri “ tolak natasya yang mencoba meraih sendok itu lagi.


Edward yang melihat itu langsung menjauhkan sendoknya kembali hingga natasya harus berjinjit untuk meraihnya dan alhasil mereka terjatuh bersama karna gadis itu tidak seimbang saat berjinjit. Mereka terdiam posisi Edward yang dibawah dan Natasya yang diposisi atas. Keduanya merasa sakit sekaligus terpaku saat wajah mereka bertemu.


Mereka saling menatap dan menyebabkan detak jantung mereka berdebar dengan kencang, Natasya yang baru tersadar pun langsung beranjak bangun dari atas tubuh Edward dan menjaga jarak antara mereka, memalingkan wajahnya untuk menyembunyikan wajahnya yang kini sedang memerah. Natasya merasa bahwa jika didekat lelaki itu terasa sangat sama seperti ia bersama dengan Rio


Selalu membuat jantungnya berdetak dengan kencang. Sementara Edward hanya bangun dan memposisikan dirinya menjadi duduk, merasa bahwa punggungnya terasa sangat sakit saat terjatuh tadi, saat ia melihat gadis yang didepannya sedang memalingkan wajah merahnya membuat dirinya tersenyum kecil.


Sangat menggemaskan..


Merasa bahwa hanya gadis didepannya ini yang bisa membuatnya tersenyum dan merasa nyaman saat didekatnya. Natasya yang merasa diperhatikan pun langsung menatap lelaki itu dengan tatapan tajam lalu berkata “ Apa yang sedang kau tertawakan? Apa kau pikir ini lucu? “ “ Menurutmu sendiri bagaimana “ tanya Edward balik.


“ Sangat tidak baik “ jawab Natasya dengan cepat, Edward yang mendengar itu pun langsung tertawa kecil, ia merasa bahwa gadis ini seperti berbeda dimatanya. Merasa bahwa gadis ini terlihat sangat dingin saat di keramaian dan begitu menggemaskan jika hanya berdua dengannya.


Natasya yang melihat Edward tertawa pun langsung memalingkan wajahnya lagi, “ Bodoh! “ kata itu keluar dari mulut gadis yang ada didepannya “ Itu hanya kecelakaan jadi kau tidak perlu memikirkannya sedang serius “ kata Edward dengan santai

__ADS_1


“ Kau ini sudah bertunangan, bagaimana jika ada yang melihat dan berpikir macam-macam tentang ini? “ jawab Natasya yang membuat Edward terdiam sejenak lalu berkata kembali “ Tidak akan ada yang lihat dan tidak akan ada yang tau aku sedang mencintai siapa kan. Biarkan orang ingin bicara apa tentang kita, selagi tidak macam-macam maka abaikan saja “ ujar Edward


Natasya yang mendengar itu hanya terdiam memandang lelaki itu, ia tidak tau kenapa rasanya sangat aneh jika bersama dengan lelaki yang ada didepannya ini.


__ADS_2