Aku Masih Menunggumu

Aku Masih Menunggumu
Edward, si Pengusaha perusahaan


__ADS_3

“Kau terlalu banyak pikiran, sekarang pulanglah! Tenangkan dirimu” Natasya mencoba berkomunikasi dengan wanita itu, sedangkan wanita itu, tidak bisa dengan mudah diajak kerja sama “Apa kau sedang mengusirku?! Apa hakmu berkata seperti itu!” Wanita itu terlihat tidak terima atas perkataan Natasya tadi


 


Dia pun melompat keatas meja yang berada didekatnya lalu dengan wajah yang memerah karna mabuk, ia terus menyodorkan Natasya dengan pisaunya itu.


 


Disisi lain Edward yang merasa Natasya sudah terlalu lama pergi pun membuat dirinya keluar dari ruangan dan melihat apa yang dilihat Natasya sebelumnya. Tetapi saat lelaki itu melihat kebawah, matanya langsung dibuat tertuju dengan Natasya yang tengah berdiri didepan wanita yang sedang menodongkan pisau kearahnya


 


Hal itu membuat Edward dengan bergegas berjalan menuruni tangga lalu menghampiri gadis itu. Menariknya kebelakang tubuh kekar dan tingginya, tak lupa Edward menatap wanita gila itu dengan tatapan tajam serta aura mengerikan keluar dari tubuhnya hingga membuat wanita itu seketika merasa tubuhnya sedikit gemetar


 


Sementara Natasya masih terkejut dengan kedatangan Edward yang entah kapan sampainya, “Apa yang kau lakukan?” pertanyaan itu tanpa sadar keluar dari mulut Natasya hingga membuat Edward dengan cepat memiringkan kepalanya dan mata yang menatapnya dengan tatapan tajam


 


“Bukankah seharusnya aku yang bertanya, apa yang kau lakukan disini?” Edward terlihat marah, apa yang sedang ia marahkah? Apa dia marah karna Natasya terlalu lama kembali kesana dan membuatnya menunggu? Atau Karna dirinya meninggalkannya tadi?


 


Natasya hanya terdiam, tidak mengatakan apapun hingga membuat lelaki didepannya kembali memalingkan wajahnya dan menatap wanita yang tengah berdiri diatas meja dengan tampang gilanya


 


“Turun!” satu kalimat itu langsung membuat wanita gila itu turun dari sana dan berdiri Menundukkan kepalanya, seperti tidak berani melihat lelaki yang tengah berdiri didepannya ini. Hal itu membuat bingung semua orang disana, semuanya terlihat saling memandang dan bertanya-tanya, siapa lelaki itu? Kenapa dengan 1 kalimat ia dapat membuat wanita gila itu ketakutan


 


Natasya disana juga memandang Edward dengan sedikit rasa kagum, padahal lelaki ini baru saja tiba. tetapi ia sudah bisa membuat wanita itu dengan patuh menuruti perkataannya.


 


“Pulanglah! Sebelum aku meminta perhitungan atas luka yang kau buat padanya” Suara Edward membuat semua orang disana terdiam dan suasana menjadi hening, hanya bisa memandang wanita itu dengan patuh mengangguk lalu berjalan keluar dari sana, sesuai dengan perkataan Edward tadi.


 


Setelah melihat wanita itu sudah pergi dengan tampilan menyedihkannya, semua orang disana langsung memberikan tepuk tangan kepada Edward dan Natasya yang sudah memiliki keberanian untuk melawan wanita gila itu. Edward yang diberi tepukan itu hanya berekspresi dingin sambil menatap gadis didepannya ini.


 


Mengangkat tangannya untuk melihat seberapa besar luka dilengan Natasya, “Aku baik-baik saja, itu hanya luka kecil, tidak perlu dipikirkan” Natasya menarik tangannya dari genggaman tangan Edward, ia merasa luka itu memang benar-benar tidak masalah tetapi Edward disana hanya terdiam menatap luka itu dengan penuh maksud lain


 

__ADS_1


“Menyakitimu dengan senjata tajam, benar-benar tidak bisa dimaafkan” kata Edward


 


Natasya menggelengkan kepalanya lalu berkata “Dia tidak salah, dia hanya mabuk. Memplampiaskan semua amarahnya disaat mabuk, itu adalah hal yang wajar. Dia pasti sedang memiliki banyak masalah”


 


Edward mencibir “Kau terlalu baik hingga membuat orang akan memandangmu dengan rendah”


 


Mendengar hal itu, Natasya hanya tertawa kecil lalu berkata “Lalu untuk apa aku meninggikan harga diriku? Jika masih ada orang yang lebih diatas ku, contohnya sepertimu” Edward terpaku sejenak “Diriku? Kau membandingkannya dengan diriku? Apa kau merasa sudah pantas untuk membandingkan derajatmu denganku?”


 


Sial, seharusnya aku tidak berkata seperti itu. Itu hanya akan membuat dirinya bersikap arogan seperti ini, terlihat seperti anak kecil yang dengan bangga mendapatkan pujian. Tetapi jika dilihat-lihat memang kemampuan Edward sudah tidak bisa ditandingi oleh orang-orang dan kepintaran juga membuat orang terkagum padanya


 


Tidak akan heran dia menjadi CEO terkaya dan terpandang di negara ini. “Alangkah baiknya, aku harus lebih berhati-hati dalam berkata” Natasya memalingkan wajahnya dan Edward disana hanya tertawa kecil saat melihat tingkah Natasya


 


Baginya itu sedikit lucu dan membuatnya tidak bisa menahan tangannya untuk tidak mengelus rambut gadis itu dengan lembut.


 


 


Ditengah-tengah kerumunan itu, tiba-tiba suara teriakan terdengar hingga membuat semua orang disana terkejut memandang Edward


 


“Itu kan tuan muda besar Chen, penguasa perusahaan di negeri ini!!”


 


Semua orang disana terkejut dan tidak percaya dengan apa yang mereka dengar, penguasa perusahaan tengah berdiri ditengah kerumunan. Sedangkan Edward yang mendengar itu membuat dirinya menarik kembali senyuman dan menampilkan ekspresi dinginnya


 


“Sungguh? Apa benar dia Tuan muda besar Chen? Dia datang kesini?”


 


“Tidak mungkin, bagaimana aku bisa tidak menyadari hal itu sejak awal”

__ADS_1


 


“Lalu siapa gadis itu? Apakah gadis itu, kekasih dari pengusaha perusahaan?”


 


“Tidak mungkin, Tuan muda besar kan memiliki hati yang beku dan ia juga tidak akan mudah terpikat oleh wanita manapun”


 


“Tetapi tadi mereka terlihat dekat, Tuan muda besar juga tadi tersenyum kepada gadis itu”


 


“Tapi bukankah Tuan muda besar sedang menjalankan tunangan dengan nona Melisa?”


 


“Iya benar juga, apa nona Melisa kalah dengan gadis kecil ini?”


 


Suara pertanyaan dari beberapa orang mulai terdengar ditelinga Edward dan lelaki itu juga melihat Natasya mengerutkan keningnya, ia tampak merasa tidak nyaman dengan semua itu. Akhirnya, Edward membawa Natasya keluar dari ruangan tersebut dan mengambil hpnya didalam saku jas hitamnya


 


Menyuruh orang untuk mengurus pembayarannya direstoran tersebut dan beberapa kalimat darinya sebagai peringatan atas keamanan direstoran tersebut. “Kau tidak membayarnya sendiri? Kenapa malah menyuruh orang untuk mengurus itu?” Natasya bertanya sambil mengangkat kepalanya karna perbandingan tinggi badan mereka membuat Natasya harus mengangkat kepalanya saat berbicara dengan Edward


 


“Kau terlihat tidak nyaman disini jadi aku akan membawamu terlebih dahulu, biarkan orang kepercayaanku yang mengurus masalah disini” kata Edward dengan dingin


 


Natasya membantah, bagaimanapun mereka masih disini dan kenapa tidak melakukan pembayaran terlebih dahulu? Kenapa susah-susah menyuruh orang untuk mengurus hal yang kecil ini. Edward yang mendengar bantahan Natasya pun tersenyum kecil lalu mencubit gemas hidung mungil Natasya


 


Menggoyangkan kekanan dan kekiri, “Sepertinya yang memiliki banyak pikiran itu, kau.” Natasya yang merasa jengkel dengan perbuatan Edward pun langsung menjauhkan tangannya dari hidungnya lalu menatapnya dengan tatapan tajam tetapi Dimata Edward itu bukan tatapan tajam tetapi tatapan anak kecil yang tengah ngambek


 


“Bisakah kau mengurangi pergerakan tanganmu? Kau akhir-akhir ini terlihat sering sekali menyentuhku, apalagi mengelus kepalaku” Natasya mengungkit hal yang baru saja terjadi “Lalu?” Edward bertanya dengan nada yang sedikit ada ejekan dibaliknya


 


“Jadi berhentilah menyentuhku! Aku tidak suka disentuh oleh siapapun itu” kata natasya

__ADS_1


 


“Lalu kau lebih suka disentuh oleh siapa? Apa kau sudah menyediakan tempat untuk orang itu dan tidak membiarkan siapapun menyentuhnya juga?” Edward bertanya dengan nada liciknya dan itu membuat natasya terpaku.


__ADS_2