Aku Masih Menunggumu

Aku Masih Menunggumu
Siapa Edward di negara ini?


__ADS_3

“hm” jawab sekilas Edward dengan anggukan kepala. Sedangkan Arya hanya berjalan keluar dari ruangan Edward dan pergi.


....


Beberapa menit kemudian, Natasya pun terbangun dengan perasaan yang terkejut. Bahkan hal itu membuat Natasya dengan sontak bangun dari tidurnya menjadi posisi duduk. Gadis itu tampak kebingungan hingga membuatnya melihat sekeliling ruang Edward.


Entah apa yang tengah di cari gadis ini, tetapi matanya tanpa seperti orang yang linglung. “Sudah bangun?” Suara dengan nada yang serak terdengar dikesunyian ruangan. Mendengar suara itu, Natasya langsung menolehkan kepalanya kesamping. Dan melihat seorang lelaki tengah duduk di sofa sebrang sana dengan posisi duduk yang tegak.


Serta ekspresi wajah yang dingin. Lelaki itu tampak terlihat serius saat mengerjakan sesuatu di laptopnya. Awalnya Natasya belum sepenuhnya sadar dengan apa yang ia lihat, dan bahkan pertanyaan Edward yang tadi, belum sempat ia jawab.


“Kau tidur begitu lama dan meninggalkan banyak pekerjaan, benar-benar merepotkan orang!” cibir Edward tanpa melirikkan matanya kearah Natasya.


Natasya yang baru tersadar sepenuhnya, langsung mendengar perkataan Edward membuat dirinya sedikit merasa tidak enak hati. “Maaf, tadi aku sangat lelah. Jadi tidak sadar, jika aku ketiduran” kata Natasya sembari menggeser posisi duduknya kesamping.


Tepat dekat Edward, lalu tangan gadis itu meraih laptop yang tengah dipakai oleh Edward. Lalu menggesernya hingga menghadap kearahnya. “Maaf sudah merepotkanmu tuan” kata Natasya lagi dengan suara pelan. Sedangkan Edward yang mendengar permohonan maaf Natasya dengan tulus, membuat dirinya agak sedikit melembut.

__ADS_1


“Sudahlah tidak apa, lagipula pekerjaanmu juga sudah beres” respon halus Edward dengan tangan yang terangkat lalu mengelus kepala Natasya dengan lembut. Namun Natasya yang mendengar pekerjaannya sudah selesai oleh Edward membuatnya dengan spontan menolehkan kepalanya kearah lelaki itu dengan tatapan yang terkejut. “S-sudah selesai? B-bagaimana bisa?”


“Bagaimana bisa? Tentu saja bisa, ini kan proyek milikku. Jadi kenapa aku tidak mengerjakannya sendiri?” jawab Edward dengan senyuman diwajahnya. “Tapi ini kan...” Edward menutup mulut Natasya dengan salah satu tangan besarnya. Sedangkan tangan satunya menempel pada bibirnya, menyuruh Natasya untuk berhenti berbicara. “Sstt...Tidak perlu dibicarakan lagi! Kau baru saja bangun dari istirahatmu, dan sekarang, apa kau merasa lapar?”


Natasya yang terkejut dengan tindakan Edward hanya membuat dirinya tertegun sejenak, lalu dengan cepat memalingkan wajahnya kesamping agar tangan besar Edward tidak terus menerus berada di mulutnya. “Tidak, aku tidak lapar” Natasya menjawab pertanyaan Edward dengan suara pelan, namun suara itu masih dapat didengar oleh Edward yang tengah duduk disebelahnya.


“Kau yakin tidak merasa lapar?” tanya Edward yang memastikan


Sedangkan Natasya hanya mengangguk sambil menatap Edward, “Tentu saja. Lagipula jika aku lapar, aku bisa keluar untuk mencarinya” elak Natasya yang melihat wajah Edward tampak tengah menatapnya dalam diam. Tatapan dingin dari manik mata Edward, membuat dirinya merasa tidak nyaman, bahkan hal itu membuat Natasya kembali memalingkan wajahnya kearah lain agar menghindari tatapan itu.


Terdengar pelan suara itu ditelinga kedua orang tersebut, masing-masing dari mereka memasang ekspresi yang berbeda. Edward saat mendengar suara itu hanya mengerutkan keningnya sambil menatap Natasya, sementara Natasya hanya terdiam dengan wajah yang memerah. Edward yang tau suara apa itu, membuat ekspresi wajahnya tampak tengah mengejek gadis yang ada disebelahnya ini. Dan Natasya yang menyadari ejekan Edward, langsung membuatnya menatap lelaki itu dengan tatapan tajam diwajahnya yang memerah.


Gadis ini tampak terlihat dengan menahan rasa malu, tetapi ia juga tengah merasa kesal dengan sikap Edward. “Apa yang lihat, huh? Tidak ada yang lucu disini?!!” bentak Natasya dengan nada kesalnya. Sedangkan Edward masih terus menatap Natasya dengan wajah yang tengah menahan tawa. “Kau bilang, tidak lapar. Tapi kenapa ada suara yang keluar dari perutmu? Apakah itu cacing yang tengah berdemo meminta makan?” ledek Edward dengan wajah yang terlihat menyebalkan menurut Natasya.


“Berisik!! Aku bilang, aku tidak lapar!!” elak Natasya sambil mendorong tubuh gagah Edward agar pergi dari sana. Namun dorongan yang diberikan oleh Natasya tidak kuat, bahkan dorongan tersebut hanya membuat tubuh Edward tergoyang saja. Tidak menghasilkan sebuah pergerakan dari duduknya, dan itu semakin membuat Edward tertawa kecil atas tingkah kekanakannya. “Berhentilah mendorongku seperti itu, karna mau sampai kapanpun, kau tidak akan bisa membuatnya bergerak.”

__ADS_1


“Berisik!! Keluar kau dari sini!!” teriak Natasya yang masih saja mencoba mendorong tubuh gagah Edward.


Edward yang sudah tidak nyaman dengan itu pun langsung menahan kedua tangan Natasya dengan kedua tangannya, “Berhentilah melakukannya!” pinta Edward sambil menarik tangan Natasya. Hal itu membuat Natasya yang kehilangan keseimbangan dan terjatuh dalam pelukan lelaki itu.


Sempat Natasya tertegun ditempat sambil menatap manik mata Edward yang berwarna coklat muda, sedangkan manik mata miliknya berwarna biru muda. Keduanya terdiam saling menatap, dan itu membuat perasaan aneh mulai muncul di diri mereka masing-masing. “Apakah harus seperti ini dulu baru kau berhenti, hm?” kata Edward sambil mengangkat alisnya, serta ujung bibir yang terangkat sedikit keatas.


Natasya yang mendengar perkataan Edward seperti itu pun membuat dirinya langsung menjauh dari tubuh Edward, bahkan gadis itu juga selalu memalingkan wajahnya kesamping. Entah apa yang ia sembunyikan, tapi Edward hanya melihat pipi yang memerah tengah ditutup oleh punggung tangan Natasya. “Berisik kau bodoh!” Ejek Natasya yang benar-benar tidak melihat status mereka.


Mendengar ejekan tersebut, membuat Edward kembali mengangkat alisnya. Menatap Natasya dengan rasa tertarik merespon ejekan tersebut. “Kau ini memang berani sekali ya denganku! Padahal dari sekian banyaknya orang yang aku pekerjakan, semuanya mematuhi dan selalu bersikap sopan denganku. Tapi kenapa kau tidak? Apa kau sudah merasa lebih hebat dariku?” tanya Edward dengan nada dingin namun itu mencibir.


“Apa kau tidak tahu, siapa Edward di negara ini?”


Natasya terdiam, dirinya bukan merasa bersalah akan tindakan tadi. Melainkan dirinya terdiam hanya mengingatkan bahwa Edward adalah seorang lelaki yang luar biasa. Bahkan orang hebat saja, mengakui bahwa nasib hidup dari Edward ini sangat beruntung. Dari segi penampilan, dia adalah lelaki yang sempurna. Dari segi kemampuan, dia juga memiliki banyak keahlian, kekuasaan, dan bahkan membuat dirinya dihormati dimana pun.


Edward memang bukan presiden atau raja di negara ini, tapi dia adalah penguasa yang menguasai dunia perbisnisan serta mengawasi negara. Dia juga raja informasi didunia masyarakat, karna sekecil apapun informasi yang tersembunyi pasti akan diketahui oleh lelaki ini. Jadi wajar saja jika Edward akan selalu terkenal dikalangan banyak orang, terutama di kalangan wanita cantik dan kaya.

__ADS_1


“Aku tau, tapi aku tidak peduli akan hal itu. Kita sama-sama manusia yang akan mati kapan saja, jadi tidak perlu banyak tingkah dengan apa yang kau miliki sekarang” kata Natasya yang menatap Edward dengan tatapan datarnya.


__ADS_2