Aku Masih Menunggumu

Aku Masih Menunggumu
Mencari Tasya di kantor Edward


__ADS_3

5 hari kemudian, berlangsung begitu cepat, dan bahkan terasa sangat membosankan. Terlihat Edward dengan wajah dinginnya tengah menatap serius kearah selembar kertas yang berada di tangannya. Bola mata Edward terus bergerak dari kanan kekiri seperti tengah membaca sesuatu di dalam kertas tersebut.


Disana juga terdapat Arya yang tengah berdiri tegak di seberang meja kerja Edward dengan raut wajah yang sama, keduanya seperti tengah membicarakan hal penting sehingga membuat suasana didalam ruang kerja menjadi suram. “Apa dia masih belum datang?” tanya Edward dengan dingin.


Arya yang mengerti dengan pertanyaan itu pun hanya menggeleng lalu berkata “Sepertinya belum, tuan. Soalnya saya juga tidak melihatnya sejak tadi pagi.” Edward menghela nafasnya “Apa kau tahu kemana dia pergi, saat aku berada di kediaman keluarga LU?” Edward mengangkat pandangannya kerah Arya yang tengah berdiri tak jauh darinya.


Arya terdiam, berpikir sejenak dari perkataan Edward lalu mengingat-ingat kembali saat ia terakhir bertemu dengan Natasya. Tak lama dari itu, Arya pun mengangguk lalu menggeleng “Terakhir aku melihatnya, dia keluar dari ruanganmu dengan ekspresi yang aneh. Bahkan saat aku menyapanya, dia sama sekali tidak merespon. Berjalan seorang diri keluar dari kantor tanpa menyadari sekitar, seperti layaknya orang yang ditengah kekecewaan.”


Edward mengerutkan kening, “Ditengah kekecewaan? Apa maksudmu?”


“Aku kurang tahu soal itu, tuan. Yang pasti saat aku melihat ekspresi itu, benar-benar seperti bukan dirinya yang asli” jelas Arya yang membuat Edward mengangguk paham dari perkataannya. Manik mata Edward, seketika tertuju kearah buku kusam yang tersusun dari beberapa buku di rak. Mata itu terus memandang cukup lama hingga membuat Arya yang melihatnya, ikut memalingkan wajahnya kearah buku.


“Ada apa? Apa ada yang salah, tuan?” tanya Arya yang masih belum mengerti.


Namun Edward disana, dengan cepat menggelengkan kepalanya lalu mengalihkan kembali pandangannya kearah kertas yang sebelumnya ia pegang. “Tuan, lalu bagaimana sekarang? Apakah kita perlu mencari nona?” tanya Arya yang menatap Edward kini tengah kembali memandang kertas dalam ekspresi dinginnya.


Edward mengangguk, “hn... lakukanlah yang seharusnya kau lakukan!”

__ADS_1


“Tapi tuan...apakah tidak apa-apa kita melakukan pencarian disaat kita bekerjasama dengan mereka?” tanya Arya dengan ragu. “Memangnya kenapa jika sedang bekerjasama dengan mereka, apakah kau takut akan ketahuan dengan urusan kita?” Edward menatap Arya dengan tatapan dingin, seperti tidak menerima keraguan jika tengah mengerjakan sesuatu.


Arya yang menyadari bahwa dirinya telah salah berbicara pun langsung meruntuki dirinya dalam hatinya. “Maaf tuan, saya menarik kembali kata-kata saya sebelumnya.”


Mendengar hal itu, Edward hanya berdehem sebagai responnya yang singkat. Sementara Arya membalikan arah tubuhnya, lalu berjalan keluar dari ruangan Edward. Melakukan apa yang diperintahkan Edward secara tidak langsung.


Arya berjalan keluar dari ruangan Edward dengan raut wajah yang serius, namun saat ia menutup pintu ruangan Edward, ia melihat seorang wanita tengah berdiri tenang di samping para penjaga pintu ruangan Edward. Dan wanita itu adalah angel.


Arya yang mencurigai kedatangan angel pun langsung berjalan menghampirinya dengan perasaan yang tidak suka, bahkan dirinya sangat membenci wanita seperti angel. “Sedang apa kau disini?” tanya Arya dengan ekspresi datar namun menekan angel.


Angel menoleh, menatap Arya telah berdiri di depannya sembari menatapnya dengan datar. Angel sudah terbiasa dengan pandangan seperti itu, hingga membuatnya dengan mudah menghiraukan tatapannya Arya. “Tuan Arya, maaf mengganggu. Aku datang kesini bukan untuk mencari tuan Edward kok” jawab angel dengan senyuman diwajahnya.


“Aku tahu akan hal itu kok tuan, jadi kau tidak perlu khawatir.” Jawab angel dengan tenang, lalu pandangan wanita itu melihat sekeliling. Memang benar jika masih banyak orang yang bekerja, jadi wajar saja jika lelaki ini mengusirnya. Namun saat ini, bukan itu tujuannya. “Hn..maaf, apakah nona Tasya ada dikantor? Seperti sejak aku Masuk, aku tidak dapat melihatnya dimana. Apakah dia sedang bercuti?” tanya angel dengan sopan


Arya mengerutkan keningnya, “Tidak, nona Tasya sedang tidak ada di kantor. Jadi sebaiknya kau pulanglah! Tidak perlu mengacau tempat ini lagi”


Selesai mengatakan hal itu, Arya pun berjalan pergi meninggalkan angel yang masih tertegun dengan apa yang ia bicarakan sebelumnya. Angel yang tidak mengerti pun, langsung menolehkan kepalanya kearah para penjaga yang tengah menjaga pintu ruangan Edward. “Kenapa nona Tasya tidak ada di kantor? Apa dia sedang sakit?” tanya angel

__ADS_1


“Maaf, kami kurang tau soal itu.” Jawab sekilas penjaga itu yang pergi ketempat ia berjaga sebelumnya.


Angel yang sedikit merasa kecewa pun hanya bisa berjalan pergi meninggalkan tempat itu, ia sudah tidak bisa bertemu dengan Edward, dan sekarang Natasya juga tidak ada di kantor. Angel benar-benar bingung harus bicara dengan siapa.


Baru saja angel hendak berjalan pergi meninggalkan tempat itu, tiba-tiba suara pintu dari ruangan Edward yang terbuka terdengar di telinga angel. Membuatnya dengan sontak menoleh pandangannya kearah pintu tersebut. Disana terlihat seorang lelaki dengan pakaian kemeja putih, celana hitam, Sepatu kulit yang berwarna hitam mengkilap serta rambut yang tersisir rapih, membuat angel tak bisa menahan rasa kagumnya lagi.


Itu Edward! Lelaki sempurna yang ia pernah temui, sekaligus ia cintai dulu. Namun kini mereka bagaikan orang asing yang tak saling mengenali.


“Sedang apa kau disini?”


Edward bertanya, saat melihat angel dengan berdiri dengan raut wajah yang kebingungan. “A-ahh...tuan, M-maaf mengganggumu. Saya tidak sedang apa-apa” jawab angel dengan tergagap. Karna ini adalah pertama kalinya, Edward bertanya kepadanya dengan nada yang biasa.


Tidak ada dingin serta perasaan benci yang ia rasakan lagi pada diri lelaki itu. “Kau mencari Tasya?” Edward menyipitkan matanya, melihat angel berdiri dengan tangan yang terlihat gemetar, membuatnya merasa heran. Angel mengangguk, “Y-ya, Tapi kurasa aku tidak bisa menemuinya sekarang.”


“Kenapa?”


Angel terdiam sejenak, lalu berkata “Tadi tuan Arya memberitahuku, kalau nona Tasya tidak datang ke kantor hari ini dan aku juga tidak melihatnya selama beberapa hari yang lalu. Jadi kupikir, aku tidak bisa berbicara dengannya dulu untuk hari ini”

__ADS_1


Mendengar hal itu, Edward mengerutkan keningnya. Merasa bahwa setelah kejadian Natasya menyuruhnya untuk menyelesaikan masalahnya dengan angel, mereka berdua terlihat begitu dekat. Walaupun tidak terlalu terlihat di publik, tetapi Edward merasa bahwa ada sesuatu yang angel sembunyikan darinya.


“Jadi kau kesini untuk mencari Tasya?”


__ADS_2