Aku Masih Menunggumu

Aku Masih Menunggumu
Kenapa aku rela keluar demi gadis itu..


__ADS_3

Pagi hari, natasya bangun dari tidurnya. Ia membersihkan tubuhnya dan bersiap siap untuk berangkat ke kantor, saat natasya keluar dari kamarnya. Gadis itu melihat Tante Kinan sedang berbicara dengan 4 orang lelaki berbadan besar serba hitam di ruang tamu.


Karna. Penasaran dan takut ketahuan dengan Tante Kinan, Natasya menyandarkan tubuhnya ke tiang tangga dan mulai mendengarkan apa yang mereka bicarakan.


“ Jadi bagaimana dengan tugasnya? “


“ Maaf Nyonya, kami masih belum menemukannya. Tapi sebelum-sebelumnya kami sering melihatnya berkeliaran di kota ini, tapi saat kita ingin menghampirinya dia langsung lari begitu saja “


“ ck... menyusahkan orang saja! “


“ lalu bagaimana sekarang nyonya? Tuan besar sudah menunggu “


“ Soal itu biar aku yang mengurus, kalian cari aja wanita itu sampai ketemu!! “


“ baik Nyonya “


“ kalian boleh pergi “


Dari atas, natasya bisa melihat 4 orang itu pergi keluar dari ruangan sedangkan Tante Kinan masih stay duduk disofa sambil bergumam sesuatu.


“ Elisa kau dimana si? “


Natasya yang mendengar itu langsung mengerutkan keningnya, rasanya aneh jika Tante Kinan seperti ini tapi natasya juga tidak tau ia merasa bahwa dirinya sudah tidak aman lagi. Saat semuanya sudah aman, Tante Kinan juga sudah pergi keluar entah kemana. Gadis itu baru turun kelantai bawah dan melihat sekeliling.


Saat merasa sudah tidak perlu curiga lagi, natasya mulai berjalan keluar dari rumah. Menaiki mobil lalu bergegas menuju kantor nya, gadis itu sudah telat 5 menit dari jam masuk kantor. Mempercepat jalan mobilnya hingga sampai ke kantor, baru saja datang kekantor natasya melihat Liana menghampirinya dengan tergesa-gesa.


“ Bu Tasya “ panggil Liana disela sela larinya


“ Hm “


“ Bu Tasya darimana saja? Tuan muda Chen sudah menunggu anda diruangannya “ kata Liana saat berdiri didepan Natasya


“ Ya aku segera kesana “ jawab natasya sembari berjalan menuju ruangan Edward.


Natasya pergi keruangan Edward, membuka pintu lalu masuk. Terlihat Edward dan Arya sedang berbincang disana seperti biasanya, Arya yang menyadari kedatangan natasya pun langsung menyapa nya dengan ramah.


“ Nona Tasya selamat pagi “ sapa Arya dengan senyuman


“ pagi “


“ Nona, apakah anda sedang sakit? “ tanya Arya yang membuat Edward melirik kearah Natasya


“ tidak “


“ Tidak? Tapi wajah anda pucat sekali “ kata Arya


Natasya yang mendengar itu langsung tertegun, dari pagi ia merasa baik-baik saja tapi kenapa sekarang wajahnya terlihat pucat dan tubuhnya begitu lemah? Karna merasa semuanya akan baik-baik saja nanti, Natasya pun menyakinkan Arya.


“ Tidak apa-apa, tidak usah dipikirkan “ kata Natasya

__ADS_1


“ tidak bisa begitu nona, eum...nona ingin makan dulu? Kalau iya, maka saya akan memanggil orang untuk membelikan makanan untuk nona “ tawar Arya


“ Tidak perlu “


“ Arya tidak usah dipaksa, jika dia ingin makan nanti juga akan membelinya sendiri “ kata Edward yang menyambung


“ Baik tuan “ jawab Arya pasrah


“ Kalau nanti merasa tidak enak, kau boleh pulang jadi jangan memaksakan diri “ kata Edward sambil melirik ke arah Natasya


“ ya “


Selesai berbincang, mereka pun melanjutkan pekerjaannya lagi. Natasya sibuk dengan laptopnya sedangkan Arya sibuk berdiskusi dengan Edward, ketiganya bekerja tanpa menganggu yang lain. Natasya yang sedang memeriksa laporan di laptop awalnya ia merasa dirinya sudah membaik namun saat siang datang natasya merasa kepalanya begitu pusing dan tubuhnya sangat lemah. Ia mencoba perlahan membaringkan tubuhnya disofa untuk meredakan pusing dikepalanya.


Selang beberapa menit bukan pusing yang merasa tetapi Natasya yang tertidur, Edward yang menyadari itu langsung bergumam pelan.


“ Meeting nanti siang, batalkan saja “ kata Edward dengan suara pelan


“ memangnya kenapa tuan? “ tanya Arya yang masih belum menyadari natasya


“ Batalkan saja “ pinta Edward


“ Baik tuan, kalau begitu saya hubungi mereka dulu “ kata Arya sembari membalikkan tubuhnya


Arya melihat Natasya sedang tertidur meringkuk di sofa dengan kerutan di dahinya dan nafas yang sedikit memburu. Arya membalikan tubuhnya kembali menghadap Edward, kali ini ia baru sadar alasan kenapa atasannya ini meminta dirinya untuk membatalkan meeting.


“ Tuan sepertinya Nona Tasya sedang sakit, apakah perlu saya panggil dokter kesini? “ tanya Arya sambil melirik sekilas ke Natasya


“ Tapi tuan, bagaimana jika ia masih sakit? “ tanya Arya yang mengkhawatirkan kondisi Natasya


“ jika nanti sore belum turun panasnya baru bawa dia ke RS “ kata Edward


“ baik tuan, kalau begitu saya permisi “ jawab Arya sambil bergegas keluar dari ruangan


Edward melihat Natasya sedang meringkuk disofa besar itu dengan ekspresi yang cukup aneh, Edward perlahan berdiri dan berjalan mendekati Natasya. Terlihat gadis itu mengerutkan keningnya dalam tidurnya entah apa yang membuatnya seperti itu, Edward mengulurkan tangannya untuk mengecek panasnya tubuh Natasya. Baru saja menyentuh sengatan pun langsung menyerang tangan Edward.


Lelaki itu spontan menarik kembali tangannya yang terkena sengatan itu. Yaps...tubuh Natasya sangat panas. Edward kembali ke kursi nya Karna Arya sudah datang membawakan selimut untuk Natasya, Arya menyelimuti Natasya perlahan takut membuatnya terbangun. Setelah selesai, Arya langsung menoleh kearah Edward yang sedang duduk


“ Tuan muda “ panggil Arya sembari mendekati Edward


“ Hm “


“ Nona Angel ada luar, tuan “ kata Arya


“ Sedang apa dia disini? “ tanya Edward sambil mengerutkan keningnya


“ Tidak tau, tuan. Tapi tadi nona angel bilang kalau dia ingin berbicara dengan Anda, Awalnya saya menolak karena tuan sedang sibuk sekarang tapi nona angel memaksa untuk berbicara dengan Anda “ jelas Arya


“ bilang padanya kalau saya tidak ingin bertemu dengannya “ kata Edward yang tak acuh

__ADS_1


“ Tapi tu-


Perkataan Arya seketika terhenti karna suara berisik dari luar, disana juga terdengar suara Angel yang bersikeras untuk menemui Edward. Didalam ruangan Edward tanpa sadar melirik kearah Natasya dan melihat bahwa gadis itu merasa terganggu dengan suara didepan hingga membuatnya berdiri lalu berjalan keluar dari ruangan.


Saat keluar, benar saja disana ada angel dan 4 anak buah Edward yang bertugas menjaga pintu ruangannya. Angel yang melihat Edward keluar pun langsung membenarkan penampilannya agar terlihat menarik sedangkan Edward hanya menatapnya dengan tatapan dingin.


“ Maaf Tuan muda, kami sudah melarang nona angel untuk masuk tapi dia bersikeras untuk masuk. Maaf atas gangguannya tuan “ kata salah satu anak buah Edward


“ Hm “


“ Edward, kamu kenapa si gak bilang kalau aku ini tunangan kamu? Jadi susah tau kalau aku pengen ketemu kamu “ kata Angel


“ sedang apa kau disini? “ tanya Edward dengan nada dingin


“ Aku ingin bicara sama denganmu sebentar “ jawab angel dengan ekspresi wajah menyedihkan


“ Tidak bisa, aku sibuk “ kata Edward sambil melirik kedalam


Natasya kembali tertidur dengan damai membuat Edward merasa aneh, kenapa dirinya rela keluar untuk menghentikan keributan diluar demi wanita ini? Edward yang tidak mau berpikir yang aneh-aneh pun langsung menatap angel lagi


“ Hanya sebentar Edward, kumohon “ bujuk angel dengan ekspresi manja


“ ck.. menyusahkan sekali “ batin Edward


Karna tidak ingin berlama-lama, Edward pun menyuruh 4 anak buahnya kembali ketempat hingga membuat keduanya berdiri berhadapan.


“ Bicaralah! “ Kata Edward langsung ke inti nya


“ Eum...kita bicaranya dicafe atau direstoran aja yuk sekalian makan, pasti kamu belum makan kan? “ kata Angel sambil menunjuk perhatiannya


“ Tidak perlu “


“ Ayolah Edward, hanya sebentar “ bujuk angel lagi


“ Tidak “


“ hm...kamu kok sekarang begini si sama aku? Dulu saja kamu gak kayak gini “ kata Angel yang sedih


“ Angel, kita sudah tidak memiliki hubungan jadi jangan membicarakan masa lalu “ ujar Edward


“ Ternyata kamu memang benar-benar memutuskan tunangan kita? “ tanya angel dengan sedih


“ Ya benar “


“ Tapi kenapa Edward? Kenapa? Memang aku salah apa? “ tanya angel


“ Tidak salah, hanya membuatmu berhenti dari pertunangan sepihak itu “ jawab Edward


“ sepihak? Maksudmu apa? “ tanya angel yang terheran

__ADS_1


“ Aku tidak mencintaimu “


__ADS_2