
“ Daripada melamun disini mending kerjakan pekerjaan kamu saja “ kata Edward yang mengalihkan pembicaraan
“ Hm “
Natasya pun kembali keruangan Edward seorang diri karna saat balik Edward tidak ikut bersamanya. Baru saja Natasya duduk di sofa, hp gadis itu berbunyi hingga membuat gadis itu mengangkatnya lalu mendekatkan telponnya ditelinga.
“ Sayang? “ Panggil suara itu dari telpon
“ Ya “
“ Kamu dimana sayang? Kok dirumah, kamu tidak ada? “ Tanya suara itu
“ Masih ada kerjaan jadi belum boleh pulang “ jawab natasya yang dingin
“ Sayang, tapikan ini sudah sore kenapa masih belum pulang? Bilang sama bos kamu minta izin untuk pulang duluan. Tante gak mau ya kamu pulang malem-malem lagi “ kata Tante Kinan
Natasya yang mendengar itu pun langsung mengerutkan keningnya, ini adalah pertama kalinya Natasya dilarang untuk pulang malam oleh Tante nya padahal hari biasa, gadis itu selalu diberi kebebasan tanpa larangan sedikitpun tapi kenapa sekarang begini? Suara Tante Kinan juga dari telpon terdengar begitu panik, hingga membuat gadis itu hanya bisa menuruti perkataan Tante Kinan untuk pulang.
“ ya, Natasya pulang sebentar lagi “ kata natasya
“ Hm...ya sayang, kamu hati-hati ya! “ ujar Tante Kinan dengan suara yang seketika melembut
“ ya Tante “
Natasya pun menutup telponnya sekaligus melirik kearah pintu yang terbuka, Edward dan Arya sedang berjalan masuk kedalam hingga membuat mereka bertiga saling memandang.
“ Nona Tasya “ sapa Arya dengan ramah
“ hm “
“ Nona, apakah anda akan pulang? “ tanya Arya yang melihat natasya beranjak berdiri dari sofa
“ Ya “
“ ouhh...baik, nona. Berhati-hatilah dijalan “ kata Arya
Natasya hanya mengangguk sambil berjalan menuju pintu, namun saat melewati Edward seketika langsung Natasya terhenti karna mendengar suara Edward.
“ Siapa yang menyuruhmu boleh pergi? “ kata Edward dengan suara dinginnya
Natasya hanya menoleh kebelakang dan terdiam, sama seperti Arya karna jika atasannya ini sudah berbicara maka tidak ada boleh membantah.
“ balik ke tempatmu, kau boleh pulang saat aku sudah mengizinkan mu “ kata Edward lagi sambil berjalan ke kursi besarnya.
“ Aku ingin pulang, tugasku sudah selesai “ kata natasya dengan dingin
“ Bos disini itu saya atau kamu? Kenapa kamu jadi malah yang menentukan jam berapa kamu pulang? “ kata Edward sambil mengangkat alisnya
Natasya hanya menghela nafas kasar dan kembali ke sofa lalu duduk dengan malas, menatap Edward dengan tatapan permusuhan. Kali ini natasya harus mengabari Tante Kinan lagi soal kepulangannya. Membuka hpnya lalu mengirim pesan.
__ADS_1
__________________________________________________________
Natasya
: Tante, Natasya hari ini pulang telat deh kayaknya. Soalnya bos nyuruh natasya untuk pulang lembur malam ini. Jadi Tante jangan tunggu Natasya
___________________________________________________________
Selesai mengirim pesan ke Tante Kinan, gadis itu langsung menaruh hpnya lalu menatap kedua lelaki yang sedang berdiskusi bersama.
“ Lalu pertemuannya bagaimana? “ tanya Arya
“ tidak perlu “ jawab Edward yang tak acuh
“ tidak perlu? Tapi proyek itu bukankah penting untuk perusahaan kita? Jika kita tidak menghadiri pertemuan itu maka kita akan kehilangan 5% dari keuntungan “ jelas Arya yang tidak puas dengan keputusan Edward
“ 5% itu masih bisa dicari tapi kerjasama dengan attitude susah untuk dicari “ kata Edward sambil menyadarkan tubuhnya dikursi besar
“ ck...ternyata CEO kita bisa berkata bijak juga ya “ kata natasya yang menyambung
“ maksudmu bicara begitu apa? “ tanya Edward sambil menatap dingin kearah natasya
“ Tidak bermaksud apa-apa, hanya heran saja...hm...Anda kenapa tuan? Apakah kau tersinggung dengan perkataanku tadi? “ balas natasya sambil menatap Edward dengan dingin
Edward hanya terdiam menatap tajam+dingin terhadap natasya. Sementara Arya yang berada disana merasa pusing dengan kedua atasannya, sama-sama tidak mau mengalah dan selalu bertengkar jika bertemu. Tapi ada satu hal yang muncul dibenak Arya, kenapa 2 orang yang dijuluki sebagai iblis dingin bisa begitu banyak bicara saat keduanya dipertemukan?
Karna pusing melihat keduanya bertengkar, Arya pun memisahkan keduanya.
Spontan keduanya yang sedang saling menatap pun beralih ke arah Arya hingga membuat si pelaku bergidik ngeri karna tatapan dingin
“ Eh...maaf tuan muda, saya salah bicara “ kata arya sambil tersenyum kikuk
“ Huh...tidak, kau tidak salah “ jawab Edward sambil menghela nafas
“ jadi tuan bagaimana dengan pertemuan nya, ini sudah malam. Apakah dibatalkan saja atau tetap kita terima? “ tanya Arya yang memasuki topik pembicaraan sebelumnya
“ Jadi “
“ jadi? Lalu siapa yang akan datang ke pertemuan itu, jika tuan muda tidak bisa datang? “ tanya Arya
Edward terdiam sejenak lalu membuka hpnya, beberapa menit kemudian Edward kembali memasukkan hpnya kedalam jasnya dan menatap Arya yang sedang menunggu Jawaban darinya.
“ pertemuannya akan aku datangin seperti langsung bersama kau Tasya “ kata Edward sambil melirik sekilas ke Natasya
Natasya yang mendengar keputusan Edward pun langsung menoleh dan mengerutkan keningnya
“ Kenapa? Kau tidak mau? “ tanya Edward sambil mengangkat alisnya
“ tidak, lagipula aku tidak memiliki hubungannya dengan pertemuan itu “ kata natasya yang malas
__ADS_1
“ tidak ada hubungannya? Kau yakin? Apa kau lupa sekarang kau bekerja jadi apa? “ tanya Edward dengan tatapan dingin dan nada mengejek
“ Ck...menyesal aku harus menerima pekerjaan ini “ gumam Natasya yang pelan
“ menyesal? Bukankah kau seharusnya sudah Tau hal ini akan terjadi? Aku juga sudah bilang kalau kau kerja disini akan aku buat kamu semakin menderita, bukankah seharusnya kau mengerti itu? “ kata Edward yang mendengar gumaman Natasya
Natasya hanya terdiam sambil memutar bola matanya dengan malas, gadis itu lebih memilih diam karna CEO itu jika semakin dibantah akan semakin ngelunjak jadi Natasya lebih baik diam daripada nanti terkena masalah.
×
×
×
Sekitar pukul 22.45. natasya dan Edward pergi ketempat pertemuan mereka dengan bos perusahaan, natasya kali ini pergi bersama Edward dengan mobil yang sama. Awalnya Natasya menolak hingga Arya terus membujuknya agar berangkat bersama hingga akhirnya Natasya mengalahkan untuk kedua kalinya.
Didalam mobil, suasana sangat hening. Tidak ada salah seorang mereka membuka pembicaraan ataupun mengajak ngobrol, karna merasa canggung Edward pun memutar musik untuk menghilangkan keheningan dimalam hari. Sementara Natasya yang terdiam sambil menatap kearah kaca untuk melihat pemandangan diluar.
Natasya cukup termenung karna lagu yang diputar Edward adalah lagu kesukaannya jika sedang ada masalah tapi gadis itu tidak mengetahui kenapa lelaki itu memutar lagi itu. Pada umumnya lagu ini biasanya disukai oleh para wanita dan sangat jarang jika lelaki menyukainya juga.
" kau menyukai lagu itu? " tanya Natasya
" hm...sedikit " jawab Edward sambil mengangguk
" ohh "
" Memangnya ada apa? " tanya Edward sambil melirik sekilas pada Natasya
" Tidak ada, hanya terheran saja saat kau memutar lagu itu " jawab Natasya
" Ya mungkin terlihat aneh jika lelaki memutar lagu itu " kata Edward
" kau tau lagu itu darimana? " tanya Natasya
" Sahabat kecilku " jawab Edward sambil memejamkan matanya sekilas
" ouhh...jadi bagaimana hubungan persahabatan kalian? " tanya natasya
" entahlah, aku saja sekarang tidak tau dia dimana " jawab Edward
" kau sendiri bagaimana? " tanya Edward
" semua jawabanmu adalah jawabanku " kata natasya yang malas menjelaskan
" sama? "
" ya "
" gak mungkin " kata Edward yang tidak yakin
__ADS_1
" Ya itu si terserah kau ingin percaya atau tidak, pokoknya aku sudah memberitahumu " jawab Natasya yang tidak memancing keributan.