
Disisi tempat yang sama, lelaki itu malah semakin senang melihat Natasya terus memandangnya dengan tatapan tajam. Pikirannya, bahkan sudah membayangkan hal-hal yang negatif pada Natasya. Tampang lelaki itu juga semakin menggila.
Wajahnya yang memerah karna mabuk, nafas yang seperti hewan kelaparan, serta matanya yang menatap sesuatu didepannya sebagai santapan lezat di malam ini. Penampilan dari lelaki itu juga sangat berantakan, dan bahkan baju kantoran yang ia kenakan sama sekali tidak memperlihatkannya seperti orang kantoran.
Lelaki itu terus menatap natasya dengan penuh nafsu, sedangkan Natasya hanya membalasnya dengan menatapnya dengan dingin. Namun didalam hatinya, gadis ini seperti menghancurkan lelaki itu hingga berkeping-keping.
“Jangan terlalu banyak bicara, memang kami para wanita tidak bisa melakukan semua hal sendiri. Tapi dalam kehidupan, lelaki lah yang tidak bisa hidup tanpa wanita. Disaat seperti ini bahkan sudah terlihat kalau lelaki memang tidak bisa hidup tanpa wanita.
Lihatlah, kau bahkan selalu memandang wanita dengan tatapan bodohmu itu. Sedangkan wanita, tanpa lelaki pun tidak masalah. Karna yang dipikirkan oleh wanita bukan nafsu dan nafsu.” Natasya berkata dengan serius
Lelaki yang mendengar itu pun tertawa, menganggap perkataan natasya adalah sebuah bualan untuk menutupi dirinya yang asli. “Wanita itu ternyata pembohong besar ya. Awalnya menolak dan beranggapan bahwa dirinya seorang wanita yang baik-baik
Tetapi saat setelah itu, dia pasti meminta-minta lagi, dan bahkan bisa menjadi wanita pelacur.”
“Jadi kau menganggap semua wanita adalah wanita pembohong besar hanya untuk menutupi keinginan nya saja?” Natasya bertanya dengan memancing
“Tentu saja, bahkan mereka rela menjadi budak nafsu hanya untuk uang dan cinta. Jadi lebih baik, kau tidak perlu membohongi dirimu lagi. Jika kau memang menginginkannya, maka aku tidak akan keberatan untuk melayanimu malam ini”
Lelaki itu kembali menghampiri Natasya dengan berlari cukup cepat, dan bahkan sebelum Natasya merespon, lelaki itu sudah menahan salah satu tangan Natasya dengan tangan besarnya itu. Cengkraman tangan pada tangan Natasya sangat erat, dan bahkan Natasya merasa tulangnya mungkin akan segera retak jika dibiarkan saja.
Lelaki yang berhasil menahan nafsu pun bergirang senang. Lelaki itu juga dengan cepat langsung memojokkan Natasya hingga bersandar pada pohon dibelakangnya itu. Natasya berusaha mendorong lelaki itu, namun sayangnya kekuatan orang waras dengan orang mabuk sangatlah berbeda.
Apalagi lelaki ini terlihat diambang nafsu puncak tinggi. Wajahnya yang memerah tersenyum senang, nafas yang memburu di depan wajah Natasya serta berkali-kali lelaki itu menjilat bibirnya sendiri seperti ingin melahap sesuatu yang ada didepannya ini..
“H-hey! Apa yang kau lakukan?! Menjauh dariku!!”
Natasya terus memberontak bukannya membuat celah untuk kabur, tetapi lelaki itu malah semakin menekan tubuh Natasya pada pohon tersebut. Bahkan Natasya mulai merasa punggungnya terasa sakit akibat gesekannya.
“Bicaralah jika kau memang menginginkannya! Bicaralah jika kau sama seperti mereka!” Lelaki itu berkata dengan lidah yang sedikit menjulur keluar
__ADS_1
“Eugh” Rintih natasya yang merasa perih di punggungnya ini.
“Bicaralah padaku, kalau kau memang menginginkannya! Tidak perlu berbohong! Aku tahu wanita itu seperti apa, jadi berhentilah memberontak dan nikmati pelayananku malam ini”
Lelaki itu dengan berani, mengelus wajah Natasya dengan tangan kasarnya. Sedangkan Natasya yang merasakan sentuhan itu pun langsung mengeluarkan suatu yang ia tahan sedaritadi. Mula-mula kaki Natasya bergerak untuk membuat celah, lalu...
Brekk!!
Suara hantaman lutut Natasya sampai pada selangk*ngan lelaki itu. Membuat lelaki itu merasakan sakit dibagian bawah dan membuat tahanan dari lelaki itu juga sedikit mengendur. Tanpa pikir panjang, Natasya pun langsung mendorong serta melayangkan tendangan pada lelaki itu
Tidak peduli seberapa jauh lelaki itu mundur dan terjatuh, yang hanya Natasya pikirkan adalah lelaki ini, lelaki paling menjijikan dimatanya.
“Eugh...sial!! Kurang ajar kau ya!!” Teriak lelaki itu sambil menunjuk
“Kurang ajar? Kau ini bicara padaku, atau pada dirimu sendiri?” Natasya menatap lelaki itu dengan tatapan merendah.
“Aku sudah berbaik hati padamu, tapi ini yang kau lakukan padaku? Apa kau wanita yang tidak tahu terimakasih?!!”
Lelaki itu terus menghina natasya dengan ocehannya yang tidak jelas. Hingga Natasya sendiri hanya memandang lelaki itu seperti orang gila.
Setelah mengoceh terlalu lama, lelaki itu merasa kesal karna tidak ada jawaban ataupun reaksi Natasya untuk marah kepadanya. Ia ingin lihat sekali lagi, bagaimana wanita itu memandang dengan tatapan tajam. Itu sangat cantik, karna ia mengungkapkan mata indahnya untuk menatap dirinya dengan tajam.
“Uhh..menyebalkan sekali” Manik mata Natasya mulai mencari seseorang lagi, dan hal itu membuat lelaki yang ada didepannya ini merasa dihiraukan oleh gadis itu. “Dimana dia? Kenapa tidak terlihat juga?”
Natasya yang sibuk melihat-lihat pun, tak sadar bahwa lelaki itu sudah tidak ada ditempatnya. Apa dia sudah pergi? Pikir natasya sambil melihat kembali sekeliling nya. Namun sangat disayangkan, Natasya tidak menyadari ada seseorang yang tengah berdiri dibelakangnya.
Seseorang itu, mengelus tangan Natasya Dengan lembut. Membuat sengatan listrik menjalar ditubuh Natasya, dan dengan sontak gadis itu menoleh ke belakang. Mendapati seorang Lelaki yang tidak asing baginya.
Itu bukankah lelaki yang tadi? Kenapa dia masih disini?
__ADS_1
Natasya yang terpaku akibat terkejut pun, bahkan yang lebih membuatnya terkejut adalah....lelaki itu menjilat pipi natasya dengan lidah yang panjang. Lelaki ini benar-benar menguji kesabarannya.
Natasya pun menatap dingin kembali lelaki itu, yang dibalas dengan tatapan mesum..
“Ouhh...cantik sekali matamu itu. Memang tidak salah, jika wanita cantik sepertimu memiliki mata yang indah”
Lelaki itu terus mengucapkan kata-kata yang tidak baik. Membuat suasana dan hatinya Natasya semakin memburuk. Emosinya juga tidak bisa tertahan lagi. Hal itu membuat, Natasya kembali menendang lelaki itu dengan keras.
Lelaki yang terkejut dengan reaksi cepat pada Natasya pun tidak bisa menghindari tendangan tersebut. “Br*ngsek!!!” Umpat lelaki itu yang juga merasa dirinya terindasi oleh Natasya
Natasya berdecih, “Lagi-lagi kau menghina dirimu sendiri? Tetapi kau sampai sekarang masih belum sadar akan tindakan kurang ajarmu itu, bajing*n!”
“Dasar wanita tidak tahu malu!!”
Lelaki itu pun berlari menghampiri Natasya dengan kepalan tangan yang mengarah kepadanya. Natasya yang melihat itu hanya mengangkat salah satu alisnya, lalu memancarkan cahaya kilat pada mata birunya.
“Owh...apa akan ada pertarungan malam ini?”
--//--
Disisi lain, Edward yang sudah malas berbicara dengan James pun ingin pergi dari tempat itu. Namun James selalu menghalanginya berkali-kali dan bahkan tidak mengizinkannya pergi, sebelum memberikan penjelasan yang setidaknya membuatnya puas
Tak lama dari itu, ada seseorang yang datang menghampirinya mereka dengan wajah yang sedikit pucat serta gelisah.
“T-Tuan” cicit lelaki itu yang membuat ke3 yang tengah berbincang, beralih menatapnya dengan tatapan kebingungan.
“Ada apa? Kenapa wajahmu seperti itu?” James bertanya
Lelaki itu menundukkan kepala, “M-maaf tuan, ada perkelahian di halaman aula samping”
__ADS_1