Aku Masih Menunggumu

Aku Masih Menunggumu
Sesuatu yang hangat terasa dalam genggaman tangannya


__ADS_3

“E-edward?” Natasya mengangkat kepalanya kearah dan melihat wajah dingin Edward tengah menatap dingin kearah wanita yang ada didepannya. Tangan Edward juga tengah memeluknya hingga tubuh samping mereka saling bersentuhan. Natasya yang merasa tidak nyaman dengan kedekatan mereka, berusaha mengambil jarak diantara mereka. Namun tangan Edward yang berada di lengan atasnya malah membuat mereka semakin menempel.


Tidak membiarkan Natasya sedikitpun pergi dari tangan Edward. Disisi lain, wanita yang sebelumnya tengah berbincang dengan Natasya melihat kedatangan Edward membuat dirinya terkejut setengah mati. ‘Apakah itu tuan muda Chen?’ batin wanita itu. Sementara Edward yang melihat ekspresi terkejut pada wajah wanita itu hanya ditanggapi oleh wajah dinginnya saja, sekilas manik mata Edward juga melirik kearah Natasya yang tingginya jauh lebih pendek darinya.


Mata Edward juga dibuat tertuju oleh bagian kemeja putih Natasya yang basah akibat minuman. Memang jika dilihat basahnya tidak terlalu basah kuyup, namun bagian basahnya itu dibagian yang seharusnya tidak boleh dilihat olehnya. Natasya yang menyadari tatapan Edward langsung menolehkan kembali kepalanya keatas dan melihat Edward tengah memalingkan wajahnya kesamping dengan tangan kiri yang menutup mulutnya.


“Ada apa?” tanya Natasya yang mendapati Edward tengah memejamkan matanya.


Tak lama, Edward pun langsung membuka matanya lalu dengan cepat melepaskan jas hitamnya. Kemudian lelaki itu menaruhnya diatas baju Natasya, hingga jas hitam itu menutup bagian kemeja Natasya yang basah. Setelah selesai menutup tubuh Natasya dengan jas hitamnya, pandangan Edward kembali menatap kearah wanita itu dengan tatapan dingin. Seperti tengah memancarkan aura yang menakutkan.


Natasya sendiri yang tengah berdiri disamping Edward bisa merasakan aura itu, dan ia juga merasa tidak enak jika Edward sepenuhnya menyalahkan wanita itu. “Edward, sudahlah tidak perlu dipermasalahkan. Ini hanya kecelakaan kecil saja” kata Natasya sambil menggoyangkan tangan besar Edward. “Bagaimana aku tidak mempermasalahkannya? Dia sudah membuat bajumu itu menjadi basah” jawab Edward tanpa melirik ataupun menolehkan kepalanya kearah Natasya.


Sedangkan Wanita itu yang mendengarnya hanya bisa menunduk kepala seraya berkata “Maafkan saya tuan muda, saya benar-benar salah. Saya minta maaf atas semuanya” “Semudah itu?” jawab Edward yang terdengar menolak permohonan maaf dari wanita itu. “Saya mohon belas kasihnya tuan, saya benar-benar minta maaf. Saya tidak sengaja menabrak nona, jadi tolong maafkan saya” kata wanita itu yang semakin merendahkan dirinya.

__ADS_1


Hal itu membuat semua orang yang ada disana langsung membuat mereka menjadi pusat perhatian di mall tersebut. Dan itu malah membuat Natasya semakin tidak enak hati kepada wanita itu. “Edward, sudahlah tidak perlu dibahas lagi. Lagipula dia memang tidak sengaja menabrakku, dan aku juga salah akan hal ini.” Kata Natasya yang mencoba menengahi Edward dengan wanita itu.


“Eeh..itu kan tuan muda Chen? Kenapa dia ada disini?”


“Ada apa dengan wanita itu? Apa dia sedang menyinggung tuan muda Chen?”


“Wah.. sepertinya dia sudah tidak ingin tinggal dinegara ini lagi”


Banyak perkataan yang terlontar dari mulut orang-orang yang tengah berkerumun menatap mereka, Natasya yang tidak ingin membuat masalah menjadi besar akhirnya ia memilih untuk menggunakan cara terakhir untuk pergi. “Kau tidak salah, tidak perlu meminta maaf. Ini bukan masalah besar” kata Natasya pada wanita itu. “Ayo kita pergi!” ajak Natasya sambil menarik tangan Edward untuk pergi dari sana.


Ekspresi dingin Edward juga telah berubah saat menatap tangan Natasya tengah menggenggam tangannya, memang tangan gadis itu terlihat kecil tetapi hal itu tanpa sadar membuat Edward tersenyum kecil. Perasaan marah sebelumnya juga hilang seketika hanya karna melihat sesuatu yang kecil. Sementara Natasya hanya terus menarik Edward pergi dari tempat itu dengan sebuah umpatan yang terus keluar dari mulut gadis itu.


“Kau ini kenapa sih? Padahal itu hanya masalah kecil, tapi kenapa malah mempermasalahkannya? Apa kau tidak malu dilihat oleh banyak orang seperti itu? Dan itu juga kesalahanmu, Kenapa cepat sekali menghilang?” kata Natasya yang membuat Edward tertawa kecil saat melihat tingkah laku gadis itu. “Berhenti tertawa! Aku ini sedang serius bicara ya” kata Natasya sambil menghentikan langkahnya, lalu membalikan tubuhnya menghadap kearah Edward.

__ADS_1


Sementara Edward hanya menanggapi Natasya dengan senyuman kecil diwajah dinginnya, lelaki itu tampak tidak membantah perkataan Natasya sedikitpun. Melainkan Edward hanya mencubit gemas hidung mungil Natasya seraya berkata “Baik-baik, aku salah kali ini. Maaf ya” Edward menjauhkan tangannya dari hidung Natasya dan beralih mengusap kepala gadis itu layaknya seorang ayah yang baik.


Natasya yang mendapatkan perkataan maaf dari Edward malah membuat dirinya terdiam sejenak, rasanya tidak adil sekali jika lelaki ini telah yang berkata maaf jika ia melakukan kesalahan. Jadi Natasya hanya menunduk kepalanya saat elusan tangan Edward dikepalanya terasa lembut. “Tidak, kau tidak salah. Aku yang salah, maafkan aku”


Edward tersenyum, “Sudahlah, ini bukan salahmu sepenuhnya.” Edward menghentikan elusan itu dan menjauhkan tangannya dari kepala Natasya “Sekarang ikut aku sebentar!” kata Edward sambil menggandeng tangan Natasya dengan tangan besar dan kasarnya. “ingin kemana? Perasaan sejak kita sampai disini, kau hanya terus berputar-putar dalam mall ini saja. Sebenarnya apa yang sedang kau cari?” tanya Natasya disela-sela jalan mereka.


“Mencari sesuatu, tetapi rasanya sudah tidak perlu lagi” jawab Edward sambil melirik sekilas kearah Natasya. “Tidak perlu lagi? Memangnya apa yang kau butuhkan? Kenapa disaat kau tidak menemukan barang yang kau cari, kau tidak lagi membutuhkannya?” Natasya menatap Edward dari belakang dengan perasaan yang terheran. Kenapa lelaki ini mudah sekali bosan akan sesuatu?


“Tidak apa, lupakan saja. Lagipula barang itu tidak terlalu penting” jawab Edward dengan nada dinginnya.


Natasya yang mendengar itu hanya terdiam sembari berjalan mengikuti Edward dari belakang. Entah kemana lelaki ini akan membawanya, tetapi yang ia tahu hanya sesuatu yang hangat terasa dalam genggaman tangan Edward. Terlihat tangan Natasya cukup kecil dibandingkan lelaki itu, bahkan permukaan tangan Natasya lebih mulus dan terasa dingin. Berbeda dengan Edward yang memiliki tangan berukuran besar, kasar dan terasa hangat saat tersentuh oleh tangannya itu.


...--//--...

__ADS_1


Tak lama berjalan, akhirnya Edward berhenti di suatu toko yang lumayan besar. Banyak para pegawai yang tengah melayani para customer dengan sikap profesional, ditambah lagi penyusunan barang-barang mereka tersusun dengan rapih. Tetapi yang membuat Natasya terheran adalah, kenapa lelaki ini membawanya ke sebuah toko busana? Padahal sekarang ini, dirinya tidak ingin menghabiskan uang hanya untuk membeli baju.


“Eum... Edward, kenapa kita kesini? Bukankah tadi kau bilang ingin mencari sesuatu?” tanya Natasya sambil menyegol pelan lengan panjang Edward.


__ADS_2