Aku Masih Menunggumu

Aku Masih Menunggumu
Rasa sakit yang terus menusuk dalam hatinya..


__ADS_3

Edward yang melihat foto diatas meja kecil itu pun mencoba mengambilnya dan melihat siapa yang ada didalam foto tersebut, saat ia baru melihat foto itu, matanya terkejut saat melihat di dalam foto itu ada 2 orang yang terlihat seperti sahabat. Mata Edward terus terpaku kepada seseorang lelaki yang tengah berdiri disebelah gadis kecil dengan senyuman diwajahnya


Edward menutup wajah lelaki itu dengan tangan kanannya lalu menoleh perlahan kearah Natasya yang tengah tertidur dikasur. Entah kenapa rasanya sakit hingga membuat ia dengan cepat menaruh fotonya kembali lalu berjalan keluar dari kamarnya dengan jantung yang sedikit berdetak dengan kencang hingga membuat nafasnya sedikit memburu


Arya dan Liana yang melihat Edward keluar dari kamar Natasya dengan ekspresi seperti itu pun langsung mencemaskan atasannya ini “Tuan, kau kenapa?” tanya Arya sembari berjalan mendekati Edward, lelaki yang ditanya hanya terdiam dan terus berjalan keluar dari apartemen milik Natasya. Arya yang mengkhawatirkan kondisi Edward pun terus memanggilnya dari belakang


“Tuan, kau kenapa? Apakah kau ada masalah?”


“Tuan!!”


Suara teriakan Arya terus terdengar di heningnya malam hingga membuat lelaki itu terus mempercepat jalannya menuju parkiran. Arya yang melihat itu pun hanya menghela nafasnya dan terus mengikuti Edward dari belakang.


Lelaki itu masuk kedalam mobil dan disusul oleh Arya. “Tuan kau kenapa?” tanya Arya saat masuk kedalam mobil “Tidak apa, kenapa kau begitu banyak bicara? Cepat jalankan mobilnya!!” kata Edward yang membuat Arya Terbingung namun ia tetap menjalankan apa yang dikatakan lelaki itu


Edward disana hanya terdiam sembari menenangkan dirinya, ia tidak menyangka bahwa ada foto itu di kamar Natasya, sungguh membuat hatinya terasa tidak enak dan rasa sakit yang terus menusuk dalam hatinya. Disisi lain Liana sedang membereskan sedikit barang-barang yang berantakan, setelah selesai Liana pun beranjak masuk kekamar yang sudah disiapkan oleh natasya sebelumnya.

__ADS_1


Beristirahat dengan tenang tanpa ada suara keributan yang biasa ia dengar ditengah malam.


__🥀🕊️__


Pagi harinya, Natasya terbangun dan terkejut saat menyadari bahwa dirinya telah berada didalam kamarnya padahal semalam dia ada di ruang tamu bersama Edward, Natasya yang memikirkan itu pun merasa pusing dan mencoba untuk mengabaikan semua yang terjadi semalam. Natasya pergi ke kamar mandi dan bersiap-siap untuk pergi ke kantor seperti biasanya namun saat ia keluar dari kamar, ia melihat Liana sedang menyapu ruang tamu dengan pakaian yang sudah rapih.


“liana, kau tidak perlu melakukan itu. Kau disini tamu bukan pemilik rumah” kata natasya sembari mengambil sapu dari tangan Liana “Tidak apa-apa, nona. Justru jika saya tamu maka saya tidak boleh merepotkan tuan rumah” jawab Liana sembari menatap gadis yang ada didepannya ini


“Aku bilang tidak perlu, kau pergi duduk dulu. Aku akan segera bersiap” ujar natasya sembari membawa sapu ditangannya kearah dapur. “Baik nona” sahut Liana yang menunduk sedikit. Selang beberapa menit kemudian Natasya pun keluar dari kamar mandi dengan pakaian kerjanya yang berwarna hitam putih.


“Sudah nona” jawab Liana dengan senyuman, natasya yang melihat senyuman itu pun langsung teringat akan senyuman Rio yang selalu ditunjukan kepadanya. Ia kerindukan senyumannya, tawanya, berisiknya, dan becandanya. Natasya kangen dengan semua yang terdapat pada lelaki itu.


Mungkin orang akan menganggapnya bodoh karena masih berharap dengan seseorang yang telah meninggalkannya namun bagi Natasya jika hati sudah terpaku pada satu lelaki maka tidak akan mudah ia berganti lelaki yang lain walaupun ia sering bertemu dengan lelaki lain daripada ia bertemu dengan Rio.


Liana yang melihat Natasya terbingung pun langsung menggoyangkan tangannya agar kesadaran gadis kembali, Natasya saat tersadar pun langsung memalingkan wajahnya dan berjalan menuju pintu sambil menyeka air mata yang sudah terbendung diwajahnya.

__ADS_1


“Sialan kenapa harus menangis lagi”


Liana yang melihat Natasya seperti itu pun langsung mencemaskannya dan berkata “Nona, kau baik-baik saja?” Natasya yang mendengar itu pun langsung menoleh kearah Liana yang tengah berdiri menatapnya dengan tatapan yang khawatir “Aku baik-baik saja, kau bereskan barang-barangmu! Kita berangkat sekarang” jawab Natasya sembari berjalan keluar


Liana yang melihat itu pun hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil membereskan barang-barangnya diatas meja. Setelah sudah, ia pun langsung menyusul natasya. Sampai di parkiran, Natasya langsung menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi hingga membuat Liana harus berpegangan erat


“Astaga, apakah nona Tasya adalah mantan pembalap mobil? Kenapa setiap naik mobil selalu dengan kecepatan setinggi ini?”


Liana sepanjang jalan terus memejamkan matanya karna ia terlalu takut untuk melihat bagaimana cepatnya Natasya menjalankan mobilnya, tak lama mereka pun sampai dari Kantor. Nafas langsung berjalan menuju ruangan Edward sedangkan Liana berjalan kearah meja kerjanya.


Natasya berjalan cepat karna ia merasa ini sudah terlambat, sesampainya di ruangan Edward ia melihat ruangannya kosong dan tidak ada jejak kedatangan atasannya ini. Ia pun merasa lega dan duduk disofa yang bisa ia duduk sembari menunggu atasannya datang.


Hari sudah menjelang siang, Edward masih belum kunjung datang hingga membuat natasya terbingung dan berpikir bahwa Lelaki itu sedang urusan karna pikir Edward itu adalah seseorang yang penting jadi dia pasti setiap harinya akan sibuk dengan urusan perbisnisan.


Tak lama menunggu, Natasya pun mendapatkan telpon dari seseorang yang membuat dirinya terkejut dan terdiam ditempat.

__ADS_1


“Maaf apakah ini dari keluarga pasien atas nama Edward?”


__ADS_2