
Natasya yang sibuk dengan berkas-berkas, terkejut saat Arya memasuki ruangan tanpa mengetuk pintu dan begitu juga sebaliknya, Arya juga terkejut melihat Natasya yang masih sibuk dengan berkas-berkasnya.
“ Nona, kenapa kau belum pulang? “ Tanya Arya sambil melihat berkas-berkas yang ada di atas meja
“ Menurutmu bagaimana? “ Kata Natasya tanpa menoleh ataupun melirik sedikit ke Arya
“ Tapi ini sudah malam, nona. Sebaiknya besok saja anda mengecek semua berkas ini “ jawab Arya yang menyarankan
Natasya pun melihat pukul berapa di jam tangannya, Yaps benar saja. Sekarang sudah jam 22.30 gadis itu pun merapikan berkas-berkas itu lalu beranjak dari Sofa menuju pintu. Arya yang melihat itu pun langsung menghentikan Natasya lagi
“ Nona, anda ingin kemana? “ tanya Arya yang membuat gadis itu berdecih
“ Pulanglah, bukankah tadi kau yang menyuruhku? “ kata natasya yang menoleh kebelakang
“ Maaf nona, bukan begitu maksudku “ jawab Arya
“ Lalu? “
“ Mari ikut saya sebentar “ kata Arya yang berjalan melewati natasya
Natasya hanya menuruti dan mengikuti kemana Arya membawanya pergi, sesampainya ditempat Natasya melihat mobil sport mewah berwarna putih sedang terparkir di depan gerbang. Sungguh sangat mewah hingga ia berpikir bahwa Edward sedang bercanda dengannya.
“ I-Ini? “ tanya Natasya sembari menunjuk kearah mobil tersebut
“ Ya, nona. Ini mobil yang tuan suruh saya siapkan, katanya mobil ini sekarang milik nona “ jawab Arya
“ Dia gila ya? “ gumam Natasya yang pelan
“ hahaha...tuan memang seperti itu nona, tapi soal memberi mobil bagi saya itu hal yang sangat langka untuk modelan kayak tuan. “ kata Arya yang menanggapi gumaman Natasya
“ apa maksudmu? “ tanya Natasya
“ Ahh...tidak nona, lupakan saja! “ elak Arya
__ADS_1
“ hm “
“ Sebaiknya nona pulang, ini sudah agak larut malam. Nanti tuan bisa marah jika nona belum pulang “ kata Arya yang mengalihkan pembicaraan
“ hm..baiklah, terimakasih “ jawab Natasya sembari berjalan mendekati mobil itu lalu memasukinya.
Arya yang melihat mobil sport putih sudah berlalu pergi, ia kembali masuk ke dalam kantor untuk mengurus beberapa hal.
*
*
*
Pagi harinya, seperti biasanya Natasya bangun dari tidurnya lalu beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya Setelah selesai ia baru pergi ke dapur untuk memakan sepotong roti.
Semenjak kepergian Tante Kinan ke luar negeri, Natasya jadi terbiasa dengan sarapan roti saja. Bukan karna tidak bisa memasak namun karna tidak memiliki banyak waktu untuk maksa dan dirinya yang begitu sibuk dengan kerjaannya, itu juga salah satu penyebab ia selalu makan di luar.
Setelah selesai sarapan, Natasya langsung berangkat ke kantor dengan kemeja putih, jas hitam dan celana panjang hitam. Pada umumnya memang asisten ada yang memakai bawahan rok mini namun karna Natasya tidak terbiasa dengan pakaian pendek, ia pun selalu menggunakan celana saat bekerja.
Baru saja memasuki, Arya sudah menyapanya duluan dari kejauhan dengan senyuman yang kecil namun tulus.
“ Selamat pagi, nona “
Natasya hanya mengangguk sebagai jawaban atas responnya terhadap Arya, sedangkan lelaki itu hanya kembali mengangguk saat mengerti isyarat itu. Mereka pun pergi ke ruangan Edward bersama namun saat mereka sampai, keduanya melihat Edward sedang berdiri dengan seorang wanita dan respon lelaki itu juga sangat dingin terhadap wanita di depannya.
Mencoba menghampiri mereka dengan niatan menyapa malah membuat Edward beralasan jika ia memiliki meeting penting yang harus dihadiri dan pergi meninggalkan wanita itu. Arya yang merasa tidak enak pun langsung meminta maaf kepada wanita itu.
“ Maafkan saya, nona atas gangguan kami tadi “ kata Arya yang sedikit menunduk
“ tidak apa-apa, Dia memang seperti itu “ jawab wanita itu dengan senyuman
“ Hm...apa nona ingin menunggu tuan selesai meeting? “ tanya Arya
__ADS_1
“ tidak usah, aku tidak suka menunggu jadi lebih baik aku pulang saja “ jawab wanita sembari berjalan meninggalkan Arya dan Natasya
Arya dan Natasya hanya terdiam melihat punggung wanita itu berlalu pergi meninggalkan kantor, tak lama setelah wanita itu hilang Natasya langsung membuka suaranya untuk bertanya
“ siapa lagi tuh? “
“ oh itu, tunangan baru tuan. Katanya si baru kemarin mereka bertunangan “ kata Arya yang menjelaskan
“ Tunangan lagi? “ tanya Natasya yang mengerutkan keningnya
“ Ya seperti yang nona lihat sekarang, banyak yang ingin menikahi tuan jadi jangan heran jika tuan memiliki banyak mantan tunangan ataupun Tunangan berkali-kali “ jelas Arya Dengan menatap gadis yang berada di sampingnya
“ Ck... benar-benar merepotkan “ gumam Natasya
Arya yang mendengar itu hanya terkekeh kecil sambil menggelengkan kepalanya, bukannya mengejek namun itu hal biasa ia lakukan jika natasya selalu menganggap semuanya itu merepotkan dan menyebalkan.
“ menggerutu begini mending kamu temui tuan di taman sebelah deh “ kata Arya
“ Ngapain? “ tanya Natasya yang tidak mengerti
“ Ya temenin dia sebentar “ jawab singkat Arya
“ Gak! Males “ tolak natasya yang tak acuh
“ Astaga nona, temenin tuan sebentar. Aku ingin mengambil beberapa laporan di staf yang lain “ bujuk Arya
“ Ya bukan urusanku “ kata natasya Yang masih tidak ingin pergi
“ Nona, sebentar saja. Kumohon, tuan memang orang sedikit menyebalkan tapi kalau diajak ngobrol pasti dia akan asik “ bujuk Arya lagi
Natasya yang pasrah pun hanya bisa mengangguk dan pergi menuju taman samping untuk menemui Edward dan benar saja, terlihat ada lelaki yang sedang memanjat pohon besar yang letaknya di samping pojok taman.
Memperhatikan apa yang dilakukan tuannya ini di pohon dengan tingkah seperti anak kecil, tak lama memperhatikan tiba-tiba Edward entah kenapa tergelincir jatuh kebawah dengan tangan yang sedang memegang sesuatu.
__ADS_1
Natasya yang melihat itu langsung berlari menghampirinya Edward, untuk melihat apa lelaki itu baik-baik saja atau tidak. Saat gadis itu berdiri tepat di belakang Edward, ia melihat luka di siku Edward berdarah Karna ranting pohon Dan bukan itu saja, ia juga melihat sesuatu yang ada ditangan Edward.
Dia rela terluka demi menyelamatkan ini?